Senin, 08 April 2013

SERIAL NUBUATAN DANIEL BAG. KETIGA: 2300 PETANG DAN PAGI


2300  petang  dan  pagi

DANIEL PASAL 8-9

  

Ini adalah bagian ketiga dari pembahasan kita tentang kitab Daniel. Kita sudah membahas Daniel pasal 2, mengenai  patung yang diimpikan Nebukadnezzar; dan Daniel pasal 7 mengenai keempat binatang yang dilihat Daniel yang membicarakan topik yang sama dengan Daniel 2, tetapi lebih spesifik; dan sebagian dari Daniel pasal 8 yang juga membicarakan topik yang sama, tetapi lebih terfokus kepada si Tanduk Kecil yang muncul dari Binatang yang keempat. Mengapa Tuhan bolak-balik memberikan nubuat tentang hal yang sama?

 

Yesaya 46:9-10

9 Ingatlah hal-hal di zaman dahulu: karena Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah, dan tidak ada yang seperti Aku, 10 mendeklarasikan yang akhir dari permulaan, dan dari zaman dahulu hal-hal yang belum terjadi, mengatakan, ‘Keputusan-Ku tetap berlaku, dan Aku akan melaksanakan segala kesenanganKu.

 

Tuhan memberikan semua nubuatan itu kepada kita untuk mengingatkan kita apa yang pasti akan terjadi, supaya kita tahu, dan terutama supaya kita bisa selamat jasmani dan rohani.

  

Nah, Daniel pasal 8 ini susunannya agak aneh.

ü    Bagian besar dari Daniel 8 itu bicara tentang nubuatan yang sama dengan Daniel 7.

ü   Tapi di tengah-tengahnya ada sisipan yang tidak ada kaitannya dengan binatang-binatang Daniel 7 dan Daniel 8.

Dua ayat di tengah (ayat 13-14), dan dua ayat terakhir Daniel pasal 8 (ayat 26-27) itu bicara tentang nubuatan yang berbeda, yang kita sebut Nubuatan 2300 Petang dan Pagi.

ü   Pembahasan nubuatan ini berlanjut di Daniel pasal 9.

 

Kita sudah mempelajari Daniel 8 bagian binatang-binatang, jadi sekarang kita melihat Nubuatan 2300 Petang dan Pagi. Nah, ini pelajaran yang rumit, jadi kita membahasnya pelan-pelan.

  

8:13        Kemudian kudengar satu Sosok Kudus berbicara, dan satu sosok kudus lain berkata kepada Sosok Kudus yang berbicara itu, ‘Berapa lama penglihatan mengenai yang sehari-hari dan pelanggaran yang mengakibatkan penelantaran, untuk menyerahkan baik Bait Suci maupun bala tentara untuk diinjak-injak?’ 

 

v   “satu Sosok Kudus berbicara, dan satu sosok kudus lain berkata”

Jadi ada dua sosok kudus yang sedang berbicara di sini. Nah, Daniel tidak mengatakan dia “melihat”, tapi “kudengar”, jadi kira-kira Daniel hanya mendengar bagian ini tapi tidak melihat gambarnya karena itu dia tidak mengidentifikasi siapa kedua sosok kudus yang sedang berbicara itu.

Kalau kita simak ayat 16, kita bisa mengenali satu Sosok Kudus itu adalah Yesus, dan sosok kudus yang lain adalah malaikat Gabriel yang disebut namanya.

 

v   “satu Sosok Kudus berbicara

Di sini Daniel tidak menjelaskan apa yang pertama dikatakan Sosok Kudus ini. Dia hanya berkata bahwa dia mendengar satu Sosok Kudus berbicara. Jadi kita tidak tahu apa yang pertama dikatakan Yesus.

 

v   “satu sosok kudus lain berkata kepada Sosok Kudus yang berbicara itu

Nah, ini Gabriel yang berbicara kepada Yesus. Dan apa yang dikatakan Gabriel, ditulis oleh Daniel.

 

v   “Berapa lama penglihatan mengenai yang sehari-hari dan pelanggaran yang mengakibatkan penelantaran, untuk menyerahkan baik Bait Suci maupun bala tentara untuk diinjak-injak?

Ini yang dikatakan atau ditanyakan Gabriel kepada Yesus. Nah, ini pertanyaan yang rumit untuk kita pahami. Jadi mari kita kupas.

a.    “yang sehari-hari

Kita sudah tahu dari pelajaran-pelajaran sebelumnya bahwa “yang sehari-hari adalah pekerjaan pelayanan atau imamat Kristus di Bait Suci di Surga, sebagai Perantara, Pendamai, dan kemudian Hakim kita.

b.    “pelanggaran yang mengakibatkan penelantaran

Ini adalah semua tindakan yang melanggar Hukum Allah dari mereka yang mengaku umat Allah, yang mendatangkan penelantaran kepada mereka. “Penelataran” berarti mereka dibiarkan Tuhan karena mereka yang lebih dulu meninggalkan Tuhan dengan melanggar semua HukumNya.  Ketika Yesus memberi peringatan kepada umatNya tentang tentara Roma yang akan datang menghancurkan Yerusalem, Dia menyinggung nubuatan Daniel ini, dia memakai bahasa yang dipakai Daniel “kekejian ( = dosa-dosa parah) yang mengakibatkan terjadinya penelantaran”.

Matius 24:15-16

15 Jadi apabila kamu melihat kekejian yang membuat penelantaran ~ yang disebut oleh nabi Daniel ~ berdiri di tempat kudus –- barangsiapa yang membaca hendaklah dia mengerti. 16 Lalu hendaknya orang-orang yang di Yudea melarikan diri ke pegunungan.


Apakah “kekejian yang membuat penelantaran” pada waktu itu? Lukas memberikan penjelasannya.

Lukas 21:20-21

20Apabila kamu melihat- Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa penelantarannya sudah dekat.21 Pada waktu itu hendaknya orang-orang yang berada di Yudea melarikan diri ke gunung-gunung; dan hendaknya orang-orang yang berada di tengah-tengah kota keluar dari sana; dan hendaknya mereka yang berada di pedusunan jangan masuk ke dalamnya.


“Kekejian (dosa) yang membuat penelantaran” di akhir zaman bukan lagi tentara Roma mengepung Yerusalem, tapi Tanduk Kecil (Antikristus, Binatang dari Laut Wahyu 13, Pelacur Babilon Besar) mengepung umat Allah dengan memaksakan pemeliharaan hari Minggu sebagai ganti Sabat hari Ketujuh ketentuan Allah. Jangan lupa ini.

 

v   “untuk menyerahkan baik Bait Suci maupun bala tentara untuk diinjak-injak

Berarti pelanggaran itu sasaran tembaknya adalah ke Bait Suci (imamat Kristus) dan bala tentara Kristus (umatNya di dunia), untuk menginjak-injak mereka.

Apa yang ada di Bait Suci tempat Yesus sekarang melayani? Tabut Perjanjian yang berisikan Kesepuluh Perintah Allah, Hukum Allah. Jadi ini yang akan diserang oleh “pelanggaran yang mengakibatkan penelantaran”. Berarti umat Allah yang memelihara Hukum Allah yang diserang. Bagaimana bisa menyerang Hukum Allah? Pasti dengan cara menyerang orang-orang yang yang memelihara Hukum Allah.

 

v   Jadi apa yang ditanyakan malaikat Gabriel kepada Yesus?

Berapa lama imamat Kristus, Hukum Allah, dan umat Allah akan diinjak-injak oleh si Tanduk Kecil (Antikristus, Binatang dari Laut Wahyu 13, Pelacur Babilon Besar, Anak kebinasaan, Manusia durhaka)? Ini semua sebutan si Tanduk Kecil. Berapa lama si Tanduk Kecil ini diberi izin menginjak-injak imamat Kristus, Hukum Allah, dan umat Allah? Itu yang ditanyakan Gabriel kepada Yesus.

 

 

8:14        Dan Ia berkata kepadaku, ‘Sampai dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu Bait Suci itu akan dibersihkan.

 

v   Ini jawaban Yesus.

Sampai dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu Bait Suci itu akan dibersihkan.

Apa artinya ini? Membingungkan ya? Gabriel tanya berapa lama si Tanduk Kecil diizinkan menginjak-injak Hukum Allah, imamat Kristus, dan umat Allah; jawabannya malah Bait Suci akan dibersihkan. Gimana mengaitkannya? Jadi mari kita kupas kalimat ini.

Pertama ada keterangan waktu “2300 petang dan pagi”

Lalu ada keterangan tempat “Bait Suci”

Lalu ada kata kerja “akan dibersihkan”

Jadi kita bahas satu-satu.

 

v   “2300 petang dan pagi”

Ingat kan bahwa sejak Penciptaan Bumi ini, Tuhan sudah mengajarkan cara menghitung hari itu selalu mulai petang dulu (matahari terbenam) baru pagi (matahari terbit).

Kejadian 1:5, 8, 9

5 Dan Allah menamai terang itu Siang, dan gelap dinamaiNya Malam. Dan petang itu dan pagi itu adalah hari pertama.

8 Dan Allah menamai cakrawala itu langit. Dan petang itu dan pagi itu, adalah hari kedua.

13 Dan petang itu dan pagi itu, adalah hari ketiga…  dan seterusnya.

 

Maka 1 petang + 1 pagi = 1 hari.


Selalu begini kata-katanya di kitab Kejadian:

Ini indah sekali, sebab setiap hari selalu diawali dan diakhiri dengan matahari yang terbenam di ufuk barat, yang sinar jingganya perlahan-lahan turun dan bersembunyi di balik cakrawala, dan langit yang terang berubah temeram, lalu perlahan-lahan menjadi gelap. Dengan menyaksikan ini semua manusia bisa mengucapkan syukur atas berakhirnya satu hari dalam pemeliharaan Tuhan, dan menyambut hari yang baru dalam harapan akan pemeliharaan Tuhan lagi. Sekarang manusia tidak tahu kapan suatu hari dimulai dan berakhir, karena terjadi tengah malam saat semua pada tidur, tidak ada ucapan syukur untuk hari yang berakhir, tidak ada penyerahan saat memasuki hari yang baru.

 

Nah, di sini dikatakan 2300 petang dan pagi, berarti 2300 hari @ 24 jam.

Kita sudah tahu dari pelajaran yang lalu bahwa 1 hari nubuatan = 1 tahun literal.

Maka 2300 hari nubuatan = 2300 tahun literal.

Ini penting untuk kita pahami  karena dalam terjemahan Alkitab Bahasa Sehari-hari, “2300 petang dan pagi” ini ditulis “1150 hari”, dan ini adalah suatu kesalahan! Kita harus berpegang kepada tulisan Ibraninya yang asli, yaitu 2300 petang dan pagi, bukan diubah menjadi 1150 hari. Mengapa terjemahan ABS bisa menyimpulkan 2300 petang dan pagi sebagai 1150 hari sungguh mengherankan. Petang itu kan ½ hari. Pagi juga ½ hari. Jadi ½ hari + ½ hari kan mestinya jadi 1 hari? Kenapa kok malah dipotong separo? Jadi itu adalah terjemahan yang salah, karena pada terjemahan KJV, NKJV, NIV, TB, semuanya tetap “2300 petang dan pagi”.

 

v   “Bait Suci”

Kita lihat tulisan aslinya adalah קדשׁ [qôdesh ko'-desh] kata yang dipakai untuk menggambarkan Bait Suci, lebih spesifiknya Bilik Mahakudus.

 

v   “akan dibersihkan”

Untuk memahami ini kita perlu mengerti tentang upacara pembersihan Bait Suci yang harus dilakukan Imam Besar dulu setiap tahun pada hari Grafirat (Yom Kippur). Singkatnya, Imam Besar pada waktu itu secara simbolis mengeluarkan semua dosa yang sudah dibawa masuk ke dalam Bait Suci sepanjang tahun untuk dibebankan kepada Setan, pencipta segala dosa, yang dilambangkan oleh seekor kambing Azazel.

Jadi di sini bicara tentang Bait Suci yang di Surga yang akan dibersihkan, karena sejak salib, Bait Suci yang di dunia sudah tidak lagi berfungsi sebagai tempat umat mendapatkan pengampunan dosa. Sejak salib, setiap manusia bisa langsung menghampiri takhta karunia Kristus melalui permohonan doa, baik untuk minta pengampunan dosa maupun menyampaikan ucapan syukur atau apa saja yang ingin disampaikan kepada Tuhan. Jadi sebagaimana dulu dosa-dosa umat dipindahkan masuk ke dalam Bait Suci lewat darah hewan kurban oleh imam, maka itu pun yang terjadi di Surga sejak salib. Bila manusia mengakui dosanya, dosa itu diambil darinya dan dipindahkan ke dalam Bait Suci yang di Surga oleh Imam Besar Yesus Kristus, tertutup oleh darah Kristus, Kurban yang sejati yang memberinya pengampunan. Nah, pada hari Grafirat, semua dosa yang sudah menumpuk di dalam Bait Suci sepanjang tahun perlu dikeluarkan. Bedanya, hari Grafirat (Yom Kippur) di dunia terjadi satu hari setiap tahun. Tetapi untuk membersihkan Bait Suci yang di Surga, bukan setiap tahun, melainkan sejak Yom Kippur 1844 Bait Suci Surgawi memasuki masa Grafirat. Jadi setiap hari sejak Yom Kippur 1844, itu adalah hari Grafirat sampai nanti semua dosa sudah dikeluarkan dari Bait Suci. Kita sekarang ini hidup di masa hari Grafirat.

Mengapa kok sejak Yom Kippur 1844? Mengapa bukan sejak Yom Kippur 1850, atau 1840, atau 1900? Dari mana kita mendapat tahun 1844 itu? Karena Tuhan yang menentukan saatnya, dan Tuhan memberitahu manusia bahwa pembersihan Bait Suci di Surga dimulai pada Yom Kippur tahun 1844. Itulah yang disampaikan Nubuatan 2300 Petang dan Pagi kepada kita. Nanti kita akan melihat perhitungannya.

 

8:26        Dan penglihatan tentang Petang dan Pagi yang dikatakan, itu benar. Oleh karena itu, meteraikanlah olehmu penglihatan itu, sebab  itu masih untuk banyak hari.

 

v   “penglihatan tentang petang dan pagi yang dikatakan, itu benar

Kata “penglihatan” di sini adalah kata מראה  [mar'eh mar- eh'],  jadi ingat, penglihatan tentang 2300 Petang dan Pagi itu מראה  [mar'eh mar- eh'].  Dan ayat ini mengkonfirmasi bahwa penglihatan itu benar, itu bukan bohong, itu bisa dipercaya, itu pasti terjadi.

 

v   meteraikanlah olehmu penglihatan itu

Daniel diperintahkan untuk mengunci, atau menutup penglihatan itu, supaya tidak ada yang bisa membukanya.

Kata “penglihatan” di sini juga kata מראה  [mar'eh mar- eh'], berarti tidak ada keraguan lagi, bahwa “penglihatan” yang disuruh meteraikan adalah penglihatan tentang 2300 Petang dan Pagi.

 

v   “masih untuk banyak hari”

Ingat, 1 hari nubuatan = 1 tahun literal.

Jadi “banyak hari” artinya “banyak tahun”.

Memang penggenapan nubuatan 2300 Petang dan Pagi itu masih jauh dari zaman Daniel.

Penglihatan itu disuruh Tuhan untuk dikunci dulu, tidak boleh dibuka. Itulah mengapa ketika bapak-bapak Reformasi Protestan pada abad 16 mempelajari nubuatan-nubuatan Daniel ini, mereka tetap tidak sampai kepada artinya, karena pada waktu itu kuncinya belum dibuka oleh Tuhan. Arti nubuatan itu baru dibuka menjelang akhir abad ke-19, pada saat nubuatan itu digenapi. Mengapa? Karena isinya baru relevan untuk kita yang hidup pada akhir zaman ini, menjelang penutupan sejarah dunia kita ini.

 

 

8:27        Dan aku, Daniel, pingsan dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; setelah itu aku bangun dan melakukan pekerjaan raja. Dan aku tercengang oleh penglihatan itu, tetapi tidak ada yang memahaminya.

 

v   “aku, Daniel, pingsan dan jatuh sakit beberapa hari lamanya

Daniel sangat terkejut dan kecewa dan sedih ketika mendengar percakapan Yesus dengan Gabriel tentang pembersihan Bait Suci ini. Dia bingung karena tidak mengerti. Saking stressnya sampai pingsan dan jatuh sakit.

Ketika Daniel diberi nubuatan ini, dia berada di bekas negara Babilon yang sekarang telah diambilalih oleh kerajaan Medo-Persia. Dia pertama dibawa ke Babilon bersama rombongan bangsawan Yahudi yang masih muda-muda, sebagai tawanan pada serangan pertama raja Nebukadnezzar ke Israel tahun 606 BC. Babilon 3 x menyerang Yerusalem yang semuanya ditumpas Nebukadnezar. Pada serangan yang ketiga tahun 586BC, seluruh kota Yerusalem dan Bait Suci yang dibangun oleh Salomo, dihancurkan. Maka, ketika Daniel mendengar bahwa masih ada 2300 tahun lagi baru Bait Suci akan dibersihkan, dia sangat sedih, karena dia mengira itu Bait Suci yang di Yerusalem. Dari nubuatan tulisan Yeremia yang dipelajarinya, dia tahu bahwa bangsa Israel hanya akan ditawan di tanah Babilon selama 70 tahun, kenapa sekarang menjadi 2300 tahun?

Yeremia 25:11-12

11 Dan seluruh negeri ini (Yerusalem) akan menjadi terlantar dan suatu keheranan, dan bangsa-bangsa ini akan menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya. 12 Kemudian akan terjadi, ketika tujuh puluh tahun itu berakhir, maka Aku akan  menghukum raja Babel dan bangsa itu, firman Tuhan, karena dosa-dosa mereka, dan negeri orang-orang Kasdim, dan Aku akan membuatnya terlantar untuk selama-lamanya.

 

Dan Tuhan berjanji, setelah 70 tahun itu, Dia akan mengembalikan orang Yahudi ke tanah mereka sendiri, ke Yerusalem.

Yeremia 29:10

Sebab beginilah firman TUHAN, ‘Bahwa setelah genap tujuh puluh tahun di Babel, Aku akan mengunjungi kamu dan menepati kata-kataKu yang baik padamu, dengan membuat kamu kembali ke tempat ini.’

 

Ketika Daniel mendapat nubuatan ini, waktu 70 tahun itu hampir berakhir. Daniel sudah menanti-nantikan berakhirnya penawanan Israel ini supaya bangsanya bisa kembali ke Yerusalem dan membangun lagi Bait Suci mereka. Bagi orang Israel, Bait Suci itu sangat penting, karena tanpa Bait Suci, mereka tidak bisa mempersembahkan kurban untuk dosa mereka. Betapa terkejutnya dia ketika mendengar sekarang bahwa ternyata masih ada 2300 tahun lagi baru Bait Suci itu akan dibersihkan!!

 

v   “setelah itu aku bangun dan melakukan pekerjaan raja

Berarti untuk sementara Daniel tidak mengejar penjelasan tentang penglihatannya. Setelah sembuh dia kembali ke pekerjaannya sehari-hari, menjalankan tugas kerajaan. Tetapi dia tidak melupakan hal itu.

 

v   “aku tercengang oleh penglihatan itu

Kata penglihatan di sini juga מראה  [mar'eh mar-eh'], jadi tidak ada keraguan yang dipikirkan Daniel di sini adalah nubuatan 2300 Petang dan Pagi itu.

 

v   “tidak ada yang memahaminya

Berarti Daniel pernah bertanya kepada orang lain, mungkin kepada tiga temannya yang seiman, karena dia mengatakan tidak ada yang memahaminya bukan hanya “aku tidak memahaminya” tapi Daniel tahu bahwa orang lain juga tidak memahaminya, berarti dia pernah bertanya.

 

Maka Daniel kemudian meratap kepada Tuhan. Dia menyangka bangsanya telah melakukan dosa-dosa yang begitu besar selama di Babel sehingga Tuhan sekarang akan memperpanjang hukuman mereka dari 70 tahun menjadi 2300 tahun. Jadi Daniel sujud memohon ampun untuk dosa-dosa bangsanya dan dosa-dosanya sendiri, memohon agar Tuhan mengingat Bait SuciNya dan kota Yerusalem dan membawa mereka pulang. Doa dan ratapan Daniel yang penuh perasaan ini kita baca di Daniel 9:1-19.  

9:1          Pada tahun pertama pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah dijadikan raja atas kerajaan orang Kasdim,

9:2          di tahun pertama pemerintahannya, aku, Daniel, memahami dari kitab-kitab, tahun-tahun yang disebutkan firman TUHAN kepada nabi Yeremia, bahwa Dia akan menyudahi  penelantaran Yerusalem dalam waktu tujuh puluh tahun.

9:3          Dan aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk mencari jawabannya melalui doa dan permohonan, dengan puasa dan mengenakan goni hitam perkabungan dan abu.

9:4          Dan aku berdoa kepada TUHAN, Allahku, dan membuat pengakuanku, dan berkata, Oh Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kemurahan kepada mereka yang mengasihi Dia, dan kepada  mereka yang melakukan Perintah-perintahNya. 

9:5          Kami telah berbuat dosa dan telah melakukan kekejian, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, yaitu dengan menyimpang dari perintah-perintah dan ketentuan-ketentuan-Mu.

9:6          Kami juga tidak mendengarkan hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, pangeran-pangeran kami, dan leluhur kami, dan kepada segenap rakyat negeri. 

9:7          Ya Tuhan, padaMu-lah milik kebenaran, tetapi pada kami itu malu, seperti pada hari ini; pada orang-orang Yehuda, dan pada penduduk kota Yerusalem, dan pada segenap orang Israel, yang dekat dan yang jauh, ke semua negeri ke mana pun Engkau telah mengusir mereka, oleh karena pelanggaran mereka yang telah mereka lakukan terhadap Engkau. 

9:8          O, TUHAN, pada kami milik rasa malu itu, pada raja-raja kami, pada pangeran-pangeran kami, dan pada para leluhur kami, karena kami telah berdosa terhadapMu.

9:9          Pada Tuhan Allah kami milik kemurahan dan pengampunan, walaupun kami telah memberontak terhadapNya,

9:10        Kami juga sudah tidak mematuhi suara Tuhan Allah kami, untuk berjalan di dalam HukumNya, yang telah diberikanNya kepada kami oleh hamba-hambaNya para nabi.

9:11        Ya, seluruh Israel telah melanggar HukumMu, yaitu dengan menyimpang, sehingga mereka tidak mematuhi suaraMu, itulah sebabnya kutuk telah dicurahkan ke atas kami dan sumpah yang tertulis dalam kitab Hukum Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Dia. 

9:12        Dan DIa telah meneguhkan kata-kataNya, yang diucapkan-Nya terhadap kami dan terhadap hakim-hakim kami yang telah mengadili kami, dengan mendatangkan ke atas kami malapetaka yang besar, karena di bawah seluruh langit belum pernah dilakukan seperti yang telah dilakukan kepada Yerusalem. 

9:13       Seperti yang tertulis dalam kitab Hukum Musa, semua malapetaka ini telah menimpa kami, namun kami tidak memohon kepada TUHAN, Allah kami, agar kami boleh berbalik dari segala dosa kami dan memahami kebenaranMu.

9:14            Sebab itu TUHAN sudah mengawasi malapetaka itu,  dan mendatangkannya kepada kami; karena TUHAN, Allah kami itu benar dalam segala perbuatan yang dilakukan-Nya, karena kami tidak mendengarkan suara-Nya.

9:15        Dan kini, ya Tuhan, Allah kami, yang telah membawa umat-Mu keluar dari tanah Mesir dengan tangan yang kuat, dan yang telah membuat Engkau termasyhur, sebagaimana pada hari ini ~ kami telah berbuat dosa, kami telah berlaku fasik. 

9:16        Ya, Tuhan, sesuai kebenaran-Mu, aku mohon padaMu, kiranya murka dan amarah-Mu dialihkan dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kekejian nenek moyang kami, Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi kehinaan bagi semua orang yang di sekeliling kami. 

9:17        Oleh sebab itu, ya Allah kami, dengarlah doa hamba-Mu dan permohonan-permohonannya, dan demi Tuhan sendiri arahkanlah wajahMu menyinari Bait SuciMu yang terlantar.

9:18        Ya, Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah; bukalah mata-Mu dan lihatlah keterlantaran kami, dan kota yang disebut dengan nama-Mu; sebab kami tidak menyampaikan permohonan-permohonan kami di hadapan-Mu karena kebenaran kami, tetapi karena kemurahanMu yang besar.

9:19        Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah. Jangan menunda  demi diriMu Sendiri, ya Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!  

Doa permohonan ampun yang sangat indah. Daniel mengidentifikasi dirinya dengan bangsanya. Walaupun dia dipakai Allah menjadi nabiNya, tetapi Daniel tidak sombong, dia tetap mengidentifikasi dirinya dengan bangsanya, sama-sama sebagai manusia yang berdosa yang membutuhkan pengampunan.

 

Sebagai jawaban doanya, Tuhan mengirim Gabriel lagi, dan sekarang diberikanlah penjelasan mengenai Nubuatan 2300 Petang dan Pagi itu. Kita baca mulai ayat 20:

 

 

9:20        Dan sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, Israel, dan menyampaikan permohonanku di hadapan TUHAN, Allahku, demi gunung kudus Allahku,

9:21        Ya, sementara aku berbicara dalam doa, laki-laki Gabriel yang telah kulihat dalam penglihatan di awal, yang disuruh terbang cepat, menyentuh aku sekitar waktu persembahan kurban petang.

 

v   “demi gunung kudus Allahku

Artinya tempat kehadiran Allah, secara simbolis tempat berkumpulnya umat Allah.

 

v   “laki-laki Gabriel yang telah kulihat dalam penglihatan di awal… menyentuh aku”

Jadi sementara Daniel berdoa, Gabriel yang sudah pernah dilihatnya dalam penglihatan di awal, yaitu penglihatan tentang binatang-binatang, tanduk-tanduk, dan Tanduk Kecil, datang kepadanya dan menyentuhnya.

Kata “penglihatan” di sini adalah kata חזון [châzôn khaw-zone'] jadi itu berarti seluruh penglihatan, tentang binatang-binatang, tanduk-tanduk, dan Tanduk Kecil, dan juga tentang 2300 Petang dan Pagi.

 

v   “sekitar waktu persembahan kurban petang

Waktu persembahan kurban petang adalah pukul tiga siang, istilahnya ialah “di antara dua petang”, “petang” yang pertama adalah setelah pukul 12:00 dan “petang” kedua adalah pukul 18:00. Jadi di antara dua petang itu ya pukul 15:00.

 

 

9:22        Dan ia memberitahu aku dan berbicara dengan aku, dan berkata, ‘O Daniel, sekarang aku datang untuk memberimu kecakapan dan pengertian.

9:23        Di awal permohonanmu, perintah itu keluar, dan aku datang untuk menunjukkan kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Karena itu, pahamilah hal itu, dan pikirkan penglihatan itu…”

 

v   “sekarang aku datang untuk memberimu kecakapan dan pengertian”

Ini kata-kata Gabriel. Seharusnya di pasal 8 Gabriel sudah diutus untuk memberikan penjelasan kepada Daniel, tapi Daniel pingsan, sehingga Gabriel tidak bisa menunaikan tugasnya. Maka sekarang Gabriel datang lagi untuk menyelesaikan tugasnya. Pasal 8 itu masih di tahun pemerinahan Belsyazar yang terakhir, masih kerajaan Babilon. Sedangkan pasal 9 ini sudah di tahun pemerintahan Darius yang pertama, sudah kerajaan Medo-Persia.

 

v   “Di awal permohonanmu, perintah itu keluar”

Gabriel berkata, Di awal permohonanmu”, permohonan yang mana? Doa Daniel mulai dari ayat 4 di atas.

Jadi di awal Daniel berdoa, doanya belum selesai, Tuhan sudah mengutus Gabriel, perintah untuk memberikan penjelasan kepada Daniel sudah diberikan. Luar biasa. Sebetulnya Tuhan sudah tahu apa yang akan kita doakan bahkan sebelum kita mulai dan seringkali Tuhan sudah menyiapkan solusi kepada doa kita. Tapi itu tidak berarti kalau begitu kita tidak perlu berdoa karena toh Tuhan sudah tahu apa yang akan kita doakan. Tuhan suka mengetahui bahwa kita sadar kita menyerahkan seluruh aspek kehidupan kita kepadaNya.

 

v   “engkau sangat dikasihi

Luar biasa! Tuhan mengasihi semua orang, tapi kalau dikatakan “sangat dikasihi Tuhan” itu sesuatu banget. Jangan iri hati, kita perlu melihat bagaimana kehidupan Daniel, betapa setianya dia kepada Tuhannya sejak usia yang sangat muda, dia patuh kepada Tuhannya, dan dia tidak pernah ragu siapa yang akan dipilihnya, dia bersedia mempertaruhkan nyawanya demi tetap setia kepada Tuhannya. Daniel memiliki iman Yesus Kristus. Semoga kita juga.

 

v   “pahamilah hal itu, dan pikirkan penglihatan itu

Sekali lagi Gabriel menjelaskan misi kedatangannya, yaitu untuk membuat Daniel memahami penglihatanמראה  [mar'eh mar-eh'] itu, yaitu penglihatan 2300 Petang dan Pagi.

 

 

NUBUATAN 70 MINGGU

 

Loh, kok jadi Nubuatan 70 Minggu? Bukannya yang mau dijelaskan Gabriel itu Nubuatan 2300 Petang dan Pagi?

Nubuatan 70 Minggu ini adalah bagian pertama dari Nubuatan 2300 Petang dan Pagi.

 

 

9:24        TUJUH PULUH MINGGU telah ditetapkan bagi bangsamu dan bagi kotamu yang kudus untuk mengakhiri pelanggaran, dan untuk mengakhiri dosa, dan untuk membuat rekonsiliasi/memperbaiki hubungan yang rusak karena dosa, dan untuk membawa masuk kebenaran yang kekal, dan untuk memeteraikan (mengakhiri) penglihatan dan nubuat, dan untuk mengurapi yang Maha Kudus.

 

v   “Tujuh puluh minggu”

1 minggu = 7 hari

70 minggu = 70 x 7 hari = 490 hari

Karena ini adalah nubuatan, maka 1 hari nubuatan = 1 tahun literal.

Jadi 70 minggu nubuatan = 490 hari nubuatan = 490 tahun literal.

 

v   “telah ditetapkan bagi bangsamu dan bagi kotamu yang kudus

Artinya 490 tahun literal telah dialokasikan kepada bangsa Yahudi (bangsa Daniel itu bangsa Yahudi) dan kepada kota Yerusalem. Nah, makna “dialokasikan” ini berarti 490 tahun itu diambil dari nubuatan yang lebih panjang, yaitu dari Nubuatan 2300 Petang dan Pagi. Kita akan melihat ini di ayat-ayat berikut.

Inilah kesempatan yang terakhir bagi bangsa Yahudi sebagai suatu bangsa untuk kembali kepada Tuhan. Jika mereka menerima kesempatan terakhir ini, mereka tetap akan menjadi bangsa pilihan Tuhan.

Dengan kata lain bangsa Yahudi dan kota mereka Yerusalem diberi Tuhan waktu 490 tahun. Untuk apa?

 

v   “untuk mengakhiri pelanggaran”

“Pelanggaran” itu dosa, karena dosa ialah melanggar Hukum Allah (1 Yohanes 3:4). Karena kematian Yesus, manusia tidak lagi di bawah kuasa dosa.

2 Korintus 5:21

… Dia yang tidak mengenal dosa menjadi dosa demi kita, supaya kita boleh dijadikan kebenaran Allah di dalam Dia.

 

v   “untuk mengakhiri dosa

Tidak usah mempersembahkan kurban hewan lagi untuk pengampunan dosa. Sudah digenapi oleh Yesus sebagai kurban yang sejati.

Ibrani 9:11-12

11 Tetapi Kristus yang telah datang sebagai Imam Besar 12 dengan darah-Nya Sendiri Ia telah masuk satu kali ke Bilik  Kudus,  setelah mendapatkan penebusan yang kekal bagi kita

 

v   “untuk membuat rekonsiliasi/memperbaiki hubungan yang rusak karena dosa,

Hubungan manusia dengan Tuhan yang telah rusak akibat dosa, diperbaiki oleh perantaraan Yesus. Manusia didamaikan kembali dengan Allah.

1 Yohanes 2:1

Dan Ia Sendiri yang menjadi pendamai  dosa-dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga  untuk dosa seluruh dunia.

 

v   “untuk membawa masuk kebenaran yang kekal,

Yesuslah kebenaran kekal itu.

Yeremia 23:6

Di zamanNya Yehuda akan diselamatkan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namaNya dengan mana Dia akan disebut: TUHAN—KEBENARAN KITA.

 

v   “untuk menutup (mengakhiri) penglihatan dan nubuat

Ini artinya Tuhan akan berhenti mengirimkan nabi yang diberi penglihatan dan yang bisa bernubuat untuk bangsa Yahudi. Stefanus adalah nabi terakhir yang diberikan kepada bangsa Yahudi. Kita jarang menyadari bahwa Stefanus itu seorang nabi (Kisah 6:8). Tapi dialah nabi Israel yang terakhir. Jika kita perhatikan orasi panjang Stefanus di Kisah pasal 6-7, jelas itu merupakan pemberitahuan pemutusan perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel sebagai bangsa pilihanNya. Di awal-awal orasi Stefanus memakai istilah “nenek moyang kita mengidentifikasikan dirinya dengan bangsa Yahudi. Tetapi mulai Kisah 7:51 Stefanus tidak lagi mengidentifikasikan dirinya bersama bangsa Yahudi, dia berkata “nenek moyangmu. Saat itu Tuhan tidak lagi menganggap bangsa Yahudi bangsa pilihanNya. Tuhan telah mengakhiri perjanjianNya dengan bangsa Yahudi, mereka telah membunuh Anak Allah, waktu tambahan 3½ tahun yang diberikan Tuhan kepada bangsa Yahudi setelah kematian Yesus untuk bertobat ternyata mereka sia-siakan, mereka tetap mengejar-ngejar pengikut Yesus dan sekarang bahkan mereka mau membunuh nabi yang terakhir yang dikirimkan kepada mereka. Maka habislah masa rahmat bagi mereka sebagai bangsa pilihan, sejak itu tidak ada lagi bangsa pilihan. Setelah kematian Stefanus, injil disebarkan kepada bangsa-bangsa non-Yahudi, semua manusia bisa menjadi umat Allah secara pribadi. Jadi ujung dari Nubuatan 70 Minggu itu ialah ketika Tuhan menggenapi nubuatan ini, yaitu menghentikan mengirim nabi-nabi kepada bangsa Yahudi, yang sejak waktu itu diputus sebagai umat pilihanNya.

 

v    “untuk mengurapi Yang Maha Kudus

mengurapi Yang Maha Kudus” di sini diaplikasikan kepada Yesus dan juga kepada Bait Suci. Ketika Yesus kembali ke Surga 40 hari setelah kebangkitanNya, maka 10 hari kemudian Dia diurapi untuk memulai pekerjaanNya sebagai Imam Besar di Bilik Kudus. Pengurapan Yesus sebagai Imam Besar itu merujuk kepada pengurapan Harun sebagai Imam Besar (Keluaran 30:30, Mazmur 133:2). Pada waktu yang sama Bait Suci surgawi itu juga diurapi, merujuk ke Keluaran 30:26-29. Yang diurapi adalah segala peralatan yang ada di dalam Bait Suci. Jadi baik Imam Besarnya maupun Bait Sucinya diurapi untuk memulai fungsi yang baru. Untuk merayakan inaugurasi Yesus di Surga ini, Roh Kudus dicurahkan ke dunia dan itu dikenal sebagai peristiwa Pentakosta.

 

9:25         Karena itu ketahuilah dan pahamilah, bahwa dari saat keluarnya titah  untuk memulihkan dan membangun kembali  Yerusalem hingga Mesias, Pangeran itu, akan ada tujuh minggu; dan enam puluh dua minggu,  jalan-jalan akan dibangun kembali, dan dindingnya, walaupun di masa yang sulit.

 

v   “dari saat keluarnya titah untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem

Sekarang Tuhan memberikan titik awal untuk menghitung nubuatan 70 minggu itu. Berarti nubuatan ini harus dihitung dari keluarnya titah untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem.

Kapan itu? Sejarah dan Alkitab mencatat bahwa ada 3 raja yang mengeluarkan 3 titah untuk pemulihan Yerusalem, yaitu:

1.   Raja Koresh(Cyrus)

pada tahun pertama pemerintahannya, yaitu 537 BC (Ezra 1:1-4 – pasal 1+2 untuk membangun Rumah Allah)

2.   Raja Darius I

pada tahun ke-2 pemerintahannya yaitu  520 BC (Ezra 6:1-15 untuk membangun Rumah Allah)

3.   Raja Arthasasta Longimanus

pada tahun ke-7 pemerintahannya, yaitu 457 BC (Ezra 7:1-26,4:11-13; Nehemia 2:1-7 untuk membangun Kota Yerusalem)

 

Kedua titah yang pertama eksekusinya tersendat-sendat dan mendapatkan banyak masalah terutama dari orang-orang Samaria, dan baru benar-benar dilaksanakan secara terpadu dan besar-besaran pada tahun 457 BC, atas titah Arthasasta, sekitar 80 tahun kemudian.

Ezra 6:14

Dan para tua-tua orang Yahudi membangun, dan mereka berhasil karena nubuatan nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Dan mereka membangun dan menyelesaikannya menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, dan Darius dan Artahsasta, raja Persia

 

Pada waktu itu raja Arthasasta bukan hanya mengizinkan bangsa Yahudi pulang kampung, tetapi dia membekali mereka dengan segala keperluan untuk membangun kembali Yerusalem dan Bait Suci mereka.  Nabi Ezra diberi wewenang penuh untuk menetapkan undang-undang mereka sendiri, mengangkat pejabat dan hakim-hakim, bahkan menjatuhkan hukuman mati; dengan kata lain wewenang penuh untuk memulihkan Negara Yahudi, baik secara sipil, kebudayaan, ekonomi, maupun secara agamis sesuai hukum-hukum Tuhan dan tradisi mereka (baca Ezra pasal 7)

Maka, 457 BC adalah titik awal yang dipakai untuk menghitung nubuatan 2300 Petang dan Pagi dan 70 Minggu.  (lihat skema Kembalinya Orang Israel ke Yerusalem di halaman terakhir)

 

v   “dari saat keluarnya titah untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem hingga Mesias, Pangeran itu, akan ada tujuh minggu; dan enam puluh dua minggu”

Simak, ayat 25 ini bicara tentang apa yang terjadi selama 70 Minggu yang disebutkan di ayat 24.  Gabriel menyebut ada 7 minggu dan 62 minggu, berarti total 69 minggu.

(1)   7 minggu =  49 hari nubuatan  49 tahun literal.

(2) 62 minggu = 434 hari nubuatan = 434 tahun literal.

------------------------------------------------------------------

Total:  69 minggu = 483 hari nubuatan = 483 tahun literal.

 

  49 tahun dari 457 BC jatuh di tahun 408 BC

434 tahun dari 408 BC jatuh di tahun   27 AD

 

Pada tahun 408 BC, 49 tahun setelah pembangunan Yerusalem dikerjakan secara terpadu, semua aspek materi dari pembangunan Bait Suci dan kota Yerusalem (gedung-gedung, jalan-jalan, dinding-dinding) seluruhnya sudah selesai. Itulah penggenapan tahap pertama dari 490 tahun yang dialokasikan bagi orang Yahudi.

Tahun 27 AD, 434 tahun setelah itu, kita tiba pada “Mesias, Pangeran itu”.

Apa arti kata “Mesias”? Yang diurapi.

Apa yang terjadi pada tahun 27 AD? Yesus diurapi di sungai Yordan, dibaptis oleh Yohanes, saat Dia dinyatakan secara resmi sebagai Sang Mesias, yang akan mengangkat dosa seisi dunia.

Matius 3:16-17

16 Dan Yesus saat Dia sudah dibaptis, segera keluar dari air dan lihatlah, langit terbuka bagiNya, dan Ia melihat Roh Allah turun seperti burung merpati dan hinggap pada-Nya, 17 Dan dengar, suatu suara dari sorga berkata: ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku sangat berkenan.’

Pembuktian dari Surga bahwa ada Tiga Pribadi Keallahan yang terlibat dalam penyelamatan manusia:

1.   Allah Bapa,

yang berucap dari Surga mengkonfirmasi bahwa Yesus adalah AnakNya yang dikasihiNya.

2.   Roh Allah (Roh Kudus),

supaya bisa dilihat manusia Dia turun dalam bentuk burung merpati dan hinggap di Yesus.

3.   Yesus sendiri,

yang berinkarnasi menjadi manusia, supaya Dia bisa mati menggantikan manusia yang berdosa untuk menebus mereka.

Baptisan ini merupakan pengurapanNya sebagai Sang Mesias. Setelah ini barulah Yesus memulai pelayananNya di dunia.

Dan ini terjadi pada tahun 27 AD, seperti yang dinubuatkan dalam Nubuatan 70 Minggu ini.

 

v   “jalan-jalan akan dibangun kembali, dan dindingnya, walaupun di masa yang sulit

Ini bicara tentang apa yang terjadi selama 7 minggu yang pertama, 49 tahun yang pertama. Jadi pada tahun 408 BC pembangunan dan restorasi Bait Suci dan kota Yerusalem sudah selesai. Pembangunan itu tidak mudah, tidak lancar, terutama pada tahun-tahun awalnya, karena ada banyak masalah yang ditimbulkan orang-orang Samaria yang tidak senang orang Yahudi membangun Bait Suci dan Yerusalem lagi, terutama karena orang Yahudi masih tetap tidak menerima mereka. Permusuhan ini tidak pernah berakhir bahkan sampai di zaman Yesus. Tapi akhirnya toh pembangunan dan restorasi itu selesai, sesuai yang dinubuatkan Tuhan.

 

 

9:26         Dan sesudah enam puluh dua minggu Messias akan dipotong, tetapi bukan karena Dirinya sendiri.  Dan rakyat Pangeran yang bakal datang itu, akan memusnahkan kota itu dan Bait Suci itu. Dan akhir darinya akan dengan air bah, dan hingga di akhir peperangan itu, penelantaran-penelantaran telah ditetapkan.

 

v   “sesudah enam puluh dua minggu”

berarti sesudah tahun 27 AD.  Perhatikan, nubuatan itu tidak berkata “pada akhir 62 minggu”, melainkan “sesudah”.  Andai dikatakan “pada akhir 62 minggu” maka itu artinya pada tahun 28 AD, tetapi di sini ditulis sesudah 62 minggu dengan kata lain lewat 62 minggu” atau lewat tahun 27 AD”. Lewat berapa lama, tidak disebutkan di sini, apakah 1 bulan atau 1 tahun atau 5 tahun tidak dijelaskan. Tapi yang penting di sini dikatakan bukan “pada akhir” dan bukan “sebelum”, tetapi “sesudah”, jadi ini bicara tentang masa setelah tahun 27 AD.

 

v   “Messias akan dipotong

“Dipotong” atau “ditebang” artinya disudahi hidupnya. Di Alkitab, manusia sering disimbolkan “pohon”, karena itu memakai istilah “dipotong”, “ditebang”.

 

v   “tetapi bukan karena Dirinya sendiri

Maksudnya bukan karena kesalahan yang dibuatNya sendiri. Bukan karena Dia seorang penjahat, atau pembunuh, atau pezinah atau pelanggar Hukum. Jadi Dia sendiri tidak punya salah apa-apa.

 

v   “rakyat Pangeran yang bakal datang itu”

“Pangeran” atau di KJV disebut “Prince” itu jelas adalah Yesus. Di Yesaya 9:6 Yesus disebut “The Prince of Peace” atau “Pangeran Damai”. Karena pada waktu Daniel menulis nubuatan ini masih sekitar 600 tahun sebelum kelahiran Yesus, maka dikatakan “Pangeran yang bakal datang”, karena masih belum datang pada waktu itu.

 

Apa yang dimaksud dengan “rakyat” di sini? Kita tahu Yesus adalah orang Yahudi, “anak Daud”, maka “rakyat”Nya adalah orang-orang Yahudi.

 

v   “akan memusnahkan kota itu dan Bait Suci itu

Jelas “kota” di sini adalah kota Yerusalem, kan? Jadi kesalahan siapa Yerusalem dan Bait Suci di sana hancur? Tuhan di sini dengan jelas menyatakan itu adalah kesalahan orang-orang Yahudi, rakyat Pangeran itu. Karena mereka telah menolak dan berkonspirasi untuk membunuh Yesus, Tuhan membalas perbuatan itu dengan membiarkan Yerusalem dan Bait Suci kebanggaan mereka dihancurkan. Yang menghancurkan adalah tangan-tangan tentara Roma, tetapi yang menyebabkan kehancuran itu adalah bangsa Yahudi sendiri.

Yesus sendiri juga sudah menubuatkan tentang kehancuran ini.

Matius 24:1-2

1 Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Suci, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Suci. 2 Ia berkata kepada mereka: ‘Tidakkah kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; yang tidak akan diruntuhkan.’

 

Ingatkah kita bagaimana Yesus menangisi Yerusalem?

Lukas 13:34-35

34 ‘O, Yerusalem, Yerusalem, yang membunuh nabi-nabi dan merajam mereka yang diutus kepadamu. Betapa seringnya Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. 35 Lihatlah, rumahmu ini ditinggalkan kepadamu terlantar; dan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, ‘Kamu tidak akan melihat Aku hingga tiba saatnya ketika kamu akan berkata, Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!’

 

Suatu hal yang menarik di sini, Yesus tidak lagi menyebut Bait Suci itu rumah-KU seperti pada masa-masa yang lalu, tetapi “rumah-mu”. Dia sudah melepaskan kepemilikanNya atas Bait Suci di Yerusalem dan umatNya. Tuhan sudah tahu, Yahudi tidak akan bertobat dan menerimaNya sebagai Mesias, dan mereka akan kehilangan status mereka sebagai bangsa pilihan dengan menolak sang Mesias. Bait Suci sudah kehilangan fungsinya sebagai rumah Allah.

 

v   “akhir darinya akan dengan air bah

Akhir dari apa? Kan sebelumnya bicara tentang Yerusalem dan Bait Sucinya, berarti yang dimaksud di sini juga akhir dari kota Yerusalem dan Bait Sucinya.

Ingat bahwa “banyak air” (air bah) di Alkitab melambangkan bangsa-bangsa, suku-suku, orang banyak, massa. Jadi yang mengakhiri kota Yerusalem dan Bait Suci adalah banyak orang atau massa, dalam hal ini adalah tentara Roma di bawah pimpinan Jenderal Titus di tahun 70 AD.

Sejarah mencatat bahwa pada tahun pemerintahan Kaisar Nero yang ke-12, bangsa Yahudi memberontak terhadap Roma di tahun 66 AD, dan Roma mengirim Jenderal Cestius Gallus untuk menumpas mereka. Perang pun terjadi. Tiba-tiba tanpa alasan yang jelas Cestius Gallus menarik pasukannya mundur meninggalkan Yerusalem. Pada waktu itu umat Allah, pengikut-pengikut Kristus yang ingat pesan Yesus, segera melarikan diri keluar dari kota Yerusalem mencari perlindungan dan persembunyian ke gunung-gunung. Mereka yang berbuat ini berhasil menyelamatkan diri. Sementara orang-orang Yahudi yang lain justru mengejar pasukan Cestius yang mundur, karena mereka menganggap Allah di pihak mereka buktinya pasukan Roma mundur. Tapi ternyata mundurnya pasukan Cestius itu karena campur tangan Tuhan memberi kesempatan umatNya untuk melarikan diri (lihat penjelasan di bawah ini). 3½ tahun kemudian pada tahun 70 AD, Roma mengutus Jenderal Titus untuk menyelesaikan peperangan yang belum selesai. Titus mengepung Yerusalem. Kali ini tidak ada yang bisa lolos lagi. Yerusalem  dikepung selama 5 bulan lebih, dan sekitar 1.1 juta lebih orang Yahudi terbunuh. Banyak yang mati kelaparan, bahkan banyak yang terpaksa menjadi kanibal dan memakan anak-anak mereka sendiri karena terkepung di dalam kota sampai tidak ada makanan lagi. Peperangan itu sendiri berlangsung 7 tahun lamanya, dan seluruh Bait Suci hancur sampai ke batu-batunya di tangan Tarentius Rufus, komandan perang Jenderal Romawi Titus.

Maka ayat yang ke-26 ini menubuatkan tentang kehancuran Yerusalem pada tahun 70 AD.

 

v   “di akhir peperangan itu, penelantaran-penelantaran telah ditetapkan

Bukan Tuhan yang menetapkan bahwa Yerusalem akan terlantar dan dihancurkan Roma, tetapi karena kemahatahuan Tuhan Dia tahu Yerusalem akan terlantar. Jika Tuhan mencabut perlindunganNya, maka segala kesukaran dan masalah akan datang merundung. Tetapi karena kasihNya yang masih sangat besar bagi bangsa itu, 40 tahun sebelumnya Yesus sudah memberikan pesan supaya siapa yang percaya pada pesanNya tidak binasa dalam pengepungan itu.

Matius 24:15-20

15 Jadi apabila kamu melihat kekejian yang membuat penelantaran’ ~ yang disebut oleh nabi Daniel ~ berdiri di tempat kudus (yaitu tentara Roma mengepung Yerusalem) –- barangsiapa yang membaca hendaklah dia mengerti. 16 Lalu hendaknya orang-orang yang di Yudea  melarikan diri ke pegunungan.17 Hendaknya dia yang sedang di peranginan di atap rumah tidak turun untuk mengambil apa pun dari rumahnya, 18 maupun dia yang sedang di ladang hendaknya tidak pulang untuk mengambil pakaiannya. 19 Dan celakalah ibu-ibu yang sedang hamil, dan mereka yang menyusui pada masa itu. 20 Tetapi berdoalah, supaya waktu pelarianmu tidak pada musim dingin maupun  pada hari Sabat.

 

Mereka yang percaya pada kata-kata Yesus ini, melarikan diri ke gunung-gunung pada kesempatan yang diberikan Tuhan ketika Cestius menarik pasukannya dari Roma, dan mereka selamat dari nasib yang mengenaskan.

 

9:27            Lalu Pangeran itu akan meneguhkah perjanjian itu dengan banyak orang selama satu minggu, dan di tengah-tengah minggu itu Ia akan mengakibatkan persembahan kurban berhenti;  dan karena adanya penyebaran kekejian-kekejian Dia akan membuatnya  terlantar, yaitu  sampai penggenapannya, dan itu ditetapkan akan dicurahkan ke atas yang terlantar.

 

v   “Pangeran itu akan meneguhkah perjanjian itu dengan banyak orang selama satu minggu”

“Pangeran” = Yesus Kristus.

Di ayat 25 kita sudah membahas sampai minggu ke-69 dari Nubuatan 70 Minggu, kan? Berarti sisa 1 minggu nubuatan lagi.

 

(1)         7 minggu =    49 tahun literal, dari 457 BC à 408 BC

(2)       62 minggu =  434 tahun literal, dari 408 BC à   27 AD

____________________________________________________

(3)  Sisa 1 minggu =      7 tahun literal, dari  27 AD à  34 AD

 

Selama 7 tahun literal ini (minggu terakhir dari Nubuatan 70 Minggu) Yesus akan meneguhkan perjanjian dengan banyak orang. Perjanjian apa, dan dengan siapa? Di sini dikatakan “banyak orang”, bukan “semua orang.” Kalau “semua orang” berarti dengan semua manusia di dunia. Tetapi ini hanya “banyak orang”, berarti ini hanya dengan sekelompok orang.

Nah, Perjanjian yang asli adalah Perjanjian Tuhan dengan Abraham, bahwa keturunannya menjadi bangsa pilihan Allah, dari mana nanti akan lahir Sang Mesias, yang membuat semua orang di dunia diberkati melalui ini.

Yohanes 4:22

Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami kenal apa yang kami sembah, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

 

Jadi, menurut rencana Tuhan, keselamatan itu datang dari bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi sebagai umat pilihan yang akan mengenalkan Allah dan kebenaranNya kepada seluruh dunia.

Perjanjian bahwa bangsa Yahudi itu umat pilihan tetap dipegang Allah walaupun bangsa Yahudi sering tidak setia. Perjanjian itu juga dipegang juga oleh Yesus. Siapakah target utama penginjilan Yesus ketika Dia datang ke dunia? Orang Yahudi.

Matius 10:5-7

5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia memerintahkan mereka, kataNya, ‘Janganlah kamu pergi ke jalan bangsa lain dan jangan  masuk ke kota orang Samaria, 6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 7 Dan sambil kalian berjalan, beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.’

 

Jadi sasaran utama Yesus adalah bangsa Yahudi. Berarti perjanjian yang dibicarakan di sini tentunya juga perjanjian dengan bangsa Yahudi, kan? Kita akan melihat kebenarannya. Karena Perjanjian ini diteguhkan selama 7 tahun yang terakhir dari Nubuatan 70 Minggu dan waktu 70 minggu ini memang dialokasikan kepada bangsa Yahudi, bangsa lain tidak termasuk dalamnya. Nah, 7 tahun yang terakhir inilah waktu rahmat yang terakhir yang diberikan Tuhan kepada bangsa Yahudi, kesempatan terakhir bagi mereka untuk tetap mempertahankan status mereka sebagai umat pilihan Allah.

Maka jika akhir 69 minggu itu jatuh di tahun 27 AD, ditambah 7 tahun lagi, berarti akhir dari masa Perjanjian yang diteguhkan itu adalah tahun 34 AD.

Apa yang terjadi pada tahun 34 AD?

 

Di ayat 24 di atas kita sudah membahas tentang Stefanus, nabi terakhir untuk bangsa Yahudi, yang dirajam mati orang-orang Yahudi di luar kota Yerusalem. Silakan dibaca lagi. Peristiwa itu terjadi di tahun 34 AD, dan itu menandai berakhirnya waktu 7 tahun Perjanjian Yesus dengan bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi telah membuang kesempatan terakhir mereka untuk tetap menjadi umat pilihan Allah.  Setelah peristiwa pembunuhan Stefanus itu murid-murid Yesus menyebar keluar dari Yerusalem ke mana-mana, menyampaikan injil kepada segala bangsa. Berarti sudah tidak ada lagi status “umat pilihan”, setiap manusia punya kesempatan yang sama untuk menjadi umat Allah, tidak jadi masalah berasal dari bangsa apa.

Jadi Nubuatan 70 Minggu (490 tahun) merupakan bagian yang diambil dari Nubuatan 2300 Petang dan Pagi, yang khusus dialokasikan kepada bangsa Yahudi.

 

v   “di tengah-tengah minggu itu

Ini masih bicara tentang minggu nubutan yang terakhir ~ berarti tahun berapa? 1 minggu = 7 hari.

“di tengah-tengah minggu” berarti 3½ hari.

3½ hari nubuatan = 3½ tahun literal.

Maka kalau minggu itu dimulai di tahun 27 AD, maka 3½ tahun kemudian itu tahun 31 AD.

Kita nanti akan tahu bahwa minggu yang terakhir itu dimulai di tahun 27 AD musim gugur, 3½ tahun kemudian itu adalah tahun 31 AD musim semi.

Apa yang terjadi pada tahun 31 AD musim semi?

 

v   “Ia akan mengakibatkan persembahan kurban berhenti”

“Ia” di sini adalah “Pangeran itu”, berarti Yesus Kristus. Jadi Yesus mengakibatkan persembahan kurban berhenti. Apa yang dilakukan Yesus untuk menghentikan kurban? Yesus mati di salib sebagai Kurban yang sejati. Selama ini, sejak Adam berbuat dosa, sampai salib, semua hewan kurban yang disembelih hanyalah melambangkan pekerjaan penebusan Yesus. Jadi ketika Domba Allah yang sejati dikurbankan di atas salib, selesailah semua upacara persembahan kurban yang telah dilakukan selama 4’000 tahun.

Ingat di pelajaran Daniel pasal 7 tentang “yang sehari-hari”, kita sudah pernah belajar bahwa ketika di salib Yesus berkata “Sudah selesai” maka tabir Bait Suci robek menjadi dua dari atas ke bawah. Dan Roh Nubuat mengatakan pada saat itu domba yang akan dipersembahkan sebagai kurban petang, lolos dari tangan imam dan lari pergi. Berarti sejak saat itu tidak perlu lagi ada persembahan kurban pagi dan petang.

 

v   “karena adanya penyebaran kekejian-kekejian

Kekejian siapa yang menyebar? Bangsa Yahudi sendiri. Karena kejahatan-kejahatan orang Yahudi menolak Kristus sebagai Mesias, dan kemudian mengejar-ngejar dan mempersekusi murid-muridNya, maka Kristus akan membuat Yerusalem terlantar.

Kisah 8:1-4

1 Dan Saulus menyetujui kematiannya (kematian Stefanus). Dan pada waktu itu ada penganiayaan yang hebat terhadap jemaat yang di Yerusalem dan mereka semuanya menyebar keluar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria, kecuali rasul-rasul. 2 Dan orang-orang saleh membawa keluar jasad Stefanus ke penguburannya, dan meratapinya dengan sangat. 3 Akan halnya Saulus, dia  berusaha mengobrak-abrik gereja, memasuki setiap rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan memasukkan mereka ke dalam penjara. 4 Maka mereka yang menyebar keluar, pergi ke mana-mana memberitakan Firman.

 

v   “Dia akan membuatnya terlantar

“Dia” kita sudah tahu adalah Pangeran itu, atau Yesus.

Membuat apa terlantar? Ya jelas kota Yerusalem dan Bait Sucinya, kan?

 

v   “sampai penggenapannya”

Dan ini digenapi tahun 70 AD, ketika tentara Roma menghancurluluhkan Yerusalem dan Bait Sucinya. Ini yang dikatakan Yesus sendiri:

Matius 24:1-2

1 Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Suci, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Suci. 2 Ia berkata kepada mereka: ‘Tidakkah kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; yang tidak akan diruntuhkan.’

 

v   “dan itu ditetapkan akan dicurahkan ke atas yang terlantar

yang terlantarkita sudah tahu adalah Yerusalem dan Bait Sucinya. Jadi itulah yang akan terjadi pada Yerusalem dan Bait Sucinya.

 

 

Sekarang mari kita lihat skema di bawah ini tentang apa yang sudah kita pelajari di atas.

 

NUBUATAN 70 MINGGU

 

“TUJUH PULUH MINGGU telah ditetapkan

bagi bangsamu dan bagi kotamu yang kudus”

 


Nah, Nubuatan 70 Minggu adalah bagian pertama dari Nubuatan 2300 Petang dan Pagi.

2300 dikurangi 490 tahun berarti sisanya adalah 1810 tahun.

Dari tahun 34AD + 1810 tahun, jatuh pada tahun 1844.

Jadi nubuatan 2300 Petang dan Pagi berakhir pada tahun 1844.

Dari tahun 34 AD hingga tahun 1844, tidak ada keterangan yang lain.

Apa yang akan terjadi pada tahun 1844?

 

Kita kembali ke Daniel 8:14, ke penglihatan yang pertama kali diperolehnya mengenai nubuatan 2300 petang dan pagi itu.

Dan Ia berkata kepadaku, ‘Sampai dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu Bait Suci itu akan dibersihkan.

Jadi, pada akhir waktu nubuatan 2300 tahun itu, pada tahun 1844, Bait Suci  itu akan dibersihkan.

Bait Suci yang mana? Pada waktu itu Bait Suci yang di Yerusalem sudah berabad-abad hancur. Ini yang menjadi pertanyaan besar.

 

Pada awal abad ke-19 seorang awam dari gereja Baptis, William Miller, menemukan nubuatan ini, dan melalui banyak doa dan banyak penyelidikan, dia tiba pada kesimpulan bahwa yang dimaksud “Bait Suci” di ayat ini adalah dunia kita ini, karena Bait Suci yang di Yerusalem sudah tidak ada, maka satu-satunya Bait Suci adalah umat Allah yang hidup di dunia, karena 1 Korintus 3:16-17 mengatakan bahwa kita inilah Bait Suci Allah. Dengan demikian dia mengartikan Nubuatan 2300 Petang dan Pagi ini bicara tentang Kedatangan Kedua Kristus ke dunia. Maka dia menyebarkan kabar ini ke mana-mana, memanggil manusia untuk bertobat karena Kristus akan segera datang. Pada waktu itu sudah sekitar 1830. Dia mendapatkan banyak pengikut dari banyak denominasi gereja Protestan. Mereka giat mempelajari lagi Alkitab dan setelah dua kali salah hitung mereka akhirnya mendapatkan bahwa Nubuatan 2300 Petang dan Pagi itu berakhir tepat pada 22 Oktober 1844. Banyak orang yang mendengar tentang pekabaran itu, bergabung dengan kelompok ini. Mereka dikenal sebagai Gerakan Advent Akbar. Kata “Advent” berarti “kedatangan Kristus”. Tetapi ternyata Kristus tidak datang ke dunia ini pada hari tersebut. Terjadilah kekecewaan yang besar dan orang-orang yang tadinya terkumpul dalam jumlah yang banyak menantikan kedatangan Yesus, bubar. Hanya sisa sekelompok kecil, kurang dari 50 orang yang melanjutkan dalam doa dan puasa yang tekun, untuk bertanya kepada Tuhan, di mana mereka telah berbuat kesalahan.

Kepada mereka inilah Tuhan menguakkan artinya, bahwa Bait Suci” itu bukanlah dunia ini tetapi itu adalah Bait Suci yang ada di Surga.

 

Apakah di Surga benar ada Bait Suci?

Benar! Musa pernah melihatnya! Tuhan yang menunjukkannya kepada Musa untuk dicontoh dalam membuat Kemah Suci di dunia.

Keluaran 25:8-9

8 Dan hendaknya mereka harus membuat bagi-Ku sebuah Bait Suci, supaya Aku boleh diam di tengah-tengah mereka. 9 Menurut segala yang Kutunjukkan kepadamu, sesuai pola dari Tabernakel, dan pola segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya.

 

Jadi Bait Suci yang ada di dunia ini, baik yang dibangun Musa maupun yang kemudian dibangun Salomo, merupakan replika Bait Suci yang di Surga.

Karena Bait Suci yang di dunia ini adalah replika yang di Surga, maka sama seperti replikanya yang di dunia, Bait Suci yang di Surga itu mempunyai dua bagian.

1.    Bagian yang pertama: Bilik Kudus

adalah untuk kurban sehari-hari, di mana imam-imam memindahkan dosa manusia ke sana untuk sementara; sedangkan

2.    Bagian yang kedua: Bilik Mahakudus (sering disebut Tabernakel atau Temple)

di mana hanya seorang Imam Besar boleh masuk, berhubungan dengan pembersihan dosa. Barulah setelah dosa-dosa itu dibersihkan, dosa-dosa itu benar-benar lenyap dari catatan.

 

Menurut Paulus, Yesus Kristus itulah Imam Besar kita yang melayani di Bait Suci di Surga.

Ibrani 4:14

Melihat karena kita mempunyai satu Imam Besar Agung, yang telah masuk ke Surga, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

 

Kalau Yesus adalah Imam Besar Agung, maka itu meneguhkan pengetahuan kita bahwa di Surga pasti ada Bait Suci, seandainya tidak demikian, di mana Yesus harus menjalankan profesinya sebagai Imam Besar Agung?

 

Bagi yang belum mengerti tentang apa yang dilakukan di Bait Suci sehubungan dengan penghapusan dosa, cerita singkatnya demikian:

Ø    Seorang yang telah berdosa, membawa seekor binatang kurban yang  tidak ada cacatnya ke Bait Suci.

Di depan pintu Bait Suci, dia meletakkan tangannya di atas kepala binatang tersebut dan mengakui semua dosanya sebagai simbol memindahkan dosanya ke atas binatang tsb.

Ø    Lalu dia harus menyembelih binatang itu dengan tangannya sendiri.

Ø    Imam lalu membawa darah kurban itu masuk, mencelupkan jarinya ke darah itu. memercikkannya 7 x di depan tirai pembatas antara bilik Kudus dan Mahakudus.

Ø    Lalu imam juga membubuhkan sedikit dari darah itu pada tanduk-tanduk mezbah tempat pembakaran dupa.

Ø    Sisa darah dituang ke bawah mezbah  bakaran di  depan pintu Bait Suci.

Ø    Lemak-lemak binatang itu dibakar di mezbah kurban bakaran.

Ø    Sisanya, dibawa keluar dari kompleks Bait Suci ke tempat pembakaran khusus dan dibakar habis dengan kayu api.

Ø    Dengan ini, melambangkan dosa-dosanya dipindahkan dari manusia ke Bait Suci.

Ø    Maka Bait Suci pun menjadi tempat penampungan dosa seluruh jemaat.

Ø    Setahun sekali pada hari ke-10 bulan ke-7 Ibrani, diadakanlah Hari Pendamaian [hari Grafirat].

Ini merupakan saat penyucian Bait Suci, untuk memulihkan Bait Suci dari semua kenajisan yang sudah menumpuk selama 1 tahun.

Ø    Hanya Imam Besar yang melayani pada hari Pendamaian ini.

Ø    Pertama dia harus mempersembahkan kurban untuk menghapus dosanya sendiri dulu, dan juga kurban bakaran.

Ø    Darah lembu kurban itu kemudian dipercikkan ke tutup pendamaian

Ø    Lalu dia harus mengundi dua ekor kambing jantan.

Yang satu untuk Tuhan, yang satu sebagai kambing hitam. Kambing yang terundi untuk Tuhan, disembelih sebagai kurban penghapus dosa.

Ø    Darah kambing jantan itu dibawa masuk ke belakang tirai pembatas,

dan dipercikkan ke tutup pendamaian, sebagai simbol mengadakan pendamaian bagi Bait Suci itu.

Ø    Setelah Imam Besar keluar dari Bilik Mahakudus,

dia pergi ke mezbah dan mengadakan pendamaian untuk mezbah itu dengan membubuhkan darah kurban ke atas tanduk-tanduknya, dan memercikkan darah 7 x ke mezbah itu sebagai lambang menguduskannya dari semua kenajisan orang Israel.

Ø    Lalu Imam Besar harus meletakkan tangannya ke atas kambing jantan yang masih hidup,

mengakui segala kesalahan dan dosa umat, dengan demikian memindahkan semua dosa itu kepada kambing ini. Kambing ini kemudian dibawa orang ke padang gurun dan dilepaskan di sana. Kambing hitam ini melambangkan setan, kepadanya dikembalikan semua dosa manusia, dan dia dilepaskan di tempat yang tidak berpenghuni, menunggu penghukumannya nanti.

 

1.    Pada tahun 31 AD [saat nubuatan 70 minggu = 490 tahun yang dialokasikan bagi orang Yahudi ini masih berlangsung],

50 hari setelah Yesus kembali ke Surga, “yang Maha kudus” diurapi. Tindakan “mengurapi yang Maha kudus” itu menandai dimulainya pekerjaan Yesus sebagai Imam Besar. Jadi Imam Besarnya juga diurapi, dan peralatan-peralatan Bait Suci juga diurapi. Berarti di Bait Suci di Surga ada peralatan-peralatannya! Surga itu bukan ruang kosong melompong. Kita sudah lihat dari ayat-ayat bahwa ada Bait Suci, ada takhta, ada kaki dian, ada pedupaan, dll.

 

2.    Sebagaimana imam-imam Bait Suci di Yerusalem harus menjalankan tugas imamat mereka terlebih dulu di bilik pertama atau Bilik Kudus dari Bait Suci,

demikian pulalah prosedur yang harus dilakukan Imam Besar Agung kita, Yesus Kristus di Surga. Dia harus terlebih dulu menjalankan tugas imamatNya di bilik yang pertama dari Bait Suci di Surga. Dan menurut Nubuatan 70 Minggu, pada tahun 31 AD Yesus Kristus memasuki bilik pertama dari Bait Suci yang di Surga untuk menjalankan bagian pertama dari tugas imamatNya.

 

3.    Tanggal 22 Oktober 1844 merupakan akhir dari Nubuatan 2300 Petang dan Pagi, dan pada waktu itu Bait Suci itu akan dibersihkan.

Sama seperti yang dilakukan Imam Besar pada hari Pendamaian, maka pada hari itu, 22 Oktober 1844, Yesus, Imam Besar Agung kita, pindah dari bilik pertama (Bilik Kudus), masuk ke bilik kedua (Bilik Mahakudus) untuk memulai pekerjaanNya sebagai Imam Besar Agung menyucikan Bait Suci itu. Di sini Yesus menghapus semua dosa yang telah diampuni dari catatannya dan menentukan nama-nama mana yang akan tetap ada di Buku Kehidupan.

Inilah perlunya kita mempelajari nubuatan-nubuatan Daniel agar kita mengerti apa yang sedang terjadi sekarang.

 

Pembersihan Bait Suci itu sudah berlangsung 168 tahun sampai tulisan ini dibuat. Kira-kira sampai berapa lama lagikah hal itu masih akan berlangsung? Pemeriksaan Yesus Imam Besar Agung itu dimulai dari nama-nama umat Allah yang mati dulu, kalau ini selesai, maka giliran umat Allah yang masih hidup.

Apa yang akan terjadi saat pekerjaan Yesus ini selesai?

 

Dia akan meninggalkan Bait Suci. Pada saat itu Pintu Kasihan pun ditutup. Sudah tidak ada lagi pengampunan dosa karena Imam Besar yang Agung sudah meninggalkan Bait Suci. Pada saat itu semua manusia yang masih hidup harus berdiri di hadapan Allah tanpa seorang perantara. Nasib setiap manusia sudah ditentukan dan tidak bisa diubah lagi. Sudah tak ada lagi orang yang bakal bertobat, tetapi juga tak ada lagi yang bakal jatuh dalam dosa.

Di Wahyu, Yohanes diberi penglihatan bahwa pada waktu itu:

Wahyu 22:11-12

11 Dia yang tidak benar, biarlah ia tetap tidak benar, dan dia yang cemar, biarlah ia tetap cemar; dan dia yang benar, biarlah ia tetap benar; dan dia yang kudus, biarlah ia tetap kudus! 12 Dan lihatlah, Aku datang segera; dan hadiahKu ada bersamaKu, untuk memberi setiap orang menurut perbuatan yang akan dilakukannya.

 

Bila tugasNya sebagai Imam Besar Agung selesai, Yesus bersiap-siap datang untuk menjemput orang-orang tebusanNya.

 

Apakah kita bakal termasuk mereka yang dibenarkan oleh darahNya, ataukah kita bakal termasuk mereka yang ditolakNya?

Apakah kita bakal mendengar ajakanNya, “Mari! Ikutlah Aku”, ataukah Yesus akan berkata kepada kita “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


Feb 2012


5 komentar:

  1. trimakasih telah menuliskan tentang nubuatan Daniel., hanya ada sedikit kejanggalan yang nampak.. 1- di bagian f, "untuk mengurapi yang maha kudus", menurut anda bahwa (yang Maha Kudus) itu adalah bait suci.. tetapi bait/kemah suci tidak pernah disebut sebagai (yang maha kudus)..
    didalam keluaran 40:33 digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.
    40:34. Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci itu, di situ kemah suci bukan diurapi dengan minyak tetapi denan kehadiran kemuliaan langsung.
    begitupula dengan pentahbisan kaabah Salomo 1 raja-raja 8 :10 Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,. demikianlah dari saat itu sampai pembangunan kembali bait suci dan kota yerusalem sesudah pembuangn dari babel, bait suci itu tlah diurapi sampai pada masa dimana Tuhan Yesus di Urapi, tidak ada lagi bangunan bait suci yang diurapi. penulisan nabi itu tentang yang mengurapi Yang Maha Kudus, bukan lagi bicara soal kemah suci/bait suci perjanjian lama yang seperti bangunan rumah.. tetapi adalah bangunan kaabah YANG ASLI.. dalam arti lain bahwa YANG MAHA KUDUS itu adalah YESUS sendiri. ke-2, raja yang menghancurkan kota dan tempat kudus itu bukanlah Yesus.. Tuhan tidak pernah menghancurkan kota Yerusalem di masa hidupNya apalagi sampai menghancurkan kaabah yang merupakan gambaran Tuhan sendiri..


    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan, yang disebut Yang Mahakudus di sini bukan Yesus, tetapi Bait Suci bagian Yang Mahakudus. Jika kamu melihat ke struktur Bait Suci/Kemah Suci orang Israel yang dibuat sebagai replika Bait Suci yang di Surga, itu dibagi atas 4 bagian: Bagian paling luar adalah Perkemahan orang Israel, tiga suku pada setiap arah mata angin. Lalu dibatasi oleh kain2 yang mengelilingi halaman Bait Suci, bagian depannya disebut Pelataran, di sana kurban hewan dipersembahkan, karena di Pelataran itu terdapat Mezbah Kurban dan Bejana Pembasuh. Setelah itu Imam akan membawa darah kurban masuk ke bangunan inti Bait Suci, ke bilik yang pertama itu namanya Bilik Suci/Tempat Kudus/the Holy Place. Dan di dalam sana ada 3 perabotan: ada Meja Roti Sajian, ada 7 kaki dian, dan di depan tirai ada Mezbah Ukupan. Nah, di belakang tirai itu yang namanya BILIK MAHASUCI/TEMPAT MAHAKUDUS/THE MOST HOLY PLACE. Dan di dalam sana terdapat Tabut Perjanjian.
      Maka yang dibicarakan oleh nubuatan ini adalah pada tahun 1844, Yesus sebagai Imam Besar, keluar dari Bilik Suci/Tempat Kudus/Holy Place (bilik yg depan), dan masuk ke bilik yang kedua, yaitu BILIK MAHASUCI/TEMPAT MAHAKUDUS/THE MOST HOLY PLACE, di mana Yesus duduk sebagai hakim untuk memeriksa buku catatan satu per satu manusia (mulai dari yang sudah mati dulu) apakah semua dosanya sudah diampuni. Dosa yang sudah diampuni, akan dihapuskan. Itulah yang dilakukan Yesus sekarang di dalam Tempat Mahakudus/Bilik Mahasuci.
      Saya tidak mengerti komentarmu soal menghancurkan kota Yerusalem. Mungkin kamu salah tangkap. Coba dibaca lagi. Yg menghancurkan Yerusalem th 70AD adalah tentara Roma.

      Hapus
  2. trimakasih....salam dari GMAHK ngabang KALBAR

    BalasHapus
    Balasan
    1. Welkom Hendro.
      Salam dari GMAHK Anjasmoro Surabaya

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus