Selasa, 21 Mei 2013

PEMBAHASAN WAHYU PASAL 20




KITAB  WAHYU
Pasal 20

KERAJAAN 1000 TAHUN
PENGHAKIMAN ATAS SETAN


Wahyu pasal 19 ditutup dengan adegan kematian semua orang yang tidak selamat oleh Firman [pedang] Tuhan dan daging mereka dimakan oleh unggas-unggas. Sekarang, Yohanes melihat lebih lanjut apa yang terjadi setelah semua manusia di dunia ini mati.  

20:1        Dan aku melihat satu malaikat turun dari sorga, membawa anak kunci lubang yang tidak ada dasarnya, dan sebuah rantai besar di tangannya;

20:2        Dan ia menangkap naga itu, si ular tua yaitu si Iblis dan Satan, dan membelenggunya seribu tahun lamanya,

20:3       Dan melemparkannya ke lubang yang tidak ada dasarnya, dan menguncinya, dan memasang meterai di atasnya, supaya ia tidak lagi menyesatkan bangsa-bangsa, hingga masa seribu tahun itu digenapi. Dan setelah itu, ia harus dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. 

v   “satu malaikat turun dari sorga

Ini menandakan bahwa apa yang dilakukannya adalah mandat dari Surga. Ini bukan kemauan manusia tapi kehendak Allah.

 

v   “membawa anak kunci lubang yang tidak ada dasarnya”

Kembali kita bertemu dengan kata ἄβυσσος [abussos], yang berarti tempat yang gelap, tempat di mana tidak ada kehidupan, tempat yang kosong, tempat yang terlantar, tempat di mana tidak ada hadirat Allah. Nah, malaikat ini membawa anak kunci tempat ini, berarti dia mau mengunci tempat ini.

   

v   “dan sebuah rantai besar

Jadi bukan hanya tempat itu akan dikunci, tapi ada yang bakal dirantai.

 

v   “menangkap naga itu, si ular tua yaitu si Iblis dan Satan

Ternyata si naga itu yang mau dirantai, dan naga itu adalah si ular tua, si Iblis, si Setan, yang selama 6’000 tahun menyesatkan dan membunuh manusia. Akhirnya Setan kalah dan ditangkap.

 

v   “membelenggunya seribu tahun

Berarti si naga ini, atau si ular tua, Setan, Iblis, akan dibelenggu, dirantai. Dan Setan akan dibelenggu 1’000 tahun lamanya. Waktu yang sama saat orang-orang tebusan hidup sebagai tamu-tamu Surga.

 

v   “melemparkannya ke lubang yang tidak ada dasarnya, dan menguncinya,  dan memasang meterai di atasnya

Jadi setelah Setan dirantai, lalu dilemparkan ke ἄβυσσος [abussos], yang digambarkan sebagai lubang yang tidak ada dasarnya, dan lubang itu dikunci, lalu dipasangi meterai. Berarti lapis tiga pengamanannya: pertama Setan dirantai, lalu lubangnya dikunci, dan dipasangi meterai. Berarti mustahil Setan bisa keluar dari penjara lapis tiganya ini. Tapi ini bahasa kiasan, bahasa simbol. Setan tidak benar-benar dirantai secara literal, begitu juga bagaimana bisa mengunci dan memeteraikan ἄβυσσος [abussos]? Ini bahasa kiasan.

 

v   “supaya ia tidak lagi menyesatkan

Ini tujuannya. Supaya Setan tidak lagi bisa menyesatkan manusia.

Bila kita lihat tujuannya, yaitu “supaya ia tidak lagi menyesatkan bangsa-bangsa, hingga masa seribu tahun itu digenapi”, kita paham apa yang dimaksud dengan Setan “dibelenggu”, “dikunci”, “dimeterai” itu.

 

Mengapa Iblis/Setan ini tidak bisa menyesatkan orang? Karena pada waktu itu sudah tidak ada orang lagi di dunia ini!

1.   Orang-orang yang selamat,

sudah dibawa semua ke Surga ketika Yesus datang menjemput mereka, seperti kata Paulus di:

1 Tesalonika 4:16-17

16 Sebab TUHAN sendiri akan turun dari surga, dengan satu seruan, dengan suara Penghulu Malaikat, dan dengan sangkakala Allah dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. 17sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan bertemu Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

2.   Orang-orang yang tidak selamat,

semuanya mati di dunia oleh Firman Tuhan [Wahyu 19:21].

 

Karena di dunia tidak ada manusia, Setan sudah tidak bisa menyesatkan siapa-siapa. Dia seakan terpenjara di dunia yang berantakan ini [yang rusak akibat ketujuh malapetaka], dunia yang kosong, dan terlantar = ἄβυσσος  [ab'-us-sos], dalam keadaan menganggur, tidak bisa menipu manusia, tidak bisa mencobai manusia, tidak bisa berbuat apa-apa selama 1000 tahun lamanya karena tidak ada manusia yang bisa dijadikan targetnya.

 

Beginilah kondisi bumi pada waktu itu menurut tulisan nabi Yeremia:

Yeremia 4:23-27

23 Aku melihat bumi, dan sungguh dia tidak berbentuk dan kosong, dan langitnya tidak ada terangnya. 24 Aku melihat ke gunung-gunung dan sungguh mereka bergoncang dan semua bukit pun bergerak maju-mundur. 25Aku melihat, dan sungguh tidak ada manusia dan semua burung di udara sudah hilang. 26 Aku melihat, dan sungguh tanah subur sudah menjadi padang gurun, dan segala kotanya sudah runtuh di hadapan TUHAN, oleh murka-Nya yang dahsyat! 27 Sebab beginilah firman TUHAN, ‘Seluruh negeri ini akan menjadi terlantar namun Aku tidak akan membuat suatu akhir yang tuntas.

 

v   Bagaimanakah keadaan Setan dan pengikut-pengikutnya [malaikat-malaikat jahat] pada waktu itu? Kita lihat apa tulis Yudas di:

Yudas 1:6

Dan malaikat-malaikat yang tidak mempertahankan kedudukan mereka yang pertama melainkan meninggalkan tempat kediaman mereka, telah disimpan olehNya dalam belenggu yang abadi dalam kegelapan sampai penghukuman di hari besar itu,

 

Jadi jelas bahwa Setan dan malaikat-malaikat yang mengikutinya akan “dibelenggu hingga saat penghakiman pada akhir zaman. “Dibelenggu” itu simbolis, bukan benar-benar memakai rantai, tetapi karena dunia ini kosong dari manusia, Setan dan semua roh jahat anak buahnya tidak punya pekerjaan, sehingga mereka merasa terpenjara.

 

v   hingga masa seribu tahun itu digenapi

Sampai waktu 1’000 tahun ini habis. Lalu apa yang terjadi?

 

v   “Dan setelah itu, ia harus dilepaskan

Kalau 1’000 tahun itu habis, maka Setan dan roh-roh jahatnya akan dilepaskan lagi.

Nah, jika Setan dikatakan “dipenjara” itu karena tidak ada manusia di dunia, maka sekarang Setan “dilepaskan” berarti ada manusia lagi di dunia! Jika Setan “dibelenggu” karena tidak bisa menyesatkan manusia di dunia, maka sekarang “belenggunya dilepas” berarti Setan bisa menyesatkan manusia lagi di dunia.  Kita sudah tahu, manusia yang selamat dibawa ke Surga menjadi tamu di sana 1’000 tahun; manusia yang tidak selamat semuanya sudah mati di dunia. Lha sekarang dikatakan Setan bisa menyesatkan manusia lagi. Manusia yang mana?

Sudah pasti bukan mereka yang sudah selamat dan berada di Surga. Mereka sudah tidak akan bisa disesatkan Setan lagi.

Jawabannya ada di ayat 7-8, kita akan lihat nanti.

 

v   “untuk sedikit waktu lamanya

Tetapi, masa ini tidak lama, hanya sebentar.

 

 

20:4        Dan aku melihat takhta-takhta dan mereka yang duduk di atasnya, dan penghakiman diserahkan kepada mereka. Dan aku melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian mereka tentang Yesus dan karena Firman Allah, dan yang tidak menyembah Binatang itu maupun patungnya, dan yang tidak juga menerima Tandanya pada dahi atau tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah bersama-sama dengan Kristus seribu tahun.

 

v   “takhta-takhta dan mereka yang duduk di atasnya, dan penghakiman diserahkan kepada mereka

Sekarang adegan beralih ke Surga. Yohanes melihat mereka yang duduk di takhta,  dan mereka diberi tugas menghakimi. Menghakimi siapa? Menghakimi semua yang tidak selamat, baik manusia maupun malaikat.

Matius 19:28

Dan Yesus berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, kamu yang telah mengikut Aku, pada waktu pembaharuan, ketika Anak Manusia akan duduk di takhta kemuliaan-Nya, kamu juga akan duduk di atas dua belas takhta, menghakimi kedua belas suku Israel.’

Keduabelas suku Israel melambangkan semua orang di dunia karena sebelum kelahiran Yesus ke dunia, Israel sudah tidak memiliki 12 suku lagi, sehingga istilah keduabelas suku Israel di sini tidak bermakna literal orang-orang yang berdarah Yahudi, melainkan semua manusia di dunia.

 

1 Korintus 6:2-3

2 Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika dunia akan dihakimi olehmu, apakah kamu tidak layak menghakimi perkara-perkara yang tidak berarti? 3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat apalagi perkara-perkara yang terkait hidup sekarang ini.

Paulus mengatakan bahwa umat tebusan Allah yang sudah dibawa ke Kerajaan Surga, akan menghakimi orang-orang yang tidak selamat, bahkan akan menghakimi juga malaikat-malaikat jahat pengikut Setan. Menghakimi dalam hal ini artinya membuktikan sendiri, melihat sendiri catatan kejahatan para terhukum, dan dengan demikian bisa membenarkan bahwa vonnis yang dijatuhkan Tuhan atas mereka memang adil dan pantas.

 

v Siapa saja yang akan “memerintah bersama-sama dengan Kristus seribu tahun”?

ü    yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian mereka tentang Yesus dan karena Firman Allah,

ü    dan yang tidak menyembah Binatang itu maupun patungnya,

ü    dan yang tidak juga menerima Tandanya pada dahi atau tangan mereka;

Semuanya umat Allah yang mengalami dipersekusi. Ada yang dipersekusi berat, ada yang lebih ringan. Tapi sebagai umat Allah semua pasti pernah mengalami persekusi, mendapat kesulitan karena “kesaksian mereka tentang Yesus dan karena Firman Allah

 

 

v   “mereka hidup kembali

Mereka ada yang dibangkitkan, ada yang diangkat hidup-hidup tanpa mengalami kematian, semua mendapat tubuh baru yang kekal.

 

ü    Jadi ketika umat Allah hidup

di Surga selama 1’000 tahun menjadi hakim,

ü    maka manusia-manusia yang tidak selamat

ditinggalkan dalam keadaan mati di dunia juga selama 1’000 tahun, hingga semua ciptaan tangan manusia di dunia yang kita kenal sekarang ini lenyap ditelan waktu.

ü    Dan Setan serta anak buahnya

juga terikat di dunia yang hancur ini selama 1’000 tahun tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa ke mana-mana.

 

 

Nah, ayat 5 bagian pertama merupakan sebuah informasi sisipan. Bagian akhirnya adalah kelanjutan ayat 4.

 

20:5        Tetapi orang-orang mati lainnya yang tersisa, tidak hidup lagi sampai berakhir masa yang seribu tahun itu.

Inilah kebangkitan yang pertama.

 

v   “orang-orang mati lainnya yang tersisa”

Di ayat 4, malaikat itu menceritakan bahwa orang-orang yang selamat,hidup kembali dan memerintah bersama-sama dengan Kristus seribu tahun.” Boleh jadi pada waktu itu Yohanes bertanya kepada malaikat yang bicara kepadanya, “Lalu bagaimana orang-orang mati lainnya?” Dan malaikat itu memutus ceritanya tentang orang-orang yang sudah selamat di Surga dengan informasi tentang orang-orang yang tidak selamat yang mati di dunia. Maka di ayat 5 bagian pertama malaikat itu berkata, “orang-orang mati lainnya yang tersisa, tidak hidup lagi sampai berakhir masa yang seribu tahun itu.” Artinya selama 1’000 tahun itu orang-orang mati lainnya (orang-orang yang tidak selamat), semuanya tetap mati, sampai masa 1’000 itu berakhir. Setelah memberikan informasi itu, lalu malaikat itu kembali ke topik ceritanya tentang orang-orang yang sudah selamat di Surga.

Bisa dipahami ya? Jadi bagian pertama ayat 5 ini bicara tentang orang-orang yang tidak selamat yang ditinggalkan mati di dunia. Bagian akhirnya, kembali ke topik ayat 4 yaitu tentang mereka yang selamat yang berada di Surga.

 

v   “Inilah kebangkitan yang pertama”.

Kalimat ini menerangkan tentang ayat 4 sebelumnya, yaitu orang-orang yang “hidup kembali dan memerintah bersama-sama dengan Kristus seribu tahun.” Jadi orang-orang yang diceritakan di ayat 4 di atas itu, yang hidup kembali, adalah mereka yang bangkit dalam kebangkitan yang pertama.

 

 

20:6        Diberkati dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama. Atas mereka kematian yang kedua tidak punya kuasa, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan akan memerintah bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

 

v   “Diberkati dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama”

Sekarang malaikatnya menjelaskan tentang kebangkitan yang pertama. Mereka yang dibangkitkan dalam kebangkitan pertama itu diberkati dan kudus, mereka ini yang selamat dan mendapat hidup kekal.

Kebangkitan yang pertama itu kapan? Itu ketika Kedatangan Kedua Yesus.

1 Tesalonika 4:16-17

16 Sebab TUHAN sendiri akan turun dari surga, dengan satu seruan, dengan suara Penghulu Malaikat, dan dengan sangkakala Allah dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. 17sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan bertemu Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

 

Mereka ini dibangkitkan dengan tubuh yang mulia, tubuh yang sehat, tidak ada cacatnya.

1 Korintus 15:43

Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

 

1 Korintus 15:52

Dalam sesaat, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir, sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

 

v   “kematian yang kedua tidak punya kuasa”

Kematian kedua adalah kematian kekal, yang di Alkitab disebut “maut”. Jadi mereka yang ikut dalam kebangkitan pertama itu tidak akan mengalami kematian kekal. Mereka akan hidup kekal selamanya. Itulah sebabnya mereka disebut “diberkati” dan “kudus”.

 

v   “menjadi imam-imam Allah dan Kristus”

Mereka khusus menjadi imam-imam bagi Allah dan Kristus.

1 Petrus 2:9

Tetapi kamu adalah angkatan yang terpilih, suatu imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaanNya sendiri yang unik, agar kamu boleh memberitakan puji-pujian tentang Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang mengagumkan.

 

“imamat yang rajani” itu bahasa Inggrisnya “a royal priesthood”, imamat yang melayani raja-raja, bukan sembarang imamat.

 

 

v   “akan memerintah bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya”

Mereka yang ikut dalam kebangkitan pertama yang akan memerintah bersama Kristus 1’000 tahun di Surga.

Lho kok hanya 1’000 tahun? Bukan selama-lamanya?

Di Surga 1’000 tahun. Akan akan dilanjutkan di bumi seterusnya. Nanti pelajaran kita akan sampai ke sana.

 

v   Bagaimana mereka yang tidak ikut dalam kebangkitan pertama?

Jika mereka yang dibangkitkan dalam kebangkitan pertama itu diberkati, kudus, dan tidak akan kena kematian kedua atau kematian kekal, maka berarti:

ü    mereka yang tidak dibangkitkan pada kebangkitan yang pertama itu

TIDAK Berbahagia dan TIDAK kudus. Mengapa? Karena mereka tidak dibangkitkan dalam kemuliaan. Orang-orang yang tidak selamat, dibangkitkan dengan tubuh mereka yang lama, dengan kondisi yang sama ketika mereka mati, dengan segala penyakit dan cacat mereka, ditaburkan dalam kehinaan… dan kelemahan” menurut 1 Korintus 15:43 di atas, karena mereka dibangkitkan untuk menerima hukuman. 

ü    Akibatnya  Kematian yang kedua AKAN  punya kuasa atas mereka”

Artinya mereka akan mengalami kematian yang kekal, mati untuk selama-lamanya tidak akan pernah eksis lagi, mereka dibakar sampai habis oleh api yang turun dari langit.

 

 

20:7        Dan ketika masa seribu tahun itu berakhir, Setan akan dilepaskan dari penjaranya

20:8        dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa yang ada di empat penjuru dunia, Gog yang dari Magog, untuk mengumpulkan mereka ke  perang, dan jumlah mereka sama seperti pasir di laut.

 

v   “masa seribu tahun itu berakhir”

Ketika masa 1’000 tahun berakhir, orang-orang yang tidak selamat ini dibangkitkan, berarti Setan akan dilepaskan dari penjaranya” ~ Setan punya pekerjaan lagi, punya sasaran lagi yang bisa disesatkannya.

Yesaya 14:9

Kubur di bawah gemetar demi Engkau, untuk menyongsong Engkau saat kedatanganMu. Dia membangunkan orang-orang mati bagiMu, yaitu semua pemimpin di bumi; dia telah membangunkan semua raja bangsa-bangsa dari takhta-tahta mereka.

 

v   “pergi menyesatkan bangsa-bangsa

Iblis akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa yang ada di empat penjuru dunia” Iblis selalu maunya menyesatkan manusia di mana-mana, tetapi ini khusus bicara tentang setelah “masa seribu tahun itu berakhir”, berarti ini bicara tentang peristiwa penyesatan yang khusus terjadi setelah “masa seribu tahun itu berakhir”. Kita akan melihat apa itu.

 

v   “Gog yang dari Magog

Di terjemahan aslinya ditulis Gog dan Magog”. Siapa ini? Di sini Gog jelas merujuk kepada Setan, karena di ayat 7 sebelumnya bicara tentang Setan yang dilepaskan dari penjaranya.

“Magog” menurut Strong’s Dictionary adalah nama sebuah daerah barbar di sebelah utara. Nah, takhta Allah ada di sebelah utara, Setan selalu ingin menyamai Allah, maka Setan juga menyebut dirinya datang dari sebelah utara.

Jadi kalau dikatakan “Gog dan Magog” itu tidak tepat, karena “Gog” itu Setan (makhluk hidup) dan “Magog” itu nama tempat. Lebih tepat dikatakan “Gog dari Magog”.

 

Menurut Strong’s Dictionary, kata yang diterjemahkan “dan” di sini adalah kata Greeka καί [kai], yang punya banyak arti, di antaranya:  

and (dan), also (juga), even (yaitu), so (maka), then (lalu), too (juga), etc.; both (keduanya), but (tetapi), for (karena), if (jika), indeed (benar), likewise (sama), moreover (apalagi), or (atau), so (demikian), that (yang), therefore (oleh karena itu), when (bila), yea (memang), yet (masih).

Jadi kata καί [kai] itu kata penghubung yang punya banyak arti. Di sini penerjemah KJV memilih arti “dan” tetapi bila kita lihat konteksnya itu tidak mungkin “dan” karena Setan itu hanya satu sosok bukan dua. Selanjutnya bila kita periksa kitab Yehezkiel di mana juga disebutkan kata “Gog” dan “Magog” ini, maka menurut keterangan Strong's Dictionary di sana “Magog” מָגוֹג[mâgôg] kode H4031 itu nama sebuah daerah barbar di sebelah utara, bukan nama sosok. Di Yehekiel dikatakan "Gog, di tanah Magog”. Jadi jelas di Wahyu 20:8 ini pun seharusnya "Gog, yang dari Magog"

Jadi kata-kata “Gog” dan “Magog” yang disebutkan di Wahyu 20 juga sama dengan yang di Yehezkiel 38, artinya “Setan dari daerah utara”. Kita bisa melihat kemiripannya. Mari kita baca tentang Gog dari Magog di:

Yehezkiel 38:1-12.

1 Dan Firman TUHAN datang kepadaku, mengatakan, 2 Hai anak manusia, arahkan wajahmu kepada Gog, di tanah Magog, pangeran utama negeri Mesekh dan Tubal, dan bernubuatlah tentang dia, 3 dan katakan, ‘Beginilah Firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku melawanmu, hai Gog, pangeran utama negeri Mesekh dan Tubal. 4 Dan Aku akan memutar engkau balik, dan memasang kait pada rahangmu dan Aku akan membawa engkau ke luar, dan seluruh tentaramu, kuda-kuda dan penunggangnya, dengan segala macam perlengkapan perang, yaitu suatu pasukan besar dengan perisai kecil dan besar, mereka semuanya membawa pedang. 5 Persia, Etiopia, dan Libia menyertai mereka; mereka semuanya dengan perisai dan ketopong; 6 Gomer dengan seluruh bala tentaranya, keluarga Bet-Togarma dari daerah utara dengan seluruh bala tentaranya, dan banyak bangsa menyertai engkau. 7 Hendaknya engkau bersedia, dan bersiaplah sendiri, engkau dengan semua pasukan yang bergabung dengan engkau, dan jadilah engkau pelindung bagi mereka. 8 Sesudah banyak hari engkau akan didatangi; di tahun-tahun akhir engkau akan datang ke sebuah negeri yang diperoleh kembali setelah perang, dan diambil dari banyak bangsa, membelakangi gunung-gunung Israel yang selalu terlantar; tetapi itu dibawa keluar dari bangsa-bangsa, dan mereka akan diam dengan aman, mereka semuanya. 9 Engkau akan naik  dan datang seperti badai, engkau akan seperti awan yang menutupi seluruh negeri, engkau dan seluruh bala tentaramu, dan banyak bangsa menyertaimu. 10 Beginilah firman Tuhan ALLAH, Juga akan terjadi, pada waktu yang sama, hal-hal akan timbul di pikiranmu, dan engkau akan mempunyai pikiran yang jahat. 11 Dan engkau akan berkata: ‘Aku akan naik ke negeri yang dusun-dusunnya tidak bertembok, aku akan mendatangi mereka yang dalam perhentian, yang hidup dengan aman, mereka semuanya berdiam tanpa tembok, dan tidak memiliki ruji-ruji maupun gerbang-gerbang, 12 untuk menjarah, dan mengambil mangsa; untuk membalikkan tanganmu terhadap tempat-tempat yang terlantar yang sekarang sudah didiami, dan terhadap orang-orang yang telah dikumpulkan dari bangsa-bangsa, yang sudah mempunyai ternak dan harta benda, mereka yang diam di tengah-tengah negeri.

 

Jika kita membaca ayat-ayat di atas kita segera melihat persamaan Gog dari Magog ini adalah Setan yang setelah Millenium memimpin banyak bangsa untuk menyerang umat Allah yang hidup dengan damai di Yerusalem Baru, “dusun tanpa tembok, tanpa jeruji, dan tanpa gerbang”.

 

v   “untuk mengumpulkan mereka ke perang

Jadi apa yang mau dilakukan Setan alias Gog dari Magog? “menyesatkan bangsa-bangsa untuk mengumpulkan mereka ke perang”. Sama kan dengan ayat-ayat di Yehezkiel di atas yang juga tentang Gog dari Magog? Inilah bagian terakhir dari perang Harmagedon yang telah dimulai Setan sejak masa akhir zaman. Siapa saja yang nanti akan beradai di barisan Setan?

Kita bisa membayangkan kumpulan manusia-manusia yang dibangkitkan pada saat itu, orang-orang jahat dari zaman Perjanjian Lama, Kain dan keturunannya yang berukuran tinggi-tinggi besar, orang-orang yang dibinasakan oleh air bah pada zaman Nabi Nuh, Nimrod pemanah ulung yang membangun menara Babilon, orang-orang Sodom dan Gomora yang mati dibakar batu belerang dari langit, Firaun-firaun Mesir, Saul raja Israel yang pertama, raksasa-raksasa seperti Goliat, raja Ahab dan ratunya Izebel, Alexander dari Macedonia, ratu Mesir Cleopatra, bersama-sama dengan penjahat-penjahat perang yang lebih modern seperti Hitler, Pol Pot, orang-orang terkenal pada zamannya, jago-jago perang, juga para artis, bintang-bintang film yang terkenal, yang cakep dan cantik semasa hidupnya, para teroris, para pembunuh dan psikopat, semua dibangkitkan sebagaimana keadaan mereka ketika mereka mati, dengan segala penyakit dan cacat jasmani mereka, dikumpulkan oleh Gog, untuk diajak memerangi Allah dan umatNya, untuk merebut Kota Yerusalem Baru.

 

v   “dan jumlah mereka sama seperti pasir di laut

Wah, tidak tanggung-tanggung. Jumlah yang tidak terhitung, mulai dari Kain anak sulung Adam hingga orang yang terakhir menolak penebusan Kristus, semua manusia yang pernah lahir dalam kurun waktu 6’000 tahun usia dunia ini, semua yang tidak mau mengakui Allah, yang berontak terhadapNya, yang menolak kasih karuniaNya, yang sengaja melanggar HukumNya, mereka yang jumlahnya seperti pasir di laut semua akan dibangkitkan pada waktu itu dan begitu bangkit mereka digalang oleh Gog (Setan) untuk melawan Allah terakhir kalinya.

 

 

20:9        Dan mereka naik ke seluruh permukaan bumi, dan mengepung perkemahan  orang-orang kudus dan Kota yang dikasihi itu. Dan api turun dari Allah dari langit dan melahap mereka. 

v   “mereka naik ke seluruh permukaan bumi

Berarti tadinya mereka berada di bawah permukaan bumi, kan? Berarti mereka keluar dari dalam tanah, dari dalam laut, bangkit dari kematian mereka. Tapi mereka keluar sama jahatnya dengan ketika mereka mati dulu. Mereka masih sama mau melawan Allah.

 

v   “mengepung perkemahan orang-orang kudus dan Kota yang dikasihi itu

Mereka mengepung Yerusalem Baru yang dihuni oleh semua umat Allah. Di mana Kota Yerusalem Baru ini? Tadinya ada di Surga, pada akhir masa seribu tahun, Kota Yerusalem Baru turun dari Surga yang menempati Bukit Zaitun yang telah berubah menjadi dataran yang luas. Ini nanti akan dibahas di pasal 21 berikutnya.

Zakharia 14:3-4

Dan pada hari itu kaki-Nya (= kaki Kristus) akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur, dan Bukit Zaitun itu akan terbelah di tengahnya ke arah timur dan ke arah  barat, dan akan ada suatu lembah yang sangat besar; dan setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara, dan setengahnya ke selatan.

 

Di tempat inilah Yerusalem Baru bersama semua umat tebusan di dalamnya akan turun dari Surga pada akhir millenium [1000 tahun] itu. Di sinilah perkemahan orang-orang kudus. Dan ke sanalah kumpulan orang-orang jahat yang seperti pasir banyaknya itu, mendatangi mau merebut Kota Yerusalem Baru.

 

v   Inilah kebangkitan kedua.

Bagaimana kondisi mereka yang dibangkitkan sekarang? Nabi Zakharia mencatat apa yang akan terjadi kepada kumpulan orang-orang jahat yang bermaksud menyerang perkemahan orang-orang kudus dan merebut kota Yerusalem Baru itu.

Zakharia 14:12-13

12 Dan inilah tulah dengan mana TUHAN akan memukul segala bangsa yang telah memerangi Yerusalem; daging mereka akan membusuk sementara mereka masih berdiri di atas kaki mereka, dan mata mereka akan membusuk dalam rongganya dan lidah mereka akan membusuk dalam mulut mereka. 13 Dan akan terjadi pada hari itu, suatu kekacauan besar dari  TUHAN akan ada di antara mereka; dan mereka akan memegang setiap orang tangan sesamanya, dan tangannya akan diangkat melawan tangan sesamanya.

 

Betapa mengerikan yang harus dialami orang-orang jahat yang tidak selamat ini tak bisa dibayangkan. Roh Nubuat mengatakan pada waktu itu setiap manusia akan melihat sejarah hidupnya sendiri terbentang di depan matanya, bagaimana dirinya telah berulang-ulang menolak ajakan Tuhan, bagaimana dirinya telah menganggap kosong kasih karunia Tuhan yang disodorkan kepadanya, bagaimana dirinya memilih untuk lebih percaya kepada segala tipu daya Setan dan agen-agennya yaitu Binatang itu, nabi palsu dan guru-guru palsu yang meyakinkan dirinya untuk menolak kebenaran Allah. Dan sekarang tidak ada harapan lagi bagi mereka untuk diselamatkan. Menyesal terlambat. Dan mereka lalu saling menyerang satu sama lain, mencari siapa biang keladinya dalam hidup mereka yang telah menyesatkan mereka. Betapa kacaunya keadaan pada waktu itu!

 

v   api turun dari Allah dari langit

Orang-orang itu tidak jadi menyerang Yerusalem Baru, mereka malah saling pukul, dan pada waktu itu api neraka turun dari langit, bukan berada di dalam bumi seperti yang banyak digambarkan doktrin-doktrin yang salah. Sama seperti yang terjadi pada kota Sodom dan Gomora, api belerang yang membakar mereka itu turun dari langit.

 

v   “dan melahap mereka

Kata yang diterjemahkan melalap adalah κατεσθίω [kat-es-thee'-o] dalam terjemahan bahasa Inggris disebut “devour” yang artinya memakan sampai habis sama sekali, tidak bersisa.

Tuhan sudah memberikan keterangan yang jelas, bahwa orang-orang yang melawanNya, akan dihukum dengan api yang turun dari langit, namun tidak seperti pemahaman banyak orang bahwa api itu akan membakar selamanya tanpa henti. Di sini Yohanes diberi pengertian bahwa api itu akan melahap korbannya sampai habis. Jadi korbannya AKAN HABIS, bukan dibakar terus-menerus tidak ada habisnya. Setelah habis lalu apa? Ya lenyap, seakan tidak pernah ada. Api pun padam.

Apa kata Paulus?

Roma 6:23

Sebab upah dosa ialah maut....

 

Ayat ini sangat jelas mengatakan bahwa “upah dosa” itu “maut”. Maut artinya mati kekal. Ayat itu TIDAK berkata “Sebab upah dosa ialah hidup terus-menerus di neraka”. Jadi orang-orang yang mati dalam dosanya, itu akan dibakar habis sampai musnah [lenyap sama sekali], bukan dibiarkan hidup terus di neraka.

Jadi janganlah mengira Tuhan itu sedemikian kejamnya, menghukum manusia yang hidupnya hanya beberapa dekade di dunia dengan hukuman dibakar yang berlangsung terus berjuta-juta tahun tanpa akhir. Setan ingin manusia percaya bahwa Tuhan itu kejam dan sewenang-wenang. Itulah sebabnya dia menimbulkan kesalahpahaman pada manusia mengenai karakter Tuhan ini. Padahal Tuhan itu Kasih. Mana mungkin Tuhan yang Kasih itu bergemar setiap hari menonton manusia dibakar tanpa akhir untuk selama-lamanya? Janganlah kita terkecoh oleh ajaran ini.

 

 

20:10      dan Iblis yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, di mana Binatang dan nabi palsu itu berada, dan akan disiksa siang malam selama-lamanya.

 

v   “Iblis yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang”

Iblis biang keladi dosa juga akan musnah dalam lautan api.

Nabi Yehezkiel telah menubuatan apa yang akan menjadi akhir Setan/Iblis.

Yehezkiel 28:6, 8, 13-15, 18-19

6 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau telah menempatkan hatimu sebagai hati Allah, 8 Mereka akan menurunkan engkau ke lubang kubur, dan engkau akan mati, menjalani kematian mereka yang dibunuh di tengah lautan. 13 Engkau dulu di Eden, taman Allah; setiap batu permata yang berharga adalah pakaianmu: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah, malakit dan emas. Seni pembuatan tambur dan alat tiupmu sudah disiapkan untukmu pada hari penciptaanmu. 14 Engkau adalah kerub yang  telah diurapi, yang menudungi; dan Aku telah menetapkan engkau demikian; engkau ada di gunung kudus Tuhan,  engkau pernah berjalan bolak-balik di tengah-tengah batu-batu yang menyala. 15 Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak  hari engkau diciptakan sampai kejahatan ditemukan padamu. 18 Engkau telah menajiskan tempat-tempat kudusmu dengan dosamu yang banyak, dengan dosa perniagaanmu. Maka Aku akan mendatangkan api dari tengahmu, yang akan memakan habis engkau dan Aku akan menjadikan engkau abu di atas bumi di hadapan semua mereka yang melihatmu. 19 Semua mereka yang mengenal engkau di antara bangsa-bangsa akan tercengang melihatmu. Engkau akan menjadi mengerikan dan engkau tidak akan ada lagi selamanya.

 

v   “di mana Binatang dan nabi palsu itu berada”

Berarti Binatang dan nabi palsu itu lebih dulu dimasukkan ke dalam lautan api, baru kemudian Iblis disusulkan.

 

v   “akan disiksa siang malam selama-lamanya”

Karena sudah jelas bahwa api itu tidak akan menyala selamanya, maka makna kalimat ini adalah, penyiksaan itu akan terus-menerus berlangsung selama yang dibakar (Iblis, Binatang, dan nabi palsu itu) masih belum habis. Artinya api itu tidak bisa dihentikan, siang malam api itu akan terus membakar sampai yang dibakar habis menjadi abu.

Tulisan yang diterjemahkan selama-lamanya” kata aslinya adalah αἰών [ahee-ohn'] yang artinya: waktu yang tidak terputus-putus/waktu yang berlangsung terus [= perpetual time]. Jadi yang tidak terputus-putus itu adalah waktunya (artinya tidak ada pause). Berarti yang dimaksud dengan selama-lamanya” adalah selama waktu yang dibutuhkan untuk membakar semuanya sampai habis atau κατεσθίω  [kat-es-thee'-o], dilalap habis [devoured]. Berapa lama api ini akan terus menyala?  Tuhan tidak mengatakan, tapi pasti bakal lama, mengingat yang dibakar itu dari manusianya saja jumlah mereka sama seperti pasir di laut” (ay. 8) belum lagi roh-roh jahat pengikut Setan, dan Setannya sendiri. Jadi api neraka itu pasti akan menyala cukup lama.

Kita perlu memahami bahwa hukuman yang dijatuhkan ke atas orang-orang yang tidak selamat serta Setan dan anak buahnya, itu yang kekal. Artinya hukuman itu tidak akan diubah. Hukuman itu ialah kematian kekal, dilenyapkan, selamanya tidak akan pernah ada lagi. Akibatnya kekal, tidak bisa diubah. Tetapi penghukumannya (dibakar api) itu ada akhirnya, yaitu ketika yang dibakar menjadi abu semua. Kalau yang dihukum sudah lenyap semua, maka penghukumannya berhenti.

 

 

 

Sekarang Yohanes diberikan penglihatan yang lain. Dari menyaksikan orang-orang yang tidak selamat dan Setan dibakar api neraka, berikutnya dia mendapat pemandangan yang berbeda, lokasi adegan kembali ke Surga. Sekarang kita mundur lagi ke peristiwa-peristiwa sebelum ayat 7-10 di atas. Kitab Wahyu memang begitu, maju-mundur, jadi tidak bisa dianggap semua ayat itu urut peristiwanya.

 

 

20:11      Dan aku melihat sebuah takhta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya, yang dari wajahNya bumi dan langit lenyap dan tidak ditemukan lagi tempat bagi mereka.

20:12      Dan aku melihat orang-orang mati, kecil dan besar, berdiri di hadapan Allah, dan kitab-kitab dibuka. Dan sebuah kitab lain dibuka juga, yaitu Kitab Kehidupan. Dan orang-orang mati  dihakimi dari hal-hal yang tertulis  di dalam kitab-kitab itu, menurut perbuatan-perbuatan mereka.

 

v   “sebuah takhta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya

Yang dilihat Yohanes ini sekarang adalah apa yang terjadi selama waktu 1000 tahun ketika orang-orang tebusan berada di Surga bersama Tuhan, sementara bumi dan langit ditinggalkan dalam keadaan berantakan akibat ketujuh malapetaka.

Di sini takhta putih adalah takhta Kristus.

Kristus sedang melakukan apa? Penghakiman.

 

Nah, ingin tahu apa warna takhta Paus? Putih juga. Jadi Paus juga ingin menyamai Tuhan, duduk di atas takhta putih diapit dua malaikat, hanya saja karena tidak bisa mendatangkan malaikat literal jadi dibuatkan patungnya.



 

v   yang dari wajahNya bumi dan langit lenyap

Ini mengingatkan kembali tentang saat Kedatangan Kristus yang kedua, ketika seluruh langit dan bumi menjadi berantakan.

 

v   “tidak ditemukan lagi tempat bagi mereka”

Berarti langit dan bumi sempat terguncang keluar dari orbit mereka dan mereka tidak ditemukan di tempat mereka lagi.

 

v   “orang-orang mati, kecil dan besar, berdiri di hadapan Allah”

orang-orang ini adalah mereka yang akan diadili, mereka ini adalah golongan yang akan menerima hukuman. Kalimat ini adalah suatu kiasan, simbol, karena orang-orang mati tidak benar-benar berdiri di depan takhta Tuhan. Mereka semuanya ditinggalkan dalam keadaan mati di bumi saat Kedatangan Kedua Kristus.

Jadi semua penghakiman manusia,

ü    baik yang selamat (sejak 1844 hingga sekarang)

ü    maupun yang tidak selamat nanti di Millenium

dilakukan di Surga berdasarkan catatan hidup setiap manusia. Berarti mereka akan diadili in absentia di Surga tanpa kehadiran fisik mereka.

 

v   “dan kitab-kitab dibuka

Jadi mereka dihakimi berdasarkan catatan hidup mereka yang dimiliki Allah, segala perbuatan mereka yang baik maupun yang buruk. Catatan itu sedemikian detail, sedemikian lengkap, sedemikian hidupnya, seolah-olah mereka tampil hidup-hidup di depan para hakim di surga, seperti kita sedang nonton televisi.

Daniel 7:9-10:

9Aku melihat hingga takhta-takhta diletakkan di tempatnya dan Yang Lanjut Usia pun duduklah, pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut di kepalaNya seperti bulu domba murni. Takhta-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. 10 Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.

 

Nehemia 13:14

Ingatlah aku, O, Allahku, mengenai hal ini, dan janganlah menghapus perbutan-perbuatan baikku yang telah kulakukan bagi rumah Allahku dan bagi jabatan-jabatannya.

 

Mazmur 130:3

Jika Engkau, TUHAN, mencatat dosa-dosa, ya Tuhan, siapakah yang dapat bertahan?

 

v   “sebuah kitab lain dibuka juga, yaitu Kitab Kehidupan

Inilah yang disebut Kitab Kehidupan Sang Domba, di mana nama-nama umatNya tercatat. Hanya mereka yang namanya tercantum di kitab ini yang akan dibawa ke Surga.

Wahyu 20:15

Dan barangsiapa yang namanya tidak ditemukan tertulis di dalam Kitab Kehidupan itu, dilemparkan ke dalam lautan api itu

 

v   “orang-orang mati dihakimi dari hal-hal yang tertulis  di dalam kitab-kitab itu, menurut perbuatan-perbuatan mereka

Di sini jelas ditulis yang diadili adalah orang-orang mati”. Ini jelas bicara tentang penghakiman atas mereka yang tidak selamat yang dilakukan di Surga selama masa 1000 tahun. Jadi status mereka pada saat diadili adalah MATI.  Mereka tidak hadir di Surga. Mereka mati di dunia! Mayat mereka [yang tidak dimakan burung] masih membusuk di dunia.  Ingat ayat terakhir pasal sebelumnya:

Wahyu 19:21 

Dan semua orang yang tersisa  dibunuh dengan pedang Dia yang duduk di atas kuda; pedang mana keluar dari mulutNya; dan semua unggas dikenyangkan oleh daging mereka.

 

Jadi setiap orang harus memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan tentang semua perbuatan, perkataan, bahkan pikirannya. Baik umat Allah, maupun yang bukan umat Allah.

 

v   Siapa yang ikut ambil bagian menjadi juri dalam penghakiman ini?

Semua umat Tuhan yang selamat, mulai dari generasi Adam hingga orang yang terakhir hidup, yang sudah dibawa ke Surga oleh Kristus saat KedatanganNya yang kedua. Lihat ayat 4 di atas:

Dan aku melihat takhta-takhta dan mereka yang duduk di atasnya, dan  penghakiman diserahkan kepada mereka

 

 

20:13      Dan laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kubur menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalam mereka, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatan-perbuatan mereka

20:14      Dan maut dan kubur dilemparkanlah ke dalam lautan api. Inilah kematian yang kedua.

 

v   “laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya dan maut dan kubur menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalam mereka,

Bahwa setelah penghakiman, baik laut maupun darat, pokoknya dari semua kubur, akan menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya” tidak akan ada yang terselip.

Diserahkan untuk apa? Untuk dibangkitkan.

Mereka inilah yang masuk dalam kebangkitan yang kedua pada akhir 1000 tahun, lihat ayat 5.

 

v   “mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatan-perbuatan mereka”

Jadi Tuhan itu adil. Walaupun mereka semuanya ini statusnya tidak selamat, tetapi lamanya penghukuman mereka tidak sama, yang dosanya sedikit ya lebih singkat waktunya, yang dosanya lebih banyak ya lebih lama. Jadi sama sekali tidak seperti konsep yang diajarkan banyak gereja, bahwa semua orang yang tidak selamat dilemparkan ke api neraka dan dibiarkan tersiksa di sana selama-lamanya tidak pernah akan keluar lagi. Alkitab tidak berkata begitu. Orang yang tidak selamat pun dibedakan lamanya penghukumannya, sesuai dengan perbuatannya

 

v   “maut dan kubur dilemparkanlah ke dalam lautan api”

Artinya tidak akan ada lagi kematian, tidak akan ada lagi kuburan karena kematian dan kubur sudah dilenyapkan dalam lautan api. Umat Allah untuk selama-lamanya tidak akan melihat kematian dan kubur lagi.

 

v   “Inilah kematian yang kedua”

Kematian yang mana? Kematian orang-orang yang tidak selamat dalam lautan api. Itu adalah kematian yang kekal, untuk selama-lamanya, tidak akan ada kebangkitan lagi dari kematian kekal ini.

 

 

20:15      Dan barangsiapa yang namanya tidak ditemukan tertulis di dalam Kitab Kehidupan itu,  dilemparkan ke dalam lautan api itu.

 

v   barangsiapa yang namanya tidak ditemukan tertulis di dalam Kitab Kehidupan itu dilemparkan ke dalam lautan api itu”

Inilah syaratnya. Siapa pun tanpa kecuali, yang pada akhirnya namanya tidak ada dalam Kitab Kehidupan, akan berakhir dalam lautan api.

 

Siapakah yang namanya

TIDAK ditulis di dalam Kitab Kehidupan?

 

 

Pada dasarnya, semua yang tidak percaya pada Tuhan, semua yang menolak Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, semua yang melanggar Hukum Allah dan tidak pernah bertobat, namanya tidak pernah ditulis dalam Kitab Kehidupan (misalnya Firaun).

Ada juga yang namanya pernah tertulis di Kitab Kehidupan, pernah menjadi pengikut Kristus, tetapi karena kemudian dia berbuat dosa yang tidak ditobatinya, akhirnya namanya dicoret. (misalnya Yudas).

Di akhir zaman ada satu golongan lagi yang secara spesifik disebut namanya tidak tertulis di kitab kehidupan, dan itu adalah mereka yang menyembah Binatang, menyembah patungnya.

Wahyu 13:4, 8

4 Dan mereka menyembah naga itu, yang memberikan kekuasaan kepada Binatang itu. Dan mereka menyembah Binatang itu, sambil berkata, ‘Siapakah yang sama seperti Binatang ini? Siapakah yang sanggup berperang melawan dia?’ 8 Dan semua yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan Sang Domba, yang telah disembelih dari fondasi dunia.

 

Siapakah yang namanya

ADA tertulis di dalam Kitab Kehidupan?

 

Filipi 4:1-3

1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah (1) teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang terkasih! 2 Aku menasihati Euodia dan menasihati Sintikhe, supaya mereka (2) sehati sepikir dalam Tuhan. 3 Dan aku minta kepadamu juga, rekan sepenanggunganku yang (3) setia: tolonglah perempuan-perempuan itu yang telah (4) bekerja keras dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens juga, dan dengan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam Kitab Kehidupan.

 

Wahyu 3:5

Dia (5) yang menang, ia akan dikenakan (6) pakaian putih; dan Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengakui namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

 

Ayat-ayat ini jelas sekali menyatakan bahwa orang yang namanya pernah dicantumkan di dalam Kitab Kehidupan, tidak berarti sudah pasti akan selamat, karena ada kemungkinan nama itu akhirnya dihapus!

 

Jadi siapakah yang namanya tidak akan dihapus dari Kitab Kehidupan? Di antaranya adalah mereka yang:

1)   “teguh dalam Tuhan”

1 Korintus 16:13

Berjaga-jagalah! Berdirilah teguh dalam iman. Bersikaplah jantan, jadilah kuat.

 

Filipi 1:27

Hanya, hendaklah percakapanmu seperti yang layak sesuai Injil Kristus; supaya apakah aku datang dan bertemu dengan kamu, atau apakah aku tidak hadir, aku boleh mendengar tentang perihal-perihalmu, bahwa kamu berdiri teguh dalam satu roh, dengan satu pikiran, berjuang bersama bagi iman injil.

 

2)   “sehati sepikir dalam Tuhan”

I Korintus  1:10.

Sekarang aku memohon padamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu semua seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi supaya kamu dipersatukan dengan sempurna dalam pikiran yang sama dan dalam penghakiman yang sama.

 

3)   “setia”

Ibrani  3:14

Karena kita dijadikan pengikut Kristus, jika kita memegang teguh awal keyakinan iman kita sampai akhir.

 

Wahyu  2:10

Jangan takut terhadap segala hal itu yang akan engkau derita! Memang benar Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai, dan kamu akan mendapat penderitaan sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai  mati dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

 

 Matius  10:22

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi dia yang bertahan hingga akhir akan diselamatkan.

 

Yakobus  1:12

Diberkatilah orang yang tahan dalam pencobaan; sebab apabila ia sudah teruji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang telah dijanjikan Allah kepada mereka yang mengasihi Dia.

 

4)   bekerja keras... dalam pekabaran Injil”

1 Korintus  15:58

Karena itu, saudara-saudaraku yang terkasih, hendaknya kamu berdiri teguh, tak tergoyahkan, selalu banyak bekerja dalam pekerjaan Tuhan. Sejauh yang kamu tahu, kerja kerasmu itu tidak sia-sia dalam Tuhan.

 

Matius  10:7

Dan sambil kalian berjalan, beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

 

Kisah Para Rasul 10:42

Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang telah ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati

 

1 Korintus  9:16

Sebab walaupun aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab padaku telah dibebankan keharusan itu, ya, celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

 

2 Timotius  4:2

Beritakanlah Firman, bersiap di masa baik maupun di masa tidak baik. Meyakinkan, menegur, dan menasihati dengan panjang sabar dan dengan doktrin.

 

5)   yang menang”

ini artinya orang itu harus mencapai garis finis, tidak bisa dikatakan menang sebelum mencapai garis finis.

2 Timotius 4:7-8

7 Aku telah mengakhiri pertarungan yang baik, aku telah menyelesaikan pertandingannya dan aku telah memelihara iman. 8 Akhirnya telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari itu; dan bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

 

Wahyu 2:26

Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa.

 

Wahyu 3:21

Barangsiapa menang Aku akan mengaruniakan kepadanya untuk duduk bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya

 

6)   “pakaian putih”

ini artinya mereka sudah melewati proses penyucian, mereka sudah menjadi kudus.

1 Petrus 1:15-16

15 tetapi sebagaimaa Dia yang telah memanggilmu itu kudus, maka jadilah kamu kudus dalam segala macam percakapanmu 16 sebab ada tertulis: Jadilah kamu kudus, karena Aku kudus.

 

Wahyu 3:18

Aku menasihati engkau, supaya membeli dariKu emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau boleh menjadi kaya; dan pakaian putih, supaya engkau boleh berpakaian dan aib ketelanjanganmu tidak terlihat; dan minyakilah matamu dengan salep mata, supaya engkau boleh melihat.

 

Wahyu 16:15

Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Diberkatilah dia yang berjaga-jaga dan yang mempertahankan pakaiannya supaya jangan ia berjalan telanjang dan mereka melihat aibnya.



 

 2013


9 komentar:

  1. Kitab kehidupan itu terbuat dari apa dan ditulis dgn bahasa apa??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Ruslan
      Alkitab tidak menjelaskan kitab kehidupan terbuat dari apa dan ditulis dalam bahasa apa. Allah menunjukkan kepada Yohanes bentuk penglihatan yang bisa dimengerti Yohanes. Maksud saya, Allah bicara dengan bahasa manusia yang bisa dimengerti oleh manusia di zaman itu. Karena di zaman Yohanes catatan itu dibuat dalam bentuk tulisan/kitab, jadi Allah mengistilahkan kitab. Apa benar-benar itu berbentuk kitab, kita tidak tahu. Andai Allah berbicara pada nabi di zaman sekarang, mungkin Dia akan memakai bentuk chip, hehehe. Yang penting adalah Allah ingin memberikan pesan bahwa semua perbuatan, perkataan, dan pikiran manusia itu ada rekornya, tercatat di Surga, dan itu akan dipakai untuk bukti penghakiman, untuk menentukan apakah manusia itu layak disebut umat tebusan, atau cuma mengaku-ngaku saja sebagai pengikut Tuhan tapi hidupnya jauh dari kehidupan pengikut Tuhan. Di pengadilan nanti banyak yang berseru Tuhan, Tuhan, tapi Yesus akan berkata, Aku tidak pernah mengenal kamu (Matius 7:21-23).

      Alkitab tidak mengatakan bahasa apa yang dipakai di Surga, yang pasti saat kita tiba di sana kita akan bisa berbahasa itu dan bisa berkomunikasi dengan Tuhan dan makhluk-makhluk surgawi.

      Hapus
  2. Jadi nerakanya di bumi dgn api yg menghanguskan.....semua planet juga hangus nggak?...disiksa suang malam itu cuma waktu....kok tertulis mereka di siksa siang malam selama lamanya....itu bukan waktu..tapi siksa yg kekal....masak waktunya yg kekal manusia habis di siksa tapi waktu kekal siang malam???.....setan dan pengikutnya yg disiksa kekal dibumi......????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada waktu kedatangan Kristus yang kedua, planet bumi ini (khusus tatasurya kita ya) akan rusak seluruhnya. Bayangkan gunung-gunung pindah, pulau-pulau lenyap, gempa bumi besar, semuanya hancur dan bumi akan kembali seperti kondisinya sebelum Allah mulai menciptakan langit dan bumi ini 6000 tahun yang lalu. Planet ini akan gelap gulita karena benda-benda langit dipindahkan oleh Tuhan sehingga tidak menerangi bumi ini lagi. Jadi waktu kedatangan Kristus yang kedua, bumi ini hancur, semua orang yang selamat dibawa ke Surga, dan semua yang tidak selamat ditinggalkan dalam kondisi mati di dunia ini.

      Nah sekarang soal siksaan. Siksaan bagi orang yang tidak selamat itu AKIBATNYA kekal, jadi mereka akan dibakar sampai habis menjadi abu, dan setelah menjadi abu, mereka tidak akan eksis lagi untuk selama-lamanya. Jadi yang kekal itu akbatnya. Mereka mengalami kematian yang kekal, yang artinya tidak akan dibangkitkan lagi atau punya kesempatan untuk hidup lagi. Mereka akan lenyap untuk selama-lamanya.
      Tapi apinya tidak terus membakar. Api itu hanya membakar dosa. Kalau dosanya sudah habis dibakar, ya api itu tidak membakar lagi. Apinya tetap ada karena itu api kemuliaan Tuhan, hanya saja karena sudah tidak ada lagi dosa, api itu tidak membakar. Jadi kalau yang dibakar sudah habis menjadi abu, api itu tidak membakar lagi.
      Konsep manusia berdosa disiksa siang malam selama-lamanya itu tidak alkitabiah. Disiksa siang malam iya, tapi TIDAK selama-lamanya. Hanya sampai dia habis dibakar. Berapa lamanya itu? Tergantung jumlah dosanya. Yang dosanya sedikit ya lebih cepat habis, yang dosanya banyak ya jauh lebih lama.
      Setan yang adalah sumber dosa saja juga nanti ada habisnya. Padahal Setan itu sudah berbuat dosa berapa lama? Manusia loh hidupnya cuma berapa tahun? Setan sudah hidup lebih lama dari 6000 tahun karena dia sudah ada sebelum bumi ini diciptakan sekitar 6000 tahun yang lalu. Jadi Setan dan roh-roh gelap pengikutnya akan dibakar lama sekali. Tapi suatu waktu mereka juga akan habis. Baca Maleakhi 4:1-3. Karena Tuhan akan menciptakan ulang bumi ini. Nanti akan ada langit baru dan bumi baru yang kekal. Lha kalau pembakaran tidak selesai-selesai kapan umat tebusan bisa menikmati bumi baru yang kekal? Jadi pembakaran dosa itu lamanya sesuai dosa individu yang dibakar. Yang pasti hanya sampai dosa itu habis, lalu yang dibakar menjadi abu dan lenyap.

      Hapus
  3. Apa arti kiasan...org org mati berdiri di hadapan tahta Allah???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kitab Wahyu memakai banyak bahasa simbolis. Ini juga begitu. Artinya bukan berdiri secara fisik atau literal, karena mereka kan mati. Sedangkan Alkitab berkata orang mati itu mati, tidak tahu apa2 (Pengkhotbah 9:4-10).
      Alkitab menjelaskan bahwa Tuhan punya catatan hidup semua manusia. Segala yang pernah kita pikirkan, katakan, dan lakukan itu tercantum dalam kitab-kitab yang ditulis oleh malaikat-malaikat. Itu rekor kita. Pada waktu penghakiman, kitab-kitab inilah yang dibuka, setiap rekor kita ditampilkan, dan itu yang dihakimi. Ibaratnya sejarah hidup setiap manusia itu dibuat dalam bentuk film, tapi yang sampai ke isi pikirannya terungkap. Karena itu tidak ada yang bisa disembunyikan dari Tuhan.
      Jadi manusia dihakimi secara in absentia, tidak hadir secara fisik/literal, melainkan hadir melalui rekor catatan hidupnya.

      Hapus