Minggu, 26 Mei 2013

HABAKUK DAN KITA


RENUNGAN MINGGU SIANG INI:



PERSAMAAN HABAKUK DAN KITA
(pelajaran dari Pdt. Kristyono Sarjono)

Habakuk 2:4
.... orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.
..... the just shall live by his faith. [KJV]

Kita sering sekali mendengar kata-kata ini.  Tetapi apakah kita benar-benar mengerti makna yang sangat dalam dari kata-kata ini?

Jika kita membaca Kitab Habakuk yang hanya terdiri atas 3 pasal, maka kita akan mendapatkan latar belakang Tuhan mengucapkan kalimat itu kepada nabi Habakuk.

Habakuk hidup di zaman di mana bangsa Israel yang tersisa (bani Yehuda dan bani Benyamin) di sebelah selatan, berada dalam kondisi yang terburuk sekitar abad ke 6 BC. Raja Yoahas adalah raja yang jahat. Dia memerintah hanya 3 bulan lalu ditawan Firaun Nekho dari Mesir. Sebagai gantinya Nekho mengangkat saudaranya: Elyakim atau Yoyakim, yang juga adalah raja yang jahat. Mereka bukan hanya menindas sesama manusia, mereka juga telah melupakan Allah, menyembah berhala dewa-dewa kafir, mengorbankan anak-anak mereka kepada Baal, dan banyak kejahatan yang lain.

Habakuk meratap kepada Tuhan. Pertanyaannya yang pertama kepada Tuhan adalah mengapa Tuhan mengizinkan semua kejahatan itu terjadi. Sama seperti kebanyakan kita yang bertanya-tanya, mengapa Tuhan mengizinkan hal-hal yang buruk itu terjadi? Mengapa orang jahat boleh tetap makmur? Mengapa orang lalim masih menindas yang lemah? Mengapa kejahatan merajalela di mana-mana?
Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik. [Hab 1:3-4]

Dan Tuhan menjawab, bahwa Dia akan mengizinkan bangsa Kasdim [Babilon] datang untuk menghukum bangsa Israel yang tersisa.
Seluruh bangsa itu datang untuk melakukan kekerasan, serbuan pasukan depannya seperti angin timur, dan mereka mengumpulkan tawanan seperti banyaknya pasir. [Hab 1:0]

Habakuk semakin tidak mengerti. Bangsa Kasdim [Babilon] adalah bangsa kafir yang sama sekali tidak mengenal Tuhan. Mengapa Tuhan memakai bangsa kafir untuk menghukum bangsa pilihanNya [Israel] yang pasti masih lebih baik daripada bangsa kafir itu? Inilah pertanyaan Habakuk yang kedua kepada Tuhan.
Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia? [Hab 1:13]

Sama dengan yang sering kita pertanyakan kepada Tuhan. Mengapa orang-orang jahat itu malah masih boleh menindas orang-orang yang lebih benar daripada mereka? Mengapa orang-orang yang tidak takut kepada Tuhan justru bisa berkiprah dengan unggulnya di dunia ini? Di mana keadilan Tuhan?

NAH, SEKARANG TUHAN MEMBERIKAN JAWABANNYA. JAWABAN YANG BERLAKU BAGI HABAKUK, DAN JAWABAN YANG SAMA YANG BERLAKU KEPADA KITA:
.... ORANG YANG BENAR ITU AKAN HIDUP OLEH PERCAYANYA. [Hab 2:4]
..... THE JUST SHALL LIVE BY HIS FAITH. [KJV]

Apa maknanya?
TUHAN berkata, JANGAN MEMPERTANYAKAN KEBIJAKAN TUHAN. JANGAN MENILAI APAKAH TUHAN ITU ADIL ATAU TIDAK.  PERCAYA SAJA BAHWA TUHAN MEMEGANG KENDALI, DAN BAHWA APA YANG DIRANCANG OLEH TUHAN SELALU ADALAH YANG TERBAIK.
.... ORANG YANG BENAR ITU AKAN HIDUP OLEH PERCAYANYA [kepada Tuhan].
.....THE JUST SHALL LIVE BY HIS FAITH. [KJV]

PASRAHKAN SEMUANYA KEPADA TUHAN. TUHAN MENGETAHUI SEGALA SESUATU. TUHAN MENGENDALIKAN SEGALA SESUATU.
Janganlah kita kehilangan percaya pada Tuhan. Jangan pernah merasa Tuhan itu tidak adil. Jangan merasa kita lebih baik daripada Tuhan! Jangan mengritik Tuhan! Dan jangan mengambilalih wewenang Tuhan dengan membalas sendiri tindakan jahat orang lain kepada kita.
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: PEMBALASAN ITU ADALAH HAK-KU. AKULAH YANG AKAN MENUNTUT PEMBALASAN, FIRMAN TUHAN.
TETAPI, JIKA SETERUMU LAPAR, BERILAH DIA MAKAN; JIKA IA HAUS, BERILAH DIA MINUM! DENGAN BERBUAT DEMIKIAN KAMU MENUMPUKKAN BARA API DI ATAS KEPALANYA. [ROM 12:19-20]

Dan akhirnya Habakuk mengerti. Habakuk benar-benar menghidupkan makna namanya. Namanya [Habaq] berarti “memeluk erat-erat”. Dan pada akhirnya dia benar-benar bisa “memeluk erat-erat” Tuhannya tanpa reserve.
Dia tidak perlu protes kepada Tuhan. Dia tidak perlu komplain kepada Tuhan. Dia tidak perlu menyalahkan Tuhan atau menuduhNya tidak adil. Tuhan sudah tahu semuanya. Sekalipun semuanya lenyap, Tuhan tetap adalah kekuatannya. Lihatlah apa yang ditulisnya kemudian, mengakhiri kitab Habakuk:
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
NAMUN AKU AKAN BERSORAK-SORAK DI DALAM TUHAN, BERIA-RIA DI DALAM ALLAH YANG MENYELAMATKAN AKU.
ALLAH TUHANKU ITU KEKUATANKU: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi). [Hab 3:17-19]

Marilah kita meneladani pencerahan Habakuk dan mengingat kata-kata Tuhan Sendiri ini:
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "ORANG BENAR AKAN HIDUP OLEH IMAN." [Rom 1:17]

Dan:

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. [Ibr 11:1]


Peliharakan iman kita sendiri, maka semuanya akan beres pada akhirnya. Jangan sampai kita kehilangan iman, maka kita sendiri yang akan tersapu lenyap dalam murka Tuhan.

Tuhan memberkati semua upaya kita untuk tetap berada di dalam iman.
Amin.

26 Mei 2013





Tidak ada komentar:

Posting Komentar