Senin, 06 Mei 2013

ROM 14:5-6 VERSUS IBRANI 4:9-11 ~ MANA YANG BENAR?


Renungan malam sabat ini:

MANA YANG BENAR: ROMA 14:5-6  ATAU  IBRANI 4:9-11???

Roma 14:5-6
Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap SEMUA HARI SAMA saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.  Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan.

Ibrani 4:9-11
Jadi masih tersedia suatu HARI PERHENTIAN, HARI KETUJUH, BAGI UMAT ALLAH.
Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.  Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Mana yang benar? Semua hari sama atau hari ketujuh itu harus menjadi hari perhentian bagi umat Allah? 
KEDUA-DUANYA BENAR!

Kedua ayat ini sama-sama ditulis oleh Paulus, jadi tidak mungkin Paulus mengkontradiksi dirinya sendiri, bukan? Paulus menulis tentang dua hal yang berbeda di sini.
Coba kita baca kedua ayat ini dengan teliti.

Di Roma 14:5-6, Paulus menyebut semua hari sama UNTUK MELAKUKAN APA
Tidak disebut, kan? 
Mengapa banyak orang Kristen menganggap Paulus bicara tentang hari perhentian?


Di Ibrani 4:9-11, di sini Paulus jelas menyebut HARI KETUJUH”  adalah “HARI PERHENTIAN ..... BAGI UMAT ALLAH” Lalu dilanjutkan dengan pesannya “baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.”


Jadi ROMA 14:5-6 TIDAK MEMBAHAS HARI TUHAN, YANG TELAH DITENTUKAN OLEH TUHAN SENDIRI  YAITU SETIAP TUJUH HARI, DI MANA TUHAN MENGATAKAN PADA HARI ITU MANUSIA HARUS BERHENTI BEKERJA (KEL. 20:8-11), KARENA HARI ITU ADALAH HARI MILIK TUHAN.

SEDANGKAN IBRANI 4:9-11 ITU BICARA TENTANG HARI TUHAN, YAITU HARI YANG KETUJUH,  YANG ADALAH HARI PERHENTIAN [BERHENTI BEKERJA] BAGI UMAT ALLAH, KARENA ITU HARI TUHAN.
BERARTI ROMA 14:5-6 TIDAK BERTENTANGAN DENGAN IBRANI 4:9-11.

Lalu apa yang dibicarakan Roma 14:5-6?

Kita kembali ke sejarah gereja. Di zaman Paulus, gereja di Roma dan Korintus punya banyak masalah, karena umatnya terdiri atas campuran orang Kristen keturunan Yahudi dan orang Kristen keturunan Yunani. 
Yang dipermasalahkan di antaranya (masih ada yang lain tapi tidak dibahas di sini), orang-orang keturunan Yahudi sudah sejak kecil memelihara hari-hari perayaan dan hari-hari upacara Bait Suci yang bermacam-macam banyaknya. Sedangkan orang Yunani tidak. 

ORANG-ORANG YAHUDI MEMELIHARA HARI-HARI UPACARA DAN HARI-HARI RAYA ITU UNTUK TUHAN, MAKA SETELAH MEREKA MENJADI ORANG KRISTEN, MASIH BANYAK DARI MEREKA YANG TETAP MELANJUTKAN TRADISI MEMELIHARA HARI-HARI UPACARA DAN HARI-HARI RAYA ITU WALAUPUN SEBENARNYA SEMUA HARI RAYA DAN HARI UPACARA ITU SUDAH BERAKHIR FUNGSINYA KETIKA YESUS, DOMBA ALLAH YANG SEJATI, MENGGENAPI SEMUA UPACARA BAIT SUCI MEREKA.
NAH, ORANG-ORANG YUNANI YANG MELIHAT REKAN SEIMAN MEREKA DARI KETURUNAN YAHUDI MASIH SUKA MEMELIHARA HARI-HARI UPACARA YANG SEBENARNYA SUDAH TIDAK BERFUNGSI LAGI ITU, TIDAK SENANG HATI DAN MENGHAKIMI MEREKA, DAN HAL ITU MENJADI SUMBER PERTENGKARAN DI ANTARA MEREKA.

Karena itulah Paulus menulis surat kepada gereja di Roma dan Korintus mengenai hal-hal yang dipertikaikan ini. Intinya, menurut Paulus, apa yang dilakukan orang-orang Yahudi itu toh bukan hal yang prinsipial, jika mereka masih ingin merayakan hari-hari itu karena sudah menjadi tradisi mereka, ya biarkan saja, toh mereka melakukannya untuk Tuhan, walaupun sebenarnya upacara-upacara itu sudah tidak berfungsi lagi, tapi itu bukan dosa. Jadi, kata Paulus, hal itu tidak usah dipermasalahkan di antara sesama saudara seiman.

Di Roma 14:5-6 Paulus sama sekali TIDAK berkata, hari perhentian hari ketujuh itu BOLEH digantikan oleh hari mana saja sesuka hati yang beribadah. Karena ayat ini sama sekali tidak bicara mengenai hari perhentian [sabat hari ketujuh].

Sedangkan Ibrani 4:9-11 KHUSUS BICARA TENTANG HARI  KETUJUH SEBAGAI HARI PERHENTIAN UMAT ALLAH. Artinya, pada hari itu umat Allah WAJIB BERHENTI DARI SEMUA PEKERJAAN SEHARI-HARINYA DAN MEMAKAI HARI ITU HANYA UNTUK MEMULIAKAN ALLAH.
Tuhan hanya menunjuk SATU hari saja dalam seminggu, yaitu hari KETUJUH, di mana manusia harus berhenti dari semua kesibukannya sendiri dan memakai hari itu SELURUHNYA UNTUK KEMULIAAN ALLAH. Tuhan tidak menyuruh manusia berhenti bekerja setiap hari, Tuhan tidak mengajar manusia menjadi pemalas. Tetapi hanya pada HARI KETUJUH itu saja manusia harus berhenti bekerja. Dan inilah yang ditulis Paulus di Ibrani 4:9-11

Sebenarnya manusia harus beribadah kepada Tuhan setiap hari, karena setiap hari Tuhan memelihara kita dengan memberi udara, oksigen, air, matahari, dan semua berkatNya. Tetapi hari-hari yang lain BUKAN HARI PERHENTIAN, enam hari yang lain itu diberikan Tuhan kepada manusia untuk dipakai mengerjakan semua urusan manusia sendiri.  Pada hari-hati itu manusia tidak disuruh berhenti bekerja. IBADAH PADA HARI-HARI YANG LAIN ITU TIDAK BOLEH MENGGANTIKAN IBADAH PADA HARI PERHENTIAN, karena hari perhentian sudah ditentukan oleh Tuhan yaitu HARI YANG KETUJUH.

Kita harus ingat baik-baik, di zaman para Rasul, tidak ada orang Kristen yang beribadah pada hari Minggu. 
Jadi Paulus pasti tidak menulis mengenai ibadah pada hari perhentian [sabat hari yang ketujuh] karena hal itu bukan masalah sama sekali.


IBADAH HARI MINGGU BARU DIMULAI KETIKA CONSTANTINE KAISAR ROMA PADA TANGGAL 7 MARET 321AD MENGELUARKAN PERINTAHNYA AGAR SEMUA ORANG KRISTEN BERHENTI BEKERJA PADA HARI MINGGU. PADA SAAT ITU HARI YANG KETUJUH DAN HARI YANG PERTAMA SAMA-SAMA MENJADI HARI IBADAH. TETAPI SETELAH KONSILI LAODEKIA TAHUN 336AD MERESMIKAN PENGGANTIAN HARI IBADAH ITU, KEPAUSAN “MEMINDAHKAN KESUCIAN HARI KETUJUH KE HARI PERTAMA” DAN MENCATATNYA SEBAGAI CANON LAW NO. XXIX, BARU SEJAK ITU SEMUA ORANG KRISTEN HANYA BOLEH BERIBADAH PADA HARI MINGGU.

Semoga renungan pada malam sabat hari ketujuh ini membawa berkat bagi semua.

26 Apr. 13


Tidak ada komentar:

Posting Komentar