Sabtu, 16 Oktober 2021

210. YANG KUDUS VERSUS YANG BIASA

 

210.  YANG KUDUS VS YANG BIASA

________________________________________________________________________________________________________

 

 

 

RUMUS:

 

1.   Hanya Allah yang berhak menetapkan mana yang kudus.

Kekudusan itu atribut Allah. Allah itu kudus. Karena itu Allah tahu apa yang kudus dan apa yang tidak. Jadi hanya Allah yang berhak menentukan apa yang kudus dan apa yang tidak.

2.   Manusia tidak berhak menentukan mana yang kudus.

Karena manusia sendiri tidak ada yang kudus, maka manusia tidak bisa tahu spesifikasi kudus itu apa. Alkitab berkata,

Roma 3:10, 23

                    10 seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.

23 karena semua orang telah berbuat dosa dan gagal mencapai  kemuliaan Allah.

Jadi manusia tidak layak menetapkan mana yang kudus. Tetapi manusia harus mengikuti ketetapan Allah tentang mana yang kudus.

3.   Apa yang sudah dikuduskan oleh Allah, tidak boleh dianggap biasa oleh manusia.

Sebaliknya apa yang biasa, tidak boleh dianggap kudus oleh manusia.

 

Jadi dengan rumus dasar ini kita harus mengatur perilaku kita, memelihara kekudusan segala yang ditetapkan Allah sebagai kudus, dan tidak menguduskan hal-hal yang dikuduskan oleh manusia.

 

Untuk membandingkannya mari kita lihat dua kisah.

 

Imamat 10:1-2

10:1     Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu dan mempersembahkan api biasa ke hadapan TUHAN, yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka.

10:2     Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN dan menghanguskan mereka dan mereka mati di hadapan TUHAN.

 

Kita tahu siapa Harun, dialah kakak Musa yang diangkat sebagai imam besar Israel yang pertama. Harun memilii 4 orang anak laki-laki yang semuanya juga ditahbiskan menjadi imam, termasuk Nadab dan Abihu.

Menjadi imam itu posisi yang sakral, karena pada masa itu Allah menyatakan kehadiranNya di atas Kemah Suci. Maka imam itu terlebih harus bisa membedakan mana yang sudah ditetapkan Allah sebagai kudus dan mana yang tidak kudus.

 

Jadi apa kesalahan Nadab dan Abihu?

Mereka memakai api biasa untuk dipersembahkan kepada Allah.

Sesuatu yang biasa, yang tidak kudus dipersembahkan kepada Allah yang sudah menentukan harus memakai api yang kudus.

 

 

Kalau kita baca ayat 9 dan 10 kita tahu mengapa Nadab dan Abihu melakukan dosa itu.

 

10:9       Janganlah engkau minum anggur atau minuman yang memabukkan, engkau serta anak-anak laki-lakimu, bila engkau masuk ke dalam Kemah Pertemuan, atau engkau mati. Itulah menjadi suatu ketetapan untuk selamanya bagi keturunanmu.

10:10     supaya engkau bisa MEMBEDAKAN ANTARA YANG KUDUS DENGAN YANG TIDAK KUDUS, antara yang najis dengan yang tidak najis,

 

Mereka ternyata mabuk, sehingga tidak bisa berpikir dengan jelas. Mereka telah mengambil sembarang api, api yang biasa, bukan api kudus yang berasal dari Allah. Dan mereka memakai api biasa itu untuk perbaraannya, dan mempersembahkannya kepada Allah.

Bukankah api sama apinya?

Ternyata di pemandangan Allah, itu beda. Api yang kudus yang berasal dari DiriNya, tidak bisa disejajarkan dengan api biasa yang dibuat manusia.

Dan akibat tidak membuat perbedaan itu, akibat tidak menghormati perbedaan yang sudah ditetapkan Allah, Nadab dan Abihu mati hangus.

 

Nah, hari ini Allah tidak segera menjatuhkan hukuman, tetapi tidak berarti kita tidak usah membedakan antara yang kudus dengan yang biasa. Allah itu tetap sama, kemarin, besok, dan hari ini. Yang dosa 4000 tahun yang lalu, tetap dosa sampai sekarang. Hanya penghukumannya baru diberikan nanti setelah turunnya Yerusalem Baru.

 

Maka hari ini jika kita mempersembahkan sesuatu yang biasa, yang tidak kudus kepada Allah, kita sama dengan Nadab dan Abihu. Apa misalnya?

IBADAH.

 

Allah tetalh menentukan hari yang ketujuh adalah Sabat Tuhan Allah. Bukan Sabat orang Yahudi, tetapi Sabat Tuhan Allah! Jangan salah. Dan hari ketujuh adalah dari saat matahari terbenam pada hari Jumat hingga matahari terbenam hari Sabtu.

 

Allah telah menentukan hari yang ketujuh ini HARI YANG KUDUS. Satu-satunya hari dari tujuh hari seminggu yang ditetapkan Allah sebagai hari yang kudus. Tidak ada hari yang lain. Baik itu hari kelahiran Yesus, atau hari kematianNya, atau hari kebangkitanNya, atau hari kenaikanNya ke Surga, atau hari apa pun, mana pun dalam sejarah yang pernah ditetapkan Allah sebagai hari yang kudus selain HARI YANG KETUJUH setiap minggu.

Sejak Penciptaan dunia ini, Allah menetapkan hari ketujuh sebagai hari yang kudus.

 

Kejadian 2:2-3

2:2         Dan pada hari ketujuh Allah mengakhiri pekerjaanNya yang telah dibuatNya, dan  Ia berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

2:3         Lalu ALLAH MEMBERKATI HARI KETUJUH ITU DAN MENGUDUSKANNYA, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

 

Berarti, hari-hari yang lain itu BUKAN HARI KUDUS di pemandangan Allah.

 

 

Nah, orang Kristen telah mempersembahkan ibadah kepada Allah pada hari yang tidak dikuduskan Allah. Orang Kristen yang tahu isi 10 Perintah Allah, yang tahu bahwa itulah “Hukum Allah, tumpuan takhta Allah,” (Mazmur 89:14) dengan sengaja memakai hari yang biasa dan mempersembahkannya kepada Allah seolah-olah itu hari yang kudus. Ini sama dengan apa yang dilakukan Nadab dan Abihu.

·       Orang Kristen mengatakan saya tidak tahu hari ketujuh itu kudus.

Bukan alasan. Kenapa tidak belajar Firman Allah? Sekarang Firman Allah bisa diakses online-offline, dalam bentuk buku, dalam bentuk aplikasi, dalam segala bahasa. Kenapa tidak dipelajari? Karena tertulis jelas di sana bahwa hari ketujuh adalah Sabat Tuhan Allahmu.

·       Orang Kristen mengatakan semua hari itu sama.

Mungkin Nadab dan Abihu juga mengatakan semua api itu sama. Tapi ternyata bagi Allah tidak sama!

·       Orang Kristen mengatakan hari Minggu itu hari libur jadi cocok untuk ibadah. Hari lain saya bekerja.

Nadab dan Abihu mungkin juga mengatakan ini ada api dekat di sini kenapa harus repot-repot memakai api dari Allah? Tapi Allah minta peraturanNya yang spesifik yang dituruti. Apakah Allah tidak akan memelihara kita jika kita memelihara HukumNya? Ikut Kristus harus siap menyangkal diri, mengangkat salib, baru bisa ikut. Kalau cuma mau enak, tidak layak jadi pengikut Kristus. (Lukas 9:23- baca itu).

·       Orang Kristen mengatakan Yesus bangkit pada hari Minggu, jadi kita ibadah pada hari Minggu.

Tapi Allah tidak menentukan hariNya yang kudus berdasarkan kapan Yesus bangkit. Allah sudah menetapkan hari ketujuh sebagai Hari Sabat Tuhan Allah saat Penciptaan, 4000 tahun sebelum Yesus bangkit.

·       Orang Kristen mengatakan gereja saya ibadahnya hari Minggu.

Ya carilah gereja lain yang beribadah pada hari Sabat yang telah ditetapkan Allah. Untuk apa ikut gereja yang nyata-nyata melanggar Hukum Allah? Bahaya sekali. Yang punya Surga itu Allah, bukan gereja. Gereja tidak bisa menjamin kita selamat. Keselamatan hanya datang dari Allah. Yang memimpin gereja saja tidak bisa menjamin dirinya sendiri selamat, apalagi menjamin orang lain. Tapi Allah bisa menjamin.

·       Orang Kristen mengatakan mayoritas orang Kristen seluruh dunia ibadah pada hari Minggu. Tidak mungkin Allah akan menghukum semuanya. Kan habis umat Allah.

Ingat air bah di zaman Nuh menenggelamkan seluruh dunia dan hanya menyisakan 8 orang? Kalau Allah tidak menyayangkan dunia pra-air bah, apa Allah akan menyayangkan dunia zaman ini? Silakan baca Wahyu 20:8, mereka yang tidak selamat banyaknya ibarat pasir di laut. Pasir segenggam saja tidak bisa kita hitung, apalagi pasir di laut! Jadi yang bakal tidak selamat itu banyak sekali, jangan sampai kita masuk kelompok itu.

 

 

MAKA BILA KITA BERIBADAH PADA HARI LAIN YANG BUKAN HARI KETUJUH YANG SUDAH DIKUDUSKAN ALLAH, MAKA KITA SAMA DENGAN NADAB DAN ABIHU, KITA SUDAH MEMPERSEMBAHKAN SESUATU YANG BIASA KEPADA ALLAH, PADAHAL YANG DIMINTA ALLAH ADALAH SESUATU YANG KUDUS.

 

 

 

Sekarang marilah kita lihat kisah yang satu lagi.

 

Daniel 5

5:1         Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur.

5:2         Sementara dia minum anggur,  Belsyazar menitahkan orang untuk membawa bejana-bejana dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci  yang ada di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isterinya dan para gundiknya boleh minum dari bejana-bejana itu.

5:3         Kemudian dibawalah bejana-bejana dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah yang ada di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isterinya dan para gundiknya   minum dari bejana-bejana itu.

5:30        Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu.

 

 

Jadi apa yang dilakukan Belsyazar? Dia memakai peralatan  bejana-bejana kudus  Bait Suci yang berasal dari Yerusalem, yang dulu diambil Nebukadnezar, untuk dipakai minum-minum oleh dirinya, para istri dan gundiknya dan para pembesarnya. Semua peralatan Bait Suci itu kudus karena dipakai untuk mempersembahkan persembahan kepada Allah. Tapi lagi-lagi karena mabuk, Belsyazar tidak bisa membedakan lagi mana yang kudus dan mana yang biasa. Bejana-bejana yang kudus dipakainya sebagai cawan biasa padahal pasti dia punya banyak bejana, cawan, dan gelas yang lain.

 

 

Maka hari ini, apa yang kita lakukan yang sama seperti perbuatan Belsyazar?

Bila kita memakai hari ketujuh, SABAT TUHAN ALLAH yang kudus yang seharusnya untuk ibadah, tetapi kita pakai sebagai hari biasa. Hari Ketujuh yang telah dikuduskan oleh Allah, dan seharusnya khusus dipakai untuk segala yang berkaitan dengan ibadah dan kemuliaan Allah, kita pakai untuk menyelesaikan semua urusan kita sendiri. Maka kita sama dengan Belsyazar.

Sabat Hari Ketujuh adalah hari milik Allah, karena itu dia kudus, sama dengan Allah, maka hari itu tidak boleh dipakai untuk segala urusan duniawi kita sehari-hari. Kita sudah diberi Allah 6 hari yang lain, dari hari Minggu hingga hari Jumat untuk menyelesaikan semua urusan kita sendiri. Seperti Belsyazar sudah diberi kekayaan Allah untuk bisa beli segala macam bejana, cawan dan gelas yang model apa saja. Tapi kok ya dia masih ingin memakai yang punya Allah? Allah menuntut dari kita, supaya pada hari yang ketujuh itu kita memelihara kekudusan hari tersebut dengan mempersembahkan seluruh hari itu (24 jam lamanya, dari matahari terbenam hingga matahari terbenam) kepada Allah dan kemuliaanNya.

Jika kita langgar,  jangan mengira nasib kita nanti tidak akan seperti Belsyazar.

 

 

BILA KITA MEMAKAI HARI KETUJUH UNTUK SEGALA URUSAN KITA SENDIRI, KITA TELAH MENAJISKAN HARI MILIK ALLAH YANG KUDUS. HARI KETUJUH HANYA BOLEH DIPAKAI UNTUK KEMULIAAN ALLAH KARENA ITU HARI MILIK ALLAH, BUKAN MILIK KITA. JIKA KITA LANGGAR, KITA SAMA DENGAN BELSYAZAR

 

Jadi,

·       Jangan kita meremehkan hari ketujuh.

Jangan kita memperlakukan itu sebagai sembarang hari. Jangan kita pakai hari ketujuh ini untuk segala keperluan kita sendiri. Itu adalah hari yang kudus. Kalau kita abaikan, kelak kita akan bernasib seperti Belsyazar.

·       Juga jangan memakai hari lain yang tidak kudus untuk menggantikan fungsi hari ketujuh. Allah tidak menerima itu karena hari biasa itu milik manusia. Tidak sederajat dengan hari ketujuh yang telah dikuduskan Allah. Kalau kita tetap memaksakan kehendak kita, maka kita akan seperti Nadab dan Abihu.

 

 

Allah bahkan telah memberikan perintah yang istimewa sehubungan dengan hari ketujuh ini.

 

Keluaran 20

8            INGATLAH hari Sabat, peliharalah agar tetap kudus:

11          Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya,  dan Ia berhenti bekerja pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan MENGUDUSKANNYA.

 

Jadi ini satu-satunya Perintah dari seluruh 10 Perintah Allah yang dimulai dengan kata “INGAT”. Jadi Allah sudah menyuruh kita untuk INGAT, JANGAN LUPA, PELIHARALAH HARI SABAT (HARI KETUJUH) AGAR TETAP KUDUS!

Jadi apakah memelihara kekudusan hari ketujuh ini penting bagi Allah? Sangat penting. Karena ini adalah hari yang sudah dikuduskan Allah.

 

 

Ujian yang terakhir bagi manusia adalah ujian ini, memelihara kekudusan Sabat Hari Ketujuh atau tidak.

Perintah untuk memelihara kekudusan Sabat Hari Ketujuh itu berasal dari Allah. Jika kita mematuhinya, berarti kita menghormati autoritas Allah sebagai Pencipta dan Penebus kita.

Sedangkan perintah memakai hari Minggu sebagai ganti Sabat Hari Ketujuh itu berasal dari manusia, bukan dari Allah, tidak ada dalam Firman Allah. Jadi sesungguhnya perintah ini tidak sah karena tidak berasal dari Allah.

Jika kita memang sungguh-sungguh mau menjadi pengikut Kristus, kita harus membuat pilihan yang tepat. Kalau kita salah pilih, kita akan berakhir jadi Nadab dan Abihu, atau Belsyazar.

Kisah-kisah ini ditulis demi kepentingan kita. Allah mau kita tahu apa akibatnya bagi mereka yang salah pilih.

Semoga kita semua merenungkan dan memikirnya dengan sungguh-sungguh. Sudah siapkah kita mempertaruhkan keselamatan kita, masa depan kita, kepada pilihan yang salah?

 

 

 

 

 

 

 

17 10 21

 

 

Senin, 02 Agustus 2021

209. MENURUT NUBUATAN TAHUN BERAPA YESUS DISALIBKAN?

209MENURUT NUBUATAN

TAHUN BERAPA YESUS DISALIBKAN?

________________________________________________________________________________________________________

 

 

Pelajar-pelajar Alkitab umumnya hanya tahu Yesus disalibkan pada hari Jumat, hari ke-14 bulan Nisan, pukul 9 pagi disalibkan, dan mati pukul 3 siang. Persis bersamaan Perayaan Passah tahun itu. Tahunnya yang banyak orang tidak tahu persis. Rancu.

Tetapi menurut nubuatan di kitab Daniel, tahun kematian Yesus sudah dinubuatkan.

 

 

Kalau kita cek di Google, yang kita peroleh ini:

https://www.researchgate.net/figure/The-date-of-Nisan-14-in-Jerusalem-AD-26-36_tbl1_265114769

 

Table 1 - uploaded by Colin Humphreys

 


 Ini adalah KALENDER ASTRONOMI.

Karena sudah lewat 2000 tahun, tidak ada kalender fisik dari abad pertama, maka yang bisa mereka buat adalah menghitung dengan komputer berdasarkan faktor astronomi.

Maka menurut penghitungan komputer berdasarkan faktor astronomi, 14 Nisan yang kita tahu harus jatuh hari Jumat, menurut skema di atas ada di tahun 30 atau 33. Berarti menurut penghitungan saintifik, Yesus mati tahun 30 AD atau tahun 33 AD.

Tetapi nubuatan Alkitab menyatakan bahwa Yesus mati tahun 31 AD di musim semi. Nanti akan kita lihat nubuatan itu.

Jadi bagaimana kita membuat selaras kedua hal ini?

Aku cari-cari di Google di mana bisa diperoleh penjelasan tentang ini, karena aku yakin nubuatan Alkitab tidak mungkin salah.  Harus ada alasannya mengapa tidak klop dengan penghitung saintifiknya.

Lalu aku menemukan tulisan di link ini

https://clearbibleanswers.org/books-michael-pedrin/lunar-sabbath-the-big-lie/93-ad-31-and-the-friday-crucifixion-lunar-sabbath.html?showall=1

 

Dan aku mendapatkan jawabannya.

Bagi yang bisa membaca pembahasan Michael Pedrin ini, silakan buka link itu dan baca sendiri karena isinya banyak.

Aku tidak akan menerjemahkan seluruh tulisan itu, tapi hanya memberikan poin-poin yang paling relevan di sini.

Tulisan situs Clear Bible Answers ini memberikan penjelasan yang mendukung Yesus mati benar pada tahun 31 AD dan mengapa apa perbedaan dengan penghitungan komputer yang hanya berdasarkan faktor astronomi.

  

Pembuat skema di atas memberikan keterang sbb:

Astronomical calculations have been used to reconstruct the Jewish calendar in the first century AD and to date a lunar eclipse that biblical and other references suggest followed the Crucifixion.” (THE JEWISH CALENDAR, A LUNAR ECLIPSE AND THE DATE OF CHRIST’S CRUCIFIXION ~ Colin J. Humphreys and W.G. Waddington Summary)

“Kalkulasi astronomi telah dipakai untuk merekonstruksi kalendar Yahudi abad pertama Masehi…”

 

Ini bagian pentingnya.

Jadi skema ini adalah hasil kalkulasi astronomi, bukan berdasarkan catatan sejarah aktual yang terjadi di zaman itu. Ini poin pertama yang penting.

 

Poin kedua yang penting ialah dari tulisan Michael Pedrin, cuplikan dari link yang aku sebutkan di atas:

“But let us not forget that the ancient Israelites did not have the advance of scientific knowledge that we have today. They were not going by astronomical new moons and astronomical full moons. They were going by the new moon and full moon visible to the naked eye…”

“Tetapi jangan lupa bahwa bangsa Israel kuno tidak memiliki pengetahuan saintifik canggih yang kita miliki hari ini. Mereka tidak mendasarkan bulan baru atau bulan purnama pada hasil penghitungan astronomi. Mereka memperhitungkan bulan baru dan bulan purnama berdasarkan apa yang tampak oleh mata telanjang…”

 

Dengan demikian, hasil yang ditentukan oleh kalkulasi astronomi dengan menggunakan komputer menjadi wajar kalau berbeda dengan kondisi di abad pertama, di mana orang Israel menentukannya berdasarkan apa yang mereka lihat menggunakan mata telanjang mereka.

 

Sekarang mari kita lihat dulu apa kata nubuatan Daniel. Ini adalah nubuatan yang sekarang dikenal dengan sebutan “Nubutan 70 Minggu”. Alkitab lama menyebutnya “Nubuatan 70 Sabat”.

Tidak ada kaitannya dengan hari Minggu (hari pertama) atau hari Sabat (hari ketujuh), dalam bahasa Inggris ini adalah kata “week” yang artinya 7 hari. Jadi di sini  1 sabat = 7 hari, 1 minggu = 7 hari = 1 week.

 

Ayat-ayat di sini semuanya terjemahan dari KJV/NKJV yang diindonesiakan, karena terjemahan LAI sangat sulit dipahami.

 

 

Daniel pasal 9

24      Tujuh puluh kali tujuh hari telah ditetapkan bagi bangsamu dan bagi kotamu yang kudus untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk membuat rekonsiliasi/memperbaiki hubungan yang rusak akibat dosa, untuk mendatangkan keadilan/kebenaran yang kekal, untuk mengakhiri penglihatan dan nubuat, dan untuk mengurapi yang maha kudus.”

25      Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat titah itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali hingga Mesias, Pangeran itu, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa; kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. 

 

26      Sesudah keenam puluh dua kali tujuh hari itu akan dipotong  seorang yang telah diurapi [Mesias], tetapi bukan karena dirinya sendiri.  Dan rakyat Pangeran yang bakal datang itu akan memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi akhir darinya (= dari kota dan tempat kudus itu) akan dengan air bah dan hingga akhir dari peperangan itu, penelantaran-penelantaran telah ditetapkan. 

 

27      lalu Pangeran itu akan membuat suatu perjanjian yang kuat dengan banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh hari itu Ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban persembahan. Dan karena melebarnya kekejian seperti sayap yang direntangkan, Ia akan membuatnya terlantar, bahkan hingga seluruhnya selesai; dan apa yang sudah ditentukan, akan dicurahkan ke atas yang ditelantarkan.” (KJV)

        

Ini nubuatan yang kompleks dan adalah bagian pertama dari nubuatan yang lebih panjang yang berakhir di tahun 1844.

Karena itu sangat relevan kita bisa membuktikan Yesus betul mati tahun 31 AD, karena kalau itu salah, berarti penghitungan selanjutnya hingga 1844 salah semua.

Di sini kita tidak akan membahas seluruh nubuatan sampai 1844, tetapi hanya bangian 70 minggunya saja.

 

Pertama kita harus memakai rumus, 1 hari nubuatan = 1 tahun literal.

Jadi bila kita bicara tentang nubuatan yang berkaitan dengan waktu, maka berlaku rumus 1 hari nubuatan = 1 tahun literal.

 

“…Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.” (Yehez. 4:6)

 

“Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu:” (Bil. 14:34).

 

 

 

Ayat 24

Tujuh puluh kali tujuh hari telah ditetapkan bagi bangsamu dan bagi kotamu yang kudus untuk…”

Bahasa aslinya ialah “70 minggu (70 weeks – KJV) telah ditetapkan…”

Kita tahu 1 minggu ada berapa hari? 7 hari.

Maka 70 minggu ada berapa hari? 70 x 7 hari = 490 hari

Karena ini adalah nubuatan, maka berlaku rumus 1 hari nubuatan = 1 tahun literal.

Jadi 490 hari nubuatan = 490 tahun literal.

 

Di Alkitab LAI, entah mengapa dipakai kata “masa” untuk “hari”, sehingga dikatakan Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan bagi bangsamu dan bagi kotamu yang kudus untuk…” sebenarnya terjemahan yang lebih tepat ialah Tujuh puluh kali tujuh hari telah ditetapkan bagi bangsamu dan bagi kotamu yang kudus untuk…”

Dengan memakai kata “masa” itu membingungkan, karena tidak diketahui “masa” itu berapa lama. Padahal aslinya yang dimaksud adalah “hari”.

Nah, jadi kita tahu, selanjutnya di perikop ini yang tertulis “masa” di terjemahan LAI, aku ganti “hari” supaya lebih jelas.

 

Jadi 70 x 7 masa = 70 x 7 hari = 490 hari nubuatan = 490 tahun literal.

Waktu itu ditetapkan bagi “bangsamu” (bangsa Daniel) berarti bangsa Israel karena Daniel itu orang Israel.

“bagi kotamu”, kota mana? Kota bangsa Israel ialah Yerusalem.

 

“…untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk  membuat rekonsiliasi/ memperbaiki hubungan yang rusak akibat dosa, untuk mendatangkan keadilan/ kebenaran yang kekal…”

Semua pelajar Alkitab pasti mengenali ini bicara tentang Yesus, tentang pekerjaan penebusanNya.

Kedatangan Yesus melenyapkan kefasikan, Yesus membuktikan dengan kehidupanNya yang tidak pernah berbuat dosa, maka kefasikan bisa dilenyapkan. Yesus memberikan contoh dan memberikan kemampuan kepada manusia bagaimana kita bisa hidup kudus seperti Dia.

Kematian Yesus di salib mengakhiri kuasa dosa karena akibat dosa itu maut, tetapi dengan kebangkitan Yesus, maut sudah dikalahkan.

Kematian Yesus juga membuat pendamaian atau rekonsiliasi dan memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan yang rusak akibat dosa.

Dan dengan demikian dicapailah keadilan/kebenaran yang kekal.

 

“…untuk mengakhiri penglihatan dan nubuat…”

Penglihatan (vision) dan nubuat berhubungan dengan apa? Dengan kenabian. Yang bisa melihat ke depan dan bernubuat adalah nabi. Jadi ini artinya, kenabian akan berakhir, setelah ini bangsa Israel tidak akan diberkati dengan kehadiran nabi-nabi lagi.

Siapa nabi terakhir bagi bangsa Israel? Stefanus, yang mati dirajam di tahun 34 AD.

Jadi ayat 24 ini membawa kita dari zaman Daniel hingga ke tahun 34 AD. Pada tahun 34 AD Stefanus dirajam sampai mati. Sebelumnya dia berkhotbah panjang lebar tentang sejarah Israel. (Kisah 6 dan 7). Setelah kematian Stefanus, terjadilah penganiayaan hebat terhadap orang-orang Kristen mula-mula di Yerusalem maka banyak dari mereka pun melarikan diri ke Yudea dan Samaria dan ke tempat-tempat lain. (Kisah 8:1). Dengan demikian itu melambangkan dibukanya penginjilan kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. Kematian Stefanus mengakhiri kedudukan bangsa Israel sebagai bangsa pilihanBerakhirlah 490 tahun yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel untuk mempertahankan kedudukan mereka sebagai bangsa pilihan. Setelah mereka membunuh Yesus, Tuhan masih memberi mereka waktu tiga setengah tahun lagi dan para rasul terus menginjil untuk menyampaikan bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi ketika mereka membunuh Stefanus di tahun 34 AD, habislah waktu yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sejak itu penginjilan dibuka ke seluruh bangsa.

“…untuk mengurapi yang maha kudus…”

“Yang mahakudus” di sini adalah Bait Suci. Kapan ini terjadi? Ketika Yesus kembali ke Surga di tahun 31 AD, Dia memasuki fase pelayananNya di Bilik Kudus, dan Yesus diurapi sebagai Imam Besar. Pada waktu itu Bait Suci juga diurapi. Baca Wahyu pasal 4 dan 5 untuk melihat pentahbisan Yesus.

   

Ayat 25

“Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat titah itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali … kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan…” 

Sekarang malaikat Gabriel yang bicara kepada Daniel memberikan titik mula, dari mana ke 70 x 7 hari itu harus dihitung. Dia bilang  “dari saat titah itu keluar”.  Titah siapa? Titah yang mana?  Dijelaskan di sini titah itu untuk memulihkan Yerusalem, Yerusalem akan dibangun kembali.

Maka kita cari di Alkitab titah yang mana itu. Sebelumnya tentunya kita harus tahu nubuat ini diberikan kapan? Kalau kita baca kitab Daniel, kita tahu bahwa nubuat ini diberikan di zaman Medo-Persia. Berarti kita harus mencari dari antara raja-raja Medo-Persia siapa yang mengeluarkan titah untuk membangun dan memulihkan Yerusalem.

Kita dapati pada tahun ke-7 pemerintahan Raja Arthasasta Longimanus yaitu tahun 457 BC musim gugur (Ezra 7:1-26,4:11-13; Nehemia 2:1-7) keluar titah bukan saja untuk membangun Kota Yerusalem, tetapi Nabi Ezra diberi wewenang penuh untuk menetapkan undang-undang bangsa Israrel sendiri, mengangkat pejabat dan hakim-hakim, bahkan menjatuhkan hukuman mati; dengan kata lain wewenang penuh untuk memulihkan Negara Yahudi, baik secara sipil maupun secara agamis sesuai hukum-hukum Tuhan dan kebudayaan mereka (baca Ezra pasal 7) Walaupun dikatakan bahwa pembangunan itu tidak mudah, melainkan di tengah-tengah kesulitan, tetapi akhirnya toh selesai.

Berarti hitungan 490 tahun ini dimulai di tahun 457 BC musim gugur. Nah, tahun 457 BC + 490 tahun  berarti berakhir tahun berapa? Tahun 34 AD. (Ingat tidak ada tahun 0 ya)

 

“…hingga Mesias, Pangeran itu, ada tujuh kali tujuh hari; dan enam puluh dua kali tujuh hari…”

Kita lihat keterangan waktunya dulu. Di sini ada dua masa:

(1)   ada 7 x 7 hari =     49 hari nubuatan =   49 tahun literal (periode 1)

(2)   dan 62 x 7 hari  = 434 hari nubuatan = 434 tahun literal(periode 2)

                                             Total    =    483 tahun literal

Mengapa dibagi dua?

Karena nubuatan ini mau menjelaskan bahwa 49 tahun yang pertama itulah lamanya waktu untuk menyelesaikan seluruh pembangunan Yerusalem, dari pembangunan Bait Allah dan kotanya, gedung-gedung, jalan-jalan, dinding-dinding, rumah-rumah, menetapakan pemerintahannya, sistem agamanya, sistem administrasinya, dll.

49 tahun setelah tahun 457 BC ialah tahun 408 BC. Berarti Yerusalem dan seluruh administrasinya sudah selesai dibangun kembali pada tahun 408 BC musim gugur.

 

Nah, setelah itu, setelah tahun 408 BC, masih ada 62 x 7 hari = 434 hari nubuatan = 434 tahun literal “hingga Messias.” Tidak ada keterangan apa yang terjadi selama 434 tahun ini. Hanya dikatakan bahwa setelah 49 tahun ada 434 tahun, lalu peristiwa penting yang berikutnya terjadi berkaitan dengan Mesias.

Maka akhir 434 tahun itu jatuh di tahun berapa? 408 BC musim gugur + 434 tahun = tahun 27 AD musim gugur. (Ingat tidak ada tahun 0)

Apa yang terjadi di tahun 27 AD?

Ayat ini mengatakan “…hingga Mesias, Pangeran itu…” berarti Mesias, Pangeran itu muncul di tahun 27 AD musim gugur, kan?

“Mesias” itu apa artinya? “Yang Diurapi”.

“Pangeran” (the Prince) ini siapa? Jelas semua tahu itu Yesus.

Jadi pada tahun 27 AD musim gugur itu Yesus, Sang Pangeran, menjadi Mesias, menjadi Yang Diurapi. Bicara tentang apa itu? Pembaptisan Yesus di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis!

Sebelum Yesus memulai pelayananNya, Dia harus diurapi dulu, Allah menyatakan di hadapan banyak orang bahwa “Inilah Anakku yang Kukasihi, kepadaNya Aku berkenan” (Mat. 3:17), dan Roh Kudus dalam bentuk burung merpati turun di atas Yesus, dengan demikian dinyatakan secara resmi bahwa Yesus inilah Mesias yang ditunggu-tunggu Israel.

 

 

 

Ayat 26

Ayat ini terbagi dalam dua bagian.

Bagian pertama bicara tentang 7 tahun yang terakhir dari Nubuatan 70 Minggu ini.

“Sesudah keenam puluh dua kali tujuh hari itu, akan dipotong  seorang yang telah diurapi [Mesias], …”

Kita sudah tahu “sesudah 62 x 7 hari” itu berarti sesudah tahun 27 AD. Perhatikan ini tidak berkata “pada akhir 62 x 7 hari”, atau “tepat pada 62 x 7 hari” tetapi ini memakai kata “sesudah”, berarti ini bicara tentang masa SESUDAH TAHUN 27 AD. Tahun berapa? Belum disebutkan di sini, pokoknya itu harus terjadi setelah tahun 27 AD, bukan sebelumnya.

Apa yang pertama dikatakan akan terjadi?

“…akan dipotong  seorang yang telah diurapi [Mesias]…” Siapa yang dipotong? “Seorang yang telah diurapi” atau Mesias. Kalau seorang “dipotong” itu artinya apa? Dibunuh.

Berarti sesudah tahun 27 AD Mesias akan dibunuh. Di ayat ini belum disebutkan persisnya kapan Mesias akan dibunuh, tapi pasti itu terjadi sesudah tahun 27 AD, bukan sebelumnya.

 

“…tetapi bukan karena dirinya sendiri…

lalu diberikan keterangan, Mesias itu tidak dibunuh karena kesalahanNya sendiri, bukan karena Dia sendiri, dan bukan demi Dia sendiri. Berarti Mesias ini dibunuh karena orang lain, demi orang lain.

Jelas sekali kan? Kita tahu Yesus mati bukan untuk DiriNya Sendiri, melainkan demi kita.

 

“…Dan rakyat Pangeran yang bakal datang itu akan memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi akhir darinya (= akhir dari kota dan tempat kudus itu) akan dengan air bah dan hingga akhir dari peperangan itu, penelantaran-penelantaran telah ditetapkan.”

Nah, ini adalah bagian yang kedua. Bagian ini bicara tentang hal yang akan terjadi jauh ke depan, ke hampir 40 tahun setelah bagian pertamanya. Bagian ini mengatakan karena perbuatan bangsa Yahudi di bagian yang pertama, maka bagian yang kedua ini yang akan terjadi pada mereka.

Ini adalah peristiwa hancurnya kota Yerusalem dan Bait Allahnya oleh tentara Roma pada tahun 70 AD.

Amaran ini diberikan di sini supaya manusia tahu,  bahwa pemusnahan Yerusalem di tahun 70 AD adalah akibat perbuatan “rakyat Pangeran” itu sendiri,  yaitu orang-orang Yahudi yang di hadapan Pilatus berteriak “Salibkan Dia! Biarlah darahNya ditanggungkan ke atas kami dan anak-anak kami!” (Mat 27:25). Karena perbuatan mereka di minggu yang terakhir dari Nubuatan 70 Minggu inilah Tuhan menetapkan kota Yerusalem dan Bait Allahnya akan musnah dihancurkan tentara Roma di tahun 70 AD. Jadi Yerusalem hancur gara-gara orang Yahudi sendiri. Mereka dihukum Tuhan, sehingga Tuhan mengizinkan tentara Roma menghancurkan mereka. Tuhan mencabut perlindunganNya dari mereka.

Kita melihat kata “air bah”, air bah atau banyak air, itu selalu melambangkan banyak orang yang adalah musuh-musuh umat Allah (Wah. 17:15). Jadi Yerusalem dikepung oleh musuh-musuh umat Allah, dalam hal ini oleh tentara Roma.

“…peperangan…penelantaran-penelantaran telah ditetapkan.Ingat istilah “kekejian yang mengakibatkan penelantaran” (Mat. 24:15, Mark. 13:14, Luk. 21:20)? Inilah itu. Karena dosa orang Yahudi, maka Yerusalem ditelantarkan oleh Tuhan. Tuhan menarik DiriNya dari Yerusalem, dan dari Bait Sucinya. Jadi seluruh Yerusalem akan musnah di tangan tentara Roma. Inilah hukuman Allah kepada Yerusalem karena perbuatan yang mereka lakukan (membunuh Mesias) dalam kurun waktu minggu yang terakhir Nubuatan 70 Minggu ini.

 

 

 

Ayat 27

“lalu Pangeran itu akan membuat suatu perjanjian yang kuat dengan banyak orang selama satu kali tujuh hari…”

Pada awal nubuatan ini kita diberitahu bahwa 70 x 7 hari atau 490 tahun telah ditentukan bagi bangsa Yahudi, kan?

Sudah berapa tahun yang kita lewati? Sudah 7 x 7 hari + 62 x 7 hari, kan? Berarti sudah 69 x 7 hari  = 483 hari nubuatan atau 483 tahun literal, yang jatuh di tahun 27 AD, iya kan?

Berarti masih tersisa berapa tahun dari aslinya 490 tahun?  490-483 = sisa 7 tahun.

Nah, ayat 27 ini bicara tentang 7 tahun yang terakhir ini, atau minggu nubuatan yang terakhir.

“…satu kali tujuh hari…” 7 hari berarti berapa tahun? 7 tahun, kan? Inilah tujuh tahun yang terakhir yang ditetapkan bagi bangsa Yahudi, yaitu dari 27 AD musim gugur hingga 34 AD musim gugur.

 

 

 “…Pangeran itu akan membuat suatu perjanjian yang kuat dengan banyak orang…”

Perjanjian kuat apa?  Ingat pada awal pelayananNya, Yesus pernah berkata bahwa Dia diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel? (Matius 15:24). Itulah perjanjian kuat tersebut, perjanjian Allah dengan bangsa Israel. Jadi sampai tahun 34 AD, bangsa Israel punya prioritas utama, mereka adalah bangsa pilihan, umat pilihan.

Bahkan sampai setelah Yesus disalibkan pun status mereka sebagai bangsa pilihan belum dicabut, Tuhan masih berusaha merangkul mereka, memberi mereka kesempatan terakhir, tiga setengah tahun yang terakhir. Tuhan memberi mereka waktu 490 tahun  sejak mereka pulang dari penawanan dari Babilon/Medo-Persia, untuk menyadari status istimewa mereka, untuk mengasihi Tuhan, untuk setia kepada Tuhan. Akhirnya kesabaran Tuhan ada batasnya. Bagi bangsa Israel itu 490 tahun setelah mereka kembali dari penawanan.

 

“Pada pertengahan tujuh hari itu Ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban persembahan…”

Pertengahan tujuh hari itu berapa tahun? Tiga setengah tahun.

Kita sudah tahu bahwa tujuh tahun yang terakhir dimulai di musim gugur tahun 27 AD, maka tiga setengah tahun kemudian itu tahun berapa? Tahun 31 AD musim semi.

Apa yang terjadi pada tahun 31 AD musim semi?

“Ia akan menghentikan”, siapa “Ia” ini? Ya “Pangeran” yang disebutkan di ayat ini. Dengan kata lain Yesus.

“…menghentikan korban sembelihan dan korban persembahan…” artinya apa? Artinya Yesus disalibkan.

Jadi menurut nubuatan ini Yesus harus disalibkan tahun 31 AD.

Kita tahu bahwa Yesus adalah Domba Allah yang sejati. Selama ribuan tahun upacara-upacara kurban melambangkan Yesus yang suatu hari akan datang dan menggenapi makna upacara-upacara itu. Karena Yesus adalah Domba Allah yang sejati, sedangkan hewan-hewan kurban hanyalah simbolnya, maka ketika Yesus disalibkan, tirai Bait Allah robek dari atas ke bawah (Mat. 27:51) menandakan bahwa sejak saat itu tidak perlu lagi segala upacara persembahan kurban, karena yang Asli sudah dikurbankan di salib. Inilah “…menghentikan korban sembelihan dan korban persembahan…”

Jadi ayat ini jelas mengatakan bahwa sejak penyaliban Yesus, tidak perlu lagi ada upacara persembahan kurban.

 

“Dan karena melebarnya kekejian seperti sayap yang direntangkan, Ia akan membuatnya terlantar, bahkan hingga seluruhnya selesai; dan apa yang sudah ditentukan, akan dicurahkan ke atas yang ditelantarkan.”

Ini bicara tentang penyerbuan tentara Roma ke Yerusalem yang dimulai tahun 66 AD, mengepung Yerusalem, lalu tiba-tiba tentara Roma mundur, pasukannya ditarik, tetapi tahun 70 AD mereka kembali dan menghancur-luluhkan Yerusalem beserta Bait Allahnya, seperti yang sudah ditentukan.

 




Sekarang kita kembali ke pembahasan awal. Mengapa harus dipastikan Yesus disalibkan tahun 31 AD musim semi? Karena menurut nubuatan Daniel 70 Minggu ini, itulah yang harus terjadi. Nah, bagaimana kalau kita cek di Google ternyata tanggal 14 Nisan hari Jumat tidak jatuh pada tahun 31 AD, sedangkan kita tahu menurut nubuatan Alkitab Yesus mati pada tahun 31 AD?

 

 

Nah, untuk konteksnya, penanggalan orang Yahudi tidak automatis setelah setiap tanggal 30, maka hari berikutnya adalah tanggal 1 bulan baru. Tidak. Orang Yahudi menentukan hari pertama dari setiap bulannya menurut tampaknya bulan sabit di langit, yang disebut “bulan baru”. Jadi, bila bulan sabit ini belum tampak, maka bulan barunya belum dihitung. Ini buat kita yang di Indonesia tentunya tidak asing, karena orang Muslim juga memakai sistem ini untuk menentukan hari-hari agamis mereka, melihat posisi bulan.

Untuk tahun 31 AD, “bulan baru” menurut perhitungan astronomi, jatuh pada tanggal 10 April (bulan pertama bagi orang Yahudi) hari Selasa pada pukul 11:32 pagi.

Ingat ya, ini MENURUT PERHITUNGAN ASTRONOMI.

Bagaimana menurut realitanya?

 

 

The Karaite Jews say this about the sighting of the crescent moon:

“… the ancient Israelites would have been well aware of the Crescent New Moon. In ancient societies people worked from dawn to dusk and they would have noticed the Old Moon getting smaller and smaller in the morning sky. When the morning moon had disappeared the ancient Israelites would have anxiously awaited its reappearance 1½ - 3½ days later in the evening sky. Having disappeared for several days and then appearing anew in the early evening sky they would have called it the “New Moon” or “Hodesh” (from Hadash meaning “new”). (The Karaite Korner, The New Moon in the Hebrew Bible; accessed 12-30-13 at http://www.karaite-korner.org/new_moon.shtml).

We are told by this group of Jews that it takes up to three and half days from the astronomical moon to the crescent moon!  Why does it take between one- and-half to three-and-half days between the astronomical new moon and the crescent new moon? That is because the speed of the moon varies due to the shape of the orbit.

 

Aku tidak menerjemahkan secara harafiah tulisan di atas tapi intinya ini:

Orang Yahudi Karaite (kelompok yang paling konservatif), mengatakan bahwa orang-orang Israel kuno memperhatikan bila bulan lama (bulan tua) itu semakin hari semakin kecil, dan bila bulan itu di pagi hari telah hilang, mereka menunggu munculnya bulan kembali di langit dalam waktu 1½ hingga 3½ hari.

Yahudi Karaite ini mengatakan bahwa perlu waktu hingga tiga setengah hari dari bulan astronomi hingga munculnya bulan sabit.

Mengapa butuh waktu 1½ hingga 3½ hari antara bulan astronomi dan bulan baru sabit? Karena kecepatan bulan bervariasi tergantung bentuk orbitnya.  (maksudnya tergantung perigee (bulan pada titik terdekat bumi) and apogeenya (bulan pada titik terjauh dari bumi)

 

The United States Naval Observatory says:

“The Moon’s orbit is elliptical, and its speed is greatest when it is near perigee, least near apogee. If perigee occurs near New Moon, the Moon will appear to be moving away from the Sun in the sky at a greater than average rate.” (The United States Naval Observatory, Crescent Moon Visibility; accessed 12-30-13 at http://aa.usno.navy.mil/faq/docs/crescent.php)

 

Di sini disebutkan bahwa kecepatan tertinggi orbit bulan ialah bila bulan mendekati perigee, dan berkurang bilang mendekati apogee.

 

 

Jadi kita sekarang tahu bahwa beda “bulan baru” menurut perhitungan astronomi dan menurut apa yang tampak di langit dengan mata telanjang itu bisa antara 1½ hingga 3½ hari.

 

Maka berdasarkan pengertian ini:

3½ hari adalah 3½ x 24 jam = 84 jam

Bulan baru astronomi tahun 31 AD jatuh pada 10 April, hari Selasa, pukul 11:32 pagi, ditambah 84 jam = berakhir pada 13 April, pukul 23:32, hari Jumat, menurut kalendar Gregorian (kalender yang kita pakai sekarang).

Tetapi orang Yahudi menghitung pergantian hari dari matahari terbenam. Nah, pukul 23:32 itu sudah 5 jam lebih lewat matahari terbenam, dengan demikian itu sudah masuk tanggal 14 April, hari Sabtu.

Berarti 1 Nisan 31 AD, jatuh pada hari Sabtu tanggal 14 April = itulah bulan barunya.

Yesus disalibkan 14 hari kemudian, yaitu pada 14 Nisan 31 AD jatuhnya  hari Jumat, 27 April 31 AD.

KLOP !

Berarti nubuatan yang ditulis Daniel itu tepat.

Berarti Alkitab itu tepat.

Berarti Tuhan itu tepat.

 

Amin.

 

 

02 08 21