Minggu, 26 Mei 2024

235. KEMAHATAHUAN ALLAH DAN PREDESTINASI

 

235. KEMAHATAHUAN ALLAH DAN PREDESTINASI

_______________________________

 

 

Semua ayat di sini adalah terjemahan dari KJV atau NKJV supaya lebih jelas.

 

 

Sudah cukup lama aku memikirkan tentang kemahatahuan Allah. Selama ini ada beberapa pendapat yang berkeliaran, misalnya bahwa Allah sudah tahu apa yang akan terjadi karena Allah yang menentukan semuanya, jadi Allah itu ibarat sutradaranya dan manusia adalah pemain-pemain yang dipilih Allah untuk membawakan peran tertentu, ada yang dipilih untuk menjadi pahlawan yang akan selamat, tapi ada yang dipilih untuk menjadi penjahat yang akan binasa. Manusia tidak punya pilihan. Allah yang menentukan siapa yang selamat dan siapa tidak.

Aku sama sekali tidak menemukan ayat Alkitab yang mendukung konsep ini. Aku tidak bisa menerima konsep ini, karena Allah yang aku tahu adalah Allah yang pengasih, tidak mungkin Dia menentukan sesuka hatiNya Sendiri skenario yang buruk dan memberikan peran yang buruk bagi seseorang yang akan berakhir dengan kebinasaan. Allah menghendaki semua orang selamat. Tidak mungkin Allah menciptakan seorang Yudas untuk diberi peran murid yang berkhianat, atau Saulus untuk menjadi pembunuh orang-orang Kristen gelombang pertama. Dan ayat yang mendukung penolakanku adalah:

Yeremia 29:11

Sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan yang Aku rancang untukmu, firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan jahat, untuk memberikan kepadamu akhir yang engkau harapkan.

 

Jadi ayat ini buat aku sudah memastikan bahwa Allah tidak pernah membuat rancangan jahat bagi manusia. Berarti kalau seseorang itu menjadi jahat, atau mengalami hidup yang menyedihkan, itu bukan karena Allah yang merancangnya, tetapi itu akibat akumulasi pilihan-pilihan orang tersebut sendiri.

 

 

Lalu ada juga konsep bahwa kemahatahuan Allah itu tidak final, yang Allah tahu hanyalah sebatas pilihan yang kita buat pada saat ini. Jika saat ini kita memilih jalan keselamatan, maka Allah tahu akhirnya seperti ini. Tapi jika besok kita memilih jalan kebinasaan, Allah tahu akhirnya seperti itu. Jadi ada dua alternatif. Dualisme. Jika hari ini kita memilih jalan keselamatan, lalu besok kita memilih jalan kebinasaan, maka pengetahuan Allah tentang akhir kita akan berubah sesuai pilihan kita.???? Pernahkah kalian mendengar konsep ini?  Kok Allah kalah sama tukang ramal? Tukang ramal aja ada yang bisa meramal dengan akurat tidak tergantung apa yang akan dilakukan si manusia yang minta diramal, padahal tukang ramal itu tidak mendapatkan pengetahuannya dari Allah loh.   

Dan aku juga tidak menemukan ayat Alkitab yang mendukung konsep ini. Jadi aku juga tidak bisa menerima konsep ini. Bagiku Allah itu mahakuasa, kemahatahuanNya tentunya haruslah mutlak dan final, tidak tergantung sifat manusia yang berubah-ubah. Jika Allah tidak tahu persis semuanya, maka berarti Allah tidak mahatahu, dan Dia bukan Allah. Ayat yang mendukung penolakanku adalah ini:

Yesaya 46:9-10

9 Ingatlah hal-hal di zaman dahulu: karena Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah, dan tidak ada yang seperti Aku, 10 mendeklarasikan yang akhir dari permulaan, dan dari zaman dahulu hal-hal yang belum terjadi, mengatakan, ‘Keputusan-Ku akan tetap berlaku, dan Aku akan melaksanakan segala kesenanganKu.

 

Allah mendeklarasikan atau menyatakan yang akhir dari permulaan ~ akhir itu selamanya cuma satu, tidak ada akhir dua-tiga alternatif. Jika masih ada dua-tiga kemungkinan, itu bukan akhir namanya, itu opsi. Jadi ayat ini bagiku sangat jelas Allah tahu akhir dari segalanya, semua yang belum terjadi untuk setiap manusia, setiap kondisi.

 

 

Jadi alangkah gembiranya aku menemukan pembahasan Pdt. Stephen Bohr mengenai kemahatahuan Allah tentang semua yang belum terjadi, atau foreknowledge Allah. Konsep ini didukung oleh ayat-ayat Alkitab dan Roh Nubuat. Jadi sekarang aku bagikan kalian. Yang aku tulis ini bentuk singkatnya. Jika kalian mau mempelajari pembahasannya yang asli yang lebih panjang, silakan buka link ini:

https://smaragd842.blogspot.com/2024/05/gods-foreknowledge-and-predestination.html

 

Konsep ini telah menjawab banyak pertanyaanku yang selama ini tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari para theolog.

 

 

Pertama yang harus kita sadari ialah kita manusia ini terikat oleh ruang dan waktu, sementara Allah Pencipta kita, itu tidak terikat oleh ruang dan waktu.

Jadi bagi manusia ada waktu lampau, waktu sekarang, dan waktu akan datang. Kita hidup di waktu sekarang; yang sudah kita lewati itu waktu lampau, itu sejarah kita; dan yang akan kita jalani itu masih waktu yang akan datang, yang belum kita ketahui seperti apa.

Tapi bagi Allah Dia hidup di waktu kekekalan. Allah hidup di eternal present, atau masa sekarang yang kekal. Ini sulit untuk kita pahami karena ini di luar kemampuan nalar kita. Jadi ini hanya bisa diterima dengan iman. Dari perspektif Allah semua itu eternal present, apa yang sudah lewat, selama apa pun di masa silam; dan apa yang belum terjadi, sejauh apa pun di depan; Allah mengetahuinya dan memandangnya sebagai sedang terjadi. Kalau kita tidak bisa membayangkan ini, tidak apa-apa, karena memang di luar kemampuan nalar kita.  

 

 

Sekarang kita akan fokus ke kata “kekal”, suatu kondisi yang sebetulnya di luar pengalaman kita sebagai manusia.

Di Alkitab kita bertemu dengan istilah “Injil yang kekal”.

Wahyu 14:6

Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakan kepada mereka yang diam di atas bumi, dan kepada setiap bangsa, dan suku, dan bahasa. dan kaum,

 

Ini adalah bagian dari Pekabaran Tiga Malaikat, tapi sekarang kita hanya bicara tentang istilah “Injil yang kekal” sehingga kita tidak masuk ke pembahasan Pekabaran Tiga Malaikat. Tapi Pekabaran Tiga Malaikat Ini ada pembahasannya sendiri, bisa kalian buka di pembahasan Wahyu pasal 14 di blog ini juga.

Kita sudah tahu kata “injil” itu sama dengan “gospel”, artinya “kabar baik”.

Apa kabar baiknya?

Kabar baiknya ialah semua manusia yang berdosa bisa selamat (tidak usah mati kekal) dalam Yesus Kristus. Manusia tidak usah menanggung hukuman kematian kekalnya sendiri, karena Yesus Kristus sudah menggantikan manusia menjalani hukuman tersebut, sehingga bagi manusia yang mau menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, dia bisa mendapatkan pengampunan untuk dosa-dosanya, dan sekalian diberi anugerah hidup kekal. Lho, apa ini bukan kabar baik yang sungguh-sungguh tidak ada tandingannya?

 

Nah, mengapa kabar baik ini, gospel/injil ini disebut “injil yang kekal” atau “everlasting gospel”?

Apa artinya “kekal”?  “Kekal” artinya tidak terbatas oleh waktu. Berarti Injil ini sudah ada sebelum ada perhitungan waktu.

Berarti Allah sudah mempersiapkan Injil/Kabar Baik ini di masa kekekalan, sebelum bumi diciptakan, karena ketika bumi diciptakan, Allah menggunakan perhitungan waktu. Hari pertama, hari kedua, hari ketiga, sampai hari ke enam Allah mencipta langit dan bumi dan semua isinya, lalu hari ketujuh Allah tetapkan sebagai hari Sabat Allah, hari yang dikuduskan dan diberkati oleh Allah. Ada perhitungan waktu.

Nah, Injil/Kabar Baik ini lebih dulu ada sebelum dunia kita ini.

 

Kita lihat bukti yang lain dari Alkitab.

Bagaimana manusia bisa beroleh pengampunan dosa dan diselamatkan dari hukuman dosa yaitu kematian kekal? Kita tentunya sudah tahu ini, yaitu dengan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Penebus pribadinya, bukan? 

Yohanes 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang satu-satunya supaya barangsiapa yang percaya dalam Dia tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

Yohanes 3:36

Dia yang percaya kepada Anak, memiliki hidup yang kekal, dan dia yang tidak percaya kepada Anak, tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tinggal dalamnya.

 

Roma 6:23

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal melalui Kristus Yesus, Allah kita.

 

Ini semua ayat yang sangat kita kenal baik. Jadi tidak diragukan lagi, kita diselamatkan karena Yesus Kristus telah menggantikan kita mati untuk membayar hukuman/penalti dosa-dosa kita, supaya kita bisa hidup melalui Dia.

Berarti untuk menebus kita, Yesus Kristus harus mati, bukan? Dan ini dilambangkan oleh Domba Allah yang disembelih. Jadi Yesus Kristus dilambangkan seperti domba kurban, harus mati disembelih dan dipersembahkan sebagai kurban penebusan dosa.

 

Nah, kita tahu bahwa Yesus mati di atas salib di tahun 31 AD, di bulan Nisan, hari ke-14, Jumat, pukul 3 petang. Pada hari dan jam itu, di atas salib Yesus Kristus mati, atau disembelih sebagai domba kurban, untuk menebus kita.

Tapi tahukah kalian bagi Allah, kapan Yesus disembelih?

 

1 Petrus 1:20

Dia sungguh-sungguh sudah ditentukan sebelum fondasi dunia, namun dinyatakan pada akhir masa ini untuk kamu…”  

 

Ini bicara tentang Yesus yang sudah ditentukan untuk menebus manusia, untuk mati menggantikan manusia, kapan? sebelum fondasi dunia” ~ ini dari perspektif Allah, tetapi kapan itu dinyatakan? “pada akhir masa ini untuk kita. Persisnya di tahun 31 AD.

 

Ini ada ayat lain lagi yang menyatakan bahwa Yesus Kristus, Domba Allah itu telah disembelih (bukan “akan”, tapi “telah”) dari fondasi dunia.

Wahyu 13:8

Dan semua yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yang namanya tidak tertulis di dalam Kitab Kehidupan Sang Domba, yang telah disembelih dari fondasi dunia.

 

Ayat ini bicara tentang orang-orang yang nanti akan menyembah patung Binatang di akhir zaman. Tapi kita tidak sedang mempelajari itu sekarang, jadi abaikan bagian pertama ayat ini. Kita hanya mau fokus kepada bagian akhir dari ayat ini, yaitu Sang Domba, yang telah disembelih dari fondasi dunia”.

Di sini disebutkan bahwa Sang Domba” itu (Yesus Kristus) ternyatatelah disembelih” kapan? Bukan di tahun 31 AD, melainkandari fondasi duniaartinya ketika dunia masih belum diciptakan, masih dalam rencana akan diciptakan. Luar biasa!

 

Secara kenyataan, menurut perspektif kita, Yesus mati di tahun 31 AD.

Kalau begitu, yang disebut di sini “telah disembelih dari fondasi dunia” pasti bukan dilihat dari perspektif kita, melainkan ini dari perspektif Allah. Jadi dari perspektif Allah, Yesus (Sang Domba) sudah disembelih ~ perhatikan bukan “akan disembelih” ~ bahkan sebelum dunia ini jadi.

 

Pertanyaannya, dunia belum jadi, manusia belum ada, belum ada yang jatuh dalam dosa, mengapa Yesus Kristus sudah disembelih?

 

Berarti apa? Berarti sebelum dunia diciptakan pun Allah sudah tahu bahwa nanti manusia akan jatuh dalam dosa dan membutuhkan penebusan! Inilah kemahatahuan Allah, Dia tahu yang akhir dari mulanya, Dia tahu apa yang belum terjadi.

Maka Allah sudah menyediakan jalan keluarnya, jalan untuk menyelamatkan manusia, yaitu melalui Yesus Kristus yang sudah disembelih sebelum ada manusia, untuk menggantikan manusia menjalani hukuman mati kekalnya gara-gara berbuat dosa. Jadi di mata Allah yang melihat semua di eternal present, disembelihnya Yesus sudah terjadi.

 

Jadi kita sudah melihat bahwa kemahatahuan Allah itu mutlak. Allah tahu segala, yang belum ada, yang belum jadi, semua Allah sudah tahu persis. Kenapa bisa begitu? Karena bagi Allah itu sudah terjadi. Jangan bingung, jangan mencoba memahaminya dengan pengertian kita yang terbatas oleh ruang dan waktu. Bagi Allah semua yang belum terjadi itu sudah terjadi.

 

Nah, dalam konteks kemahatahuan Allah tentang segala yang belum terjadi itu, kita akan melihat hubungan pengetahuan Allah itu dengan keselamatan manusia.

Kita akan melihat ternyata bahkan sebelum manusia diciptakan, Allah sudah tahu:

v   siapa-siapa yang akan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi mereka dan diselamatkan, dan akan setia sampai akhir, selamat sampai akhir.

v   siapa-siapa yang akan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi mereka, tapi tidak setia sampai akhir, dan kehilangan keselamatannya, 

v   dan siapa-siapa yang tidak pernah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya karena alasan apa pun, dan tidak pernah selamat. Ini bukan karena Allah yang menentukan mereka tidak akan selamat, tetapi karena mereka sendiri memilih untuk menolak keselamatan yang ditawarkan Allah.

 

 

Sekarang mari kita lihat ke Kitab Kehidupan. Para pelajar Alkitab tentunya tahu bahwa nama-nama mereka yang selamat, tertulis dalam Kitab Kehidupan Domba Allah, dan yang namanya tidak tertulis di sana, mereka tidak selamat. Kita lihat beberapa ayat.

Wahyu 3:5

Dia yang menang, ia akan dikenakan pakaian putih; dan Aku tidak akan menghapus namanya dari Kitab Kehidupan, melainkan Aku akan mengakui namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya

Nama-nama yang sudah tertulis di Kitab Kehidupan, perlu dibuktikan kepada alam semesta bahwa pemilik nama-nama itu memang setia sampai akhir, dan layak tertulis di sana. Dan pembuktian ini yang disebut penghakiman investigasi. Ini adalah bagian dari pelajaran Nubuatan 2300 Petang dan Pagi, yang bisa kalian temukan di blog ini di Nubuatan Daniel pasal 8-9.

 

Wahyu 21:27

Dan di sana sama sekali tidak akan masuk ke dalamnya apa pun yang membuat najis, maupun apa pun yang membangkitkan kekejian,  atau menciptakan dusta, melainkan mereka yang namanya tertulis di dalam Kitab Kehidupan Sang Domba.

Ini bicara tentang dunia baru, dan yang bisa masuk ke sana hanya yang namanya tertulis di Kitab Kehidupan. Jelas sekali. Jadi yang namanya tidak tertulis di Kitab Kehidupan, tidak akan mewarisi langit baru dan bumi baru. Siapa yang menentukan apakah namanya tertulis di Kitab Kehidupan atau tidak? Manusia sendiri, setiap manusia menentukan takdirnya sendiri melalui pilihan-pilihan yang dibuatnya. Walaupun Allah mengetahui pilihan setiap manusia sebelum manusia itu lahir, tapi bukan Allah yang memilihkan untuknya, manusia itu yang memilih sendiri. Jangan mencoba mengerti bagaimana Allah bisa tahu apa yang akan dipilih manusia bahkan sebelum manusia itu lahir. Bisa, karena Dia Allah. Dia punya kemampuan yang tidak bisa kita bayangkan.

 

Wahyu 20:15

Dan barangsiapa yang namanya tidak ditemukan tertulis di dalam Kitab Kehidupan itu, dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Ini juga jelas sekali, yang namanya tidak tertulis di Kitab Kehidupan, akan dibakar api neraka.

 

Filipi 4:3

Dan aku minta kepadamu juga, rekan sepenanggunganku yang setia: tolonglah perempuan-perempuan itu yang telah bekerja keras dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens juga, dan dengan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam Kitab Kehidupan.

Paulus berkata bahwa teman-teman sekerjanya dalam pekabaran injil, itu nama-namanya ada tercantum di Kitab Kehidupan. Alangkah bahagianya andai ada yang memberitahu kita bahwa nama kita sudah tercantum di Kitab Kehidupan.

 

 

Nah sekarang kita simak kapan nama-nama itu tertulis di Kitab Kehidupan?

Wahyu 17:8

Binatang yang telah kaulihat itu, pernah ada, dan sekarang tidak ada, dan  akan muncul keluar dari lubang yang tidak ada dasarnya, dan menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi akan kagum, yang namanya tidak tertulis di dalam Kitab Kehidupan, dari fondasi dunia,  apabila mereka melihat Binatang yang pernah ada, dan sekarang tidak ada, namun [akan] ada.

 

Nah, ayat ini bicara tentang orang-orang yang pada akhir zaman akan mengagumi dan mengikuti Binatang itu. Ini belum terjadi sekarang. Tapi ini adalah pelajaran yang lain. Ini ada pembahasannya sendiri di blog ini juga. Lihat saja pembahasan kitab Wahyu pasal 17. 

Sekarang aku hanya mau kita fokus ke kalimat “yang namanya tidak tertulis di dalam Kitab Kehidupan, dari fondasi dunia”.

Jadi ayat ini mengatakan bahwa mereka yang mengagumi Binatang itu, (semua orang ini bakal tidak selamat karena mereka mengikuti Binatang itu yang adalah musuh Allah) namanya sudah tidak ditulis di Kitab Kehidupan Domba Allah, mulai kapan? Pada waktu mereka mengagumi Binatang itu di akhir zaman? Tidak! Ini masih belum terjadi. Tapi ayat ini menerangkan bahwa nama orang-orang tersebut (yang sekarang belum mengikuti dan mengagumi Binatang itu) sudah tidak ditulis di Kitab Kehidupan dari fondasi dunia”.

Mereka jelas belum eksis di masa “fondasi dunia”, sedangkan dunia saja waktu itu belum jadi. dari fondasi dunia” itu sekitar lebih 6000 tahun yang lalu, tetapi Allah sudah tahu siapa-siapa dari mereka yang akan hidup di akhir zaman, yang akan mengikuti Binatang itu dan menjadi musuh Allah, sehingga nama-nama mereka sudah tidak dicantumkan di Kitab Kehidupan Domba Allah dari fondasi dunia. Bisa ditangkap?

 

Nah, jika nama-nama orang yang akan tidak selamat karena tidak ikut Allah, sudah diblokir dari Kitab Kehidupan dari fondasi dunia, maka tentunya nama-nama orang yang selamat karena ikut Allah juga sudah dicantumkan di dalam Kitab Kehidupan dari fondasi dunia.

 

Matius 25:34

Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: ‘Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, warisilah Kerajaan yang telah disediakan bagimu dari fondasi dunia.

 

Lihat, di sini dalam perumpamaanNya, Yesus dengan jelas mengatakan bahwa Kerajaan Allah itu sudah disediakan bagi mereka yang diselamatkan dari kapan?  dari fondasi dunia”. 

v   Dengan demikian nama-nama mereka yang diselamatkan ini dari perspektif Allah sudah dicantumkan dalam Kitab Kehidupan Domba Allah dari fondasi dunia, sebelum mereka lahir, sebelum dunia jadi.

v   Dari perspektif manusia, nama kita baru dicantumkan di Kitab Kehidupan pada waktu kita menerima Yesus sebagai Juruselamat dan dibaptiskan menurut cara Alkitab.

 

Dengan demikian, berarti dari fondasi dunia Allah sudah tahu siapa yang selamat karena menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhannya, dan siapa yang tidak selamat karena menolak Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka.

Luar biasa sekali Allah kita, bukan?

Kita tidak bisa mengukur kemampuan Allah dengan otak kita yang terbatas. Jadi ini membuat kita sadar, betapa besarnya kemahakuasaan Allah, sungguh di luar jangkauan pemahaman kita.

 

 

Nah, kita harus jelas bahwa kemahatahuan Allah ini tidak berarti Dia lalu yang menentukan siapa yang selamat dan siapa tidak. Allah mahatahu, tapi Allah tidak menentukan. Siapa yang menentukan? Manusia sendiri. Setiap manusia punya kebebasan membuat pilihannya sendiri, mau menerima Yesus atau tidak menerima Yesus, mau setia kepada Yesus atau tidak setia kepada Yesus. Keselamatan hanya ada melalui Yesus, tidak ada alternatif lain.

Kisah 4:12

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia (= Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan

 

Jadi, setiap manusia tetap bebas memilih takdirnya sendiri, apakah dia memilih untuk selamat atau tidak, bukan Allah yang menentukan, hanya saja dari fondasi dunia Allah sudah tahu setiap pilihan yang kita buat, dan Allah sudah tahu bagaimana akhir hidup kita, apakah kita akan setia sampai akhir ikut Allah, atau kita akan drop out. Dari fondasi dunia Allah sudah tahu semua. Allah sudah tahu Abraham akan mendahului janjiNya dengan menikahi Hagar. Allah sudah tahu Daud akan berzinah dan membunuh. Allah sudah tahu Nebukadnezzar akan bertobat dan menjadi pengikut Allah. Allah sudah tahu Yudas akan berkhianat. Allah sudah tahu Paulus akan menjadi penginjil terbesar kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. Allah tahu semua dan Dia tidak mengintervensi, Dia membiarkan kita membuat pilihan kita sendiri. Tapi Allah sudah tahu bagaimana akhir hidup kita. Dan karena Allah sudah tahu dari fondasi dunia, maka Allah sudah mencantumkan atau sudah tidak mencantumkan nama-nama kita di Kitab Kehidupan, sesuai pilihan yang kita buat sendiri. Allah tidak usah menunggu sampai kita lahir atau sampai kita benar-benar memilih secara literal, Allah sudah tahu semua dari fondasi dunia. Sehebat itu Allah kita.

 

 

Inilah yang dikatakan oleh Pdt. Stephen Bohr

v   Allah tidak terikat oleh waktu sebagaimana kita.

v   Apa yang bagi kita potensial, bagi Allah itu aktual. Bagi Allah potensi itu aktualitas,

v   dengan kata lain dalam pikiran Allah, hal-hal sudah ada sebelum mereka benar-benar ada.

v   Allah memandang ke panorama luas kekekalan sebagai sedang terjadi di depan mataNya sekarang.

Kisah 15:18

Semua pekerjaanNya diketahui oleh Allah dari kekekalan.

 

 

Sekarang kita lanjut,

Roma 8:29

29 Sebab siapa yang sudah Dia ketahui dari semula, Dia juga menentukan dari semula untuk dijadikan serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia ( = Anak-Nya) boleh menjadi yang sulung di antara banyak saudara.30 Selain itu, siapa yang Dia tentukan dari semula, mereka ini juga Dia panggil; siapa yang Dia panggil, mereka ini juga Dia benarkan; dan siapa yang Dia benarkan, mereka ini juga Dia muliakan. 

 

Lihat urut-urutannya:

ü    siapa yang sudah Dia ketahui dari semula,

berarti dari fondasi dunia, Allah sudah tahu siapa manusia yang akan memilih untuk ikut Allah dan diselamatkan. Dan manusia-manusia ini sudah menjadi milik Allah, sebelum mereka lahir nama mereka sudah ditulis di Kitab Kehidupan.

 

ü    Dia juga menentukan dari semula untuk dijadikan serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia ( = Anak-Nya) boleh menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Ini bukan predestinasi. Perhatikan yang ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan Kristus adalah mereka yang sudah diketahui dari semula bahwa mereka akan memilih ikut Kristus.  Yang diketahui dari semula tidak bakal ikut Kristus, tidak ditentukan untuk dijadikan serupa dengan Kristus. Bisa dipahami ya? Ini bukan predestinasi. Allah tidak menentukan berdasakan pilihan Allah, tapi berdasarkan apa yang Allah tahu bakal dipilih oleh masing-masing manusia. Perlu juga diperhatikan bahwa mereka yang diketahui itu, ditentukan untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus supaya Yesus menjadi Saudara yang sulung, atau katakanlah Kakak tertua dari mereka semua.  Berarti kita semua ini diangkat anak oleh Allah Bapa, dan dianggap menjadi saudara-saudara Yesus Kristus. Nah, bagaimana dengan mereka yang tidak memilih untuk ikut Yesus Kristus,  atau yang membenci Yesus Kristus? Tentunya mereka juga tidak mau menjadi saudara-saudara Yesus. Maka sayang sekali mereka menutup sediri kesempatan mereka untuk diselamatkan.

 

ü    siapa yang Dia tentukan dari semula, mereka ini juga Dia panggil;

Nah, sebelum kita eksis, kan Allah sudah tahu bahwa kita akan memilih untuk mengikut Kristus, karena itu kita ditentukan oleh Allah supaya bisa menjadi serupa dengan Kristus. Tapi ini adalah perspektif Allah. Kita, pada waktu kita lahir dan mulai bisa berpikir, kita kan tidak tahu bahwa suatu saat kita bakal milih menjadi pengikut Kristus. Jadi supaya kita bertemu dengan Kristus, Allah memanggil kita. Lewat segala cara, kita jadi bisa berkenalan dengan ajaran Kristus, dan kita nanti akan memilih ikut Kristus, seperti yang sudah diketahui Allah dari fondasi dunia. Jadi, di mana pun kita berada, entah di tengah hutan atau di Kutub Utara jika Allah dari fondasi dunia sudah tahu bahwa kita akan ikut Kristus, kita sudah menjadi milik Allah, nama kita sudah ditulis di Kitab Kehidupan, kita pasti menerima panggilan Allah. Entah bagaimana caranya kita akan mengenal Kristus, dan kita akan memilih Kristus, seperti yang sudah diketahui Allah. Jangan khawatir kita tidak  menerima panggilan. Jika kita memang milik Allah, pasti Allah panggil, dan pasti kita akan menerima panggilan tersebut.

Bagaimana dengan banyak orang yang dalam hidupnya juga mengenal Kristus tapi tidak memilih untuk ikut Kristus, atau pernah ikut Kristus tapi kemudian meninggalkanNya? Menurut apa yang sudah kita pelajari, mereka memang bukan milik Allah, dari fondasi dunia Allah sudah tahu bahwa mereka tidak akan memilih Kristus, dan nama mereka sudah tidak tercantum di Kitab Kehidupan.

 

ü    siapa yang Dia panggil, mereka ini juga Dia benarkan;

Nah, urutan berikutnya setelah dipanggil dan panggilannya disambut, maka mereka itu akan dibenarkan, ini bicara tentang “pembenaran oleh iman” (justification).  Ketika kita yang orang berdosa menerima Yesus sebagai Juruselamat, dosa kita diampuni, lalu dihapuskan, dan kita dianggap benar, seakan-akan tidak pernah berbuat dosa. Kita ditutup oleh jubah kebenaran Kristus. Inilah “justification” dengan mana kita diselamatkan.

Kapan “justification” ini terjadi? Menurut perspektif Allah dari fondasi dunia. Menurut perspektif kita, pada waktu kita menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Allah kita.

 

ü    dan siapa yang Dia benarkan, mereka ini juga Dia muliakan.

Dan ini langkah terakhir, tujuan akhirnya ialah agar kita dimuliakan pada waktu Kristus datang kedua kalinya. Kita menerima tubuh yang baru, yang beda dengan tubuh fana kita sekarang ini. Kalau kita sudah mati waktu itu, kita akan dibangkitkan; dan kalau kita masih hidup pada waktu itu, tubuh kita diubahkan. Itulah manifestasi dari keselamatan dan hidup kekal yang akan kita terima.

 

 

Sering timbul pertanyaan, bagaimana dengan orang-orang yang hidup di tempat terpencil yang tidak pernah dijangkau oleh Injil? Apakah mereka bisa selamat?

Karena Allah sudah tahu dari fondasi dunia siapa-siapa manusia yang akan memilih diselamatkan, dan karena kemahatahuan Allah, tidak akan ada manusia yang terlewat dari pengetahuanNya walaupun mereka hidup di tengah hutan yang terpencil. Maka bila Allah tahu ada orang yang milikNya, yang namanya sudah dicantumkan di Kitab Kehidupan dari fondasi dunia, yang ada di tengah hutan dan belum mendengar Injil, entah bagaimana caranya Allah pasti akan membuat orang tersebut tahu tentang Injil dan bisa menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Seperti Cornelius di Kisah 10, Allah mengutus Petrus kepadanya. Jadi Allah pasti akan mengamankan milikNya Sendiri. 

Sementara kita yang tidak tahu nama siapa yang tercantum di Kitab Kehidupan, kita harus menginjil kepada setiap orang tanpa pilih-pilih. Karena tugas mulia yang diberikan Yesus Kristus kepada kita adalah: 

Matius 29:19-20

19 Karena itu pergilah, dan ajarlah segala bangsa, membaptiskan mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 mengajar mereka untuk patuh kepada segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa bahkan sampai ke akhir dunia. Amin.

 

Tuhan sudah tahu dari fondasi dunia siapa yang milikNya, siapa yang akan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Mengetahui itu berarti kita boleh merasa lega bahwa tidak akan ada manusia yang terlewatkan, Allah pasti mengirim utusanNya untuk memastikan semua orang milik Allah pasti bisa mendengar tentang Injil.

 

Bagi kita yang sekarang ini sudah menerima Kristus sebagai Juruselamat, kita sudah menempuh separo perjalanan; walaupun kita tidak tahu  tepatnya bagaimana akhirnya, sedikitnya kita punya harapan bahwa nama kita ada di Kitab Kehidupan. Pastikan kita tidak termasuk mereka yang drop out. Pastikan kita bisa dibuktikan layak nama kita tertulis di Kitab Kehidupan, dan suatu hari ketika Yesus datang kita akan meihat bahwa nama kita memang ada di Kitab Kehidupan.

 

 

 

 

26 05 24