Kamis, 12 Desember 2013

99. HANYA ADA SATU BAPA


99. HANYA ADA SATU BAPA

_______________________________________

 

Ternyata di zaman dulu, orang berdoa kepada Tuhan itu tidak semudah kita sekarang. Tuhan punya banyak sekali nama dan sebutan, dan bila manusia memanggilNya, harus sesuai dengan sebutan yang pas untuk situasi itu.

Di bawah ini ada beberapa nama untuk menyebut Tuhan:

1.           ABHIR = Mighty One/Yang Mahakuat (Kejadian 49:24; Ulangan 10:17; Mazmur132:2)

2.           ADONAI = Lord/Tu(h)an (Kejadian  18:3)

3.           ADONAI TSUVAH = The Lord my salvation/Tuhan Penyelamatku (Mazmur 38:22)

4.           ADDIYR JEHOVAH = Glorious Lord/Tuhan yang mulia ( Yesaya 33:21)

5.           ADOWN JEHOVAH TSABA = The Lord, the LORD Almighty/Tuan, Tuan Mahakuat ( Yesaya  3:1)

6.           ABIYR ISRAEL = Mighty One of Israel/Yang Mahakuat dari Israel ( Yesaya  1:24)

7.           CETHER = My hiding Place/Tempat persembunyianku (Mazmur 32:7)

8.           CHYAHLUTH = My Strength/Kekuatanku (Mazmur 22:19)

9.           EL = God/Allah

10.        EL AMAN = Faithful God/Allah yang Setia (Ulangan 7:9)

11.        EL-BERITH = God of the Covenant/Allah Perjanjian (Hakim 9:46)

12.        EL CHUWL = The God who gave you Birth/Tuhan yang memperanakkan kamu (Ulangan 32:18)

13.        EL DEAH = God of Knowledge/Allah Mahatahu (1 Samuel 2:3)

14.        EL-ELYON = Most High/Allah Tertinggi  (Ulangan 26:19; Mazmur 18:13; Kejadian 14:18; Bilangan 24:16)

15.        EL GADOL GIBOR  YARE = The Great, Mighty, Awesome God/Allah Mahabesar, Mahakuat, Maha Dahsyat (Ulangan 10:17)

16.        EL GHAH'Y = Living God /Allah yang hidup (Josua 3:10)

17.        EL-GIBHOR = Mighty God/Allah Mahakuat ( Yesaya 9:6)

18.        EL G'MULAH JEHOVAH = The LORD, God of Vengeance/Tuan, Allah Pembalasan (Yeremia 51:56)

19.        EL HAKABODH = God of Glory/Allah Mahamulia (Mazmur 29:2)

20.        EL KAHVOHD = God of Glory/Allah Mahamulia (Mazmur 29:3)

21.        EL MELECH = God the King/Allah sang Raja (Mazmur 68:24)

22.        EL MOHSHAHGOTH = God of Salvation/Allah Keselamatan (Mazmur 68:20)

23.        EL NAHSAH = God who Forgives/Allah yang mengampuni (Mazmur 99:8)

24.        EL NATHAN N'QAMAH = God who Avenges for Me/Allah yang membalaskan aku  (Mazmur 18:47)

25.        EL-OLAM = Everlasting God/Allah yang kekal (Kejadian 21:33; Mazmur 90:1-3, 93:2;  Yesaya  26:4)

26.        EL RACHUM = Merciful God/Allah yang Rahim (Ulangan 4:13)

27.        EL ROI = All-Seeing God/Allah yang Mahatahu (Kejadian 16:13)

28.        EL SHADDAI = God Almighty/Allah Mahakuasa (Kejadian 17:1)

29.        EL SEHLAG = God my Rock/Allah, gunung batuku (Mazmur 42:9)

30.        El SIMCHAH GIYL = God my Exceeding Joy/Allah, kesukaanku (Mazmur 43:4)

31.        EL NASA = Forgiving God/Allah Pengampun (Mazmur 99:8)

32.        ELOHIM = Allah (Kejadian 1:1)

33.        ELOHIM BASHAMAYIN = God in Heaven/Allah di Surga (Ulangan 4:39)

34.        ELOHIM MISGAB = God my Defense/Allah Pembelaku (Mazmur 59:17)

35.        ELOHIM TSEDEQ = God my Righteousness/Allah Kebenaranku (Mazmur 4:1)

36.        ELOHIM YAKOL = God, the Most Able/Allah Mahabisa (Daniel 3:17)

37.        ELOHIM YARE = God Most Awesome/Allah Maha Dahsyat (Mazmur 68:35)

38.        ELOHIM  YESHUA = God my Salvation/Allah penyelamatku (Mazmur 62:1)

39.        ELOHIM KEDOSHIM = Holy God/Allah yang Kudus (Yosua 24:19)

40.        EYALUTH = Strength/Kekuatan (Mazmur 22:19)

41.        GELAH RAZ = Revealer of Mysteries/Pengungkap Rahasia (Daniel 2:28)

42.        GAOL = Redeemer/Penebus  (Ayub 19:25)

43.        JEHOVAH = Self-Existing Lord/Allah yang Kekal ( Keluaran 6:2)

44.        JEHOVAH AZAR = The Lord my Helper/Allah Penolongku (Mazmur 30:10)

45.        JEHOVAH AMAN = The Faithful Lord/Allah yang Setia ( Yesaya  49:7)

46.        JEHOVAH BORE = The Lord Creator/Allah Pencipta ( Yesaya  40:28)

47.        JEHOVAH GAAL = The Lord thy Redeemer/Allah Penebusmu ( Yesaya  49:26)

48.        JEHOVAH-JIREH = The Lord will Provide/Allah yang menyediakan. (Kejadian 22:14)

49.        JEHOVAH-NISSI = The Lord Our Banner/Allah Panji kami. ( Keluaran 1:15)

50.        JEHOVAH-M'KADDESH = The Lord Who Sanctifies /Allah yang Menguduskan  (Imamat 20:8)

51.        JEHOVAH ORI = The Lord is my Light/Allah Cahayaku (Mazmur 27:1)

52.        JEHOVAH-ROHI = The Lord Our Shepherd/Tuhan Gembala kami (Mazmur 23)

53.        JEHOVAH-RAPHE = The Lord Who Heals/Allah yang menyembuhkan ( Keluaran 15:22-2)

54.        JEHOVAH SHAPHAT = The Lord our Judge/Allah Hakim kami ( Yesaya  33:22)

55.        JEHOVAH-TSIDKENU = The Lord Our Righteousness/Allah Kebenaran kami

56.        JEHOVAH TSUR = The Lord my Strength/Allah Kekuatanku (Mazmur 144:1)

57.        KADOSH = Holy One/Yang Kudus (Mazmur 71:22;  Yesaya  40:25, 43:3, 48:17)

58.        KANNA = Zealous/Giat ( Keluaran 20:5, 34:14; Ulangan 5:9; Yesaya 9:7)

59.        MAGEN = Shield/Perisai (Mazmur 3:3, 18:30)

60.        MELEK KABOWD = King of Glory/Raja Kemuliaan (Mazmur 24:7)

61.        MARE' = Lord/Tuan (Daniel 2:47)

62.        OLAM ZEROWA = The Everlasting Arms/Lengan yang Kekal (Ulangan 33:26)

63.        PALET = Deliverer/Penyelamat (Mazmur 18:2)

64.        RAB = Lord, Nourisher/Tuhan, Pemelihara (Daniel 2:10)

65.        RUMN RO'SH = The One who lifts my head/Yang mengangkat kepalaku (Mazmur 3:3)

66.        SHAPHAT = Judge/Hakim (Kejadian 18:25)

67.        TSADDIQ = Righteous One/Yang Mahadil (Mazmur 7:9)

68.        YESHAU = (Y'shua) Savior/ Yesaya Penyelamat ( Yesaya  43:3)

69.        ZUR = Our Rock/Gunung batu kami (Ulangan 32:18;  Yesaya  30:29)

 

Misalnya  jika manusia berdoa minta kecukupan dari Tuhan, maka dia harus menyebut nama JEHOVAH-JIREH

Misalnya manusia berdoa minta kesembuhan, maka dia harus menyebut Tuhan dengan nama JEHOVAH-RAPHE

Macam-macam sebutan ini harus dihafalkan, yang paling sering dipakai ada sekitar 37 sebutan. Maka manusia harus menghafalkan semua nama dan sebutan itu, dan tidak boleh salah atau tertukar.

 

Tetapi, pada waktu  Yesus datang, Dia mengajar kita berdoa dengan hanya satu sebutan kepada Allah, yaitu:   “ B A P A “.

 

Matius  6:9

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu…

 

Mengapa  Yesus mengajarkan kita memanggil Allah, itu “BAPA”?

 

2 Korintus  6:18

Dan Aku akan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan’, demikianlah firman Tuhan Yang Mahakuasa.

 

Yohanes  1:12

Tetapi seberapa banyak orang yang menerima-Nya, kepada mereka diberi-Nya kuasa untuk menjadi  anak-anak Allah,  kepada mereka yang percaya dalam nama-Nya;

 

Efesus  1:5

Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula untuk diangkat menjadi anak-anakNya melalui Yesus Kristus, sesuai dengan kemurahan kehendak-Nya.

 

 

Kita sudah dijadikan anak-anak Allah lewat kematian dan penebusan Kristus. Kalau kita bisa menjadi anak-anak (rohani) Allah, ngapain kita mau menjadi anak-anak (rohani) bapak yang lain? Hayo pilih mana? Jadi anak-anak Allah, atau jadi anak-anak yang bukan Allah?

DALAM KONTEKS ROHANI KITA HANYA BISA PUNYA SATU BAPA. Tidak bisa punya dua-tiga-empat-atau seratus bapa. Tuhan tidak mau diduakan. TUHAN MAU MENJADI SATU-SATUNYA BAPA (rohani) DALAM HIDUP KITA.

 

Karena itu  Yesus sendiri berkata:

Matius  23:9

Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapamu di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yang ada di sorga.

 

Jelas ini dalam konteks rohani, bukan bapak jasmani. Ini adalah berbicara sebutan “bapa” dalam urusan spiritual bukan urusan sekuler.

Ada yang mengatakan Abraham, Daud, Yakub disebut bapak-bapak juga, mereka itu adalah bapak-bapak bangsa, bapak-bapak leluhur, jelas bukan ini yang dimaksud oleh  Yesus us. Bapak-bapak ini sama dengan nenek-moyang, atau cikal bakal.

Tetapi “Bapa” yang dimaksud  Yesus adalah “Yang memberi kita hidup”, yang karena kehendakNya kita diciptakan. 

 

 

Beberapa orang memakai ayat di bawah ini untuk membuktikan bahwa bapa rohani itu bukan hanya Tuhan.

1 Korintus 4:15

Sebab sekalipun kamu punya  sepuluh ribu pendidik dalam Kristus, namun kamu tidak punya banyak bapak. Karena dalam Kristus Yesus akulah yang telah memperanakkan kamu melalui Injil.

 

Terjemahan LAI menulis bagian akhir kalimat itu Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.” seolah-olah Paulus menyebut dirinya “bapa” bagi orang-orang Korintus.

Tetapi terjemahan KJV tidak menulis “bapak”, melainkan “for in Christ Jesus I have begotten you through the gospel”, karena itu ayat di atas mengikuti terjemahan KJV dalam bahasa Indonesia ialah “Karena dalam Kristus Yesus akulah yang telah memperanakkan kamu melalui Injil.”

Kata “begotten” diterjemahkan dari bahasa aslinya  γεννάω [gennaō ghen-nah'-o] yang berarti “memperanakkan”, “menghasilkan”, “membawa ke dunia”, “membuahkan” “menjadikan”,  “membuat”. Jadi, ini adalah suatu kata kerja, bukan kata benda!  Kata “bapak” adalah kata benda. Tidak ada kata “bapak” di sini.

Jadi apa yang dikatakan Paulus adalah, “di dalam Kristus  Yesus aku telah membuahkan engkau melalui injil.” Mana ada kata “bapak”? Paulus sama sekali tidak menyebut dirinya “bapak” bagi orang-orang Korintus itu.

 

Perhatikan lagi apa kata Paulus secara keseluruhan: (kita ambil dari terjemahan KJV)

Sebab sekalipun kamu punya  sepuluh ribu pendidik dalam Kristus…” Paulus memakai istilah “pendidik/instruktur” dan jelas bukan “bapak”, “… namun kamu tidak punya banyak bapak…”  Nah, Paulus sudah berkata, “kamu tidak punya banyak bapak”, berarti punya berapa bapa? Satu! Karena lebih dari satu, itu sudah “banyak”. Lalu dia melanjutkan,  “…Karena dalam Kristus Yesus akulah yang telah memperanakkan kamu melalui Injil.

 

Apakah Paulus minta orang Korintus memanggilnya “bapak”? Tidak! Paulus berkata, bahwa dialah yang telah menghasilkan mereka melalui injil, tetapi dia tidak mengatakan bahwa dialah “bapa” mereka. Malah Paulus menegaskan bahwa “kamu tidak punya banyak bapak”  jelas, Paulus berkata “bapamu cuma satu”.

 

 

Lihat tulisan Paulus juga di Efesus.

Efesus 4:3-6

3 berusaha keras memelihara kesatuan Roh dalam  ikatan damai. 4 Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil dalam satu pengharapan panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas semua, dan melalui semua, dan di dalam kamu semua.

 

Siapa yang “Bapa dari semua”? Allah! Tidak ada manusia lain yang menjadi “Bapa dari semua”!

 

Dalam bahasa Indonesia, kita menjumpai sedikit kesulitan dengan terminologi “bapa(k)” ini. Sebelum tahun ’60-an, terminologi yang umum dipakai untuk menyebut seorang pria dewasa secara hormat adalah “Tuan” yang sejajar dengan “Mr.” dalam bahasa Inggris. Dan tentu saja sebutan untuk seorang perempuan dewasa yang sudah menikah adalah “Nyonya” yang sejajar dengan “Mrs.” dalam bahasa Inggris. Dan untuk seorang perempuan yang belum menikah adalah “Nona” atau sejajar dengan “Miss” dalam bahasa Inggris.

Lalu karena istilah “Tuan” dan “Nyonya” itu dianggap berbau kolonial (karena ada istilah Tuan Besar dan Nyonya Besar), maka sekitar tahun 70-an, terminologi “Tuan” dan “Nyonya” ini boleh dibilang lenyap  atau jarang dipakai lagi.

Sekitar tahun 80-an, barulah muncul terminologi “Bapak” dan “Ibu” yang dalam waktu singkat dipakai secara meluas.

Nah, ini yang menyulitkan. Kalau dulu kita bisa membedakan antara “Tuan” (sebutan untuk orang yang kita hormati) dengan “Bapak” (sebutan khusus untuk ayah/orang yang memberi kita hidup), sekarang karena semua pria dewasa kita sebut “Bapak” maka arti kata “bapak” ini jadi ambigu.

Kita menyebut “Bapak Presiden” yang artinya “Mr. President” dan bukan “Father President”;

Kita menyebut “Bapak/Pak Polisi” yang artinya “Mr. Policeman” dan bukan “Father Policeman”;

Jadi, dalam pembahasan ini, tolong dipahami bahwa terminologi “Bapa(k)” yang dalam konteks rohani menurut  Yesus hanya layak kita pakai untuk menyebut Allah Bapa, adalah “Bapa” yang berarti “Father” (= yang memberi kita hidup),  dan bukan yang berarti “Mister” yang bisa kita pakai untuk menyebut semua laki-laki dewasa.

 

 

Kita kembali ke Matius 23:9 di atas. Apakah kata-kata  Yesus  ini kurang jelas? Apakah ini penafsiran pribadi? Anak SD pun yang membaca ayat ini, hanya akan tiba pada satu pengertian yang sama.

Sangat jelas perintah  Yesus di ayat ini:

1)   JANGAN MENYEBUT SIAPA PUN “BAPA” DI BUMI INI (maksudnya bapa rohani bukan bapa kandung atau bapak yang maksudnya “tuan”/mister.

2)   BAPA (ROHANI) KITA cuma SATU, yaitu YANG ADA DI SURGA.

 

Pertanyaan: Sebutan “Bapa Suci” (= Holy Father) yang dipakai oleh Paus, apa tidak bertentangan dengan perintah  Yesus ini? Karena “Bapa Suci” tidak berarti “Mister Suci” atau “Holy Mister”! Tapi “Holy Father”!

Begitu juga sebutan “Romo” (= Father) yang artinya sama dengan “Bapa” yang dipakai sebagai sebutan para pastor.

Inilah terminologi “Bapa” yang hanya pantas untuk menyebut “Tuhan” dan bukan orang lain.

Silakan renungkan sendiri.

 

 

Apa  Yesus pernah berkata Bapa di Surga perlu wakil di dunia yang disebut Bapa Suci? Boleh bongkar seluruh Alkitab untuk mencari ayat itu tapi tidak bakal ketemu.

 

Teman-teman,

 

1 Korintus 9:16

Sebab walaupun aku memberitakan Injil, aku tidak punya alasan untuk memegahkan diri. Sebab padaku telah dibebankan keharusan itu, ya,  celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil.

 

Galatia  4:16

Apakah ini sebabnya aku menjadi musuhmu, karena aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu?

 

Jika ada yang merasa tersinggung dengan tulisan ini, aku hanya bisa bilang maaf, tetapi hal itu harus dilakukan, karena jika kita tahu sesuatu yang salah, tapi kita diam saja, maka itu namanya membiarkan yang tidak tahu terjerumus ke dalam jurang yang tidak ada dasarnya. Hari ini mungkin tulisan ini menimbulkan kebencian kalian, itu resiko yang aku terima, tapi mudah-mudahan suatu hari kalian ingat informasi yang pernah melintas di depan mata ini, dan itu lalu membangkitkan kesadaran, siapa tahu? Mungkin tidak sekarang, tidak besok, tidak tahun depan, tapi suatu waktu siapa tahu dari sekian banyak yang pernah membaca tulisan ini, barangkali ada 1-2 yang bisa “menarik mereka keluar dari api” (Yudas 1:23). Ini hanya suatu harapan saja, bukan pemaksaan. Jika suatu hari ada yang sadar, ya syukur, puji Tuhan. Jika tidak, itu pun puji Tuhan, karena semua sudah pernah mendapatkan informasi ini sehingga tugas membagi kebenaran sudah dilakukan.

 

 

Nah, sekarang setelah sudah dipastikan siapa sebenarnya Bapa kita, dan anak-anak siapa kita sebenarnya, maka kita harus memperhatikan, SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH, KITA HARUS BAGAIMANA? Di bawah ini ada beberapa ayat yang menunjukkan bagaimakah seharusnya anak-anak Allah itu hidup:

 

Efesus  5:1

Sebab itu jadilah kamu pengikut-pengikut Allah, layaknya anak-anak yang tersayang.

 

Filipi  2:15

supaya kamu boleh tidak bersalah dan tidak bernoda, anak-anak Allah yang tidak bercela, di tengah-tengah bangsa yang bengkok dan jahat, di tengah mana kamu bercahaya seperti terang-terang di dunia.

 

I Korintus  10:31:

Oleh karena itu, jika engkau makan atau jika engkau minum, atau apa pun yang engkau lakukan, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

 

 

Jadi, sebagai anak-anak Allah, kita harus:

1.   Patuh kepada Allah, artinya menurut semua Perintah Allah,

yang dilarang jangan kita lakukan. Yang disuruh harus kita dilakukan. Jangan terbalik.

2.   Sebagai anak-anak Allah, kita tidak boleh sama bengkok hatinya seperti  mereka yang bukan anak-anak Allah,

tetapi kita harus “tidak bersalah dan tidak bernoda”.

3.   Apa pun yang kita lakukan, harus kita lakukan untuk kemuliaan Allah.

Dengan kata lain, jika kita melanggar Hukum/Perintah Allah, pasti itu bukan untuk kemuliaan Allah. Misalnya, berbohong itu pasti tidak memuliakan Allah. Berzinah, itu juga pasti tidak memuliakan Allah. Mencuri itu juga bukan untuk kemuliaan Allah. Melakukan hal yang merugikan kesehatan diri sendiri, itu juga bukan untuk kemuliaan Allah.  Jadi memakai patokan “untuk kemuliaan Allah” sebagai tolok ukur segala perbuatan, pikiran dan perkataan kita supaya kita tidak salah langkah.

 

Semoga renungan ini bermanfaat bagi semua.

Tuhan memberkati.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar