Selasa, 31 Desember 2013

PEMBAHASAN WAHYU PASAL 18

KITAB  WAHYU
Pasal 18
KEJATUHAN BABILON KOTA BESAR

Pasal 18 ini berisikan peringatan kepada umat Tuhan. Karena itu kita tahu bahwa peringatan ini tentunya diberikan SEBELUM dituangkannya Ketujuh Malapetaka Terakhir. Karena bilamana Ketujuh Malapetaka itu sudah dituangkan, sudah tidak ada gunanya lagi memberikan peringatan, karena pada saat itu pintu kemurahan Tuhan sudah ditutup, sudah tidak bisa bertobat lagi. Ini membuktikan bahwa kitab Wahyu tidak ditulis secara kronologis ya. Jadi ini bicara tentang masa sebelum berakhirnya masa kemurahan Allah, sebelum Allah menutup pintu kasihan atau pintu pertobatan, sebelum Tuhan Yesus menyelesaikan penghakiman atas umatNya.

 

Pertama kita perlu memahami, karena ini nubuatan, maka “Babel Kota Besar” bukan sebuah “kota” atau “negara” atau “pemerintahan” dengan letak geografis tertentu. “Babel Kota Besar” lebih tepat dikatakan suatu KEKUATAN atau POWER.  Kita sudah mempelajari identitas Babel ini di pasal-pasal yang lalu. Dan predikat “Kota Besar” itu menandakan bahwa bukan Babel saja yang terlibat, tetapi Babel bersama kroni-kroninya, yaitu semua kekuasaan pemerintah yang berpihak kepadanya. Jadi “Babel Kota Besar” ini merujuk kepada Babel sendiri plus semua kolaboratornya, baik itu gereja-gereja Protestan, baik itu penguasa-penguasa dunia (raja-raja bumi), yang semua mereka yang telah menerima Tanda Binatang pada dahi atau tangan kanan mereka. Kalau sudah lupa apa Tanda Binatang itu, silakan mereview lagi Wahyu 13 dan 14)

 

Kita akan melihat bahwa pesan yang disampaikan adalah supaya umat Tuhan keluar dari “Babel Kota Besar”, supaya mereka jangan ikut mengambil bagian dalam dosa-dosanya, sehingga kamu tidak ditimpa malapetaka-malapetakanya”

Jelas bahwa pada saat itu, Ketujuh Malapetaka belum dicurahkan. Pada saat seruan ini disampaikan, Kristus masih bertugas sebagai Imam Besar di Ka’abah yang di Surga, Dia masih menjadi Perantara Tuhan dengan manusia, Dia masih memberikan pengampunan dan penghapusan dosa, dan pintu kasihan masih belum ditutup. Karena bilamana pintu kasihan sudah ditutup, sudah tidak ada lagi manusia yang bisa bertobat.

 

Yohanes disuruh menulis pasal ini supaya manusia tahu apa yang bakal menimpa “Babel Kota Besar” itu, dan supaya mereka yang masih ada di dalamnya, segera keluar meninggalkannya, supaya tidak ditimpa malapetaka-malapetakanya”.

 

18:1        Dan setelah hal-hal itu, aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga, mempunyai kekuasaan besar dan bumi diterangi oleh kemuliaannya.

 

v   “seorang malaikat lain turun dari sorga”

Berarti ini bukan salah satu dari ketujuh malaikat yang membawa ketujuh cawan murka Allah. Malaikat ini turun dari sorga” berarti malaikat ini mempunyai misi khusus, mengemban tugas khusus dari Allah, utusan khusus dari Allah.  

 

v   “mempunyai kekuasaan besar”

Malaikat ini misinya adalah menyampaikan pesan Allah, maka “kekuasaan” yang dimaksud di sini tentunya kekuasaan yang berkaitan dengan pekabarannya. Jadi yang dimaksud adalah malaikat ini menyampaikan pesannya dengan penuh kuasa dari Roh Tuhan.

Inilah pekabaran yang disampaikan pada saat Hujan Akhir, ketika Roh Kudus dicurahkan secara berlimpah kepada umat Allah untuk menyampaikan pekabaran terakhir sedikit waktu sebelum pintu kasihan ditutup.

ü   Hujan awal itu ketika Pentakosta,

saat Roh Kudus turun ke atas murid-murid mengawali penginjilan mereka.

ü   Hujan akhir

adalah pencurahan Roh Kudus yang lebih dahsyat daripada saat Hari Pentakosta, karena itu untuk mematangkan gandum yang siap dituai.

 

v   “bumi diterangi oleh kemuliaannya”

Pekabaran yang penuh kuasa ini membawa terang kepada bumi, sehingga mereka yang tadinya berada dalam kegelapan, boleh melihat dengan jelas.

Apakah benar ada malaikat betulan, makhluk roh yang datang ke bumi untuk membawa terang kepada bumi? Kita lihat apa kata Kristus kepada Paulus:

Kisah 26:17-18

17 Menyelamatkan engkau dari bangsa ini, dan dari bangsa-bangsa lain, ke mana sekarang Aku mengutusmu 18 untuk membuka mata mereka, dan memutar mereka berbalik dari kegelapan kepada terang, dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka boleh menerima pengampunan dosa dan hak waris dari antara mereka yang dikuduskan oleh iman yang ada padaKu.’

 

Kita bisa berkata, “Lha itu kan Paulus. Kami kan bukan Paulus.”

Tuhan mengutus semua orang yang mengikutiNya untuk menyampaikan pesan-pesanNya kepada sesama manusia. Inilah misi agung yang ditinggalkan Yesus kepada murid-muridNya sebelum Dia kembali ke Surga, berarti juga kepada kita yang juga murid-muridNya.

Kisah 1:8

Tetapi kamu akan menerima kuasa, saat Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi bagi-Ku di Yerusalem dan di Yudea, lalu Samaria dan kemudian sampai ke ujung bumi.’

 

Yesus sudah menjelaskan bahwa manusia hanya menerima kuasa saat Roh Kudus turun ke atas” orang itu. 

Dan hanya orang yang taat kepada Tuhan yang dikaruniai Roh Kudus.

Kisah 5:32

Dan kami adalah saksi-saksiNya tentang hal-hal ini; dan begitu pula Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada mereka yang taat padaNya.

 

Dengan demikian, orang-orang yang tidak taat kepada Allah, tidak dikuasai oleh Roh Kudus, dengan demikian kesaksian mereka, pekabaran/pesan yang mereka sampaikan bukanlah berasal dari Tuhan. Jadi tidak sulit menilai apakah seseorang yang bicara dari atas mimbar maupun tidak dari mimbar itu menyampaikan pesan dari Allah atau bukan. Dari buahnya kita mengenal orangnya. Jika orang itu tidak hidup taat kepada Allah, jika dia sendiri masih dengan sadar melanggar Hukum Allah, maka dia tidak di bawah kuasa Roh Kudus, dan dia tidak menyampaikan pesan atau pekabaran dari Allah. Kalau itu bukan pekabaran dari Allah, itu datang dari musuh Allah yang bertujuan menyesatkan manusia. Jadi kita harus selektif apa yang kita dengarkan. Tidak semua yang mengutip ayat Alkitab itu utusan Allah. Setan juga tahu semua ayat Alkitab dan bisa berulang-ulang mengutipnya. 

 

Kita sudah mempelajari Pekabaran Tiga Malaikat di Wahyu 14:6-12, di situ Yohanes melihat  tiga malaikat [makhluk Surga] yang membawa pekabaran istimewa dari Tuhan, itu simbolis. Secara literal yang membawa pekabaran itu ke seluruh dunia bukanlah makhluk-makhluk dari Surga, melainkan manusia-manusia biasa, yang diangkat Tuhan sebagai utusanNya untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada dunia, tapi tentunya mereka dibantu malaikat-malaikat surgawi dalam mengemban misi agung dari Kristus itu.

Harus dimengerti bahwa kata “malaikat” berarti “utusan Tuhan”, bisa balatentara Surga; bisa juga manusia biasa, satu orang maupun sekelompok orang; bahkan bisa Tuhan Yesus sendiri karena Tuhan Yesus juga selalu melakukan kehendak Allah Bapa sebagai utusan Bapa. Jadi siapa pun yang melakukan misi dari Allah, itu bisa disebut “utusan Allah” yang sinonim dengan kata “malaikat”.

Demikian pula di Wahyu 18:1 ini, malaikat ini merupakan rekan dari tiga malaikat sebelumnya dari Wahyu pasal 14, yang mewakili sekelompok orang yang tersebar di seluruh dunia, yang menyerukan pesan yang mereka terima dari Tuhan kepada dunia.

 

 

18:2        Dan ia berseru keras-keras dengan suara yang kuat, katanya,  ‘Babel yang besar sudah roboh, sudah roboh,  dan telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat, dan tempat penahanan setiap roh najis dan sebuah sangkar untuk setiap burung yang najis dan yang dibenci.

 

v   “berseru keras-keras dengan suara yang kuat”

Orang-orang yang menyampaikan pesan Tuhan yang mereka bawa itu melakukannya dengan berani, dengan terbuka. Ingat di ayat 1 dikatakan mereka itu “mempunyai kekuasaan besar” yang kita ketahui adalah kuasa Roh Kudus.  Tuhan selalu menyuruh utusan-utusanNya untuk bicara dengan berani, dengan lantang, dengan keyakinan, mengatakan apa yang salah itu salah, dan menunjukkan mana yang benar menurut Allah. Menyampaikan pekabaran Tuhan tidak boleh ragu-ragu, tidak boleh plin-plan, tidak boleh berkompromi dengan kesalahan, walaupun kita menjadi tidak populer dan tidak disukai orang karena itu. Jangan berkata,  “Oh iya semua agama itu benar”, lha untuk apa Tuhan menyuruh kita menginjil kalau semua agama itu benar?  Kebenaran itu mutlak, hanya satu. Kalau kita sendiri tidak meyakini ini, kita sendiri punya masalah keselamatan yang besar.

Yesaya 58:1

Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Angkatlah suaramu seperti sebuah terompet, dan tunjukkanlah umat-Ku pelanggaran mereka, dan kaum keturunan Yakub dosa-dosa mereka.

 

Bilamana ada kesalahan, Tuhan selalu mengirim hamba-hambaNya untuk menyatakan kesalahan itu. Tetapi seperti yang sudah-sudah, manusia kalau diberitahu kesalahannya, biasanya malah marah, dan langsung menutup telinga. Tetapi Tuhan yang menghendaki semua manusia selamat, selalu mengirim utusanNya untuk mengingatkan manusia agar meninggalkan dosa, karena walaupun Tuhan itu mahapengasih, tetapi Tuhan tidak menoleransi dosa, Tuhan tidak akan mengatakan “tidak apa-apa” pada dosa.

Perhatikan ayat di atas, siapa yang harus diberitahu? “umat-Ku” dan “kaum keturunan Yakub”,  jadi orang-orang Kristen sendiri, orang-orang yang telah mengakui Yesus sebagai Juruselamat mereka! Jika orang-orang Kristen sendiri  harus ditegur berarti mereka banyak yang salah, iya kan? Sesungguhnya memang banyak orang Kristen yang tidak tahu isi Alkitab mereka sendiri, tidak tahu apa Firman Allah, mereka hanya tahu versi Firman yang diajarkan kepada mereka oleh gereja mereka, padahal banyak gereja yang doktrinnya sudah sangat tidak alkitabiah.

2 Timotius 4:2

Beritakanlah Firman, bersiap di masa baik maupun di masa tidak baik. Meyakinkan, menegur, dan menasihati dengan panjang sabar dan dengan doktrin.

 

Nah, kita akan melihat Wahyu 18:1-5 ini bicara tentang peringatan dan panggilan keluar dari Babilon khusus kepada orang-orang Kristen yang berada di dalam Babilon tanpa mereka sadari. Mereka menganggap mereka berada di tubuh Kristus yang benar, tetapi ternyata tidak. Mereka mengira mereka sudah selamat, tetapi ternyata tidak. Dan itulah sebabnya Tuhan mengirim utusan-utusanNya untuk memanggil mereka keluar, supaya mereka selamat.

 

v   “Babel yang besar sudah roboh, sudah roboh”

Ini mengulangi seruan Malaikat Kedua Wahyu 14:8. Pekabaran ini disampaikan ke Babel sendiri! Mengapa? Karena di Babel ada umat Tuhan yang tidak sadar bahwa mereka sudah bergabung dengan gereja yang sesat. Ingat, ini adalah kejatuhan secara rohani, bukan kejatuhan literal. Babel bukan suatu tempat geografis yang literal. Babel ada di mana gereja-gereja sesat berada di seluruh dunia.

“Babel (Kota) Besar” ini dianggap jatuh setelah mereka menolak pekabaran yang dibawakan malaikat yang pertama! Silakan review pelajaran Wahyu 14.

Apa pekabaran malaikat pertama?

1.    Takutlah akan Allah dan

2.    muliakanlah Dia,

3.    karena telah tiba jam penghakiman-Nya,

4.    dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.

 

Maka ketika gereja-gereja tidak takut kepada Allah malah dengan berani melanggar perintah-perintah dan Hukum Allah, dan mereka tidak menyembah Allah sebagai Khalik yang menjadikan langit, bumi dan laut dan semua mata air dengan cara khusus seperti yang tercantum dalam Hukum Allah yang ke-4 dari 10 Hukum (baca lagi Keluaran pasal 20:8-11), mereka telah menolak pekabaran malaikat yang pertama. Dan semua yang menolak pekabaran malaikat yang pertama, oleh Tuhan digolongan dalam “Babel Kota Besar yang sudah roboh”.

 

Berarti pekabaran pasal 18:1 ini merupakan pengulangan dari pekabaran Malaikat Kedua Wahyu 14. Begitu besar kasih Tuhan kepada manusia sehingga Tuhan terus mencoba untuk menyadarkan umatNya yang tersesat, agar mereka tahu bahwa mereka berada di tempat yang salah dan mereka harus keluar dari sana.

 

v   “telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat, dan tempat penahanan setiap roh najis”

Jadi siapa yang ada di Babel (kota) besar yang sudah roboh ini? Wah, ternyata roh-roh jahat dan roh-roh najis. Babel adalah “rumah”nya Setan dan semua roh jahat anak buahnya. Mereka tinggal di sana, mereka nyaman di sana, itu rumah mereka sendiri. Kita paling nyaman saat berada di rumah kita sendiri, kan? Kita bisa menjadi raja di rumah kita sendiri. Begitu juga Setan, Babel adalah markas besarnya, basisnya, rumahnya sendiri. Jadi jangan kita terus mendekam di sana, kalau kita berkumpul terus dengan Iblis dan roh-roh jahat, pasti kita akan jadi mangsa mereka.

 

Bagaimana kita bisa yakin bahwa roh Setan ada di sana? Kita lihat saja, salah satunya adalah betapa banyaknya bermunculan ajaran spiritisme di dalam gereja-gereja. Nyaris semua gereja mengajarkan bahwa orang yang sudah mati itu masih hidup, entah arwahnya gentayangan, entah arwah itu hidup di alam roh, entah hidup di dunia astral mana, atau berada di purgatory [api pencucian], atau paling buruk ada di neraka, atau bahkan sudah hidup bahagia di Surga bersama Tuhan, “mendapat tempat terbaik” di sana, atau mungkin masih hidup bersama keluarganya di dunia dan masih sering menolong mereka, dll. Semua ini adalah teori yang diajarkan Setan, karena Alkitab tidak mengajar demikian.

Alkitab mengajarkan, bahwa orang yang mati, semuanya mati, tidak hidup dalam bentuk apa pun, hingga mereka dibangkitkan.

Ø    yang selamat

dibangkitkan untuk menerima pahala saat Kedatangan Kedua Kristus,

Ø    yang tidak selamat

dibangkitkan untuk menerima hukuman saat kedatangan Kristus yang ketiga,

ini akan dibahas di Wahyu pasal 20.

 

Namun, untuk membuktikan bahwa ajaran spiritisme itu benar,  Setan dan pengikut-pengikutnya [roh-roh jahat] pun menyamar sebagai orang-orang yang sudah mati untuk menipu manusia yang masih hidup dan menciptakan penampakan-penampakan untuk meyakinkan manusia bahwa orang mati tidak benar-benar mati, mereka masih hidup hanya tidak punya tubuh fisik. Penampakan-penampakan, seance, upaya untuk berhubungan dengan orang-orang yang sudah mati lewat medium-medium [dukun], ajaran untuk minta berkah dan bantuan dari orang-orang mati, semua ini adalah perbuatan  “roh-roh jahat”  dan semua roh najis” yang bermarkas di Babel besar yang sesat. Dipopulerkan oleh buku-buku dan film-film tentang hantu dan roh gentayangan, maka konsep ini pun semarak berkembang dalam masyarakat yang tidak tahu dirinya sebenarnya sedang tersesat.

 

v   “dan  sebuah sangkar untuk setiap  burung yang najis dan yang dibenci”

Hewan yang digolongkan najis untuk dimakan menurut Alkitab itu banyak, mengapa dari sekian banyaknya itu yang dipilih di sini adalah burung? Apakah burung lebih najis daripada hewan najis lainnya?  Kenapa Tuhan perlu membedakan antara “roh-roh jahat dan roh-roh najis” dengan “burung yang najis”?

Kalau “roh jahat” itu sudah jelas Setan, bukan? Karena manusia bukan roh. Tetapi sekarang apa itu “burung yang najis”? Ternyata “burung” dipakai Tuhan untuk melambangkan Setan atau Iblis juga.

Kita lihat dari ayat-ayat di bawah ini:

Lukas  8:5, 11-12

5 Seorang penabur keluar untuk menabur benihnya. Dan sementara ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, dan itu terinjak-injak, dan burung-burung di angkasa memakannya sampai habis. 11 Nah, perumpamaan itu ialah ini: Benih itu ialah Firman Allah. 12 Yang jatuh di pinggir jalan ialah mereka yang mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil Firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

 

Jadi “setiap  burung yang najis” itu melambangkan Iblis” yang “mengambil Firman itu dari dalam hati” manusia. Bukan kucing atau anjing atau monyet atau kodok, tapi burung yang dipakai sebagai lambang Iblis yang mengambil Firman Allah dari hati manusia supaya mereka tidak percaya dan tidak selamat.

 

Maka setelah kejatuhan Babel (gereja-gereja yang sesat), dia sudah menjadi sarangnya roh-roh najis dan Iblis dan burung-burung najis yang dibenci. Mengerikan, bukan? Dan celakanya, yang berada di sana tidak sadar bahwa mereka sedang berkumpul dengan Setan dan roh-roh jahat anak buahnya dan bahwa sebenarnya mereka sedang disesatkan.

 

 

18:3        karena semua bangsa telah minum anggur murka zinahnya, dan raja-raja di bumi telah berbuat zinah dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan barang-barang mewahnya.’

 

v   “semua bangsa telah minum anggur murka zinahnya”

Sekali lagi Tuhan menekankan bahwa semua bangsa sudah ikut minum anggur murka zinahnya, artinya mereka sudah menelan mentah-mentah doktrinnya yang sesat. Anggur murka zinahnya itu sesat, karena itu hasil perzinahan gereja dengan pemerintahan, dan itu menimbulkan amarah bangsa-bangsa terhadap umat Allah. Jadi yang tertipu bukan cuma 1-2 orang, tapi “semua bangsa” tidak ada yang tidak.

 

v   “raja-raja di bumi telah berbuat zinah dengan dia”

Sistem hirarki Gereja ini bekerjasama dengan dunia, dengan pemimpin-pemimpin kekuasaan dunia [raja-raja, kepala-kepala negara] bukan hanya dalam urusan rohani, tetapi juga dalam hak-hak sipil. Kita akan melihat bahwa nanti mereka yang tidak mau menerima Tanda Binatangnya, akan dipersekusi oleh negara, sama seperti di Zaman Kegelapan abad Pertengahan dulu.

 

v   “pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan barang-barang mewahnya”

Pedagang-pedagang di dunia juga punya kepentingan besar ikut mendukung Babel, sebab mereka menjadi kaya karena doktrin-doktrinnya. Di sini perdagangan mengandung arti ganda. Selain berarti kiasan yaitu menjual doktrin-doktrin yang palsu yang disodorkan kepada manusia dengan tipu daya pedagang (biasa dalam berdagang, barang palsu dijual sebagai barang tulen) ini juga bicara tentang konsumerisme yang timbul dari doktrin-doktrin palsu yang diajarkan.

Kita lihat betapa banyak pedagang yang menjadi kaya dari ajaran Babel yang salah. Di antaranya, Babel menciptakan perayaan Natal, dan seluruh dunia merayakan Natal pada 25 Desember secara besar-besaran dengan semua glamor duniawinya, yang tidak diajarkan Alkitab, dan tidak pernah diajarkan Tuhan. Itulah saatnya para pedagang di seluruh dunia mencapai target penjualan tertinggi dan meraup keuntungan yang terbesar ketika manusia di seluruh dunia berbondong-bondong membeli segala macam untuk merayakan Natal, dan menggelar segala macam pesta atas nama Natal. Itulah sebabnya demi keuntungan berlimpah mereka sendiri, para pedagang tidak peduli apakah itu alkitabiah atau tidak, mereka tentu saja berada di barisan pendukung Babel ini, karena itu sangat menguntungkan bagi perdagangan dunia.

 

 

18:4        Dan aku mendengar suara lain dari sorga berkata, ‘Keluarlah darinya, hai umat-Ku, supaya kamu jangan ikut mengambil bagian dalam dosa-dosanya, sehingga kamu tidak ditimpa malapetaka-malapetakanya

 

v   “suara lain dari sorga”

Perhatikan, ini bukan malaikat yang di ayat 1 di atas yang mengumumkan bahwa Babel sudah roboh dan bahwa itu adalah rumahnya Setan. Ini suara yang lain. Kalau di ayat 1, malaikat itu turun dari Surga baru berseru, tapi di ayat ini, yang berseru tetap ada di Surga, hanya suaraNya yang terdengar. Ini suara Tuhan sendiri!

Untuk seruan yang istimewa ini, Kristus tidak menyerahkan kepada malaikat-malaikatnya, tetapi Tuhan sendiri yang berseru dari Surga. Nah, apakah suatu saat manusia di bumi akan mendengar secara literal suara Tuhan bicara dari langit? Tidak. Bagaimana Tuhan berbicara kepada umatnya? Jelas lewat Alkitab. Jadi seruan Tuhan ini sudah ditulis di dalam Alkitab 2’000 tahun yang lalu oleh Yohanes, namun mayoritas manusia tidak mengetahuinya. Tetapi di masa akhir zaman, yaitu sejak 1798, setelah Alkitab bisa diakses manusia lagi secara bebas, ada lebih banyak manusia yang mulai tahu tentang seruan Tuhan ini. Dan semakin dekat ke hari akhir, akan ada semakin banyak manusia yang mengetahui tentang panggilan Tuhan kepada umatNya yang masih tersangkut di Babel ini.

 

v   “Keluarlah darinya, hai umat-Ku”

Dari mana? Dari Babel (kota) besar. Berarti di dalam “Babel, kota besar itu” terdapat umat Tuhan! Mereka itu selama ini tidak mengetahui bahwa mereka telah mengikuti ajaran yang salah, mereka mengasihi Tuhan dengan tulus, dan mereka beribadah kepada Tuhan dengan tulus; sekarang Tuhan panggil mereka keluar. Perhatikan bahwa ini adalah panggilan dari Tuhan sendiri. Apa kesimpulan yang kita peroleh dari peringatan terakhir ini? Ketulusan saja tidak menyelamatkan manusia! Itikad baik saja tidak cukup. Manusia harus keluar dari semua kesalahannya, meninggalkan semua kesalahannya, dan masuk kepada kebenaran Tuhan.

Tuhan ingin semua umatNya selamat, jangan sampai mereka binasa karena tidak mengetahui kebenaran.

1 Timotius 2:3-4

3 Karena ini yang baik dan berkenan di pemandangan Allah, Juruselamat kita, 4 yang mau  supaya semua orang diselamatkan, dan memperoleh pengetahuan tentang kebenaran.

 

Jadi tidak cukup hanya mengakui apa yang benar tetapi tetap berada di Babel, tempat kita berada. Menurut ayat ini, kita perlu keluar dari tempat yang salah, kita perlu keluar dari Babel (kota) besar itu.

 

v   “supaya kamu jangan ikut mengambil bagian dalam dosa-dosanya”

Nah ini sangat penting. Jika kita meninggalkan “Babel Kota Besar” itu, maka kita tidak dihitung ikut ambil bagian dalam dosa-dosanya. Apa yang kita lakukan sebelum kita mendapat pencerahan ini, diampuni oleh Tuhan jika kita sekarang keluar dari sana. Tetapi, jika setelah kita sudah tahu Babel itu salah, tetapi kita menolak keluar dari “Babel Kota Besar” ini, maka tidak ada lagi pengampunan, seperti yang tertulis:

Ibrani 10:26-27

26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah kita menerima pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi kurban untuk dosa 27 melainkan suatu penantian yang menakutkan akan penghakiman dan api kemarahan yang akan melahap habis  para musuh

 

v   “sehingga kamu tidak ditimpa malapetaka-malapetakanya”

Ketujuh Malapetaka Terakhir yang ditulis di Wahyu pasal 15-16 tak lama lagi akan dicurahkan kepada Babel kota besar itu. Dan dengan ayat ini Tuhan jelas menyatakan bahwa “Babel Kota Besar” itu akan  “ditimpa malapetaka-malapetaka” itu.  Tetapi mereka yang mendisasosiasikan diri darinya, tidak akan kena. Berarti hanya mereka yang ada di dalam Babel kota besar itu yang kena, jadi siapa yang ingin selamat dari Ketujuh Malapetaka Terakhir itu harus cepat-cepat keluar dari sana. 

 

18:5        Sebab dosa-dosanya telah mencapai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya 

v   “dosa-dosanya telah mencapai ke langit”

Betapa mengerikan. Begitu banyak dosanya. Ternyata segala bentuk peribadatan, segala bentuk upacara, segala khotbah, segala amal, segala yang dikerjakan dan yang ditampilkan oleh Babel selama ini tidak masuk hitungan sama sekali. Yang diingat Allah adalah “dosa-dosanya”. Sudah pasti selama berabad-abad Babel ini pernah berbuat kebaikan juga bagi masyarakat, misalnya mendirikan sekolah-sekolah, membangun rumah-rumah sakit, tapi semua kebaikan itu tidak bisa mengurangi dosanya, Tuhan tidak hitung-hitungan debet-kredit. Teman-teman, dosa selamanya tidak bisa dipotong dari amal. Dosa hanya bisa dihapus jika diampuni oleh Tuhan.  Jangan lupa ini. Dan dosa-dosa  “Babel Kota Besar” ini tidak pernah ada yang diampuni karena mereka tidak merasa berdosa, mereka tidak pernah minta ampun kepada Tuhan. Yang menyedihkan adalah mereka mengaku umat Tuhan tapi Tuhan tidak mengakui mereka umatNya.

 

v   “Allah telah mengingat segala kejahatannya”

Allah tahu segala. Jika Allah tahu jumlah rambut di kepala kita yang setiap hari ada yang lepas, Allah juga tahu segala kejahatan yang dibuat siapa pun, termasuk kejahatan Babel kota besar ini. Dan Allah akan memberi mereka ganjaran yang setimpal, yaitu dua kali lipat.

 

 

18:6        Berikanlah ganjaran yang sama seperti yang telah dia berikan kepadamu, dan gandakanlah kepadanya dua kali lipat sesuai perbuatannya, di dalam cawan yang telah diisinya, isikan baginya dua kali lipat

18:7        Seberapa banyak dia telah memuliakan dirinya sendiri, dan hidup dalam kenikmatan, berikan kepadanya sebanyak itulah siksaan dan kesedihan. Sebab ia berkata di dalam hatinya: ‘Aku bertakhta seperti ratu, dan aku bukan janda, dan tidak akan mengalami kesedihan.’

 

v   “ganjaran yang sama… gandakanlah kepadanya dua kali lipat”

Artinya jenis kejahatan yang sama tapi dua kali lipat.

 

v   “dia telah memuliakan dirinya sendiri”

Sebetulnya Tuhan menciptakan manusia untuk kemuliaanNya.

Yesaya 43:6-7

Aku akan berkata kepada utara: Serahkanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, yaitu setiap orang yang disebutkan dengan nama-Ku: karena Aku telah menciptakan dia untuk kemuliaan-Ku, Aku telah membentuknya, iya, Aku yang telah menjadikannya.

 

Tapi Babel ini bukannya memuliakan Tuhan, dia malah memuliakan dirinya sendiri.

Babel Kota Besar ini bukan saja mewah [kaya], tetapi juga dimuliakan, dihormati oleh dunia. Ini juga merupakan tanda pengenalnya yang lain. Siapakah organisasi agamis yang paling dimuliakan, yang paling mewah, di dunia? Hanya ada satu jawaban, dan kita semua sudah tahu siapa itu. Tetapi “Seberapa banyak dia telah memuliakan dirinya sendiri, dan hidup dalam kenikmatan, berikan kepadanya sebanyak itulah siksaan dan kesedihan”. Jadi hati-hati, kalau kita melihat gereja yang mewah, yang dimuliakan, jangan tergiur ikut ke sana.

 

v   “Aku bertakhta seperti ratu, dan aku bukan janda, dan tidak akan mengalami kesedihan”

Seorang ratu itu sangat dihormati, dia dihormati bukan saja oleh rakyatnya, dia disayang juga oleh sang raja, malah sering-sering rajanya yang tunduk pada ratunya. Jadi seorang ratu itu memiliki segala-galanya. Seorang janda itu kebalikannya. Janda di zaman dulu itu sangat mengenaskan karena tidak ada yang menafkahi. Di sini Babel itu menyombong, “aku ini ratu, bukan janda, hidupku penuh kenikmatan, aku tidak merana.”

Tetapi Nabi Yesaya telah menulis atas petunjuk Tuhan:

Yesaya 47:5, 7-9

5 Duduklah dengan diam dan masuklah ke dalam kegelapan, hai puteri Kasdim! Sebab engkau tidak akan disebut lagi ratu kerajaan-kerajaan. 7 Dan engkau berkata, ‘Aku akan menjadi ratu selama-lamanya’ sehingga engkau tidak memasukkan hal-hal ini ke dalam hatimu, maupun mengingat bagian akhir darinya. 8 Oleh sebab itu, dengarlah ini, kamu yang hidup bermanja-manja, yang hidup dengan aman, yang berkata dalam hatimu: ‘Aku ada, tiada yang lain di sampingku! Aku tidak akan duduk sebagai seorang janda, maupun akan pernah kehilangan anak-anak.9 Tetapi dua hal ini akan menimpa engkau dalam sekejap mata, dalam satu hari: hilangnya anak-anak dan kejandaan. Mereka  akan menimpa engkau dengan sepenuhnya karena banyaknya sihirmu, dan karena banyaknya tenungmu.

 

Tidakkah ayat-ayat ini mirip yang kita pelajari di kitab Wahyu? Lihat ayat selanjutnya.

 

 

18:8        Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu kematian, dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar sampai habis dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, itu perkasa.

 

v   “segala malapetakanya akan datang dalam satu hari”

Kata “hari” di sini berasal dari kata ἡμέρα [hēmera]. Ingat-ingat kata ini. Kita tahu bahwa satu hari nubuatan adalah satu tahun literal.

Di sini disebutkan segala malapetaka”, berarti mulai dari Malapetaka Pertama hingga yang Terakhir itu akan berlangsung dalam satu tahun literal.

 

v   “kematian, dan perkabungan dan kelaparan”

Malapetaka-malapetaka itu mendatangkan kematian, dan perkabungan, dan kelaparan. Borok parah, infeksi, tidak ada air, matahari membakar, kelaparan karena semua tanaman mati kering dan hewan mati tidak ada makan maupun minum, manusianya mau makan apa? Walapun punya uang bergudang-gudang juga tidak bisa menolong mereka. Ini sungguh pembalasan yang berlipat-ganda beratnya.

 

v   “ia akan dibakar sampai habis dengan api”

Ini melompat ke depan, kesetelah Millenium, saat Kedatangan Yesus yang ketiga kalinya bersama Yerusalem Baru, Babel besar akan dibangkitkan dan dibakar dengan api sampai habis bersama-sama dengan Setan

Wahyu 20:10

dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, di mana Binatang dan nabi palsu itu berada dan mereka akan disiksa siang malam selama-lamanya.

 

v   “Tuhan Allah, yang menghakimi dia, itu perkasa”

Walaupun Babel besar itu besar kekuasaannya dan kuat, pendukungnya banyak, tetapi Tuhan Allah yang menghakimi dia lebih perkasa daripada dia. Dia akan dibinasakan Tuhan.

 

 

18:9        Dan raja-raja bumi yang telah berzinah dan hidup nikmat bersamanya, akan menangisinya, dan meratapinya, ketika mereka melihat asap api yang membakarnya.

18:10      Berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya, sambil berkata, ’Celaka, celaka, kota besar Babel itu, kota yang perkasa itu, sebab dalam satu jam/hari** penghakimanmu telah tiba!’

 

v   “raja-raja bumi yang telah berzinah dan hidup nikmat bersamanya, akan menangisinya, dan meratapinya”

Ini kembali ke masa jatuhnya Malapetaka Kelima dan Keenam. Semua negara yang tadinya berkolaborasi dengan “Babel Kota Besar” dalam mengembangkan, menyebarkan, mengajarkan dan bahkan memaksakan doktrin/ajarannya yang sesat, yang telah menerima banyak keuntungan dan kelimpahan dari kolaborasi tersebut, sekarang hanya “menangisinya, dan meratapinya”

 

v   “Berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya”

Dari jarak jauh pula, tidak memberikan bantuan. Inilah yang di Wahyu 16:12 dilambangkan dengan mengeringnya sungai Efrat. Semua dukungan terhadap Babel lenyap.

 

v   “dalam satu jam/hari** penghakimanmu telah tiba!’

Kata yang diterjemahkan “satu jam” di sini adalah kata  ὥρα [ho’-rah]. Kita sudah mempelajari di pasal sebelumnya bahwa kata ini bisa berarti “jam”, “hari”, “musim”, “segera”.

Satu hari nubuatan adalah 1 tahun literal = 360 hari literal.

Satu jam nubuatan adalah 1/24 x 360 = 15 hari literal.

Ø    Di ayat 8 dikatakan “segala malapetakanya akan datang dalam satu hari”,

dan kata “hari” di sana adalah kata ἡμέρα [hēmera] yang hanya bisa diartikan 24 jam atau satu hari, tidak bisa diartikan "jam”.  

1 hari nubuatan = 1 tahun literal.

jadi ayat 8 berkata segala malapetakanya akan datang dalam waktu satu tahun literal.

Ø    Di Yesaya 47:9 juga dikatakan dalam satu hari: hilangnya anak-anak dan kejandaan.”

Kata yang diterjemahkan “hari” di sini berasal dari kata Ibrani יוֹם [yôm] yang artinya hanya “hari”, tidak bisa diartikan “jam”.

1 hari nubuatan = 1 tahun literal.

Jadi Yesaya 47:9 berkata bahwa dalam satu tahun Babel (Kasdim) akan menjadi janda dan kehilangan anak-anaknya.

 

Baik ayat Wahyu 18:8 maupun Yesaya 47:5-9 bicara tentang masa ketika Babel menerima penghakiman Tuhan, saat jatuhnya Tujuh Malapetaka Terakhir.  Berarti Babel akan mengalami itu dalam waktu 1 hari nubuatan atau 1 tahun literal. Nah, “dalam 1 tahun literal” itu tidak berarti harus tepat 1 tahun literal tidak lebih tidak kurang; tapi itu bisa 2 bulan, bisa 10 bulan, bisa juga 12 bulan, asalkan dalam kurun waktu satu tahun. Jadi kita tidak tahu persis berapa lama, kita hanya tahu itu terjadi dalam 1 tahun.

Nah, berdasarkan dua ayat di atas, maka seharusnya Wahyu 18:10 yang juga bicara tentang Masa Kesukaran Besar saat jatuhnya Tujuh Malapetaka Terakhir, juga  terjadi dalam kurun waktu 1 tahun literal. Karena itu tidak tepat di ayat 10 kata ὥρα [ho’-rah] diterjemahkan 1 jam (nubuatan), seharusnya itu 1 hari (nubuatan). Kata ὥρα [ho’-rah] selain berarti “satu jam” bisa berarti “satu hari” juga, dan di ayat 10 ini lebih tepat diterjemahkan “satu hari” bukan “satu jam”.

 

Ø    Jadi seharusnya ayat 10 berbunyi:

Berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya, sambil berkata, ’Celaka, celaka, kota besar Babel itu, kota yang perkasa itu, sebab dalam satu hari penghakimanmu telah tiba!’…”

1 hari nubuatan = 1 tahun literal. Baru klop dengan Wahyu 18:8 dan Yesaya 47:9.

 

Perhatikan:

ὥρα [ho’-rah] “1 hari” di Wahyu 18:10 ini BUKAN “1 hari” peristiwa Wahyu 17:12. “1 hari”nya sama, tapi bicara tentang peristiwa yang berbeda.

ü   Jika di Wahyu 17:12

kesepuluh raja dan Binatang itu diberi waktu satu hari  ὥρα [ho’-rah] untuk mendatangkan penderitaan dan penyiksaan yang paling berat bagi umat Tuhan.

ü   Di Wahyu 18:10,

justru ganti si penyiksa sekarang yang mengalami penderitaan selama ὥρα [ho’-rah], jangka waktu yang sama, sama dengan yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya.

Yesaya 47:9–11

9 Tetapi dua hal ini akan menimpa engkau dalam sekejap mata, dalam satu hari: hilangnya anak-anak dan kejandaan. Mereka  akan menimpa engkau dengan sepenuhnya karena banyaknya sihirmu, dan karena banyaknya tenungmu. 10 Karena engkau telah mengandalkan kejahatanmu, engkau telah berkata, ‘Tiada yang melihat aku!’ Kebijaksanaanmu dan pengetahuanmu itulah yang telah menyesatkan engkau, dan engkau telah berkata dalam hatimu: ‘Aku ada, tiada yang lain kecuali aku!’ 11 Itulah sebabnya malapetaka akan menimpa engkau, engkau tidak akan tahu dari mana datangnya, dan celaka akan jatuh atasmu, engkau tidak akan sanggup menundanya, dan kebinasaan akan menimpa engkau dengan sekonyong-konyong, yang tidak akan engkau ketahui.

 

 

18:11      Dan pedagang-pedagang di bumi akan menangisi dan berkabung untuknya, sebab tidak ada lagi yang membeli barang-barang dagangan mereka

18:12      Barang-barang dagangan dari emas dan perak, dan permata-permata berharga, dan mutiara-mutiara, dan lenan halus, dan kain ungu, dan sutera, dan kain kirmizi, dan pelbagai jenis kayu yang harum, dan segala jenis bejana dari gading, dan segala jenis bejana dari kayu yang mahal, dan dari kuningan,  dan besi, dan pualam

18:13      dan kayu manis, dan rempah-rempah, dan minyak-minyak, dan kemenyan, dan anggur, dan minyak, dan tepung halus, dan gandum, dan binatang-binatang besar, dan domba, dan kuda, dan kereta, dan budak, dan nyawa-nyawa manusia

 

v   “pedagang-pedagang di bumi akan menangisi dan berkabung untuknya”

Pedagang-pedagang di bumi yang mendapat banyak keuntungan dari Babel sekarang menangisi Babel, bukan karena mereka mencintainya, tetapi karena dengan jatuhnya Babel tidak ada lagi yang mau membeli barang dagangan mereka. Lha mau minum dan makan saja sulit kok siapa yang mau belanja yang lain-lain.

 

v   “Barang-barang dagangan”

Di sini disebutkan semua jenis barang mewah yang dikejar oleh manusia untuk membuktikan dan menyombongkan status sosial mereka.

 

v   “dan nyawa-nyawa manusia”

Ini yang ngeri. Di antara barang dagangannya juga ada nyawa-nyawa manusia. Ini tidak bicara tentang penjualan manusia sebagai budak, karena “budak” sudah disebutkan sendiri sebelumnya. Ini juga bukan yang di zaman kita sekarang terkenal dengan istilah human trafficking. Pemahaman yang tepat untuk istilah jual-beli nyawa manusia”  adalah manusia-manusia yang tertipu membeli dagangan (= ajaran) Babel yang salah sehingga mereka masuk kelompok pengikut “Babel Kota Besar”, dan bakal kehilangan nyawa mereka untuk selama-lamanya. Suatu jual-beli yang berakibat fatal bagi manusianya. Ini yang dikatakan di ayat 23: Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, karena oleh ilmu sihirmu semua bangsa telah disesatkan.”

Yehezkiel juga sudah mencatat tentang hal ini:

Yehezkiel 27:33-36

33 Ketika barang daganganmu keluar dari laut, engkau memuaskan banyak bangsa; engkau bahkan  memperkaya raja-raja dunia dengan banyaknya hartamu dan dari barang daganganmu. 34 Di masa ketika engkau akan dihancurkan oleh laut di dasar lautan, barang-barang daganganmu dan semua rekan dagangmu di tengah-tengahmu akan mati. 35 Semua penduduk pulau-pulau akan terperangah padamu, dan raja-raja mereka akan sangat ketakutan, wajah mereka akan penuh kekhawatiran. 36 Pedagang-pedagang di antara bangsa-bangsa akan mendesis padamu, engkau akan menakutan, dan tidak pernah akan ada lagi.

 

 

18:14      Dan buah-buah yang didambakan hatimu, lenyap darimu, dan segala hal yang mewah dan indah hilang darimu, dan engkau tidak akan menemukan mereka lagi.

18:15      Pedagang-pedagang barang-barang itu, yang telah menjadi kaya oleh dia, akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya, sambil menangis dan meratap

18:16      dan berkata, ‘Celaka, celaka, kota besar itu, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu, dan kirmizi, dan dihiasi emas, dan permata-permata berharga,  dan mutiara-mutiara

 

v   “buah-buah yang didambakan hatimu, lenyap darimu”

Segala yang diinginkan, semua cita-citanya, hilang menguap, tidak akan ditemukan lagi karena dia akan binasa.

 

v   “Pedagang-pedagang… akan berdiri jauh-jauh”

Di ayat 8-9 dikatakan raja-raja bumi yang akan berdiri jauh-jauh dan meratap. Di ayat ini dikataka para pedagang akan berbuat yang sama. Semua koalisinya meninggalkannya.

 

v   “Celaka, celaka, kota besar itu,”

Dia kaya raya, segala harta dunia ada dalam genggamannya, tapi semua itu tidak bisa menolongnya.

Matius 16:26

Karena apalah keuntungan seseorang jika dia akan mendapatkan seluruh dunia dan kehilangan nyawanya sendiri? Atau apakah yang akan diberikannya sebagai ganti nyawanya?

 

 

18:17      Sebab dalam satu jam/hari** itu kekayaan sebanyak itu musnah.’ Dan setiap nakhoda, dan semua yang berlayar dengan kapal, dan para pelaut dan seberapa banyak yang berdagang di laut, berdiri jauh-jauh

18:18       dan berseru ketika mereka melihat asap pembakarannya, sambil berkata,Kota manakah yang sama seperti kota besar ini?’

18:19      Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, mengatakan, ‘Celaka, celaka, kota besar itu, di mana semua orang yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh kekayaannya! Sebab dalam satu jam/hari ia sudah dijadikan terlantar.’

 

v   “dalam satu jam/hari** itu kekayaan sebanyak itu musnah.”

Ini kasusnya sama dengan ayat 10 di atas.

Kata ὥρα [ho’-rah] di sini oleh KJV diterjemahkan “jam”, padahal lebih tepat “hari”,  sesuai konteks ayat 8 di atas dan Yesaya 47:9.

Jadi “dalam satu hari itu kekayaan sebanyak itu musnahberarti dalam waktu 1 tahun literal.

 

v   “setiap nakhoda, dan semua yang berlayar dengan kapal, dan para pelaut dan seberapa banyak yang berdagang di laut, berdiri jauh-jauh”

Di ayat-ayat sebelumnya disebutkan para raja di bumi, dan para pedagang  di bumi semua hanya meratapi dia dari jauh, tidak ada yang mau mendekat, artinya tidak ada yang memberikan pertolongan. Babel benar-benar ditinggalkan kroni-kroninya.

 

v   “semua orang yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh kekayaannya”

Perekonomian suatu negara di zaman dulu sangat bergantung pada perdagangan maritim. Babel telah membuat banyak pedagang kaya karena itu mereka berdiri di pihaknya. Tetapi di Masa Kesukaran Besar, semua orang mencari selamatnya sendiri. Maka dengan bubarnya perdagangan maritimnya, perekomian Babel pun terjun bebas ke dalam jurang.

 

v   “dalam satu jam/hari** ia sudah dijadikan terlantar”

Kasus yang sama seperti di ayat 10 dan 17 di atas.

Kata ὥρα [ho’-rah] di sini oleh KJV diterjemahkan “jam” lagi, padahal lebih tepat “hari”,  sesuai konteks ayat 8 di atas dan Yesaya 47:9.

1 hari nubuatan = 1 tahun literal.

Jadi dalam 1 tahun literal, Babel sudah menjadi terlantar, ditinggalkan kroni-kroninya.

 

 

18:20      Bersukacitalah atas dia, hai sorga dan kamu, rasul-rasul dan nabi-nabi yang kudus, karena Allah telah membalaskan kamu padanya

 

v   “Allah telah membalaskan kamu padanya”

Apa yang terjadi pada “Babel Kota Besar” sekarang ini merupakan jawaban kepada seruan umat Allah yang pernah mereka kejar, siksa, dan bunuh. Orang-orang yang dilihat Yohanes di Wahyu 6:9-10

9 ….aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena Firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. 10 Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: ‘Sampai berapa lamakah lagi, ya, Tuhan, yang kudus dan benar, hingga Engkau  menghakimi dan membalaskan darah kami kepada mereka  yang diam di bumi?’

 

 

18:21      Dan seorang malaikat yang perkasa mengangkat sebuah batu seperti batu kilangan yang besar, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya, ‘Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan kekerasan ke bawah, dan tidak akan ditemukan lagi.

18:22      Dan suara pemain-pemain kecapi dan para musikus, dan peniup-peniup seruling dan para peniup sangkakala, tidak akan kedengaran lagi dalam dirimu. Dan tidak ada seorang seniman dari keterampilan apa pun yang akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan sama sekali tidak akan kedengaran lagi di dalammu.

18:23      Dan cahaya lilin sama sekali tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, karena oleh ilmu sihirmu semua bangsa telah disesatkan.

18:24      Dan di dalamnya didapati darah nabi-nabi dan orang-orang kudus, dan dari semua orang yang dibunuh di bumi.

 

v   Keempat ayat yang terakhir dari pasal ini menceritakan tentang tamatnya riwayat “Babel Kota Besar”.

a.   iatidak akan ditemukan lagi”.

Artinya, dia tidak akan eksis lagi selama-lamanya. Dia akan mati dan lenyap total, hingga bekasnya pun tidak akan ditemukan lagi. Total extinction.

b.   Segala musik, segala kesenian, segala pekerjaan  “sama sekali tidak akan kedengaran lagi di dalammu”

c.   “cahaya lilin tidak akan bersinar lagi”

d.   “suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi”

 

Dan semua ini terjadi karena apa? Salah satu alasannya karena oleh ilmu sihirnya semua bangsa telah disesatkan”, “di dalamnya didapati darah nabi-nabi dan orang-orang kudus, dan dari semua orang yang dibunuh di bumi”.

Lihat, Babel adalah pembunuh orang-orang kudus, pembunuh umat Allah, jika kita adalah umat Allah, mengapa kita mau nongkrong di Babel, menjual nyawa kita kepadanya, menelan doktrinnya yang palsu, menunggu kita dibunuh mereka? Sebaiknya kita cepat-cepat hengkang dari sana, merespons panggilan Kristus,Keluarlah darinya, hai umat-Ku, supaya kamu jangan ikut mengambil bagian dalam dosa-dosanya, sehingga kamu tidak ditimpa malapetaka-malapetakanya!”

 

Semoga kita mendengarkan peringatan yang diberikan Tuhan ini supaya kita juga tidak terkena malapetaka yang disediakan Tuhan bagi Babel, Kota Besar itu.

 

 

2013-01-12



Tidak ada komentar:

Posting Komentar