Senin, 28 Maret 2022

215. JANGAN SERUPA DENGAN DUNIA

 

215.  JANGAN SERUPA DENGAN DUNIA

________________________________________________________________________________________________________

 

 

Roma 8

7        Sebab keinginan daging (lebih tepatnya “pikiran manusia”) adalah perseteruan melawan Allah, karena ia tidak takluk kepada Hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

8        Maka mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

 

Kita lihat terjemahan KJVnya:

 

7        Because the carnal mind is enmity against God: for it is not subject to the law of God, neither indeed can be.

8        So then they that are in the flesh cannot please God.

 

KJV memakai kata “carnal” untuk kata Greeka σάρξ [sarx] yang artinya “jasmani, hewan, manusia”, dan “mind” untuk kata Greeka φρόνημα [phronēma] yang artinya “mental” atau “pikiran”. Jadi sebenarnya terjemahan “carnal mind” itu lebih tepatnya “pikiran manusia”, berkaitan dengan pikiran atau konsep.

 

13      Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika melalui Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

 

13      For if ye live after the flesh, ye shall die: but if ye through the Spirit do mortify the deeds of the body, ye shall live.

 

 

Roma 12

2        Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu (lebih tepat “pikiran” atau “intelek), sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah yang baik, dan berkenan, dan sempurna.

 

2        And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.

 

Di sini kata yang diterjemahkan “mind” oleh KJV berasal dari kata νοῦς [nous] yang artinya “intelek”, jadi agak beda maknanya dengan kata “budi” yang dipakai terjemahan LAI.

 

Oke, jadi ini adalah kiat yang diberikan Tuhan melalui rasul Paulus tentang bagaimana orang Kristen seharusnya hidup.

Tidak cukup kita hanya mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Itu langkah pertama. Itu yang memberi kita izin/hak ke Surga. Tetapi hanya mengantongi izinnya saja tidak automatis bisa membawa kita ke Surga.

Ibaratnya seorang yang mau menjadi dokter, dia sudah mendaftar ke fakultas kedokteran yang dipilihnya, dia sudah menyelesaikan semua peraturan administrasinya, sudah membayar uang kuliah dll., dia sudah menerima tanda bukti pendaftaran di fakultas itu, tetapi itu tidak berarti dia sudah menjadi dokter. Dia tidak diakui sebagai dokter dan tidak bisa praktek sebagai dokter hanya dengan modal bukti pendaftaran itu. Itu artinya dia baru mengambil langkah pertama untuk menjadi dokter. Dia masih harus mengikuti kurikulum dan pendidikan kedokteran sekian tahun, dan dia harus mengikuti ujian berkali-kali, baru pada akhirnya, jika dia terbukti bisa lulus dalam semua mata pelajarannya, dia dinilai layak untuk lulus, dia dinyatakan lulus sebagai dokter.

 

Begitu pula orang Kristen.

·       Pengakuan kita akan Tuhan Yesus, dan penerimaan kita bahwa Yesus adalah Juruselamat pribadi kita, diikuti oleh upacara baptisan yang kita jalani, itu baru langkah pertama mendaftar sebagai tamu Surga.

Setelah itu kita masih harus menjalani pendidikan yang melayakkan kita kelak untuk hidup bersama Tuhan di Surga. Pola hidup kita yang carut-marut sekarang ini tidak layak untuk hidup bersama Tuhan. Kita masih harus bertumbuh dalam kerohanian.

Nah, langkah yang pertama yang kita ambil itu namanya Pembenaran oleh Iman atau justification by faith. Ini adalah starting point kita, titik 0 dari mana kita mulai. Di sini kita hanya perlu modal IMAN, kita percaya, dan kita dibenarkan. Pada detik kita mengaku percaya, kita sudah diberi pembenaran. Administrasinya (baptisan, dll.) itu mengikuti.

·       Nah, setelah itu kita harus mengalami masa pendidikan.

Masa pendidikan ini bukan hanya belajar Alkitab sebagai pengetahuan, tetapi belajar bagaimana hidup sebagai pengikut Kristus karena kelak kita akan hidup bersama Kristus, jadi kita harus belajar dulu. Dan ini prosesnya panjang, dimulai dari hari kita percaya saat kita pertama menerima Tuhan Yesus sebagai Penebus dan Juruselamat, hingga saat kita menutup mata. Jadi seumur hidup kita. Ini namanya proses Pengudusan atau Sanctification.

Tahap 1 tanpa diikuti oleh tahap 2, jelas tidak akan membawa kita Surga. Sama seperti hanya mendaftar ke fakultas kedokteran tidak membuat kita menjadi dokter yang bisa praktek.

 

 

Nah, tahap 1 itu mudah, karena hanya butuh iman, asal kita punya iman, kita sudah mendapat tiket ke Surga.

Tahap 2 itu yang sukar, karena jangka waktunya panjang. Di awal kita masih euphoria, masih bersemangat menggebu-gebu menerima Yesus sebagai Juruselamat, karena semua yang baru itu pasti menarik, masih semangat-semangatnya kita. Tetapi dengan berlalunya waktu, semangat itu bisa memudar, dan bersamaan dengan itu juga keseriusan kita. Mulai timbul rasa malas, mulai merasa semua itu biasa, dan akhirnya kita mulai tertarik dengan barang-barang baru yang lain, dengan konsep-konsep dunia.

 

 

Tulisan Paulus kepada jemaat Roma, itu untuk mengingatkan agar bilamana semangat yang baru mulai memudar, janganlah terpikat oleh hal-hal lain yang tidak cocok dengan pengajaran Kristen.

 

Nah, biasanya Roma 12:2 ini sering dipakai untuk bicara tentang pakaian, tentang dandanan, tentang bahasa, tentang hobi, dll. Bahwa orang-orang Kristen ~ terutama yang perempuan ~ harus berpakaian dan berdandan yang sesuai dengan pengakuan imannya sebagai orang Kristen, yaitu yang sopan, yang biasa, jangan meniru orang dunia yang berdandan aneh-aneh pakai cincin di hidung, dan bagi orang-orang mudanya supaya kalau bicara juga memilih kata-kata yang sopan, yang layak sebagai pengikut Kristus, jangan maki-maki, jangan bicara dengan kata-kata kotor, memilih hobi yang Kristiani, berbeda dengan hobi orang dunia yang mengutamakan perlombaan. Semua peringatan ini benar, tapi ini baru pucuk dari gunung esnya, tip of the iceberg, yang kelihatan di atas permukaan laut. Padahal yang tidak kelihatan, yang ada di dalam laut, itu adalah gunung es yang jauh lebih besar dan berbahaya.

Soal pakaian, dandanan, penampilan luar, bahasa, hobi, itu hanya hal-hal di permukaan. Itu soal kecil. Mengapa? Karena mayoritas orang dunia yang tidak beriman dalam Kristus pun sopan-sopan dan normal-normal dalam berpakaian, berdandan, berbicara dan berhobi. Hanya sebagian kecil yang ekstrem menjadi exhibitionist, suka pamer, aneh-aneh.

Lha kalau sama-sama berpenampilan normal, sopan, biasa, apa yang harus paling membedakan orang Kristen dari dunia?

 

PIKIRANNYA! MENTALNYA! INTELEKNYA!

 

Cara berpikir orang Kristen harus beda dengan dunia. Seperti ayat-ayat di atas. Sebagus-bagusnya pendapat dunia, itu tidak berdasarkan Hukum dan Peraturan Allah. Umumnya pendapat-pendapat yang berkeliaran di dunia internasional berasal dari falsafah-falsafah Greeka kuno. Plato, Aristoteles, Homer, yang dulu dianggap orang-orang hebat. Dan karena kebudayaan Greeka pernah merajai dunia, maka tidak heran konsep-konsep mereka tersebar ke mana-mana. Tapi semua falsafah ini banyak yang bertentangan dengan ajaran Allah. Juga ada banyak falsafah-falsafah Timur yang semakin hari semakin mendapatkan banyak pengikut.

Nah, jika kita mempelajari sejarah, kita akan melihat bahwa tradisi paganisme yang berasal dari Babilon, itu sekitar 500 sebelum Masehi, pindah ke Pergamum (Pergamos), dan ketika tentara Roma masuk ke sana, maka ajaran dan praktek-praktek ex Babilon itu pun diadopsi oleh kekaisaran Roma dan dibawa ke Roma menjadi bagian dari agama mereka. Sekian ratus tahun kemudian, kekaisaran Roma mengaku memeluk agama Kristen di tahun 313 Masehi, tetapi mereka tidak benar-benar meninggalkan semua praktek paganisme mereka, mereka justru menggabungkan semua itu dengan ajaran Kristen. Sejak itu gereja Kristen tercemar oleh segala macam praktek dan takhayul paganisme yang dikristenkan oleh Roma, artinya yang dicampuri nuansa-nuansa dan nama-nama Kristen. Dan ketika kekaisaran Roma Barat jatuh dan digantikan oleh Roma Kepausan, maka semua ajaran sinkretisme (campuran antara paganisme dengan kekristenan) selama ratusan tahun itu tetap dipertahankan oleh Kepausan Roma. Bahkan setelah Reformasi Protestan di abad ke-16 yang memisahkan diri dari Kepausan Roma Katolik pun, sebagian dari ajaran dan praktek sinkretisme ini masih ikut dibawa oleh gereja-gereja Protestan dan dipelihara hingga sekarang.

Itulah sebabnya mengapa nyaris tidak ada bedanya antara cara berpikir mayoritas orang Kristen sekarang dengan dunia, karena mayoritas Kristen sudah tidak murni lagi ajarannya, sudah tidak 100% alkitabiah, tapi bercampur dengan segala macam konsep, falsafah, praktek dan takhayul dari mana-mana yang juga dipercayai dunia umum.

 

 

Sebagai contoh kita lihat saja beberapa dari Perintah Tuhan, yang ditulis oleh jari Tuhan sendiri pada dua loh batu, sekarang nyaris dilanggar semua oleh banyak orang yang mengaku Kristen.

 

 

 

Tuhan berkata “Hormatilah bapak dan ibumu.” (Kel.20:12)

Tidak ada tambahan “jika mereka memperlakukan kamu dengan baik”, atau “jika mereka orang baik”, atau “jika mereka mengasihimu.” Bagaimana pun sikap dan sifat orangtuamu, baik atau buruk, kamu harus menghormati mereka, tidak bisa ditawar. Artinya, kamu harus menempatkan kepentingan mereka di atas kepentinganmu sendiri. Kamu harus memelihara mereka di saat tua mereka, kamu harus bertanggungjawab atas mereka, mengasihi mereka sampai akhir hayat mereka. Bukan karena mereka orangtua yang hebat, tetapi karena itu Perintah Allah kepada kita semua.

Imamat 20

9        Karena setiap orang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, haruslah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri.

Perintah Tuhan cukup keras. Ganjarannya bagi yang berani mengutuk orangtuanya (baik di dalam hati atau dengan suara), itu hukumannya mati. Tuhan tahu isi hati semua orang, jadi kita tidak bisa bohong. Jadi sebagai anak kita harus menyayangi nyawa orangtua kita, bukan mengharapkan kematiannya seperti banyak anak yang jahat.

Apa kata dunia? Dunia mengajarkan konsep: “Anak tidak minta dilahirkan. Jadi anak tidak punya tanggung jawab memelihara orangtua. Orangtua yang wajib memelihara anak” atau “orangtuaku jahat padaku jadi dia menuai apa yang dia tanam” atau “orangtuaku bukan orang baik, aku tidak mau punya hubungan dengan mereka” dan banyak alasan yang lain. Dan mereka berbuat jahat kepada orangtua mereka, menelantarkan orangtua mereka, atau sudah malas berinteraksi dengan orangtua mereka yang dianggap tidak bermanfaat lagi, lalu memperlakukan mereka seperti perabotan di dalam rumah, tidak diajak bicara, tidak diorangkan.

Di sini orang Kristen harus punya pikiran yang berbeda dengan konsep dunia. Kita menghormati orangtua kita bagaimana pun baik/buruknya sikap dan sifat mereka, karena apa? Karena itu Perintah Allah! Kita melakukannya karena kita mau mematuhi Perintah Allah.

 

 

Tuhan berkata “Jangan membunuh.” (Kel. 20:13)

Itu termasuk membunuh diri sendiri dan membunuh orang lain.

·       Membunuh tidak selalu dengan senjata,

membunuh bisa juga dengan makanan. Kalau kita menyajikan makanan yang merusak kesehatan, itu namanya kita membunuh dengan perlahan-lahan. Ibu-ibu yang Kristen bertanggung jawab atas makanan yang disajikan kepada keluarga mereka, karena makanan itu mempengaruhi kesehatan. Banyak penyakit yang dianggap penyakit keturunan dalam satu keluarga itu sebenarnya bukan karena keturunan atau penularan, tapi karena pola makan yang salah selama bertahun-tahun dalam keluarga itu sehingga banyak anggota keluarganya yang menderita penyakit yang sama. Tuhan sudah memberi patokan apa yang jangan dimakan, itu ada di Imamat pasal 11. Bahkan Tuhan mengingatkan sebenarnya manusia diciptakan bukan sebagai pemakan bangkai (semua makhluk yang mati itu bangkai, bedanya ada yang dimasak ada yang tidak), melainkan makanan manusia pada awalnya adalah buah-buahan berbiji, dan biji-bijian (Kejadian 1:29), tidak ada menu daging hewan apa pun.

Dunia mengajarkan apa? Makan kok dilarang, beli dengan duit-duitku sendiri kok. Justru segala macam kuliner itu harus dicoba, itu baru hebat, bisa mengenal segala macam makanan dari segala macam bangsa. Makan bukan lagi untuk hidup, tapi sekarang hidup untuk makan. Akibatnya segala macam penyakit muncul.

·       Penjual-penjual makanan yang beragama Kristen

kelak harus bertanggung jawab kepada Tuhan jika makanan yang dijualnya itu tidak terbuat dari bahan yang sehat dan diolah secara sehat dan merusak kesehatan yang membeli. Mereka punya andil membunuh orang lain secara perlahan-lahan.

Dunia bilang apa? Yang penting cari untung sebanyak-banyaknya, toh pembeli tidak makan langsung mati, jadi tidak ada bukti matinya karena makan jualanmu.

·       Membunuh juga bisa karena pola hidup yang salah.

Malas olahraga, malas hidup sehat, makan sembarangan, sembarangan minum obat, merokok, minum alkohol, narkoba, semua ini membunuh perlahan-lahan. Dan walaupun banyak yang sudah tahu, tetapi tetap melakukannya karena suka. Ini namanya bunuh diri perlahan-lahan.

Dunia bilang apa? Hidup kok njelimet banget mikirnya. Yang penting menikmati dulu, belum tentu sakit. Kalau sakit bisa diobati.

·       Hobi ke tempat-tempat yang sudah diketahui rawan bagi kesehatan jasmani maupun rohani,

misalnya dugem, dan ke tempat-tempat maksiat. Itu juga bunuh diri perlahan-lahan.

Dunia bilang, itu tempat-tempat yang menarik dan nikmat. Tuhan belum tentu ada.  

·       Berbuat ceroboh,

misalnya mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, itu juga menantang maut, mencari mati.

Dunia bilang, itu menyenangkan. Hidup jangan monoton. Adrenalin perlu dipacu supaya hidup jadi bermakna.

·       Olahraga atau melakukan hobi yang berbahaya,

yang kalau kecelakaan akibatnya fatal, itu juga menantang maut.

Dunia bilang, kalau berhasil jadi terkenal, prestasinya dikagumi orang, jadi juara.

·       Workaholic juga membunuh diri perlahan-lahan,

memasakan diri bekerja tanpa istirahat untuk jangka waktu yang lama.

Dunia bilang, yang penting cari duit dulu. Mumpung ada kesempatan sekarang.

·       Selain itu membenci orang, menurut Yesus itu sudah membunuh dalam hati.

Merencanakan yang jahat terhadap orang lain, itu sudah masuk kategori membunuh secara spiritual.

Dunia bilang kamu nyusahkan aku satu kali, aku balas sepuluh kali. Tunjukkan kekuatanmu, jangan mengalah, jangan jadi pecundang.

 

Jadi konsep Tuhan sangat beda dengan konsep dunia, bukan?

Orang Kristen karena mematuhi Perintah dan peraturan Allah, seharusnya mengerti bahwa tubuhnya adalah Bait Allah yang sudah ditebus mahal dengan darah Kristus, dan oleh karenanya harus dipelihara dengan baik-baik, bukan dipakai serampangan, dihadapkan pada bahaya-bahaya.

1 Korintus 3

16      Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

17        Jika ada orang yang merusak bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”

 

 

 

Tuhan berkata, “Jangan berzinah”. (Kel. 20:14)

Berzinah ini tidak hanya berzinah secara literal, secara jasmani, tapi juga ada perzinahan secara rohani.

·       Berzinah yang jasmani semua orang tahu, yaitu menjalin hubungan seksual tidak dengan pasangan resminya.

Nah, menurut Tuhan, hubungan seksual yang diizinkan adalah dari jenis heteroseksual, satu suami satu istri, karena itu di luar hubungan heteroseksual yang resmi, itu bukan saja berzinah, tetapi hubungan sesama jenis itu juga adalah kekejian bagi Tuhan.

Imamat 18

22      Janganlah engkau tidur dengan laki-laki seperti bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.

Bacalah Imamat pasal 20:10-21 supaya tahu apa saja batasan yang diberikan Tuhan bagi umatNya dalam hal hubungan seksual.

Dunia mengatakan hubungan seksual itu seperti makan, dilakukan dengan siapa saja, di mana saja, tanpa perlu punya ikatan resmi apa-apa.

·       Sikap orang Kristen harus konsekuen mengikuti ajaran Tuhannya.

Misalnya, kita harus mengatakan bahwa hubungan LGBT itu dosa karena melanggar Hukum Allah, sama seperti kita mengatakan mencuri dan membunuh itu dosa. Sebagaimana kita harus membantu dan menolong seorang pencuri atau seorang pembunuh bila mereka membutuhkan pertolongan, kita juga harus membantu mereka yang LGBT, tetapi kita tidak boleh membenarkan perbuatan seksual mereka yang melanggar Hukum Allah. Kalau kita membenarkan konsep hubungan LGBT itu sama dengan kita menampar Allah kita.

Apa kata dunia? Oh, hubungan LGBT itu setara dengan penyakit, jadi bukan dosa. Jadi sah-sah saja yang melakukannya, mereka tidak boleh disalahkan, justru harus didukung. Banyak orang LGBT yang hebat-hebat dan patut dikagumi.

Kalau LGBT dianggap penyakit, kenapa tidak disembuhkan? Sedangkan penyakit yang mengerikan seperti kanker saja orang mencari segala upaya untuk bisa sembuh, kenapa kok hubungan LGBT malah didukung? Pedofilia juga penyakit, mengapa pedofilia dilarang tapi homoseksualitas diizinkan, diterima, bahkan diresmikan di beberapa negara, dan diberkati di beberapa gereja besar?

Jadi posisi orang Kristen harus jelas di sini. Apa yang dosa, harus kita sebut dosa. Bila orang yang berbuat dosa itu tidak merasa itu dosa, dia tidak akan pernah bertobat, berarti dia tidak akan bisa selamat. Dengan memberi dukungan kepada LGBT kita justru menutup kesempatan mereka bisa bertobat dan selamat.

·       Tapi selain zinah jasmani, juga ada zinah rohani, dan itu ialah mengadopsi dan mempraktekkan ajaran-ajaran dunia yang berbeda dengan ajaran Tuhan.

Tradisi-tradisi, atau yang sekarang disebut kearifan lokal, itu banyak yang bertentangan dengan ajaran Tuhan. Memakai jasa dukun, bicara kepada “arwah” (padahal itu roh-roh kegelapan anak buah Setan bukan arwah orang mati), berdoa minta berkat kepada orang-orang yang sudah mati, dll. banyak dilakukan oleh orang-orang Kristen sendiri. Semua itu tidak diajarkan Tuhan bahkan dilarang. Jika kita menerima konsep itu, itu berarti kita sudah berzinah secara spiritual.

Imamat 20

6        Dan orang yang berpaling kepada mereka yang memiliki roh-roh yang mereka kenal (= roh-roh kegelapan), dan kepada dukun-dukun, untuk pergi berzinah dengan mereka ( artinya bertanya kepada mereka), Aku akan dengan keras menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.

Orang Kristen adalah mempelai Kristus. Jadi kita harus setia kepada Kristus. Menerima ajaran-ajaran lain di luar apa yang diajarkan Kristus, apakah itu ajaran di luar gereja atau ajaran dari gereja sendiri tapi yang tidak diajarkan di Alkitab, itu sudah namanya berzinah secara spiritual.

Apa konsep dunia? Manusia intelek harus berpikiran terbuka, semua ajaran itu baik walaupun itu bertentangan dengan isi Alkitab. Dukun itu bisa bikin mujizat, berarti dia benar, doanya didengar Tuhan.

Setan bisa berbuat mujizat, jangan heran. Apalagi menjelang akhir zaman sekarang ini, Alkitab sudah mengingatkan. Setan bisa berbuat mujizat tanpa berdoa pada Tuhan.

Wahyu 16

14      Itulah roh-roh iblis yang mengadakan tanda-tanda ajaib, yang pergi kepada raja-raja bumi dan seluruh dunia untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar Allah Yang Mahakuasa.

 

 

 

Tuhan berkata, “Jangan mencuri.’ (Kel. 20:15)

·       Mencuri bisa apa saja, mencuri benda, mencuri waktu, mencuri kesempatan, mencuri kehormatan, apa saja yang kita ambil dari orang lain tanpa minta persetujuannya, itu mencuri.

Dunia setuju kalau perbuatan mencuri itu salah, itu tidak boleh. Kalau tertangkap ada hukumannya. Bedanya sekarang dunia tidak pernah membayangkan bahwa mereka telah mencuri dari Tuhan. Jika mencuri dari manusia saja ada hukumannya apalagi mencuri dari Tuhan.

·       Apa yang dicuri orang dari Tuhan?

Ada dua hal yang dicuri manusia dari Tuhan: waktu dan persepuluhan.

Tuhan sudah menetapkan hari ketujuh itu Sabat Tuhan Allah, dan hari itu milik Tuhan, tidak boleh kita pakai untuk melakukan pekerjaan kita sendiri. Itu adalah hari yang Tuhan minta supaya kita datang kepadaNya, merayakan hari itu bersamaNya, belajar dariNya, dan menerima berkat yang khusus Dia berikan di hari itu. Sebetulnya semua hari kita itu milik Tuhan. Karena itu Tuhan mau kita mengingat itu dengan minta kita memakai hari ketujuh setiap minggu khusus untuk kemuliaan Tuhan. Tapi banyak orang Kristen sendiri pun tidak tahu, atau tahu tapi tidak acuh. Mereka tetap melakukan segala kesibukan mereka sendiri pada hari yang khusus sudah ditetapkan Tuhan sebagai milikNya, sama sekali mengabaikan permintaan Khalik Pencipta dan Penebus mereka.

Yehezkiel 20

20      Kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, dan itu menjadi tanda di antara Aku dan kamu, supaya kamu boleh tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu

 

Yesaya 58

13       Apabila kalian tidak menginjak-injak hari Sabat, tidak melakukan urusan kalian sendiri pada hari kudus-Ku; dan menyebut Sabat ‘hari yang menyenangkan’, hari kudus TUHAN, yang dihormati; dan akan menghormati Dia, tidak menjalankan kehendak kalian sendiri atau mencari kesenangan kalian sendiri, atau mengucapkan kata-kata kalian sendiri

14       maka kalian akan bersenang-senang dalam TUHAN, dan Aku akan membuat kalian berkendaraan ke tempat-tempat yang tinggi di bumi dan memberi kalian makan dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan-lah yang telah mengatakannya.

Dunia tentu saja tidak paham hal ini, karena orang Kristen sendiri saja hanya sedikit yang paham dan peduli.              

·       Selain itu banyak dari kita juga mencuri uang persepuluhan yang seharusnya kita kembalikan kepada Tuhan.

Maleakhi 3

8        Bolehkah manusia merampok  Allah?  Namun kamu telah merampok Aku. Tetapi kamu berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah kami merampok Engkau?’ ‘dalam hal persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

9            Kamu telah dikutuk dengan suatu kutukan, karena kamu telah merampok Aku, ya kamu seluruh bangsa ini!

Sebagaimana hari ketujuh dari setiap minggu itu milik Tuhan, demikianlah 1/10 dari penghasilan kita itu harus kita kembalikan Tuhan. Sesungguhnya semua yang ada di tangan kita itu milik Tuhan, dan sebagai pengakuan kita bahwa segala berkat yang kita terima itu berasal dari Tuhan, Tuhan minta kita menyatakannya dengan mengembalikan kepadaNya 1/10 dari yang kita terima.

Dunia berkata, banyak pendeta yang korup, berfoya-foya dengan uang persepuluhan. Kok bodo kita justru mendanai kehidupan mewah mereka, dipakai sendiri kenapa? Soal pendetanya tidak menggunakan uang milik Tuhan itu sebagaimana yang ditentukan Tuhan, dia nanti harus bertanggung jawab sendiri kepada Tuhan, kita tidak usah khawatir. Tapi itu tidak menghapus kewajiban kita untuk menyerahkan persepuluhan kita.

Banyak orang Kristen yang tidak mematuhi permintaan Tuhan ini, tapi mereka berharap Tuhan tetap memberkati hidup mereka.

 

 

 

Tuhan berkata, “Jangan bersaksi dusta.” (Kel. 20:16)

Artinya jangan bohong, jangan gossip, jangan fitnah, jangan merugikan orang lain dengan kata-katamu.

·       Banyak orang Kristen berbohong tanpa merasa berdosa. Karena apa?

Karena dunia mengatakan bohong untuk tidak menyinggung perasaan orang, untuk menyenangkan hati orang, itu perbuatan yang baik. Tidak usah mengatakan yang sebenarnya, nanti dia sakit hati. Katakan saja yang dia suka dengar walaupun itu tidak benar.

Dan berapa kali kita lebih condong mengikuti rumus dunia daripada Perintah Allah? Menyenangkan orang lain itu bagus, tetapi tidak dengan cara berbohong. Segala yang diawali dengan kepalsuan, itu rapuh.

Bohong itu tetap bohong, dan menurut Hukum Tuhan itu dosa. Manusia itu bohong untuk meloloskan dirinya dari posisi yang sulit. Seharusnya orang Kristen minta tolong Tuhan kalau dia menghadapi kesulitan, bukan berusaha meloloskan diri dengan berbohong. Dan itu sebenarnya berbahaya, karena kalau kita sudah terbiasa bohong, kita tidak merasa itu dosa lagi. Tapi di mata Tuhan itu tetap dosa. Maka suatu hari kita akan terkejut karena ternyata di catatan hidup kita ada banyak kebohongan yang dicatat malaikat Tuhan yang tidak pernah kita sesali, tidak pernah kita akui, dan tidak pernah kita mintakan ampun. Dan semua itu akan membuat kita tidak lulus penghakiman Tuhan.

·       Tetapi dari segala jenis bohong ada bohong yang sangat serius, yaitu bohong yang menyebabkan orang lain tidak selamat.

Jika kita membiarkan atau bahkan mengajari orang lain (keluarga atau teman) untuk melanggar Perintah Tuhan, untuk tidak mengikuti apa yang jelas dikatakan Alkitab, untuk berbuat dosa, maka kebohongan kita bisa mengakibatkan orang itu gagal mencari kebenaran Allah. Dan itu akan harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan saat penghakiman.

Karena itu para orangtua sendiri harus tahu apa isi Alkitab. Jangan percaya perkataan orang lain walaupun itu pendeta. Baca sendiri, buktikan sendiri, apa yang tertulis di Alkitab. Karena nasib anak-anak ada di tangan orangtuanya. Jika dari kecil anak-anak tidak diajari tentang kebenaran, maka malanglah mereka tidak pernah mengenal kebenaran yang menyelamatkan karena kebohongann orangtuanya.

Dunia sering berkata, demi menjaga ketenteraman, jangan membuat goncangan, tidak usah memberi tahu kalau orang itu berbuat salah, biarkan saja. Jangan bicara tentang perbedaan, bicara tentang persamaan saja.

 

Paulus menekankan orang Kristen harus selalu menyampaikan kebenaran.

Galatia 4

6        Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

 

 

 

Tuhan berkata, “Jangan mengingini apa pun milik orang lain.” (Kel. 20:17)

Tuhan mengajarkan, jangan serakah, tidak usah melihat orang lain, jangan iri hati pada orang lain, setiap orang sudah disediakan porsinya sendiri. Berserah saja kepadaKu, Aku yang memelihara. Enam hari kamu bekerja, dan hari yang ketujuh itu Sabat Tuhan Allahmu, itu kamu pelihara, maka jika kamu setia kepadaKu dalam segala hal, Aku akan mencukupi semua kebutuhanmu. Aku tahu apa yang paling baik untukmu.

Filipi 4

19      Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Bukankah ini janji Tuhan yang luar iasa? Kita tidak usah iri hati pada milik orang lain, kita tidak usah berpikir bagaimana kita bisa mengambil milik orang lain, kita tidak usah menyusun strategi untuk mencapai bintang. Jika hubungan kita dengan Tuhan itu baik, jika kita hidup menurut kehendakNya, tidak melanggar HukumNya, tidak membuatNya menyesal telah menciptakan dan menyelamatkan kita, Tuhan selalu akan menyertai kita hingga kesudahan.

Apa kata dunia? Manusia harus mencapai bintang dengan usahanya sendiri. Kita harus menjadi yang paling top, yang paling unggul, yang paling sukses, bila perlu dengan menyikut kiri-kanan, menjatuhkan pesaing-pesaing kita, supaya kita yang mencapai puncaknya.

Banyak masalah di dunia ini diawali oleh rasa iri hati pada milik orang lain. Orang Kristen jangan terjatuh ke dalam lubang jebakan itu. Tidak ada apa pun di dunia yang begitu berharganya sampai kita perlu melanggar Perintah Tuhan untuk mendapatkannya. Semua yang di dunia ini tidak kekal. Apakah itu keberhasilan kita, reputasi kita, harta kita, semua itu akan habis terbakar ketika Tuhan mengakhiri dunia yang penuh dosa ini. Jadi tidak ada yang perlu kita pertahankan, yang kita bela mati-matian, selain keselamatan kita. Karena keselamatan itu akan membawa kita ke Surga dan ke dunia baru kelak yang diciptakan ulang oleh Tuhan bagi umatNya, dunia yang kekal, di mana tidak ada air mata, tidak ada kesusahan, tidak ada penyakit, tidak ada kematian. Ini yang harus kita bela dan kita pertahankan, hak dan kelulusan kita ke sana. Yang lain-lain itu tidak terlalu penting.

 

 

Jadi sebagai orang Kristen kita jangan menjadi serupa dengan dunia, bukan saja dalam hal penampilan lahiriah ~ ya, itu juga ~ tapi yang lebih penting adalah konsep berpikir kita jangan sama dengan konsep dunia karena seperti yang ditulis Paulus,

Roma 8

7        Sebab pikiran manusia adalah perseteruan melawan Allah, karena ia tidak takluk kepada Hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

8        Maka mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

 

 

 

 

 

29 03 22

 

Sabtu, 12 Maret 2022

213. KONSEP BAIT SUCI PETA KITA ~ PART 1

213.  KONSEP BAIT SUCI PETA KITA ~ PART 1

________________________________________________________________________________________________________

 

 

Aku lahir dalam keluarga Kristen, tetapi sampai aku dewasa aku tidak pernah mendengar ajaran tentang Bait Suci walaupun di masa remajaku aku aktif mengikuti semua program yang diadakan di gerejaku. Bertahun-tahun aku di sana tapi tidak mengenal apa-apa tentang Bait Suci, dan apa peranannya dalam doktrin Kristen. Aku rasa aku tidak sendiri, pasti banyak yang sama seperti aku. Dan aku baru mengerti tentang Bait Suci dan apa peranannya setelah aku bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Di sinilah aku baru mengerti betapa pentingnya kita memahami konsep Bait Suci. Karena itu sekarang aku ingin berbagi dengan teman-teman semua.

 

 

Kalau kita bicara tentang Surga, dan bahwa Allah diam di sana, bagaimana kita membayangkan Surga? Semuanya kosong blong tidak ada apa-apanya? Allah melayang-layang di mana-mana? Allah lebih besar dari Surga sehingga Surga tidak bisa muat Allah? Aku pernah mendengar pendapat itu. Bahwa Surga itu hanya suatu khayalan, suatu kondisi bukan suatu tempat? Banyak orang-orang Kristen yang mengatakan begitu, bahkan ada pendeta juga mengatakan bahwa Surga itu cuma simbolis, tidak konkret, cuma kiasan, tidak ada apa-apanya di sana, Allah itu Roh, tidak butuh tempat konkret. Tetapi Alkitab mengatakan lain!

Alkitab mengatakan bahwa Surga itu suatu tempat yang konkret. Bahwa Allah itu punya takhta. Bahwa di Surga ada pohon kehidupan, ada jalan dari emas, lantainya seperti laut kaca, dan terutama bahwa di Surga ada Bait Suci. Mari kita lihat beberapa ayat.

 

 

Wahyu 4:2-4

2 Segera aku…”  yaitu Yohanes,   “…berada dalam Roh…”  artinya melihat dalam “vision” atau penglihatan, “…dan tampaklah, sebuah takhta ditempatkan di sorga dan Satu duduk di takhta itu.3 Dan Dia yang duduk di takhta itu bagaikan permata yaspis dan permata sardis dalam penampilanNya;…”  siapa Satu yang duduk di takhta ini? Allah Bapa, “…dan ada suatu pelangi melingkungi takhta itu yang penampilannya bagaikan zamrud. 4Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu aku melihat duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai jubah putih dan mahkota emas di kepala mereka…”  Jadi bukan hanya Allah yang duduk di takhta, tetapi di sini dikatakan ada 24 tua-tua yang juga duduk di takhta-takhta.

 

Mazmur 11:4

“TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; takhta TUHAN ada di sorga; mata-Nya melihat, kelopak mata-Nya menguji anak-anak manusia.”

 

Wahyu 2:7

“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.  Kepada dia yang menang,  akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di tengah Taman Firdaus Allah.” Malah ada pohonnya dan ada tamannya di sana.

 

Yohanes 14:1-3

1Janganlah biarkan hatimu gelisah; kamu percaya kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. …”  ini Yesus yang bicara.   “…  2 Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku pergi dan menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan menerima kamu kepada Diriku Sendiri, supaya di mana Aku berada, kamu pun boleh berada.”

Malah Allah sudah menyediakan tempat tinggal, rumah-rumah indah bagi kita, umat tebusanNya.

 

Yesaya 6:1

Dalam tahun matinya raja Uzia aku…”  ini Yesaya,   “… melihat Tuhan duduk di atas takhta di tempat yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.”

 

 

Jadi Surga itu adalah tempat yang nyata, bukan simbolis, bukan bayangan, bukan kiasan. Kita mungkin tidak bisa membayangkan bagaimana di atas langit sana ada bangunan, ada taman, dll. Tapi itu adalah keterbatasan kita, Allah mahabisa.

 

 

Nah, pada waktu Allah memerintahkan Musa untuk membuat Bait Suci yang pertama di dunia, Allah menunjukkan kepada Musa Bait Suci yang di Surga, dan Musa disuruh membuat replikanya dalam skala yang jauh lebih kecil. Jadi Bait Suci yang dibuat oleh Musa ini menurut contoh Bait Suci yang di Surga, bagian-bagiannya, peralatan-peralatannya, dan bukan hanya itu yang ditunjukkan Allah, tetapi Allah juga mengajarkan tata cara penggunaannya.

Kita lihat ayat-ayatnya.

 

Keluaran 25:8-9, 40

8 Dan hendaklah mereka membuat Bait Suci bagi-Ku, supaya Aku boleh diam di tengah-tengah mereka. 9 Menurut segala yang telah Kutunjukkan kepadamu, mengikuti pola tabernakel…”  tabernakel itu artinya tempat tinggal,   “… dan pola segala peralatannya, demikianlah harus kamu membuatnya. 40 Dan pastikan  engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

 

Jadi Tuhan menunjukkan kepada Musa Bait SuciNya yang di Surga, dan Tuhan menyuruh Musa membuat tiruannya, tentu saja dari bahan yang berbeda dari yang asli ada di Surga. Nah, kita tidak tahu Bait Suci yang di Surga terbuat dari bahan apa, pasti bukan dari batu bata dan semen seperti bangunan di dunia, tetapi yang perlu kita yakini karena Alkitab yang berkata demikian, ialah di Surga ada Bait Suci. Musa melihatnya, Yesaya melihatnya dan Yohanes juga melihatnya.

 

Nah, Bait Suci yang dibuat Musa itu disebut Kemah Suci, karena tidak permanen ada di satu tempat. Pada waktu itu bangsa Israel masih dalam perjalanan menuju tanah Kana’an dari Mesir. Maka Bait Suci ini harus bisa dibongkar-pasang, karena harus bisa dipindahkan menyertai perjalanan bangsa Israel. Maka “bangunannya” itu terbuat dari tenda, karena itu disebut “Kemah Suci.”

Baru di zaman Salomo, dibangun Bait Suci yang permanen di Yerusalem.

 

 

Yang penting kita pelajari ialah konsep Bait Suci ini. Karena seluruh konsep Bait Suci melambangkan pekerjaan penebusan Kristus. Lewat konsep Bait Suci ini, Tuhan mau mengajarkan kepada manusia apa yang harus dikerjakan Kristus untuk menyelamatkan manusia dan membawa mereka pulang ke Eden/Firdaus yang baru. Maka dengan memahami konsep Bait Suci kita tahu urut-urutan pekerjaan Kristus, dan kita tahu apa yang sudah lewat, apa yang masih ada di hadapan kita.

 

Ini adalah skema Kemah Suci yang dibuat oleh Musa.

 


 

Kita lihat dari arah kanan ke kiri.

“Gate” itu pintu masuk. Jadi Bait Suci itu dibatasi sekelilingnya dengan kain tenda dan pintu masuknya hanya satu. Pintu masuknya di sebelah Timur. Semua ini ada artinya.

Pintu satu itu melambangkan Yesus Kristus, hanya melalui Dia manusia bisa sampai kepada Allah Bapa.

Yohanes 14:6

“Kata Yesus kepadanya, ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’

 

Pintu itu di sebelah Timur karena Yesus adalah Surya kebenaran, yang terbit dari arah Timur.

Maleakhi 4:2

“Tetapi bagi kamu yang takut akan nama-Ku, Surya Kebenaran  akan terbit dengan penyembuhan di  sayapNya. Dan kamu akan keluar dan menjadi tambun seperti anak lembu yang diberi makan di kandang.”

 

 

“Outer court” = Pelataran.

Setelah memasuki “pintu masuk”, kita tiba di Pelataran. Di sana ada dua benda: Mezbah Kurban dan Bejana Pembasuh. Mari kita simak keduanya dan apa yang dilambangkannya.


“Brazen Altar” itu mezbah kurban, di situlah kurban-kurban dibakar. Ini melambangkan salib. Di salib Kristus dikurbankan sebagai Domba Allah yang sejati.

Tetapi sebelum domba itu dibawa masuk ke Bait Suci untuk dikurbankan, dia kan hidup di luar Bait Suci. Demikian jugalah Kristus, sebelum Dia mati sebagai Domba Allah yang dikurbankan, Dia hidup di luar Bait Suci, di antara manusia. Tempat di luar batasan Bait Suci itu disebut Perkemahan karena di sanalah suku-suku Israel berkemah.

 

Bagaimana kondisi domba yang akan dikurbankan itu? Domba itu harus tanpa noda, tanpa cacat.

Keluaran 12:5

“Dombamu itu harus tidak bercela, seekor jantan, dari tahun yang pertama; kamu boleh mengambilnya dari domba atau kambing.”

 

Karena itu Kristus juga harus tidak bercacat, tidak bernoda. Dengan kata lain Kristus itu tidak punya dosa. Kalau domba dilihat jasmaninya, tetapi kalau Kristus dilihat rohaniNya. Dan ini dipenuhi Kristus tanpa kecuali, Dia tidak pernah berbuat dosa selama hidupNya sebagai manusia.

1 Yohanes 3:5

“Dan kamu tahu, bahwa Ia dijadikan manusia untuk mengangkat dosa kita, dan di dalam Dia tidak ada dosa.”

 

1 Petrus 2:22

yang tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.”

 

 

“Laver” itu Bejana Pembasuh. Ini melambangkan kembalinya Kristus ke Surga setelah kebangkitanNya. Setelah menanggung dosa seisi dunia, Kristus bangkit dan dikuduskan kembali dari semua dosa yang ditanggungNya.

 

Jadi kita lihat, bahwa mulai dari hidup di luar Bait Suci, hingga mati di Mezbah Kurban, dan kemudian dikuduskan di Bejana Pembasuh dan kembali ke Surga, semua itu sudah diselesaikan Kristus ketika Dia berada di dunia. Jadi itu adalah tugasNya ketika hidup di dunia dan itu sudah diselesaikan, sudah digenapi semuanya.

Artinya apa?

Bagian Bait Suci yang di Pelataran melambangkan pekerjaan yang harus diselesaikan Kristus di dunia, itu cukup ada di dunia, di Surga tidak ada.

Yang ada di Surga itu yang mana?

Itu bagian yang di bilik Kudus (the Holy Place), dan di bilik Mahakudus (the Most Holy Place).

 

 

 

Di “Holy Place” atau bilik Kudus ada tiga item yaitu tujuk kaki dian, meja roti sajian, dan mezbah ukupan. Imam biasa hanya boleh masuk hingga ke bilik Kudus dan tidak boleh pergi ke balik tirai.

 

“Golden Lampstand” ini adalah Tujuh Kaki Dian, yang memberikan terang. Nyala pelitanya tidak boleh mati, dan tugas imamlah untuk memastikan selalu ada minyak dan sumbunya terpelihara supaya api senantiasa tetap menyala. Kita tahu minyak melambangkan Roh Kudus, dan kaki dian ini melambangkan selalu ada terang bagi umat Allah.

 

“Table of Showbread”  ini adalah Meja Roti Sajian. Selalu ada dua tumpuk roti masing-masing 6 buah, melambangkan selalu ada cukup roti bagi ke-12 suku umat Allah. Roti adalah Firman Allah, maka roti ini melambangkan selalu ada makanan rohani bagi umat Allah.

 

“Altar of incense” itu Mezbah Ukupan  ini adalah bau-bauan harum untuk mengantarkan doa-doa umat Allah. Karena kita adalah manusia-manusia berdosa, maka doa-doa kita tidak layak diterima Allah. Karena itu bau-bauan harum yang dibakar di sana melambangkan jasa Kristus, yang menyertai naiknya doa-doa yang membuat doa-doa itu layak diterima Allah.

 

 

“Veil” adalah tirai yang membatasi bilik Kudus dengan bilik Mahakudus.

Darah hewan kurban dipercikkan ke tirai ini.

 

 

“The Most Holy Place” adalah Bilik Mahakudus yang terdapat di balik tirai ini. Hanya Imam Besar yang boleh masuk kemari sekali setahun saat upacara Hari Grafirat/Hari Pendamaian.

Di Bilik Mahakudus terdapat:

 

“The Ark of the Covenant” atau “The Ark of Testimony” yaitu Tabut Perjanjian/Tabut Kesaksian. Ini adalah benda yang sangat sakral. Tempat Tuhan hadir.

Di dalam Tabut Perjanjian itu ada 3 macam benda:

1.   Dua loh batu bertuliskan 10 Hukum/10 Perintah Allah.

2.   Tongkat Harun yang bertunas.

3.   Manna – makanan yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel ketika dalam perjalanan keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

 

 

Untuk bisa memahami proses pemulihan dunia ini dari dosa, kita harus lebih dulu memahani konsep Bait Suci. Tuhan mengajarkan kepada bangsa Israel bagaimana proses pemulihan dunia itu melalui konsep Bait Suci. Ini ada di kitab Imamat. Terlalu panjang jika harus dibahas per ayat, jadi silakan kalian baca saja. Singkatnya demikian:


Orang yang berdosa harus membawa hewan kurban (biasanya domba atau kambing) yang harus memenuhi syarat hewan kurban ke Bait Suci. Di sana, didampingi oleh seorang imam, dia mengakui semua dosanya sambil meletakkan tangannya di atas kepala hewan itu, melambangkan dia memindahkan dosa-dosanya kepada hewan kurban itu. Lalu dia sendiri yang harus menyayat leher hewan itu, sementara imam menadahi darah hewan tersebut. Imam kemudian masuk melalui pintu ke bilik Kudus, membawa darah itu dan memercikkannya di tempat-tempat yang ditentukan termasuk di tabir yang membatasi bilik Mahakudus dari bilik Kudus, dan hewan kurban itu dibakar di atas mezbah kurban.

Jadi setiap kali ada orang berdosa yang mencari pengampunan untuk dosanya, dia harus menyembelih hewan kurban. Mengerikan.

Tuhan mau mengajarkan bahwa dosa itu mengakibatkan kematian. Seharusnya orang berdosa itu sendiri yang mati, tapi karena Tuhan sudah berkenan menyelamatkan orang berdosa, maka nanti Tuhan Yesus yang akan menjalani kematian bagi semua manusia, dan sebelum Tuhan Yesus datang untuk mati menebus manusia, konsep itu dilambangkan dalam bentuk hewan kurban yang dipersembahkan.

Jadi dosa itu dipindahkan, dari manusia yang berbuat dosa, ke kepala hewan kurban, ke darah hewan kurban, yang lalu dibawa oleh imam masuk ke bilik Kudus dan imam memindahkan darah itu ke tirai pembatas. Maka Bait Suci ini menjadi tercemar oleh dosa-dosa yang dipindahkan ke sana.

Satu tahun satu kali di hari Grafirat/Pendamaian atau yang dikenal dengan Yom Kippur, Bait Suci itu dibersihkan dari noda-noda dosa yang sudah menumpuk di dalamnya. Imam Besar (hanya Imam Besar yang satu kali setahun boleh masuk ke bilik Mahakudus) pada waktu itu membuat serangkaian upacara. Ini bisa dibaca di Imamat pasal 16. Nah, singkatnya di bagian akhir upacara itu, semua dosa dari dalam Bait Suci secara simbolis dipindahkan Imam Besar ke seekor kambing, kambing Azazel, yaitu “kambing hitam” yang melambangkan Setan, pencipta dan penyebab dosa. Dan kambing Azazel ini pada saat itu tidak dibunuh, tetapi dibawa keluar ke tempat yang jauh yang tidak ada penghuninya dan dilepaskan di sana.

 

 

Banyak orang Kristen tidak paham dengan makna upacara hari Grafirat/Pendamaian ini. Padahal ini melambangkan proses dari pekerjaan untuk memulihkan dunia yang berdosa ini kembali ke fitrahnya.

Jadi proses itu ada beberapa tahap yang digambarkan dengan jelas oleh konsep Bait Suci:

·       Di Pelataran (di dunia) Kristus harus mati (seperti domba kurban)

untuk membayarkan hukuman manusia dengan darahNya, supaya manusia tidak usah mati. Semua dosa yang diakui manusia dan dimintakan pengampunan, ditanggung oleh Kristus dan ditutupi oleh darahNya.

 

·       Dosa kita yang tertutup darah Kristus sekarang dibawa masuk ke Bait Suci,

dan mengikuti konsep Bait Suci Yahudi di dunia, dosa itu dipindahkan ke dalam Bait Suci oleh Imam. Dalam hal ini, Kristus setelah kembali ke Surga, Dia diurapi sebagai Imam Besar, maka Dialah yang membawa darahNya sendiri ke dalam Bait Suci.

Ibrani 4:14

Karena kita sekarang mempunyai satu Imam Besar Agung, yang telah Pmelintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita

 

·       Pada hari Grafirat/Pendamaian, Imam Besar bertugas membersihkan Bait Suci dari semua dosa.

Kalau di dunia Hari Grafirat itu setahun sekali saat Yom Kippur, tetapi di Bait Suci surgawi itu bukan setahun sekali, melainkan dimulai sejak 22 Oktober 1844, Kristus sebagai Imam Besar, mulai membersihkan Bait Suci dari dosa-dosa yang dibawa masuk ke sana oleh Kristus, dosa-dosa yang sudah diampuni yang tertimbun di sana. Dari mana kita tahu itu 22 Oktober 1844? Itu ada pelajarannya sendiri yang berkaitan dengan Nubuatan Daniel 8:14, tapi tidak bisa dibahas di sini karena sangat panjang. Pembahasan itu ada di blog ini, bisa dicari di pembahasan Daniel pasal 8.

Bagaimana Imam Besar Yesus membersihkan Bait Suci? Dengan memeriksa kitab-kitab catatan perbuatan umatNya. Ini yang dinamakan penghakiman investigasi. Mereka yang dosa-dosanya sudah diampuni semua, namanya tetap dipertahankan di Kitab Kehidupan. Mereka sudah diampuni, hukuman dosa mereka ditanggung Kristus, mereka bebas. Mereka yang dosa-dosanya tidak dibawa masuk ke Bait Suci, namanya dicoret dari Kitab Kehidupan, dan mereka harus menanggung dosa-dosa mereka sendiri.

 

·       Ketika pembersihan Bait Suci sudah selesai, maka tumpukan dosa yang sudah dibayar oleh Kristus dikeluarkan dari Bait Suci dan dikembalikan kepada si pencipta dosa yang asli, yaitu Setan, seperti yang dilambangkan oleh kambing Azazel.

Dan sebagaimana kambing Azazel itu dilepaskan di tempat yang tidak berpenghuni, maka Setan pun nanti selama 1000 tahun akan ditinggalkan di dunia ini yang dalam keadaan hancur, tidak berpenghuni dan gelap gulita, yaitu setelah Yesus Kristus datang menjemput umatNya dan membawa mereka ke Surga selama 1000 tahun Millenium.

 

 

Jadi mengenal dan memahami konsep Bait Suci itu penting. Itu adalah peta kita. Kita bisa tahu sekarang ini kita sedang berada di posisi mana. Ternyata sekarang kita ada di Masa Grafirat, saat penghakiman investigasi, saat Imam Besar kita memeriksa catatan perbuatan manusia. Tentu saja urutannya dimulai dari mereka yang lebih dulu hidup, jadi dimulai dari Adam.

Nah, Alkitab mengatakan, yang dihakimi pada waktu Grafirat ini bukan semua manusia yang pernah hidup, hanya mereka yang mengikuti Tuhan Yesus, yang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Penebus mereka, yang namanya pernah tercatat di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba, dengan kata lain mereka yang mengaku sebagai Kristen.

1 Petrus 4:17

“Karena telah tiba saatnya penghakiman dimulai di rumah Allah. Dan jika penghakiman itu lebih dulu dimulai pada kita bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak patuh pada Injil Allah?” 

 

Apakah itu berarti mereka yang tidak mengaku sebagai Kristen tidak akan dihakimi? Tidak. Mereka yang tidak mengaku Kristen, mereka yang namanya tidak tercatat di Kitab Kehidupan Anak Domba,  penghakimannya nanti selama masa Millenium (1000 tahun).

Pembahasan tentang Millenium ini ada sendiri di blog ini, supaya pembahasan ini tidak terlalu panjang.

 

 

Ketika Yohanes Pembaptis pertama muncul, bagaimana dia memperkenalkan Yesus?

Yohanes 1:29

“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ‘Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.’…”

Pada waktu itu Yesus baru memasuki tahap pertama dari pekerjaan penebusanNya.

 

Tetapi, beberapa dekade setelah kebangitanNya, Paulus menulis,

Ibrani 4:14

“Karena kita sekarang mempunyai satu Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.” 

 

 

Yesus sekarang sudah tidak tergantung lunglai di salib lagi dalam kondisi mati. Yesus sekarang sudah menjadi Imam Besar Agung kita yang hidup dan berkuasa. Alihkan perhatian kita dari salib di Pelataran dan fokuskan ke bagian bilik Mahakudus. Yesus ada di sana sekarang, dan apakah yang sedang dilakukanNya? Membela umatNya di penghakiman Allah.

·       Ketika di penghakiman kitab-kitab catatan perbuatan kita dibuka,

dan tampak tercatat di sana dosa-dosa kita, Yesus akan memeriksanya dan Dia akan berkata, “Oh, dosa-dosa tersebut sudah ada di Bait Suci, sudah tertutup darahKu, Aku sudah membayarkan hukuman dosanya. Aku sudah menebusnya, dia sudah Aku beli dengan darahKu, orang ini sudah tertutup kebenaranKu. Dia milikKu. Dia bebas.” Namanya akan tetap ada di Kitab Kehidupan, dan pada saat kebangkitan nanti dia akan dipanggil keluar dari kuburnya untuk dibawa bertemu Kristus di awan-awan.

·       Tetapi bilamana saat penghakiman sekarang ini,

di kitab-kitab catatan perbuatan itu ternyata ada dosa-dosa yang belum disesali, belum ditobati dan belum diampuni, Yesus akan berkata, “Orang ini walaupun mengaku Kristen, tapi dia tidak pernah bertobat. Dosanya masih melekat pada dirinya sendiri, dosanya tidak pernah masuk ke Bait Suci. Aku tidak pernah menebusnya. Dia bukan milikKu. Coret namanya dari Kitab Kehidupan.” Maka orang ini akan masuk kelompok yang dihakimi selama Millenium nanti.

 

 

Kita sudah tiba di bagian akhir konsep Bait Suci. Yesus sekarang sudah ada di bilik Mahakudus, bilik yang terakhir. Sejak 22 Oktober 1844, penghakiman Surgawi sedang berlangsung, sudah selama 178 tahun, berapa lama lagikah itu masih akan berlangsung? Jangan disamakan dengan pengadilan di dunia yang kasusnya bisa molor bertahun-tahun dan tiba-tiba lenyap. Di penghakiman Allah tidak ada kasus yang bakal hilang atau molor. Semua akan dikerjakan dengan tertib dan benar. Pekerjaan yang dilakukan Yesus Kristus sekarang sebagai Imam Besar adalah pekerjaan penebusan yang terakhir, yaitu membersihkan Bait Suci dari dosa. Dosa-dosa yang sudah tertutup darahNya, akan dikeluarkan dari Bait Suci karena Yesus sudah membayarkan hukuman dosa-dosa tersebut. Dosa-dosa itu nanti akan dibebankan kepada Setan, si pencipta dosa itu.

Tetapi dosa-dosa yang tercatat di kitab-kitab perbuatan, yang tidak pernah diakui, tidak pernah disesali, tidak pernah ditobati, dosa-dosa itu tidak pernah dibawa masuk ke Bait Suci, dosa-dosa tersebut tidak tertutup darah Kristus, dan dosa-dosa itu akan dibebankan kembali kepada si pembuat dosa itu sendiri, dan orang itu harus menanggung hukumannya sendiri. Dan kita semua tahu bahwa “upah dosa ialah maut” (Roma 6:23), maka maut itu ialah kematian yang kedua, kematian yang kekal, dimusnahkan oleh api dari langit.

 

 

Masih belum terlambat sekarang untuk datang kepada Kristus, menerima penebusanNya, mengakui Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan, dan memohon ampun untuk semua dosa kita, supaya dosa-dosa itu tertutup oleh darahNya, dibawa masuk ke Bait Suci, dan kelak akan dibebankan kepada Setan.

 

Proses penebusan Kristus tidak berhenti di salib.

Proses penebusan Kristus masih berlangsung sekarang di penghakiman.

Semua orang harus dihakimi. Allah adalah Allah yang pengasih, tetapi Dia juga Allah yang adil. Kristus harus membuktikan bahwa mereka yang menerima penebusanNya di salib, itu tetap setia sampai akhir. Banyak yang tidak menyelesaikan perjalanan hidupnya bersama Kristus, banyak yang masih memegang erat dosa-dosanya tidak mau melepaskan. Mereka ini dalam bahaya. Catatan perbuatan mereka akan menentukan nasib mereka.

Wahyu 20:12

“…Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.”

 

Semoga semua dosa kita sudah kita serahkan kepada Kristus, dan sudah ada di dalam Bait Suci surgawi, supaya nama kita tidak dicoret dari Kitab Kehidupan Anak Domba.

 

 

 

 

12 02 22