Minggu, 26 Juni 2016

168. MAKNA KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRITUS

168.  MAKNA KEMATIAN

DAN KEBANGKITAN YESUS

_____________________________________________________________________


Pelajaran Sekolah Sabat minggu lalu yang dirangkum Pdt. Kristiyono dan Pdt. Otiesinus, memberi kita banyak informasi tentang makna KEMATIAN dan KEBANGKITAN KRISTUS.

Untuk itu aku bagikan ini kepada teman-teman pelajar Alkitab supaya kita semua bisa menarik manfaat darinya.

 

Dasar pelajaran minggu yang lalu adalah Matius pasal 27 dan 28.

 

Pertama-tama mari kita lihat Matius 27:11-26. Aku copaskan di sini karena biasanya orang malas mengambil Alkitab.

 

27:11       Dan Yesus berdiri di hadapan gubernur itu, and gubernur itu bertanya kepada-Nya, mengatakan,  ‘Engkaukah raja orang Yahudi?’ Dan Yesus berkata kepadanya, ‘Engkau yang mengatakan.’

27:12       Dan ketika Dia dituduh oleh imam-imam kepala dan tua-tua, Dia tidak memberi jawab apa pun.

27:13       Maka kata Pilatus kepada-Nya, ‘Tidakkah Engkau dengar betapa banyak hal yang mereka tuduhkan terhadap Engkau?’

27:14       Dan Ia tidak menjawabnya sepatah kata pun, sehingga gubernur itu sangat heran.

27:15       Nah di perayaan itu, gubernur terbiasa membebaskan satu orang hukuman kepada rakyat, atas pilihan mereka.

27:16       Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal yang bernama (Yesus) Barabas.

27:17       Karena itu, ketika mereka sudah berkumpul bersama, Pilatus berkata kepada mereka, ‘Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?’

27:18       Karena Ia (Pilatus) sudah tahu, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

27:19       Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya, katanya, ‘Jangan engkau mencampuri perkara Orang benar itu, sebab aku telah menderita banyak hal hari ini dalam mimpi karenaNya.

27:20       Tetapi imam-imam kepala dan tua-tua menghasut orang banyak agar mereka minta Barabas dan membinasakan Yesus.

27:21       Gubernur menjawab dan berkata kepada mereka, ‘Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?’ Kata mereka, ‘Barabas.’

27:22       Kata Pilatus kepada mereka, ‘Jika begitu, apa yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?’ Mereka semua berkata kepadaNya, ‘Salibkan Dia.’

27:23       Dan gubernur itu berkata,Mengapa? Kejahatan apa yang telah dilakukan-Nya?’ Namun mereka makin keras berteriak, mengatakan,Salibkan dia!’

27:24       Ketika Pilatus melihat bahwa dia sama sekali tidak bisa menang, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata,  ‘Aku tidak bersalah atas darah Orang benar ini; kamu saksinya.’ 

 27:25      Lalu seluruh rakyat itu menjawab, dan berkata, ‘Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!’

27:26       Lalu ia (Pilatus) membebaskan Barabas kepada mereka, dan setelah dia menyesah Yesus,  diserahkannya Dia untuk disalibkan.

 

 

Informasi apa yang kita peroleh dari ayat-ayat di atas?

1.       Yesus diam, tidak memberi jawaban kepada tuduhan imam-imam kepala dan tua-tua. 

Kehidupan Yesus sudah mencerminkan kebenaran yang diajarkanNya, Yesus tidak perlu membela Diri dengan kata-kata. Yesus tidak marah-marah, tidak balas menuduh.

Aplikasi bagi kita: Terhadap mereka yang memang tidak mau melihat kebenaran, tidak usah berdebat. Kebenaran itu nanti akan terbukti dengan sendirinya.

 

2.       Yesus tidak protes ketika orang banyak memilih melepaskan Bar-Abbas, yang menurut catatan sejarah bernama lengkap Yeshua Bar-Abbas (Yeshua anak Abbas/Bapak).

Kebetulan nama depannya sama dengan nama Yesus, sama Yeshua-nya, yang maknanya “Yahwe menyelamatkan”, itu adalah nama pasaran yang umum di zaman itu.  Dengan sikapNya itu, Yesus tidak menghalangi Bar-Abbas untuk melanjutkan hidupnya dan mendapatkan kesempatan bertobat. Yesus memberikan kesempatan kedua kepada Bar-Abbas. Kematian yang seharusnya dijalani oleh Bar-Abbas, akan digantikan oleh Yesus. Alkitab tidak mengisahkan kelanjutan kisah Yeshua Bar-Abbas ini, tetapi paling tidak dengan Yesus menggantikan tempatnya di salib, Yeshua Bar-Abbas masih punya kesempatan untuk menyesali dosa-dosanya dan bertobat.

Aplikasi bagi kita: Berilah orang lain juga kesempatan untuk bertobat. Bila sekarang dia belum menerimanya, siapa tahu dengan kesempatan yang selalu terbuka baginya, suatu saat dia akan menerimanya.

 

3.       Orang banyak yang sudah mendengarkan bujukan Setan, menolak Yesus.

Menolak Yesus berarti memilih kejahatan (membenarkan Yeshua Bar-Abbas yang jahat). Hanya ada dua pilihan: menerima Yesus atau menolak Yesus. Tidak ada posisi netral. Tidak bisa abstain tidak memilih. Tidak bisa menolak Yesus tanpa berpihak kepada kejahatan. Pilihannya hanya dua itu. Yang satu atau yang lain.

Aplikasi bagi kita: Kita juga hanya punya dua pilihan. Menerima Yesus atau menolak Yesus. Menerima Yesus berarti menolak segala yang lain. Sebaliknya menolak Yesus berarti menerima yang lain.

 

4.       Penyebab imam-imam kepala dan pemimpin bangsa Yahudi menolak Yesus karena mereka iri hati dan dengki.

Iri hati dan dengki itu akan melahirkan banyak dosa yang lain.

ü   Di sini kita lihat, bahwa iri hati dan dengki melahirkan fitnah dan kebencian.

Karena iri hati dan dengki pada popularitas Yesus, imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi membenci Yesus dan memfitnahNya, melancarkan tuduhan-tuduhan palsu.

ü   Kebencian mereka membuat mereka menghasut orang lain untuk ikut bergabung dengan mereka.

ü   Kebencian mereka membuat mereka siap sedia menerima konsekuensi yang paling berat sekalipun,

yaitu menanggung darah Yesus bahkan sampai ke anak-anak mereka. Jadi dengan kata lain, mereka tidak segan mencelakakan dan mengorbankan bahkan anak-anak mereka sendiri, asalkan kebencian mereka terhadap Yesus terlampiaskan.

ü   Kebencian mereka membuat mereka mata gelap, sudah tidak perduli lagi pada dosa dan akibatnya.

Aplikasinya bagi kita: Jangan dengki, jangan iri hati, itu nanti akan melahirkan banyak dosa yang lain. Kebencian itu hanya merugikan diri sendiri, karena kebencian akan membutakan mata kita terhadap kebenaran, dan akhirnya kita sendiri yang terjerumus.

 

 

Sekarang kita lanjutkan ayat 45-54:

 

27:45       Nah,  mulai dari jam keenam ada kegelapan meliputi seluruh daerah itu hingga  jam kesembilan.

27:46       Dan pada kira-kira jam kesembilan berserulah Yesus dengan suara nyaring, ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ artinya, ‘Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?’

27:47       Beberapa orang yang berdiri di situ ketika mendengar itu, berkata,  ‘Orang ini memanggil Elia.’

27:48       Dan salah seorang dari mereka segera berlari dan mengambil sebuah spons, memenuhinya dengan cuka, lalu memasangnya pada sebatang buluh dan memberi Yesus untuk diminum.

27:49       Sisanya berkata: ‘Biarkan saja, coba kita lihat, apakah Elia akan datang untuk menyelamatkan Dia.’

27:50       Yesus setelah Dia berseru lagi dengan suara nyaring, lalu menyerahkan nyawa-Nya

27:51       Dan lihatlah, Tabir Bait Suci tercabik dua dari atas sampai ke bawah; dan bumi berguncang, dan bukit-bukit batu terbelah

27:52       dan kubur-kubur terbuka, dan banyak jasad orang kudus yang telah meninggal, bangkit,

27:53       dan keluar dari kubur setelah kebangkitan Yesus, dan masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

27:54       Nah, ketika kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang bersamanya yang menjaga Yesus, melihat gempa bumi dan hal-hal yang telah terjadi, mereka sangat ketakutan, berkata, ‘Sungguh, ini adalah Anak Allah.’

 

Kita lihat informasi yang kita peroleh dari ayat-ayat ini:

 

5.       Mengapa di salib Yesus berseru, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”  

Kalimat ini sering tidak dipahami banyak orang, bahkan juga oleh orang Kristen sendiri. Mengapa Allah Bapa meninggalkan PutraNya yang dikasihiNya, justru pada saat-saat yang paling tragis dalam hidupNya? Allah Bapa yang pengasih, justru meninggalkan Putra yang dikasihi. Mengapa? Dari satu kalimat inilah kita bisa memahami bahwa dosa itu memisahkan kita dari Allah. Pada saat Yesus tergantung di salib, Dia sedang memikul dosa manusia sepanjang masa, mulai dosa Adam hingga dosa manusia yang terakhir hidup nanti. Bayangkan! Dosa satu orang aja seumur hidup ada berapa banyak, apalagi dosa semua manusia sepanjang masa. Dan karena itu Yesus tidak bisa merasakan kehadiran Allah Bapa karena Yesus sedang menjalani kematian kekal, yaitu kondisi terpisah selamanya dari Allah Bapa. Mengapa? Bukankah Allah Bapa tahu itu bukan dosa Yesus sendiri? Langit tengah hari menjadi gelap gulita, alam seakan-akan menjadi penghalang supaya Allah Bapa terpisah dari PutraNya yang tergantung di salib. Mengapa? Karena Allah itu adalah api yang menghanguskan dosa! (Ula. 4:24, Ibr. 12:29) Andai Allah Bapa tidak memisahkan diriNya dari PutraNya yang dikasihiNya, habis sudah, hangus Yesus terbakar oleh kesucian Allah Bapa, karena semua dosa manusia yang sedang dipikulNya pada waktu itu menjadikan Dia musuh Allah Bapa. Jadi demi kita, demi manusia, Yesus yang tidak pernah hilang kontak dengan Allah Bapa, saat itu, sejak dari taman Getsemani ketika Dia minum cawan murka Allah, diadli, hingga tergantung di atas salib itu sebagai pemikul dosa-dosa manusia, Dia kehilangan kontak sama sekali dengan Allah Bapa.

Aplikasinya bagi kita: Jika Yesus saja, Putra Allah, karena dosa manusia lain, menjadi terpisah dari Allah Bapa yang mengasihiNya, bagaimana dengan kita? Jika kita menggandoli dosa-dosa kita sendiri terus, kita juga terpisah dari Allah Bapa.

 

6.       Yesus menolak cuka untuk menumpulkan kesadarannya, untuk mengurangi rasa sakitNya.

Ia harus menjalani hukuman itu dengan kesadaran penuh. Yesus sedang menjalani kematian kekal bagi seluruh umat manusia. Bila kita belajar kitab Wahyu, kita akan melihat bagaimana orang-orang yang tidak selamat, semua yang menolak Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka, kelak harus menjalani kematian kekal mereka sendiri, dengan kesadaran penuh sebagaimana Yesus menjalani kematian kekal itu di atas salib juga dengan kesadaran penuh.

Aplikasi bagi kita: Mengapa kita harus memilih kematian kekal, penihilan total, padahal hukuman kematian kekal kita sudah dibayar oleh Yesus, sudah digantikan oleh Yesus dan kita tinggal menerimanya saja? Mengapa kita menolaknya?

 

7.       Tabir Bait Suci robek menjadi dua dari atas ke bawah.

Siapa yang merobeknya? Yang pasti bukan manusia. Inilah Tuhan menunjukkan bahwa segala upacara Bait Suci sudah berakhir. Segala kurban hewan sejak itu berakhir, karena Yang dilambangkan sudah menggenapi lambangnya, antitipe telah bertemu dengan tipe, Domba Allah yang sejati telah dikurbankan, menggenapi lambang semua kurban domba dan lembu yang dipersembahkan di Bait Suci sampai saat itu.

Aplikasi bagi kita: Upacara Bait Suci yang telah diakhiri sendiri oleh Tuhan, tidak perlu dilanjutkan lagi. Cukup Domba Allah mati satu kali untuk semua (Ibrani 9:28), itu sudah kurban yang sempurna, tidak perlu diwakili lagi oleh hewan-hewan kurban.

Namun upacara-upacara dan perayaan-perayaan Ibrani yang diajarkan Allah kepada orang Israel, itu tetap harus kita pelajari, untuk bisa memahami pekerjaan penebusan Yesus yang lengkap. Kita yang sudah ditebus, jadi kita perlu tahu bagaimana.

 

8.       Menjelang kematian Yesus Kristus, terjadilah gempa bumi dahsyat, dan batu-batu terbelah, kubur-kubur terbuka. Untuk apa?

Untuk mempersiapkan mereka yang nanti akan dibangkitkan dari kematian bersama-sama dengan kebangkitan Kristus. Pada saat Kristus bangkit dari kematian pada hari yang ketiga, pada hari Minggu dini hari, ada orang-orang pilihan yang sudah mati, ikut dibangkitkan. Dan menurut catatan Alkitab, orang-orang yang keluar dari kubur ini, masuk ke kota Yerusalem dan menampakkan diri mereka kepada banyak orang. Untuk apa? Untuk membuktikan bahwa Yesus Kristus telah mengalahkan maut dan kematian, sehingga orang-orang yang tadinya sudah mati ini pun bisa hidup lagi dengan tubuh baru yang tidak akan mati lagi. Jika kita membaca Efesus 4:8 orang-orang ini dibawa oleh Yesus ke Surga pada waktu Dia kembali ke Surga.

Aplikasi bagi kita: Semua yang dijanjikan Tuhan pasti akan dipenuhiNya. Dia menjanjikan keselamatan dan hidup kekal bagi kita yang menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Surga itu sungguh ada. Dunia baru itu sungguh akan ada. Jangan meragukan janji Tuhan. 

 

9.       Kepala pasukan dan prajurit-prajurit Roma, yang adalah orang-orang kafir, yang menjaga Yesus menjadi ketakutan

melihat fenomena alam yang sangat ajaib saat itu, sehingga mereka mengakui bahwa “Sungguh, ini adalah Anak Allah.”

Aplikasi bagi kita: Ini adalah pengakuan dari orang-orang Roma, yang pada saat itu adalah musuh bangsa Yahudi. Mereka menyalibkan Yesus dengan penuh sarkasme. Tetapi ketika mereka menyaksikan fenomena alam yang luar biasa itu, mereka mengakui “Sungguh, ini adalah Anak Allah.” Sekarang ini belum ada lagi fenomena alam yang luar biasa untuk membuktikan bahwa Yesus Kristus sungguh Anak Allah. Maka jika kita menantikan tanda-tanda itu baru kita mau mengakuiNya, kita akan tertinggal kereta. Karena fenomena alam yang luar biasa itu nanti akan terjadi pada akhir zaman, menjelang kedatangan Kristus yang kedua kembali untuk menjemput umatNya, hanya saja pada waktu itu pintu kasihan sudah tertutup, dan walaupun saat itu kita membuat pengakuan “Sungguh, ini adalah Anak Allah.” itu sudah terlambat buat kita. Jangan sampai ketinggalan kereta.

 

10.     Apakah salib yang membunuh Yesus?

Apakah tentara-tentara Roma yang menyalibkan Dia itu yang membunuh Yesus? Ternyata Alkitab mencatat hal yang menarik. Yesus mati secara sukarela, karena Dia sendiri yang menyerahkan nyawaNya kepada Bapa (ay. 50). Apa Yesus bisa tidak mau menyerahkan nyawaNya kepada Allah Bapa? Bisa. Andai Yesus membatalkan niatNya menjadi pengganti manusia menjalani kematian kekal, maka segera malaikat-malaikat di Surga akan turun dan melepaskanNya dari kayu salib itu. Tetapi karena demikian besarnya kasihNya kepada manusia, maka Yesus rela menyerahkan nyawaNya sendiri menjadi kurban persembahan dosa bagi semua manusia.

Aplikasi bagi kita: Apakah kita akan menyia-nyiakan karunia yang sedemikian besarnya ini yang telah diberikan kepada kita secara gratis?

 

 

Kebanyakan orang Kristen sangat getol merayakan hari Natal, hari kelahiran Yesus Kristus di bumi, yang sebenarnya waktunya yang persis tidak pernah diberikan oleh Alkitab, tetapi yang kemudian ditentukan oleh gereja Katolik sebagai tanggal 25 Desember. Jadi, walaupun seluruh dunia tahu tgl. 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus Kristus, tapi seluruh dunia menganggapnya demikian.

Tetapi yang sering dilupakan banyak orang Kristen adalah, kelahiran Yesus Kristus ke dunia ini adalah dengan mengemban satu misi, yaitu tujuannya untuk menyelamatkan manusia dari kematian kekal, dan untuk itu satu-satunya jalan adalah Dia yang harus mati menggantikan manusia.  Yesus lahir ke dunia untuk mati bagi manusia.

 

Jadi, jika kita hanya berbicara tentang

ü   kelahiran dan

ü   kematian Yesus, maka itu tidak ada manfaatnya,

ü   jika tidak diikuti oleh kebangkitan Yesus pada hari ketiga setelah kematianNya,

ü   dan juga tidak diikuti oleh kembalinya Yesus ke Surga 40 hari kemudian,

ü   dan tidak diikuti oleh pekerjaan Yesus sebagai Imam Besar di Bait Suci surgawi menjadi perantara dan hakim umatNya,

ü   dan kelak kembalinya Yesus Kristus kedua kalinya ke bumi untuk menjemput umat tebusanNya,

ü   dan tidak diikuti oleh kembalinya Yesus Kristus untuk ketiga kalinya ke bumi bersama kota kudus Yerusalem Baru,

untuk melenyapkan dosa dan membersihkan bumi dari segala bekas dosa, dan memulihkannya ke kondisinya yang semula sebelum Adam berbuat dosa, dan untuk mendirikan kerajaanNya di bumi ini.

 

 

Maka baiklah kita lihat secara singkat saja, seluruh misi Yesus Kristus dalam rencana keselamatan manusia.

Kita telah melihat dari ayat-ayat di atas bagaimana Yesus Kristus disalibkan, dan mengakhiri semua upacara kurban Bait Suci Yahudi.

Sekarang kita lanjutkan dengan kisah kebangkitanNya.

Kita bisa membaca dari Matius 27:55-28:1-18. Kisah yang sama juga ditulis di Lukas 23:48-56, 24:1-49. Karena terlalu banyak ayatnya, silakan baca sendiri semuanya dari Alkitab supaya jelas.

 

Apa informasi yang kita peroleh dari tulisan Matius dan Lukas?

 

11.    Yesus mati pada hari Jumat (hari yang pertama), hari persiapan untuk menyambut Sabat.

Karena waktunya sudah mepet mau Sabat, maka jasadNya tidak dirempahi seperti kebiasaan orang mati di zaman itu di sana. Setelah jasadNya dibungkus kain kafan, langsung dibaringkan di kubur milik Yusuf Arimatea, dan lubang masuknya ditutup oleh sebuah batu besar. Dan semua yang mengantarkan Yesus sampai ke kubur, pulang ke rumah masing-masing untuk memelihara hari Sabat.

 

12.    Setelah matahari terbenam, berarti sudah masuk ke hari berikutnya (hari yang kedua) yaitu hari Sabat,

imam-imam kepala dan orang-orang Farisi datang kepada Pilatus minta ditempatkan penjaga di depan batu itu. Penjaga-penjaga pun ditugaskan menjaga di depan batu besar itu.

 

13.    Selama hari Sabat, jasad Yesus tetap terbaring dalam kubur (hari yang kedua).

 

14.    Dini hari Minggu (hari ketiga),

perempuan-perempuan kembali ke kubur dengan tujuan mau merempahi jasad Yesus, tetapi didapati kubur sudah kosong, dan Yesus sudah tidak ada di sana. Jadi walaupun kubur Yesus dijaga oleh tentara-tentara Romawi, Yesus bisa tetap bangkit dari kubur. Malaikat datang menggulingkan batu besar itu. Tentara-tentara Romawi yang berjaga di sana menjadi saksi kebangkitan ini, tetapi mereka diberi uang dan disuruh berdusta mengatakan bahwa murid-murid Yesus telah mencuri jasad Yesus selagi mereka tidur. Lha kalau sedang tidur kok bisa tahu murid-murid Yesus datang mencuri jasad Yesus?

 

15.    Maka kata-kata Yesus bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga setelah kematianNya, digenapi.

Aplikasi bagi kita: Supaya kita jelas bahwa yang dimaksud dengan “tiga hari” itu adalah tiga hari yang berbeda (hari persiapan – hari Sabat – hari pertama dalam minggu/Ahad), bukan 3 x 24 jam. Beberapa orang beranggapan bahwa 3 hari itu harus 3 x 24 jam, sehingga jika Yesus bangkit hari Minggu pagi, maka Dia harus mati Kamis pagi, 3 x 24 jam sebelumnya. Tetapi “3 hari” yang dimaksud bukan 3 x 24 jam, melainkan tiga hari yang berbeda (Jumat – Sabtu – Minggu)

 

16.    40 hari kemudian Yesus pun kembali ke Surga, membawa orang-orang yang bangkit bersamaNya. Dia naik dari Galilea.

Mengapa Yesus harus kembali ke Surga? Karena tugasnya di dunia ini sudah selesai. Dia harus kembali untuk menjalankan tugasNya sebagai imam besar dan perantara bagi manusia di hadapan Allah Bapa.

Tetapi Dia tidak meninggalkan murid-muridNya begitu saja. PerananNya di dunia ini digantikan oleh Roh Kudus, yang bisa menyertai semua muridNya sampai akhir zaman. 10 hari setelah kembalinya Yesus ke Surga, Roh Kudus turun untuk mendampingi semua pengikutNya.

Aplikasinya bagi kita: Kita tidak sendirian. Di dunia kita ada Roh Kudus menyertai kita, di Surga kita ada Yesus Kristus yang menjadi Imam Besar dan perantara kita. Kurang aman gimana? Tetapi kita harus mau menerima semua ini. Jika kita tidak mau, ya semua kebaikan ini tidak bisa kita nikmati.

 

17.    Yesus berjanji untuk kembali menjemput umatNya. Inilah yang disebut kedatangan Yesus yang kedua.

Yohanes 14:2-3

Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku sudah mengatakannya kepadamu. Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku pergi dan menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali, dan menerima kamu kepada Diriku Sendiri, supaya di mana Aku berada, kamu pun boleh berada.

Kapan Yesus akan kembali?

1 Tesalonika 4:16-17 berkata,

Sebab TUHAN sendiri akan turun dari surga, dengan satu seruan, dengan suara Penghulu Malaikat, dan dengan sangkakala Allah dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit.  sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan bertemu Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan

Aplikasinya bagi kita: Perhatikan, Yesus sendiri yang akan datang kembali untuk menerima kita. Jadi bukan begitu kita mati lalu kita nyelonong sendiri-sendiri ke Surga. Kita harus menunggu sampai kita dibangkitkan pada saat kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, barulah pada waktu itu kita dijemput ke Surga.

 

Sementara kita menunggu kedatangan Yesus kembali, kita yang sudah ditebus oleh Yesus, yang sudah menjadi murid-muridNya diberi tugas, tidak boleh cuma duduk ongkang-ongkang aja. Perintahnya ada di Matius 28.

28:19       Karena itu pergilah, dan ajarlah semua bangsa, membaptiskan mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

28:20       mengajar mereka untuk melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa bahkan sampai ke akhir dunia. Amin.

 

Yesus Kristus telah melakukan begitu banyak untuk kita. Menjadi manusia bagi kita, mati bagi kita, menjadi perantara dan imam bagi kita, mengampuni dan menghapuskan semua dosa kita, dan suatu hari Dia akan datang menjemput kita, membuka Surga untuk kita, dan akhirnya hidup bersama kita di dunia yang baru. Tidakkah kita merasa punya kewajiban membagikan kabar baik ini juga kepada orang lain yang belum tahu? Yesus sudah melakukan semuanya, kita cuma tinggal membagikannya kepada orang lain. Masa itu saja kita keberatan?

 

 

Semoga pelajaran Sekolah Sabat ini bisa kita aplikasikan dalam hidup kita.

 

 

 

 

27 06 16

 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar