Minggu, 15 Juni 2014

129. APA KATA ALKITAB TENTANG HOMOSEKS

129. APA KATA ALKITAB TENTANG HOMOSEKS

___________________________________________________________

Sekarang ini istilah LGBTQIA+ sudah menjadi istilah yang sering kita jumpai di mana-mana. Apa sih LGBTQIA+ ini?

Ø    Lesbian = perempuan yang berhubungan seksual dengan perempuan

Ø    Gay = laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki

Ø    Bisexual = mau berhubungan seksual dengan sesama jenis maupun beda jenis

Ø    Transgender = ganti kelamin

Ø    Queer = berhubungan seksual dengan sesama jenis

Ø    Intersex = lahir dengan anatomi yang tidak bisa digolongkan laki-laki atau perempuan

Ø    Asexual = tidak tertarik pada jenis kelamin apa pun

Ø    + (plus) = dan lain-lain

 

Di sini kita hanya membahas homoseksualitas, atau hubungan seksual sesama jenis, berarti  secara langsung menyentuh Lesbian – Gay – Bisexual – Queer;  dan secara tidak langsung Transgender.

 

Sedikit sekali gereja yang mau mengupas tema homoseksualitas ini secara terang-terangan. Dan dengan semakin terbukanya praktek homoseksualitas ini dalam masyarakat, semakin enggan gereja menyentuh topik ini, karena takut dicap “tidak toleran” atau “sok suci” atau “melanggar hak azasi”  bahkan ada di antara anggota-anggota gereja yang mempraktekkan homoseksualitas sehingga gereja takut menyinggung perasaan mereka dan kehilangan anggota.

 

Di sini tidak membahas apa kata agama lain tentang homoseksualitas. Di sini hanya membahas apa kata ALKITAB. Dan karena ALKITAB merupakan dasar iman orang Kristen, maka seharusnya semua orang Kristen setuju dengan apa yang dikatakan Alkitab. Alkitab adalah Firman Tuhan, dan Firman Tuhan tidak ada yang dihapus. Ada sebagian dari Firman Tuhan yang sudah digenapi oleh Yesus di kayu salib, yaitu segala peraturan tentang upacara kurban dan hari-hari raya Yahudi; yang karena sudah digenapi Yesus di salib, sudah berakhir. Itu tidak dihapus, tetapi sudah berakhir masanya, jadi tidak perlu dilakukan lagi. Namun itu tetap relevan untuk kita pelajari, karena pekerjaan penebusan Yesus adalah penggenapan dari upacara-upacara dan hari-hari raya Yahudi itu. Tetapi yang tidak berkaitan dengan semua upacara Bait Suci, itu tetap berlaku karena itu adalah peraturan-peraturan Tuhan yang baku.

 

 

Jadi, marilah kita lihat apa kata Tuhan lewat FirmanNya mengenai homoseksualitas:

Kejadian 19:1-13 bercerita tentang kota Sodom terkenal sebagai kota free-sex pada zamannya, termasuk praktek homoseksualitas. Sedemikian terkenalnya, sehingga kata “sodom” dipakai sebagai istilah untuk hubungan seksual lewat anus seperti yang dilakukan kaum gay.  Dan kita semua tahu apa yang terjadi dengan kota Sodom ini. Tuhan menghancurkannya dengan api belerang yang turun dari langit.

Apakah itu tidak membuat kita paham bagaimana pandangan Tuhan tentang praktek homoseksualitas ini? Kota Sodom dan Gomorah adalah kota-kota yang pertama merasakan api neraka Tuhan, dan yang dilenyapkan Tuhan dari muka bumi. Ini saja harus menyadarkan kita bahwa penyimpangan seksual itu kekejian di mata Tuhan.

 

 

Di dalam kitab Perjanjian Lama masih banyak ayat yang menyatakan kebencian Tuhan terhadap praktek homoseksualitas ini, misalnya di Imamat 18:22, 20:13. Tetapi marilah kita melihat ke kitab Perjanjian Baru saja, supaya jangan nanti ada yang berkata bahwa di zaman Perjanjian Baru praktek tersebut sudah dihalalkan.

 

Roma 1:26-28, 32

1:26         Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang keji, sebab perempuan-perempuan mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

 

1:27         Demikian juga laki-laki meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan perempuan, dengan nafsu yang berkobar-kobar berahi satu  sama yang lain, laki-laki dengan laki-laki, berbuat yang tidak wajar dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

 

1:28         Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk berpegang pada Allah dalam pengetahuan mereka, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, melakukan apa yang tidak pantas:

 

1:32         Yang tahu tentang penghakiman Allah, bahwa mereka yang melakukan hal-hal demikian patut dihukum mati, bukan saja melakukan hal yang sama tetapi mendukung mereka yang melakukannya.

 


1 Korintus 6:9-10

6:9              Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak benar tidak akan mewarisi Kerajaan Allah? Janganlah tertipu! Baik pezinah yang tidak punya pasangan resmi, maupun penyembah berhala, atau pezinah yang punya pasangan resmi, atau laki-laki yang menjadi perempuan, atau pelaku sodomi*,

*LAI memaki kata “pemburit”

 

6:10            atau pencuri, atau orang yang tamak, atau pemabuk, atau pemfitnah, atau pemeras, tidak akan mewarisi Kerajaan Allah.

 

 

Jadi jelas, bahwa mereka yang homoseksual TIDAK MENDAPAT BAGIAN DALAM KERAJAAN ALLAH, mengapa? KARENA ITU DOSA! Tidak ada dosa yang bisa masuk kerajaan Allah yang mahakudus. Memang masih ada banyak kategori lain yang juga tidak masuk kerajaan Allah (misalnya semua orang yang tidak bertobat dari segala  perbuatan mereka yang salah, entah itu  berbohong, mencuri, membunuh, dll.), tapi saat ini yang  kita bahas hanya homoseksualitas atau hubungan seksual sesama jenis kelamin.

 

 

Jadi sangat jelas ALKITAB MENGATAKAN BAHWA PERBUATAN HOMOSEKSUAL ITU DOSA, BAIK YANG GAY MAUPUN YANG LESBIAN, sama dosanya.

Jadi, bila ada gereja yang memberkati perkawinan sama-jenis ini, berarti gereja itu sudah menempatkan dirinya melawan Tuhan. Apakah gereja ini masih gereja Tuhan? Kita bisa menjawabnya sendiri. Jika gereja kita sudah melakukan itu, maka sudah tiba waktunya kita berpikir dengan serius untuk mencari gereja lain yang patuh pada Hukum dan ketentuan Tuhan. Tidak ada gunanya ikut gereja yang jelas-jelas tidak alkitabiah.

 

Pelanggaran seksual itu bukan hal kecil. Alkitab sudah menjelaskan mengapa:

1 Korintus 6:18-20

6:18         Jauhkanlah dirimu dari perzinahan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, itu di luar tubuhnya. Tetapi orang yang melakukan perzinahan berdosa terhadap tubuhnya sendiri.

 

6:19         Apa? Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milikmu sendiri?

 

6:20         Sebab kamu telah dibeli dengan harga yang telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu dan dengan jiwamu  yang adalah milik Allah.

 

Jadi, lebih celaka lagi, jika yang melakukan tindakan homoseksualitas itu adalah orang-orang Kristen, yang telah dibeli dengan harga yang mahal oleh Kristus! Apa yang sudah dibeli Kristus dengan darahNya yang mahal, dinajiskan oleh perbuatan yang keji di mata Tuhan, itu sungguh keterlaluan.

 

 

SEKARANG BAGAIMANA SIKAP KITA SEBAGAI ORANG KRISTEN TERHADAP HOMOSEK-SUALITAS INI?

Apakah kita berani melawan Tuhan dan mengatakan bahwa homoseksualitas ini BENAR? Atau BISA DITERIMA?

Apakah kita atas nama “toleransi”, mengesampingkan Firman Tuhan, dan berkata bahwa kita setuju dengan praktek homoseksualitas ini? Jika kita tidak berkata kita menentangnya, berarti kita setuju. Tidak ada abstain dalam berurusan dengan Tuhan. Kalau kita tidak di pihak Tuhan, berarti kita melawan Tuhan.

Matius 12:30

Siapa tidak di pihakKu, ia melawan Aku; dan siapa tidak mengumpul bersama Aku, ia terserak keluar.

 

Apakah kita berani mengubah Hukum Tuhan dan berkata bahwa homoseksualitas ini tidak apa-apa, dan hubungan itu boleh diberkati di gereja Tuhan, oleh Tuhan?

Di mana posisi kita sebagai orang Kristen???

 

Teman-teman,

kompromi dengan dosa,

kompromi dengan kesalahan,

itu sama dengan melakukan dosa itu sendiri!

 

Bacalah Roma 1:32 lagi:

Yang tahu tentang penghakiman Allah, bahwa mereka yang melakukan hal-hal demikian patut dihukum mati, bukan saja melakukan hal yang sama tetapi mendukung mereka yang melakukannya.

 

Jadi, menurut ayat ini, mereka yang sudah tahu tentang penghakiman Allah ~ dan semua orang Kristen pasti tahu bahwa ada penghakiman Allah, bahwa setiap manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya kepada Allah ~ jadi tidak ada orang Kristen yang bisa berkilah, aku tidak tahu tentang penghakiman Allah ~ maka, mereka tahu bahwa semua yang melakukan perbuatan yang keji, yang melawan Hukum dan ketetapan Allah, mereka akan dihukum mati. Dan bukan hanya mereka, melainkan orang-orang yang mendukung mereka berbuat hal tersebut, orang-orang itu juga tidak luput dari hukuman mati. Berarti,

 

jika kita setuju dengan mereka yang melakukan dosa,

kita mendukung orang yang melakukan dosa,

walaupun kita sendiri tidak melakukannya,

kita juga patut dihukum mati.

 

Dan ini tidak bicara tentang mati kodrati yang harus dialami semua makhluk hidup, yang baik maupun yang sesat. Ini bicara tentang mati kekal, kematian kedua, dibakar api dari Surga hingga menjadi abu, lenyap selama-lamanya dari eksistensi.

Bukan main-main loh.

Karena itu, kita harus teguh berpegang pada ajaran Tuhan.

                                           

KALAU TUHAN MENGATAKAN ITU DOSA,

MAKA SEBAGAI PENGIKUT-PENGIKUT TUHAN,

KITA JUGA HARUS KONSEKUEN MENGATAKAN ITU DOSA.

TIDAK ADA KOMPROMI.

 

Karena jika sampai kita mengatakan itu BUKAN DOSA, maka KITALAH YANG TELAH BERDOSA KEPADA TUHAN, KARENA KITA SUDAH BERANI MELAWAN HUKUM TUHAN.

 

Tetapi ada orang-orang Kristen yang sok suci, sok toleran, mengatakan kita tidak boleh menghakimi orang. Kita harus mengerti itu “penyakit”, jadi kita harus menerimanya.

S A L A H !!!

Mencuri itu ada yang penyakit ada yang bukan. Tetapi walaupun ada orang yang mengidap kleptomania dan pergi mencuri, apakah dia bebas dari hukum? TIDAK! Tetap jadi kasus. Barang yang dicuri tetap harus dikembalikan. Orangnya harus diterapi dan tidak diizinkan berkeliaran mencuri di mana-mana.

Jadi apa pun Homoseksualitas itu, apakah “penyakit”, atau gaya hidup, atau cacat fisik, atau cacat mental, atau ibunya salah mengidam, atau ayahnya kesambit gondoruwo, apa pun itu, kita tidak perlu berdebat di sini. Apa definisinya, apa penyebabnya itu tidak berpengaruh pada bagaimana seorang Kristen harus bersikap terhadap homoseksualisme ini.

Yang perlu dipegang orang Kristen ialah

ITU DOSA YANG KEJI MENURUT KAMUS ALLAH,

DOSA YANG LAYAK MENDAPATKAN HUKUMAN MATI KEKAL.

 

Maka, karena itu dosa, itu tidak boleh kita (orang Kristen) benarkan, tidak boleh kita dukung, tidak boleh kita fasilitasi, tidak boleh kita bela, apa pun alasannya. Bukan karena kita lebih suci dari mereka, tapi KARENA TUHAN KITA SUDAH MENYATAKAN ITU DOSA, oleh karena itu kita yang pengikut Tuhan tidak boleh punya pendapat yang berbeda dari Tuhan kita. Jika kita sampai mengatakan itu bukan dosa, kita sudah berani melawan Tuhan! Paham ya? Jadi kita tidak membenarkan perbuatan homoseksual itu bukan karena kita sok suci, tetapi KARENA KITA HARUS PATUH KEPADA TUHAN KITA.

 

Jadi bagian pertama tadi kita bicara tentang KONSEP.

Orang Kristen HARUS MENOLAK KONSEP HOMOSEKSUALITAS.

Nah, di atas itu adalah sikap kita terhadap homoseksualitas.

 

 

Sekarang kita lanjut ke bagian kedua.

Bagaimana SIKAP KITA TERHADAP ORANG-ORANG YANG HOMO, baik yang gay maupun yang lesbian atau yang biseksual?

Mereka sama dengan kita, orang-orang yang berdosa. Kristus datang untuk menyelamatkan orang yang berdosa, jadi Kristus juga datang untuk menyelamatkan mereka, sama seperti kita. Jadi JANGANLAH KITA MENJAUHI MEREKA ATAU MENYINGKIRKAN MEREKA. Justru adalah tugas kita untuk menyampaikan kebenaran Tuhan kepada mereka, supaya mereka boleh meninggalkan dosa mereka dan bertobat, dan menerima kasih karunia Tuhan.

 

Jika kita yang tadinya juga adalah orang-orang berdosa, bisa bertobat, bisa dikuduskan, bisa dibenarkan, maka MEREKA PUN JUGA BISA BERTOBAT, DIBENARKAN, DAN DIKUDUSKAN OLEH TUHAN jika mereka mau.

 

1 Korintus 6:9-11

9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak benar tidak akan mewarisi Kerajaan Allah? Janganlah tertipu! Baik pezinah yang tidak punya pasangan resmi, maupun penyembah berhala, atau pezinah yang punya pasangan resmi, atau laki-laki yang menjadi perempuan, atau pelaku sodomi, 10 atau pencuri, atau orang yang tamak, atau pemabuk, atau pemfitnah, atau pemeras, tidak akan mewarisi Kerajaan Allah. 11 Dan seperti itulah beberapa orang di antara kamu dahulu. Tetapi kamu telah dibasuh, tetapi kamu telah dikuduskan, tetapi kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan oleh Roh Allah kita.

Jadi mereka punya harapan untuk diselamatkan sama seperti kita. Mereka bisa diselamatkan. Mereka bisa bertobat jika mereka mau.

 

Jadi, jika kita bersikap “toleran” atau “mendukung” orang-orang yang homo, kita justru tidak bisa menolong saudara-saudara kita yang tersesat di sana, kita semakin menjerumuskan mereka karena mereka merasa mereka benar, mereka tidak merasa berbuat salah.

 

Kita harus tegas mengatakan kepada mereka bahwa perbuatan itu adalah DOSA, kita harus menyatakan kesalahan mereka, supaya mereka mengerti bahwa apa yang mereka lakukan itu DOSA. Dan hanya bila mereka mengerti itu dosa, barulah mereka bisa menyesalinya, dan bertobat. Dan Tuhan yang mahapengampun akan memampukan mereka untuk meninggalkan kecenderungan mereka yang menyimpang ini.

Jangan malah membuat mereka merasa semakin nyaman berkubang dalam dosa itu. Semakin kita membenarkan tindakan mereka itu, semakin nyaman mereka dalam kubangan dosa itu, sehingga semakin jauhlah mereka dari kesempatan bisa diselamatkan. Kita harus memakai setiap kesempatan yang ada untuk menolong mereka kembali ke orientasi seksual yang benar.

 

 

Namun, jika mereka tidak mau, kita tidak boleh memaksa.

Mereka berhak menentukan pilihan mereka sendiri. Tuhan saja tidak akan memaksa me”normal”kan mereka. Jika mereka memilih untuk mati sebagai seorang homoseks, kita harus menghormati pilihan mereka. Jika mereka memilih untuk tetap tinggal dalam dosa, kita tidak boleh memaksa mereka keluar. Kita hanya boleh mendoakan mereka, berharap suatu waktu mereka mendengar suara Roh Kudus, dan kembali ke jalan Tuhan. Serahkan mereka kepada Roh Kudus yang akan bergumul dengan mereka.

Setiap orang diberi Tuhan hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Jika mereka memilih untuk menurut Tuhan, Tuhan akan menyediakan segala sarana menolong mereka berhasil keluar dari dosa mereka. Tapi jika mereka memilih untuk berseberangan dengan Tuhan, Tuhan akan membiarkan mereka tetap di sana, karena itu adalah hak mereka. Setiap perbuatan itu diikuti oleh konsekuensi. Kelak mereka harus mempertanggungjawabkan pilihan mereka sendiri di hadapan pengadilan Tuhan.

 

 

 

12 06 14

 

 

 









Tidak ada komentar:

Posting Komentar