Sabtu, 25 Januari 2014

119. MENGAPA MUSA DIHUKUM TUHAN TIDAK BOLEH MASUK TANAH KANA’AN

119. MENGAPA MUSA DIHUKUM TUHAN

TIDAK BOLEH MASUK TANAH KANAAN

______________________________________________________

Kisahnya tercatat di Kitab Bilangan 20:7-13, ini terjadi pada bagian akhir perjalanan orang Israel menuju tanah Kana’an. Aku kutip di sini:

 

20:7         Dan TUHAN berfirman kepada Musa, mengatakan,

20:8         ‘Ambillah tongkat itu, dan kumpulkanlah umat menjadi satu, engkau dan Harun, kakakmu, dan bicaralah engkau kepada batu itu di depan mata mereka, dan batu itu akan mengeluarkan airnya; dan engkau akan mengeluarkan air dari batu itu bagi mereka, dengan demkian engkau akan memberi minum umat yang berkumpul itu serta ternak mereka"

20:9         Dan Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya.

20:10       Dan Musa dan Harun mengumpulkan jemaah itu di depan batu itu, dan ia berkata kepada mereka, ‘Sekarang dengarkan, hai kalian para pemberontak, apakah kami harus mengambilkan air bagimu dari batu ini?’

20:11       Dan Musa mengangkat tangannya, dan dengan tongkatnya dia memukul batu itu dua kali, dan air keluar dengan melimpah, dan kumpulan umat itu minum, dan ternak mereka juga.

20:12       Dan TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, ‘Karena kamu tidak percaya kepada-Ku untuk menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, maka kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang telah Kuberikan kepada mereka.’

20:13       Inilah mata air Meriba, karena orang Israel menuntut TUHAN, dan Ia dkuduskan dalam mereka.

 

Tadinya, aku sendiri tidak mengerti, mengapa Tuhan begitu marah kepada Musa karena Musa memukuli batu itu dua kali, padahal menurut aku memang betul Musa tidak seharusnya mukuli batu itu, dia hanya disuruh berbicara kepada batu itu, tapi ini kan bukan kesalahan yang “begitu” parah hingga Musa perlu dihukum harus mati dan tidak boleh masuk tanah Kana’an yang dijanjikan padahal Musa sudah berjerih payah memimpin dan melayani orang Israel yang tegar tengkuk selama 40 tahun supaya bisa masuk ke Kana’an? Musa kan tidak membunuh orang? (Tadinya bagiku membunuh itu baru pelanggaran parah), dan kalau dibandingkan Musa pernah membanting sampai pecah berkeping-keping kedua tablet [loh] batu yang ditulis jari Tuhan sendiri dengan ke-10 Hukum Tuhan pada waktu dia turun dari Gunung Sinai (baca Keluaran 32:15-19), rasanya memukuli batu itu dua kali, bukan kesalahan yang terlalu serius. Tetapi mengapa Tuhan tidak menghukum Musa saat dia membanting kedua tablet yang ditulisi jari Tuhan, sedangkan karena memukuli batu di Meriba itu dua kali saja, hukumannya begitu berat? Padahal batunya tidak cacat, tidak rusak lho.

v    Aku pernah mendengarkan beberapa pendeta yang mencoba menjelaskan hal ini.

Ada yang berkata karena sewaktu Musa membanting tablet Hukum itu, dia marah demi kemuliaan Tuhan, sedangkan ketika Musa memukuli batu di Meriba ini, Musa marah karena egonya sendiri (emosi).

 

v    Ada juga yang mengatakan karena Musa berkata apakah kami (artinya Musa dan Harun)  harus mengambilkan air bagimu dari batu ini?’

(ayat 10 di atas) seolah-olah Musa dan Harun memiliki kuasa sendiri, bisa mengeluarkan air dari batu, jadi Musa telah merebut kehormatan dari Tuhan.

Jawaban-jawaban ini yah, masuk akal seh, tapi tetap  hatiku tidak puas, masih ada yang tidak klop.

 

Maka aku sangat berterima kasih kepada Pdt. Stephen Bohr yang sekarang membuka pengertianku, dan aku ingin membagikannya kepada teman-teman Kristen lainnya, eh, barangkali ada yang pernah mempertanyakan hal ini.

 

Kita semua tahu bahwa “Batu” itu adalah Kristus. Ini bukan informasi baru.

 

Ulangan 32:4

Dialah Batu itu, pekerjaan-Nya sempurna; karena segala jalan-Nya adil, Allah kebenaran dan tanpa ketidakadilan; Dia benar dan jujur.

 

1 Samuel 2:2

Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau,  maupun  Batu mana pun seperti Allah kita.

 

Mazmur 18:2, 31

2 TUHAN adalah batuku dan bentengku, dan penyelamatku, Allahku, kekuatanku padanya aku akan bercaya, perisaiku, dan tanduk keselamatanku, dan menaraku yang tinggi. 31 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, atau siapakah batu itu kecuali Allah kita?

 

1 Korintus 10:4

dan mereka semua sudah minum minuman rohani yang sama. Sebab mereka sudah minum dari Batu rohani yang mengikuti mereka, dan Batu itu ialah Kristus.

 

 

Berarti batu yang dipukul oleh Musa dua kali ini juga adalah lambang Yesus.

Waduh, jadi kalau begitu, itu dosanya  Musa! Berani mukuli Yesus! Makanya dia tidak boleh masuk Kana’an!  S A L A H !!!! Bukan itu alasannya.

 

Ternyata sebelum kejadian di Meriba ini, MUSA SUDAH PERNAH MEMUKUL BATU ITU! Ya di tempat yang sama, di Meriba. Itu terjadi ketika bangsa Israel belum lama keluar dari Mesir. Coba kita lihat di Keluaran 17:1-7.

 

17:1         Dan seluruh jemaat Israel berjalan dari padang gurun Sin, menurut perjalanan mereka sesuai dengan Perintah TUHAN, dan berkemah di Rafidim; dan di sana tidak ada air untuk minum bangsa itu.

17:2         Oleh karena itu, orang-orang itu marah kepada Musa, dan berkata, ‘Berikan air kepada kami, supaya kami boleh minum.’ Dan Musa berkata kepada mereka, ‘Mengapa kamu marah padaku? Mengapa kamu mencobai TUHAN?’

17:3         Dan bangsa itu haus di sana akan air;  dan bangsa itu bersungut-sungut pada Musa dan berkata, ‘Mengapa engkau membawa kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami dan anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?’

17:4         Maka Musa berseru kepada TUHAN, katanya, ‘Apa yang harus kulakukan dengan bangsa ini? Mereka nyaris siap merajam aku.’

17:5         Dan TUHAN berfirman kepada Musa,  ‘Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah sertamu beberapa dari para tua-tua Israel dan tongkatmu yang kaupakai memukul sungai, bawalah itu di tanganmu dan pergilah.

17:6         Lihatlah, Aku akan berdiri di sana di depanmu, di batu di Horeb dan engkau harus memukul batu itu, dan dari dalamnya akan keluar air, supaya bangsa itu boleh minum.’ Dan Musa berbuat demikian di depan mata tua-tua Israel.

17:7         Dan dia menamai tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena kemarahan orang Israel, dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan, ‘Apakah TUHAN ada di antara kita atau tidak?’

 

Ini adalah insiden pertama yang berurusan dengan batu yang mengeluarkan air. Di sini Tuhan memerintahkan Musa untuk MEMUKUL BATU ITU dan Musa menurut persis seperti yang disuruh Tuhan. Semuanya baik, tidak ada yang salah walaupun Musa memukul batu itu.

 

Sedangkan kedua kalinya yang terjadi pada bagian akhir perjalanan bangsa Israel ke tanah Kana’an, Tuhan memerintah Musa untuk BERBICARA KEPADA BATU ITU, tapi Musa malah memukulnya dua kali. Dan Tuhan marah.

 

 

Ternyata KEDUA INSIDEN INI MERUPAKAN LAMBANG PEKERJAAN PENEBUSAN KRISTUS! Terima kasih Pdt. Stephen Bohr yang telah membuat aku mengerti. Mudah-mudahan aku bisa menjelaskannya dengan mudah karena hal ini cukup rumit.

 

 

Nah, TONGKAT YANG DIANGKAT MUSA ITU JUGA SUATU LAMBANG, YAITU LAMBANG PENGHAKIMAN. Kalian tentunya ingat, setiap kali Musa mengangkat tongkatnya, hukuman jatuh ke atas Mesir, artinya Mesir dihakimi Tuhan. Berkali-kali Musa mengangkat tokatnya, dan setiap kali tulah yang berbeda mengenai bangsa Mesir.

 

Coba kita melihat tulisan Yesaya, di pasal 53, di mana Tuhan memberikan nubuatan mengenai Sang Mesias yang akan datang dengan gambaran yang sangat detail. Kita lihat ayat ke-4:

Yesaya 53:4

Sesungguhnya, Dia (Sang Mesias)  yang telah menanggung duka kita dan memikul kesedihan kita; namun kita menganggap  Dia kena pukul, dipukul oleh  Allah, dan tersiksa.

 

Jadi, Yesus itu DIPUKUL OLEH TONGKAT PENGHAKIMAN TUHAN. Apa artinya? Seharusnya kita yang dipukul oleh tongkat penghakiman Tuhan karena telah melanggar Hukum-hukum Tuhan, tetapi karena Yesus telah menanggung hukuman dosa kita, maka Dia-lah yang kena pukul tongkat penghakiman Tuhan. Dia yang menjalani hukuman dosa kita, sehingga oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:5)

 

Jadi Yesus memang harus kena pukul tongkat penghakiman Tuhan, dan di sini dilambangkan sebagai Batu di Horeb yang dipukul tongkat Musa.

 

Tetapi, berapa kali Yesus harus kena pukul? SATU KALI !!!

Mengapa cuma satu kali?

Paulus sangat jelas menulis tentang hal ini, supaya tidak ada yang salah paham, sampai diulang-ulangnya beberapa kali. Yesus hanya SATU KALI KENA PUKUL ALLAH BAPA, yaitu ketika Dia harus menanggung hukuman dosa manusia di atas salib.

 

Roma  6:10

Karena dalam hal Dia mati, Dia mati bagi dosa, satu kali; tetapi karena Dia hidup, Dia hidup bagi Allah.

 

Ibrani  7:27

yang tidak perlu setiap hari seperti imam-imam besar lain, mempersembahkan kurban pertama untuk dosanya sendiri, dan sesudah itu untuk umat; sebab itu telah dilakukan-Nya satu kali ketika Ia mempersembahkan Diri-Nya Sendiri.

 

Ibrani  9:28

demikian pula Kristus satu kali dipersembahkan untuk menanggung dosa banyak orang; dan kepada mereka yang menantikan Dia,  Ia akan menyatakan Diri-Nya kedua kalinya, tanpa dosa untuk membawa keselamatan.

 

 

Jadi ternyata semua ini bicara simbol/lambang.

Batu melambangkan Kristus.

Tongkat melambangkan tongkat penghakiman.

Dan pukulan satu kali melambangkan mati di kayu salib.

Sekarang, air yang keluar dari batu itu melambangkan apa?

 

1 Korintus  12:13

Sebab oleh satu Roh kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh, apakah kita orang Yahudi atau orang Yunani, apakah kita budak atau orang merdeka; dan  semua telah dibuat minum menjadi satu Roh.

 

Berarti AIR YANG KELUAR DARI BATU ITU ADALAH ROH KUDUS, yang diminumkan kepada kita semua yang percaya, supaya kita menjadi satu Roh. Dan kita bukan hanya berbagi satu Roh saja, masih ada yang lain dalam mana kita haru bersatu:

Efesus 4:4-6

1.    4  Satu tubuh, (artinya satu gereja)

2.    dan satu Roh,

3.    sebagaimana kamu telah dipanggil dalam satu pengharapan panggilanmu,

4.    5 satu Tuhan,

5.    satu iman,

6.    satu baptisan,

7.          6 satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas semua, dan melalui semua, dan di dalam kamu semua.

 

Kembali ke insiden Musa memukul batu itu dua kali.

v     maka simbol dari memukul batu itu pertama kalinya,

adalah Kristus dipukul oleh tongkat penghakiman Tuhan (disalibkan demi manusia).  

v     Setelah kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus,

Dia mengirimkan Roh Kudus untuk menjadi penggantiNya di dunia mendampingi semua pengikutNya hingga nanti Dia datang lagi menjemput mereka. Itulah yang dilambangkan oleh batu yang mengeluarkan air.

Jadi,

1.    pertama kalinya supaya batu (lambang Kristus) bisa mengutus Roh Kudus,

batu itu harus dipukul dulu satu kali, dengan kata lain Kristus harus menderita kematian kena pukul dulu. Tapi cuma satu kali.

 

2.    Tetapi setelah itu, setelah pertama kalinya air (Roh Kudus) itu keluar dari Batu (Kristus),

maka berikutnya, bilamana kita membutuhkan air (Roh Kudus) lagi Batu itu (Kristus) tidak dipukul lagi!

Dan ketahuilah sepanjang hidup kita, kita SELALU membutuhkan Roh Kudus untuk bertumbuh dalam iman, untuk bisa mati kepada diri setiap hari, untuk mengikuti proses pengudusan (sanctification), untuk bisa menghasilkan buah Roh. Jadi seorang yang sudah diselamatkan, yang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, akan selalu membutuhkan Roh Kudus dalam hidupnya.

Artinya Kristus tidak usah menjalani kematian lagi. Cukup dengan kita minta (berbicara/berdoa) kepada Batu (Kristus) itu, dan Batu itu (Kristus) akan mengeluarkan airnya (memberi Roh Kudus) bagi kita.

Bisa dipahami?

Mudah-mudahan penjelasan ini bisa dipahami.

 

 

Oleh karena itu, ketika Musa memukul Batu itu pada peristiwa Meriba yang kedua, dia telah melanggar konsep penyelamatan Kristus. Karena dengan memukul batu itu lagi (apalagi sampai 2 kali), berarti tindakannya itu melambangkan menyalibkan Kristus lagi!

Nah, Musa, sebagai nabi Tuhan yang sangat dekat dengan Tuhan, yang pernah 40 hari berada di atas Gunung Sinai berbicara langsung dengan Tuhan, SEHARUSNYA TIDAK MEMBUAT KESALAHAN YANG FATAL INI. Musa seharusnya tahu, bahwa Mesias hanya perlu mati satu kali, maka Batu yang melambangkan Kristus itu hanya boleh dipukul satu kali, dan itu sudah dilakukannya bertahun-tahun sebelumnya di Gunung Horeb. Jadi, berikutnya, Batu itu tidak boleh dipukul lagi, berikutnya dia hanya perlu berbicara kepada batu itu seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, sebagaimana kita sekarang meminta Roh Kudus (air) dengan doa, tidak dengan menyalibkan Kristus lagi.

 

Tetapi Musa, dalam emosinya sesaat, telah mengabaikan pelajaran dari Tuhan tentang konsep keselamatan ini, dan walaupun selama 80 tahun terakhir dari hidupnya, dia berjalan bersama Tuhan, tetapi menjelang akhirnya dia berbuat satu kesalahan fatal, satu dosa yang dianggap Tuhan terlalu parah untuk diabaikan, walaupun kemudian Musa menyesali perbuatannya dan mohon pengampunan Tuhan, dan walaupun Tuhan mengampuninya (dan ini terbukti dengan Tuhan membangkitkan Musa setelah kematiannya dan membawanya ke Surga), tetapi sebagai akibat perbuatannya, Musa dilarang masuk Kana’an, dan harus mati sebelumnya.

Teman-teman, sebegitu dahsyatnya kebencian Tuhan terhadap dosa. Walaupun yang melakukan dosa ini adalah nabinya yang begitu dikasihiNya, yang dimampukanNya bisa berbicara langsung denganNya, tetapi, dosa tetap dosa. Dan Tuhan menjatuhkan hukuman kepada Musa untuk menjadi peringatan bagi generasi-generasi berikutnya, agar kita semua jangan gegabah dan menganggap dosa itu masalah sepele. Sekecil apa pun dosa itu di mata kita, bagi Tuhan yang Mahasuci, hal itu tidak bisa ditoleransi.

 

Maka Musa pun mati dan dikuburkan. Namun karena Tuhan telah mengampuni Musa,  Musa pun dibangkitkan  secara istimewa, terpisah. Musa tidak dibangkitkan nanti pada akhir zaman bersama rombongan orang-orang percaya yang lain, tetapi MUSA DIBANGKITKAN LEBIH DAHULU, SENDIRI. Setan tentu saja berusaha mencegah hal ini. Setan menuduh, Musa tidak layak diselamatkan karena dia telah berbuat dosa. Betul, Musa telah berbuat dosa, namun Musa juga sudah minta pengampunan Tuhan, dan dosanya sudah diampuni. Tuhan sudah membenarkan Musa, dan Musa adalah ORANG PERTAMA YANG DICATAT ALKITAB DIBANGKITKAN DARI ORANG MATI DAN DIBAWA KE SURGA.

Perebutan mayat Musa antara Setan dan Mikhael tercantum di Yudas 1:9.

Dan ketika Yesus berada di Bukit Transfigurasi, Musa dan Elia diutus Allah Bapa untuk menguatkan Yesus (baca di Lukas 9:30) Dengan demikian kita tahu bahwa Musa sudah berada di Surga.

 

Semoga, bagi yang punya pertanyaan mengenai topik ini seperti aku dulu, sekarang sudah terjawab. Dan jawaban ini benar-benar memuaskan hati.

 

Teman-teman, sebenarnya segala pertanyaan itu jawabannya sudah ada di dalam Alkitab, kita tinggal menggalinya saja. Tidak perlu mencari jawabannya di luar, cuma kita saja yang suka kurang rajin menggali, dan kurang bimbingan Roh Kudus untuk mengaitkan ayat yang satu dengan ayat yang lain.

 

Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

2013-12-28

 

 


13 komentar:

  1. terima Kasih saya uda dapat jawabanya

    BalasHapus
  2. Ini adalah insiden pertama yang berurusan dengan gunung batu yang mengeluarkan air. Di sini Tuhan memerintahkan Musa untuk MEMUKUL GUNUNG BATU ITU dan Musa menurut persis seperti yang disuruh Tuhan.

    Sedangkan kedua kalinya yang terjadi pada bagian akhir perjalanan bangsa Israel ke tanah Kana’an, Tuhan memerintaha Musa untuk BERBICARA KEPADA GUNUNG BATU ITU, tapi Musa malah memukulnya dua kali.

    BalasHapus
  3. Welkom, Kaos Rohani Mantik.
    Tuhan memberkati.

    BalasHapus
  4. Terima kasih penjelasannya. Saya punya pertanyaan yg sama dan sudah dijawab Roh Kudus melalui penjelasan anda. Tuhan berkati..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Welkom, 100ribu. Makasih sudah mampir di blog ini. Tuhan memberkati kita semua.

      Hapus
  5. Puji Tuhan, ternyata kebenaran-Nya memang tidak dua versi. Khotbah saya di gereja kemarin membahas tentang kebaikan Tuhan yang luar biasa dari dulu sekarang sampai selama-lamanya yang diambil dari ayat ini juga, dan yang Ibu tulis di sini sama persis konteksnya dengan apa yang telah saya dengar. Puji Tuhan. Tuhan Yesus memberkati pelayanan Ibu selalu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya. Semoga kita sama-sama dalam pelayanan Tuhan sampai maranatha.

      Hapus
  6. Terima kasih, Puji Tuhan..
    Sunggung memberkati saya

    BalasHapus
  7. Terimakasih atas penjelasannya. Ini jawaban yg membuat saya memahami bagian bacaan ulangan 32: 48-52 ini. Terimakasih Tuhan atas tuntunan Roh kudus MU

    BalasHapus
  8. Sungguh memberkati semua penjelasan tentang bgaimana Musa dan Harun brdosa sehinggabTuhan tidak membenarkan Musa masuk ke Tanah Kanaan, Tanah Perjanjian. Datu hal yang wajar diperkongsikan di sini ialah, PERJUANGAN HAMBA TUHAN, MUSA SENDIRI tidak ssmpai ke garisan akhir. Jadi, siapakah yang diutus Tuhan untuk menggantikan Musa memimpun bangsa Israel untuk masuk di Tanah Kanaan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok ga da namanya?
      Laen x kasi nama ya, spy tau siapa yg berinteraksi.

      Yg menggantilan Musa memimpin Israel masuk Kanaan Yoshua, yg menjadi hakim pertama Israel.

      Hapus