Sabtu, 25 Januari 2014

118. APAKAH YESUS KRISTUS MATI UNTUK HEWAN??

118. APAKAH YESUS KRISTUS DATANG UNTUK HEWAN

__________________________________________

Saat aku memperkenalkan makanan yang dianggap haram oleh Tuhan menurut Alkitab (baca Imamat pasal 11) seorang teman berkata kepadaku, “Apa yang kita makan itu tidak jadi soal, yang penting kita suka menolong orang. Karena kelak Yesus tidak akan bertanya ‘Apa yang kamu makan’, tetapi ‘Apa yang telah kamu lakukan untuk sesama manusia?’ Dan dia mengutip ayat di bawah ini:

Matius 25:40

Dan Raja itu akan menjawab mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seberapa banyak  yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.’

Betul, di ayat ini Yesus tidak membahas tentang makanan. Tetapi apakah itu berarti segala jenis hewan yang dinyatakan haram oleh Tuhan untuk dimakan, menjadi halal karena di ayat ini Yesus tidak menyinggung tentang makanan?

 

Di ayat itu Yesus juga tidak menyebut soal berzinah, atau membunuh, atau bersaksi dusta, atau menyembah patung, apakah itu berarti semua peraturan ini sudah dihapus?

 

Kalau dalam satu ayat Yesus harus mencakup semua peraturan Tuhan, bayangkan seberapa panjangnya kalimat itu nanti jadinya!

 

 

Kita jangan hanya mengambil satu ayat saja di dalam Alkitab sebagai bahan pertimbangan kita, tetapi kita harus memeriksa SELURUH ALKITAB mengenai topik itu. Topik yang tidak ditulis dalam satu ayat, ada tertulis dalam banyak ayat yang lain.

 

Di Alkitab ada banyak ayat yang menyatakan kita harus menjaga kesucian tubuh kita.

Misalnya ayat ini:

1 Korintus 10:31

Oleh karena itu, jika engkau makan atau jika engkau minum, atau apa pun yang engkau lakukan, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

 

Bagaimana kita bisa mengatakan kita makan untuk kemuliaan Allah jika kita makan hewan-hewan yang sudah dinyatakan Tuhan haram/najis dimakan? Menjejali tubuh kita dengan makanan yang najis, itu sama dengan menajiskan tubuh kita, yang nota bene seharusnya adalah Bait Suci, tempat Roh Kudus bertakhta. Mana Roh Kudus mau tinggal di tempat yang najis?

 

1 Korintus 3:16

Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu.

 

Jika kita menjejali tubuh kita dengan semua daging yang haram, mana Roh Allah mau diam di dalam kita?

 

Temanku lalu berkata, binatang haram itu sudah tidak berlaku lagi di zaman Perjanjian Baru. Itu zaman Musa dulu. Setelah Yesus datang, peraturan yang lama sudah tidak berlaku. Maka aku minta dia tunjukkan ayat di Alkitab yang mengatakan hewan yang haram dimakan berubah statusnya menjadi halal dimakan di zaman Perjanjian Baru. Temanku tidak bisa menemukan ayatnya. Memang tidak ada.

 

 

 Marilah kita simpulkan untuk apa Yesus datang ke dunia dan mati di salib:

a)      Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk menebus manusia,

untuk membayar hukuman dosa manusia, agar manusia tidak usah mati kekal. FOKUSNYA ADALAH MANUSIA. BUKAN HEWAN.

 

b)     Yesus Kristus tidak datang ke dunia ini untuk hewan.

KematianNya di salib tidak mengubah status hewan yang haram dimakan menjadi halal dimakan. Hewan-hewan itu tidak berubah sedikit pun baik fisik maupun kondisinya dari zaman Perjanjian Lama hingga zaman kita sekarang. Yang namanya babi ya tetap tidak memamah biak, yang namanya ikan lele ya tetap tidak bersisik, yang namanya anjing ya tetap berjalan dengan telapak kaki, semuanya masih tetap sama, tidak berubah. Karena itu, semuanya masih haram dimakan menurut standar Tuhan.

 

c)      Kedatangan Yesus ke dunia ini demi keselamatan manusia, BUKAN DEMI PERUT MANUSIA. 

Jadi kematian Yesus di salib adalah demi kerohanian manusia, BUKAN JASMANINYA.

 

d)     Kematian Kristus tidak mengubah kondisi fisik manusia, 

yang tadinya tidak cocok (bisa terkena penyakit) jika makan daging yang haram (karena itu hewan-hewan itu dilarang untuk dimakan), lalu menjadi cocok makan daging yang haram. Kondisi fisik manusia tetap tidak berubah karena kematian Kristus, misalnya kalau kena virus, manusia tetap sakit. Tubuh manusia tetap mengalami penuaan, kemunduran fisik, kerusakan organ, dan juga kematian. Tidak ada yang berubah. Manusia tidak menjadi sakti dan tidak bisa sakit.

 

Lalu mengapa kita menganggap kematian Kristus di salib mengubah hewan yang haram dimakan menjadi halal dimakan?

 

 

Tuhan menyuruh nabiNya, Yesaya, untuk mencatat apa yang akan terjadi pada hari kiamat, siapa saja yang akan dibinasakan. Inilah yang ditulis Yesaya:

Yesaya 66:15-17

15 Sebab lihat, TUHAN akan datang dengan api, dan dengan kereta-kereta-Nya  seperti puting beliung, untuk melampiaskan murka-Nya dengan kegeraman dahsyat dan hardik-Nya dengan nyala api. 16           Sebab dengan api dan dengan pedang-Nya TUHAN akan mengadili segala makhluk, dan yang mati dibunuh oleh TUHAN akan banyak jumlahnya. 17 Mereka yang menguduskan diri dan mentahirkan dirinya di taman-taman, di belakang seseorang yang di tengah, yang memakan daging babi dan binatang-binatang yang jijik, serta tikus, akan dibakar habis bersama-sama, demikianlah firman TUHAN.

 

Lihat, di sini diperinci siapa-siapa yang  “akan dibakar habis bersama-sama”, yaitu:

 

Ø    Mereka yang menguduskan diri dan mentahirkan dirinya di taman-taman, di belakang seseorang yang di tengah,

Ini adalah orang-orang yang menyembah berhala, orang-orang yang mempraktekkan ritual-ritual agama yang bukan ajaran Tuhan, orang-orang yang mengikuti pemimpin agama yang palsu.

 

Ø    yang memakan daging babi dan binatang-binatang yang jijik, serta tikus,

 Semua hewan yang dilarang Tuhan untuk dimakan itu termasuk binatang-binatang yang jijik, misalnya daging ular, daging anjing, daging kucing, daging kelinci, daging harimau, daging udang, daging lele, dll. Berarti mereka yang makan dari binatang-binatang yang disebut Tuhan haram dimakan, yang daftarnya di Imamat pasal 11.

Selain itu, khusus disebut terpisah di sini mereka yang makan babi dan tikus.

 

 

HARI KIAMAT TIDAK DATANG DI ZAMAN PERJANJIAN LAMA, teman-teman. Hari kiamat masih bakal datang, berarti dia akan terjadi di zaman Perjanjian Baru! Jadi ayat di atas itu bukan peringatan bagi orang-orang Perjanjian Lama saja, tetapi juga bagi kita, orang-orang Perjanjian Baru, bagi semua yang pernah hidup hingga datangnya hari kiamat! Dan apa yang Tuhan suruh Yesaya menulis tentang hari itu? Siapa yang ikut dihukum dan dilenyapkan sehubungan dengan apa yang mereka makan?

“yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, akan dibakar habis bersama-sama, demikianlah firman TUHAN.

 

Apakah ayat ini mengatakan bahwa orang yang makan babi, binatang-binatang jijik (binatang yang diharamkan untuk dimakan) dan tikus, itu tidak apa-apa karena binatang-binatang itu sudah ditebus oleh Yesus?

Ayat ini jelas menyatakan bahwa mereka yang makan daging-daging yang diharamkan untuk dimakan itu akan dibakar habis bersama-sama”

 

Bukankah kita akan sangat rugi jika kita menukar kesempatan masuk kerajaan Surga kelak dengan daging haram yang kita makan sekarang? Apa tidak ada makanan lain yang halal dimakan? Mengapa kita harus mempertaruhkan keselamatan kita yang abadi hanya untuk makanan yang kita nikmati sesaat?

 

Kita perlu ingat, bahwa DENGAN TIDAK MAKAN MAKANAN YANG HARAM, TIDAK MEMBUAT KITA PASTI MASUK SURGA. Keselamatan itu pemberian Allah, bukan karena kita berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu.  Tetapi, DENGAN MAKAN MAKANAN YANG HARAM SETELAH KITA TAHU ITU HARAM, ITU PASTI MEMBUAT KITA TIDAK BISA MASUK SURGA.

Mengapa?

Karena itu berarti kita terang-terangan melawan kehendak Tuhan.

 

 

TIDAK MAKAN MAKANAN YANG DIHARAMKAN TUHAN, ADALAH BUKTI PENURUTAN KITA KEPADA TUHAN. Sama seperti Adam dan Hawa dulu. Larangan makan buah dari pohon pengetahuan baik dan buruk itu adalah bukti penurutan mereka kepada Tuhan.

Tuhan berkata,

Kejadian 2:17

‘tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, engkau pasti akan mati.’

 

Apakah buah pohon pengetahuan itu beracun? Tidak, buahnya tidak beracun. Buktinya setelah memakannya Adam dan Hawa tidak langsung jatuh mati macam orang menegak racun.

Tetapi Tuhan memperingatkan, pada hari engkau memakannya, engkau pasti akan mati.” Mengapa? Karena pada hari Adam dan Hawa berani memakan buah itu, berarti mereka secara sadar berani melanggar Perintah Tuhan, dan itu yang membuat mereka mati. Karena melanggar perintah Tuhan dengan sengaja itu namanya MAKAR! Itulah dosa, dan ketahuilah dosa itu makar, dosa itu melanggar Hukum Allah, tidak mengakui autoritas Allah sebagai Khalkik alam semesta.

 

1 Yohanes 3:4

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga Hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran Hukum Allah.

 

Dan upah dosa itu apa?

Roma 6:23

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

 

Jadi, Adam dan Hawa bukannya mati karena makan buah dari pohon pengetahuan baik dan buruk, tetapi Adam dan Hawa mati AKIBAT makan buah tersebut. Karena hal itu menunjukkan bahwa mereka berani melawan Tuhan! Perbuatan mereka berani melawan perintah langsung dari Tuhan itu yang membuat mereka mati, karena itu adalah perbuatan makar.

 

 

Maka, kita pun tidak akan langsung mati begitu makan makanan yang diharamkan Tuhan, kita lihat saja sebagian besar manusia di dunia ini makan semua yang diharamkan Tuhan, tetapi toh umurnya panjang-panjang, mereka tidak mati.  Tetapi, setelah kita tahu bahwa semua makanan itu sudah dilarang Tuhan untuk dimakan, namun kita tetap memakannya, maka itu namanya kita sengaja berani melawan Tuhan. Dan Yesaya 66:15-17 sudah menyatakan, kita akan mati AKIBAT MAKAN DAGING-DAGING YANG DIHARAMKAN TUHAN itu. Kita akan mati, karena KITA BERANI MELAWAN PERINTAH TUHAN!

 

 

Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

2013-07-13




Tidak ada komentar:

Posting Komentar